
Buat pembaca setia Jodohku Sahabat KakakKu terima kasih banyak. Cerita ini udah naik level. Kasih semangat terus ya jangan kendor biar terus up 🙏🙏. Jangan lupa juga komen dan likenya ya. Terima kasih Sahabat 🙏🙏🙏
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Lanjuuuut....
Sampai di rumah Tita segera masuk ke kamarnya di susul oleh Ken. Sementara Tuan dan Nyonya Ito langsung melihat tanaman mereka di kebun. Hanya mengecek saja tidak untuk berkebun.
"Sayang,,, capek ya?" Tanya Ken.
"Sedikit Mas." Tita.
"Sini rebahan. Mas pijit." Tawar Ken.
"Mas ngga capek?" Tanya Tita kembali.
"Semua rasa lelah Mas hilang sudah berada di dekat mu sayang." Goda Ken.
"Gombal.." Tita.
"Mas tuh ga nyangka banget loh sayang bisa jatuh cinta sama kamu bahkan rasa sayang Mas ke kamu itu melebihi rasa sayang Mas ke diri Mas sendiri. Pokoknya hidup Mas itu cuma kamu, kamu dan kamu ngga ada yang lain." Ucap Ken panjang kali lebar.
"Ceh, gombal aja terus... Udah beranak pinak juga." Tita.
"Ini bukan gombal sayang tapi kenyataan." Ken.
Keduanya pun saling berbicara mengutarakan apa yang ada di hati mereka dengan santai karena Ken memilih untuk tidak pergi ke kantor hari ini. Dirinya berniat bersantai bersama keluarga kecilnya namun tanpa di duga Keina memilih pergi bersama Rehan.
Mikha dan keluarganya memang tak bisa menghadiri acara pernikahan Gladys dan Angga mengingat mereka di sana masih berkabung karena kepergian Kevin.
Setelah puas bermain Keina meminta pada Rehan dan Ayumi untuk membeli es krim terlebih dahulu sebelum pulang dan Rehan pun mengabulkannya dengan membelikannya semangkuk es krim kesukaannya.
Keina dengan semangat menghabiskannya walaupun tetap di bantu Rehan dan Ayumi karena mereka takut terjadi apa-apa pada Keina. Setelah menghabiskan es krim mereka pun pulang setelah sebelumnya makan siang terlebih dahulu karena sudah masuk jam makan siang.
Di mobil Keina tertidur di bangku belakang seorang diri seperti biasanya. Keina tertidur tanpa gangguan sedikitpun. Hingga mereka sampai Keina masih pulas tertidur mau tak mau Rehan pun menggendongnya hingga ke kamarnya.
Bibi dengan sigap menemani Keina yang tertidur karena khawatir terjadi sesuatu saat Keina tidur. Ken dan Tita memang tidak menggunakan jasa baby sitter karena banyak bibi yang bekerja di rumah mereka maka Tita menugaskan satu bibi untuk menjaga Keina.
"Dimana Keina?" Tanya Nyonya Laura.
"Baru saja Re bawa ke kamarnya Bu." Rehan.
"Tidur?" Tuan Ito.
__ADS_1
"Iya Yah. Puas bermain dan makan es krim perjalanan pulang tadi dia langsung tertidur." Ayumi.
"Bibi sudah di minta naik?" Nyonya Laura.
"Sudah Bu. Kebetulan tadi ketemu di depan." Rehan.
"Dimana Ken dan Tita?" Ayumi.
"Baru saja keluar. Katanya Tita mau makan bakso di depan." Nyonya Laura.
"Tumben. Biasanya minta bibi buatkan." Ayumi.
"Biarkan saja. Sesekali jajan di luar ga masalah." Tuan Ito.
"Karena memang Tita terbiasa hidup sederhana Yu." Nyonya Laura.
"Ibu benar. Dia begitu sederhana." Ayumi.
Mereka pun asik mengobrol hingga Rehan berpamitan untuk masuk ke kamar karena cukup lelah di ikuti Ayumi karena kedua orang tuanya pun ingin merebahkan tubuh mereka. Setelah kemarin seharian penuh menyambut para tamu undangan.
Tita begitu senang setelah Ken memenuhi keinginannya memakan bakso di depan komplek yang biasa dia beli jika pulang dari rumah utama dulu. Ken begitu terharu ketika binar bahagia terpancar di wajah sang istri.
Hak sederhana mampu membuat istri kesayangannya itu begitu bahagia. Ken memang selalu berusaha memenuhi segala keinginan Tita apapun itu.
"Sama-sama sayang. Apapun permintaanmu yang bisa ku beri pasti aku berikan." Ken.
"Tita begitu beruntung bertemu dengan Mas. Kenzo Ito seorang pengusaha ternama. Ya, walaupun tetep no 1 nya Kak. Nio. Tapi, Mas Ken tetap no 1 di hati Tita." Ucap Tita.
Ken mengusap lembut pipi Tita menggunakan tangan kirinya. Mereka berdua begitu romantis meskipun ada juga gesekan-gesekan di antara keduanya tapi mereka begitu cepat menyelesaikan kesalah fahaman yang terjadi.
Karena keduanya tak mau pasangan mereka salah faham. Mereka berprinsip katakan meski itu menyakitkan. Karena, hal kecil akan terasa menyakitkan ketika kita mebgetahuinya dari orang lain.
"Sepertinya Keina sudah pulang." Tunjuk Ken pada mobil Rehan.
"Eh, iya. Keina ga nyari kita ya?" Tita.
"Kayanya Keina tidur ,nih." Ken.
"Kayanya gitu. Soalnya Kak Ayu ga ada ngehubungi Tita." Tita.
Mereka pun masuk dan ternyata benar Keina tidur. Ken masuk ke ruang kerja sebentar mengecek email yang masuk dan Tita ke dapur membuat camilan untuk Keina.
Sementara di dua tempat yang berbeda dua pasang pengantin baru tengah menikmati honeymoon mereka. Pasangan Gladys dan Angga baru saja menginjakkan kaki di tempat tujuan.
__ADS_1
Gladys yang masih terlihat canggung mencoba membuat dirinya terlihat sesantai mungkin walaupun kegugupan kadang terlihat dari wajahnya.
"Sayang, ayo kita mandi setelah itu kita jalan-jalan sore menikmati udara segar di sini." Ajak Angga.
"Hm... Baiklah." Gladys.
Setelah bersiap mereka berdua pun menikmati suasana sore di kota tersebut. Gladys begitu menikmati rasa nyaman pun mulai dia rasakan. Tangan keduanya terus saling bertautan sepanjang perjalanan.
Berbanding terbalik dengan pasangan pengantin lama yang juga tengah berbulan madu. Gagah belum mengajak Laras keluar dari hotel. Hanya sekali mereka keluar itupun ke taman yang terdapat di hotel tersebut.
"Sayang, ayo jalan-jalan." Rengek Laras.
"Besok pagi saja ya sayang. Sekalian kita beli oleh-oleh untuk orang rumah sebelum kita pulang." Gagah.
Laras pun mengerucutkan bibirnya karena dirinya belum sekalipun berkeliling di sana. Gagah selalu mengungkungnya di atas tempat tidur. Seperti yang tak pernah puas Gagah terus melakukannya.
"Jangan begitu nanti aku lahap lagi bibir mu." Goda Gagah melihat Laras yang cemberut.
"Iih.... Ga mau." Teriak Laras merebahkan tubuhnya dan menutup dirinya menggunakan selimut hingga menutupi kepalanya.
Suasana sore di kediaman utama Ito terlihat menghangat karena semua berkumpul di ruang utama berbincang hangat menikmati ceman yang Tita buat siang tadi. Begitupun Keina yang terlihat senang menikmati puding buatan Mommynya.
"Ken, Tita. Kalian ga kepikiran mau bulan madu lagi?" Ayumi.
"Hah! Mana ada Kak." Tita.
"Ada saja jika kalian ingin melakukannya." Ayumi.
"Kak, Tita belum ada empat puluh hari." Tita.
"Astaga! Kenapa Kakak melupakan itu." Ayumi.
"Karena kamu sudah terlihat segar lagi Ta." Ucap Nyonya Laura mengalihkan pembicaraan.
"Nah, Ibu benar. Apa Ken tidak tergoda?" Ayumi.
"Jangan salah. Tita selalu mengalihkan perhatian Ken Kak. Apapun yang dia lakukan membuat Ken tergila-gila." Ken.
"Karena kau bucin Ken." Rehan.
🌻🌻🌻
Jangan lupa like dan komennya ya sahabat 🙏🙏🙏
__ADS_1