Jodohku Sahabat Kakakku

Jodohku Sahabat Kakakku
Sehat Dan Bahagia


__ADS_3

Selama perjalanan pulang Tuta selalu berada dalam dekapan Ken. Tita seolah tak ingin pisah dari Ken begitupun Ken yang tak ingin kehilangan Tita. Ken selalu mengingat ucapan Tita pagi tadi.


Sampai di kediaman utama Ito Nyonya Laura menyambutnya hingga sedikit berlari menghampiri mobil Ken yang terparkir. Di susul Gladys dan Laras. Sementara Ayumi dan Marni hanya berdiri di teras depan rumah mereka.


Nyonya Laura langsung membawa Tita kedalam pelukannya dan mendaratkan ciumannya di seluruh wajah Tita di akhiri pada puncak kepala Tita. Nyonya Laura begitu menyayangi Tita hingga terkadang Ken dan Ayumi merasa cenburu di buatnya.


"Jangan pernah buat Ibu khawatir lagi sayang." Ucapnya seraya memeluk Tita.


"Maafkan Tita Bu." Tita.


"Ibu hanya ingin kau sehat dan bahagia sayang." Ucap Nyonya Laura mengusap lembut kepala Tita.


"Terima kasih Bu. Begitu pun Tita. Tita selalu ingin Ibu sehat dan bahagia." Tita.


Mereka berdua pun kembali berpelukan.


"Oma, gantian dong." Rengek Gladys.


"Bocah nakal. Mengganggu saja." Umpat Nyonya Laura melepaskan pelukannya pada Tita.


Dan tanpa basa-basi Laras malah lebih dulu menghambur kedalam pelukan Tita.


"Kakak...." Rengek Gladys membuat semua tertawa di buatnya.


Laras tak mengeluarkan kata apapun tapi air matanya mengisaratkan kesedihan di hatinya.


"Hei, onty baik-baik saja sayang." Ucap Tita mengusap punggung Laras.


"Jangan tinggalin Laras." Ucapnya.


"I am here." Tita.


"Udaah iih... Giliran Glad." Protes Gladys.


"Kemarilah." Ucap Tita merentangkan satu tangannya untuk Gladys masuk kedalam pelukannya juga.


Mereka bertiga pun saling berpelukkan membuat semua begitu terharu melihatnya. Ayumi dan Marni pun mengusap pipinya yang basah karena lelehan air mata yang tak terbendung.


Nyonya Laura mengusap punggung cucu dan cucu menantunya dengan lembut.


"Dimana Keina?" Ucap Tita melepaskan kedua keponakannya.


"Keina masih tertidur. Semalam dia gelisah." Nyonya Laura.


"Maaf merepotkan Ibu." Tita.

__ADS_1


"Tidak sayang. Karena Hena dan Bagas yang menenangkannya sehingga keduanya pun masih sama-sama tertidur di kamar Keina." Nyonya Laura.


"Sudahlah. Ayo masuk. Apa kalian akan menahan istriku di sini?" Ken.


"Astaga! Oma sih. Ayo Onty masuk. Onty pasti kelelahan." Ajak Gladys.


"Kenapa Oma jadi yang di salahkan." Gerutu Nyonya Laura yang melangkah mebgikuti mereka.


Mereka pun masuk kedalam rumah utama. Bersamaan dengan itu Keina keluar dari kamar di gendong Bagas masih dengan muka bantalnya. Keina menangis memanggil Mommy nya.


Saat keluar dan menatap Tita Keina langsung meminta gendong. Tita pun mengulurkan tangannya untuk menyambut putri kesayangannya. Bagas pun segera membawa Keina turun menemui Tita.


"Eh, kok sayangnya Momny bangun tidur menangis?" Tanya Tita lembut.


"Mommy.." Ucap Keina jelas.


"Ya sayang. Mommy ada di sini. Maaf semalam Mommy sama Daddy tidak tidur di rumah ya." Ucap Tita seraya mengusap lembut punggung Keina.


"Daddy?" Tanya Keina jelas.


"Daddy di sini sayang." Jawab Ken yang duduk di samping Tita.


"Hei, kalian tidak mendengar jika cucu ku mengucapkan kata Mommy dan Daddy dengan sangat jelas." Bangga Tuan Ito.


"Tentu saja Opa, Oma." Ucap Tita mengusap lembut Keina.


Suasana pagi begitu hangat di kediaman Utama. Setelah sarapan Burhan kembali datang ke kediaman Utama Ito karena ingin memastikan jika Tita baik-baik saja dan seperti yang di katakan orang Tita jika Tita sudah kembali ke rumah.


Gagah dan Rehan sudah pergi ke rumah sakit menunaikan tugasnya. Bagas dan Ken tidak pergi ke kantor karena Ken ingin menjaga Tita dan Bagas terlalu mengantuk sehingga tidak dapat berkonsentrasi.


Laras dan Gladys menonton drama sementara para orang tua. Nyonya Laura, Marni dan Hena berkebun di belakang. Tuan Ito dan Burhan berbincang santai. Ayumi ke butik karena akan ada klien datang.


"Pernikahan ulang kalian akan di laksanakan dua hari lagi. Siang nanti Ayumi akan datang membawakan pakaian untuk kalian." Tuan Ito.


"Ya Tuan." Burhan.


"Bagaimana rencana kalian?" Tuan Ito.


"Untuk sementara kami akan tinggal di peternakan milik pribadi Tita Tuan." Burhan.


"Peternakan yang berada di puncak?" Tuan Ito.


"Ya Tuan. Sepeninggalnya orang kepercayaan Tita peternakan itu terbengkalai dan kami akan menghidupkannya kembali." Burhan.


"Kau yakin?" Tuan Ito.

__ADS_1


"Yakin Tuan. Karena Tita sudah saya anggap anak saya sendiri maka saya pun tidak boleh mengecewakan dia." Burhan.


"Aku begitu tau berterima kasih Han." Tuan Ito.


"Bahkan saya rela menukar nyawa saya untuk Tita dan Laras Tuan." Burhan.


"Hm... Semoga ketulusan hatimu tidak ternoda seperti Hanan." Tuan Ito.


"Itu tidak akan pernah terjadi Tuan. Saya dan Ken pun sudah lama saling mengenal sampai saya tau jika Tita akan di nikahi Ken. Saya berpura-pura tidak mengenalnya hanya karena tidak ingin identitas saya terbongkar yang ternyata Tita telah lama mengetahuinya." Burhan.


"Ya, Tita memang sangat pandai menutupi segalanya." Tuan Ito.


Sementara itu di kamar Ken dan Tita. Keina yang tidak bisa lepas dari Tita sejak kepulangan Tita terus bersama Tita. Keina begitu baik seolah mengerti jika Mommy nya tengah bersedih karena kehilangan adiknya.


Keina sungguh sangat manis bermain di dalam kamar bersama Tita tanpa rasa bosan. Sesekali dirinya menunjukkan mainannya pada Tita yang hanya diam berbaring seperti perintah Ken. Hingga Keina tertidur di samping Tita karena kelelahan.


Saat Ken kembali dari ruang kerjanya betapa terharunya Ken melihat Keina dan Tita yang tengah tertidur saling berpelukkan. Ken mengabadikannya lewat ponsel pintarnya. Karena tak ingin mengganggu dua bidadarinya Ken pun kembali keluar dan berniat bergabung bersama Tuan Ito dan Burhan.


"Ken," Panggil Bagas.


"Ya Om." Ken.


"Bagaimana Tita?" Bagas.


"Tita tertidur Om bersama Keina." Ken.


"Syukurlah." Bagas.


"Dimana Tante mu?" Bagas.


"Tante, Oma dan Tante Marni di kebun Om." Ken.


"Ayo ke sana." Ajak Bagas.


"Ayo Om. Kebetulan Ken akan ke sana juga." Ken.


Ken dan Bagas pun berjalan bersama menuju taman belakang yang disulap menjadi kebun mini oleh Ken seperti keinginan Ibunya. Nyonya Laura memang sangat senang berkebun. Namun, karena usianya yang tak muda lagi sehingga dirinya tak mampu untuk mengolah kebun yang luar jadilah kebun mini di buat oleh Ken.


Tuan dan Nyonya Ito sangatlah senang menghabiskan waktu mereka di sana. Keduanya seolah menemukan dunia baru mereka di sana. Hasil kebunnya mereka gunakan untuk keperluan sendiri dan terkadang berbagi dengan tetangga dekat jika hasil panen melimpah.


Tita yang mengira akan bosan berdian di rumah nyatanya dirinya begiru senang membantu ibu mertuanya di kebun. Baginya memanen hasil kebunnya bagaikan mendapatkan bonus saat dirinya bekerja dulu.


🌻🌻🌻


Jangan lupa like dan komennya ya sahabat 🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2