Jodohku Sahabat Kakakku

Jodohku Sahabat Kakakku
Laras Mau Melahirkan


__ADS_3

Dua bulan berlalu Ken dan Tanio di sibukkan dengan pemindahannya perusahaan milik Abimana ke tanah air karena berbagai alasan. Abimana pun akhirnya merasa lega setelah dirinya selesai mengalihkan perusahaannya menjadi berpusat di tanah air.


Melan, Olla dan Tita pun menjadi lebih sering bertemu semenjak Melan pindah. Bahkan Daren sekolah di sekolah yang sama dengan Zio. Hanya berbeda kelas saja karena Daren satu tahun di bawah Zio.


Sementara Andre bersekolah yang sama juga dengan Zayn di taman kanak-kanak. Dan karena itu Olla dan Melan sering bertemu. Setelah mengantar anak mereka sekolah biasanya mereka akan pergi ke rumah Tita atau janji bertemu di luar.


Sejak tadi malam Laras sudah merasakan mulas hanya saja dirinya berfikir bahwa itu hanya mulas karena dirinya ingin membuang hajatnya. Laras pun mengabaikannya. Pagi hari saat sarapan bersama pun Laras masih terlihat santai.


Gagah dan Rehan pergi bersama seperti biasa. Gagah sempat menanyakan keadaan Laras yang seperti menahan sesuatu tapi Laras menjawab jika semua baik-baik saja.


Ayumi pergi ke butik mengajak Keina karena akan menjadikannya model rancangan terbaru untuk anak. Tuan dan Nyonya Ito pergi menemui temannya. Hanya menyisakan Laras dan Tita.


"Bi, Minta tolong ambilkan bahan kue yang kemarin Tita beli ya." Pinta Tita.


"Onty mau bikin kue?" Laras.


"Iya. Mau ikutan?" Tawar Tita.


"Hm... Tidak ah. Nanti Laras bagian icip aja." Laras.


"Ye... Baiklah. Onty juga ngeri kalo kamu berdiri terlalu lama." Tita.


Tita pun berjalan ke arah dapur untuk membuat kue kesukaan kuarga mereka. Tita pun mulai meracik semua bahannya di bantu Bibi sekedar mengambilkan apa yang Tita butuhkan. Tita asik dengan adonan kuenya.


Sementara Laras merasakan mulasnya semakin kuat dan sering. Laras mengatur nafasnya yang semakin memburu. Laras berusaha tenang dan menyakini jika apa yang dia rasakan bukanlah pertanda akan melahirkan. Karena setiap dirinya mulas kemudian pergi ke kamar mandi maka sisa kotoran dari dalam tubuhnya akan keluar.


Namun, kali ini berbeda. Laras hanya ingin diam tapi mulas yang dia rasakan semakin menjadi. Laras bingung harus bagaimana. Dirinya mencoba mengalihkan rasa sakitnya dengan bermain game pada ponselnya.


Tita yang baru saja menyelesaikan kegiatannya membuat kue keluar dari dapur dan mendapati wajah Laras yang sudah bercucuran keringat padahal rumah mereka terpasang AC. Tita pun segera menghampiri keponaknnya itu.


"Ras," Panggil Tita.


"Iya Onty Sshhhsss..." Ringia Laras.


"Kamu kenapa?" Tanya Tita.


"Perut Laras sakit Onty." Jawab Laras masih santai.


"Sejak kapan?" Tita.


"Semalam." Laras.


"Apa! Apa Gagah sudah tau?" Tita.


"Belum Onty. Aw.. Ssshhhsss..." Jawab Laras.

__ADS_1


"Astaga! Di mobil mana kalian menyimpan perlengkapan untuk persiapan persalinan bayi kalian?" Tita.


"Mobil Pajero Kakak Onty." Jawab Laras.


"Loh, bukannya mobil itu di bawa Gagah setiap pagi?" Tita.


"Ngga Onty. Kakak sudah satu bulan inu menggunakan mobil Ayah bersama Ayah." Laras.


"Baiklah." Tita.


Tanpa bertanya lagi Tita keluar mencari supir pribadinya kemudian memintanya untuk menyiapkan mobil milik Gagah yang terparkir rapi di garasi.


"Pake mobil Den Gagah Nyonya?" Tanya Supir pribadi Tita.


"Iya. Pake yang itu cepat." Titah Tita.


"Baik Nyonya." Supir.


Supir pun segera mengambil kunci mobil milik Gagah. Kemudian memanaskannya sebentar setelah itu pergi mendekat menuju pintu utama. Sampai di pintu utama terlihat Tita, Laras dan salah satu bibi sudah berdiri di pinggir jalan.


"Bi, kita pergi ya. Nanti kalo Ibu sama Ayah datang dan menanyakan kita kasih tau saja jika kita pergi ke rumah sakit." Pesan Tita santai.


"Baik Nyonya." Jawab Bibi.


Tita menuntun Laras yang meringis menahan sakitnya. Tita sengaja tak memberitahukan anggota keluarga yang lainnya sebagai kejutan. Tita meminta supirnya untuk melajukan mobilnya lebih cepat ketika melihat Laras yang semakin kesakitan.


Tita dan Laras di sambut Dokter dan suster yang akan menangani Laras. Laras meminta Tita memanggilkan Gagah suaminya dan Tita hanya mengangguk. Kemudian Laras pun segera di periksa oleh Dokter.


"Masih pembukaan enam ya Nyonya Gagah. Atur nafasnya dan jangan mengedan sebelum ada perintah dari saya." Jelas dokter.


"Baik Dok." Laras.


Detik demi detik, menit demi menit dan jam demi jam berlalu tapi sosok suami yang di tunggunya belum juga menampakkan dirinya. Sementara rasa mulas yang menderanya semakin kuat dan sering.


"Onty, Kok Kak Gagah belum datang juga?" Tanya Laras di sela mulasnya.


"Sebentar lagi." Jawab Tita santai.


Setelah di rasa jika Laras akan segera melahirkan Tita pun segera mengirimkan pesan pada Gagah untuk menemuinya di depan ruang bersalin. Setelah menerima pesan dari Ontynya Gagah langsung bergegas fikirannya langsung tertuju pada istri tercintanya.


Gagah menghubungi Tita setelah sampai di depan ruang bersalin karena Gagah tak melihat batang hidung Ontynya


πŸ“±Tita


Halo... Kenapa?

__ADS_1


πŸ“±Gagah


"Onty, dimana? Gagah sudah sampai depan ruang bersalin.


πŸ“±Tita


Ngapain di depan situ. Masuk.


Tut... Panggilan pun di putuskan sepihak. Gagah tampak bingung. Tapi dirinya tetap memasuki ruang bersalin dengan langkah tegapnya. Dan seketika dirinya mendapati Onty nya yang tengah berdiri di samping brankar yang berisikan istrinya.


"Sayang, Kamu mau melahirkan?" Tanya Gagah.


Plak...


"Aw... Onty kenapa Gagah di pukul?" Tanya Gagah bingung.


"Lagian kamu. Udah liat istri lagi mati-matian nahan sakit dan udah jelas-jelas ada di ruang bersalin masa iya mau lari pagi." Tita.


"Eh, Terus ini gimana Onty?" Tanya Gagah bingung.


"Astaga! Gagah... Kamu itu dokter. Sadar jangan panik. Sebentar lagi anak kamu akan keluar. Onty tunggu di luar." Tita.


"Loh, Onty. Terus ini gimana kok Gagah malah di tinggal." Teriak Gagah panik.


"Berisik! Bukan Onty yang mau nolong istri kamu lahiran. Mana Onty tau terusnya gimana. Kamu tunggu saja dokternya datang." Tita.


Kemudian Gagah pun hanya pasrah mendengar jawaban dari Ontynya. Dan setelah beberapa detik fikirannya kembali jernih setelah mendapatkan tancapan maut dari kuku Laras mengenai kulit tangannya.


"Aw... Sayang." Pekik Gagah.


"Sakit Kak.." Ringis Laras.


"Hah! Owh! Astaga!" Ucap Gagah yang kesadarannya telah kembali.


"Sabar sayang. Kamu pasti bisa. Ayo tarik nafas hembuskan." Ucapnya memberi aba-aba.


Laras pun mulai mengikuti aba-aba dari suami tercintanya. Tampak suster tersenyum menyaksikan Gagah, Tita dan Laras sejak tadi. Sementara Dokter meninggalkan mereka karena masih terdapat waktu yang cukup.


Sementara itu Tita keluar dari ruangan bersalin dan duduk dengan santainya di kursi ruang tunggu depan ruang bersalin. Tangannya merogoh tasnya untuk mengambil benda pipihnya. Tita membuka grup keluarga Ito dan mengetikkan sesuatu di sana.


πŸ’Œ Tita


Segera ke rumah sakit keluarga. Gawat!


🌻🌻🌻

__ADS_1


Jangan lupa like dan komennya ya sahabat πŸ™πŸ™πŸ™


__ADS_2