Jodohku Sahabat Kakakku

Jodohku Sahabat Kakakku
Hari Pernikahan Gladys dan Angga


__ADS_3

Satu bulan berlalu kini tibalah hari yang di nantikan Gladys dan Angga. Hari yang begitu sakral. Semua di buat sibuk. Karena acara di laksanakan di hotel milik keluarga Ito. Semua keluarga sudah berkumpul termasuk Keluarg Aiko bersama si kembar cucunya.


Orang tua Laras pun sudah berada di hotel tersebut setelah Gagah dan Laras menjemputnya kemarin. Karena kehadiran mereka begitu di rahasiakan maka Burhan dan Marni pun akan di sulap menjadi seperti orang lain. Dan akan berperan sebagai Ayah dan Ibu Tita bukan Laras.


Sementara Laras dan Gagah selalu membawa Keina kemana pun karena Ken dan Tita sibuk mengurus acara walaupun sudah ada WO yang menanganinya. Ken, Rehan dan Tuan Ito menyambut para tamu undangan kolega mereka.


Nyonya Laura, Ayumi dan Tita turut serta mendampingi mereka dan sesekali ke dalam memastikan Gladys sudah siap atau belum. Laras dan Keina berada di dalam kamar dimana Gladys di rias. Gagah menyiapkan Ayah dan Ibu mertuanya.


"Gimana Dek rasanya? Deg-degan ga?" Goda Laras.


"Kakak, jangan menggoda Glad. Rasanya campur aduk. Apa Kakak merasakan hal yang sama dulu?" Gladys.


"Tentu saja. Bahkan lebih dari yang kamu rasakan." Laras.


"Hah! Kenapa begitu?" Gladys.


"Kamu lupa jika acara pernikahan Kakak begitu mendadak. Belum lagi setelah itu Kakak harus terus berhadapan dengan Kakak mu yang super dingin ngalahin kulkas dua pintu." Laras.


"Astaga! Hahaha... Tapi, sehangat magic com kan Kak.." Goda Gladys.


"Hmmm... Ternyata si kulkas itu saat berdua saja begitu hangat sehangat magic com." Puji Laras menyilangkan tangannya di badannya sambil memejamkan matanya membayangkan kehangatan Gagah.


"Iiih,,, Kakak jangan di bayangin gitu." Gladys.


"Hehehe... Kamu sih mancing." Laras.


"Aduuh... gimana ya Glad nanti. Aaa... ga tau ah.." Teriak Gladys frustasi.


"Ga perlu di bayangkan Glad. Di jalani aja. Ikuti alurnya. Malam ini menolak malam-malam selanjutnya akan tetap sama jadi sekarang atau besok sama saja." Laras.


"Apa Kakak juga begitu?" Tanya Gladys penasaran.


"Kasih tau ngga ya." Jawab Laras membuat Gladys semakin penasaran.


"Tata... Ei au num." Keina.


"Hah! Haus ya? Kasiannya. Ayo kita ke luar cari minum." Ajak Laras.


"Kakak,, terus aku di tinggal sendiri." Rengek Gladys.


"Hei,, kau kira mereka apa? Hantu." Tunjuk Laras pada tuga orang MUA.


"Hehehe... Bukan itu maksud Glad Kak." Gladys.

__ADS_1


"Iya. Kakak ngerti. Sebentar. Jika ada Oma Hena Keina akan Kakak titipkan padanya." Laras.


"Baiklah. Setelah itu cepatlah kemari." Gladys.


"Iya Ih. Kau tenang saja. Kak Jessie juga akan datang sebentar lagi. Dia sedang menitipkan Duo A pada Tante Aiko." Laras.


"Huh! Baiklah." Gladys.


Laras pun membawa Keina ke luar untuk mencari minum dan mencari Hena. Karena Keina akan lebih nyaman bersama Hena di karenakan Marni di rubah wajahnya oleh tim make up. Kemungkinan Keina akan sulit mengenalinya.


Tak lama setelah Laras keluar Jessie pun datang ke dalam kamar rias Gladys. Dengan Olla bersamanya.


"Waw! Cantik banget sih pengantin." Goda Olla yang baru saja menemui Gladys.


"Onty Olla." Sambut Gladys merentangkan tangannya meminta di peluk.


"Uluh... Sayang... Selamat ya." Ucap Olla memeluk Gladys.


"Terima kasih Onty. Dimana Oncle dan duo Z?" Gladys.


"Mereka di depan. Akan sangat heboh jika mereka ke sini." Olla.


"Dek, makanlah dulu Kakak suap ya." Jessie.


Gladys pun makan dengan di suapi oleh Jessie. Jessie memang telah berubah sejak pertikaiannya dengan Aiko beberapa tahun silam. Jessie lebih perhatian terhadap keluarga apalagi setelah kembar lahir.


Namun, Jessie lebih cemburuan terhadap Aldi. Apalagi setelah Jessie tau Aldi adalah mantan Tita walaupun Aldi dan Tita tak seperti pasangan lainnya. Bahkan Tita pun tak mempermasalahkan Aldi dan Jessie.


Olla yang masih merasa geram pada Aldi pun menjadikannya kurang respect kepada Jessie. Segala hal baik yang di lakukan Jessie selalu salah dimata Olla. Bahkan Olla selalu terang-terangan mencibir Jessie.


"Eh, udah ada Onty Olla disini." Ucap Laras yang baru saja masuk.


"Keina mana Ras?" Olla.


"Tadi mau Laras titip Oma Hena eh, malah okut Oncle Nio. Jadilah Sama Zayn sama Oncle Nio." Jelas Laras.


"Loh, Zio kemana?" Gladys.


"Zio sama Oncle Mikha dan keluarganya." Laras.


"Loh, Mikha sudah turun?" Olla.


"Sudah Onty." Laras.

__ADS_1


"Kalo gitu Onty ke depan dulu nemenim Angel." Olla.


"Owh! Iya Onty. Tadi juga Onty Angel udah nanyain." Laras.


"Ya udah Onty ke depan dulu. Kamu cepet selesein makannya terus perbaiki make up setelah itu bersiap. Keluarga Angga sebentar lagi datang." Pesan Olla sebelum dirinya keluar.


"Siap Onty." Gladys.


"Onty Olla baik banget ya sama kaya Onty Tita." Puji Laras.


"Jelas dong Kak. Mereka bersahabat sejak remaja. Dan Kakak jangan kaget ada satu lagi namanya Onty Melan. Dia tinggal di LN. Beuh.... Mereka bertiga itu Best banget." Puji Gladys.


"Melan istrinya Tuan Abimana?" Laras.


"Kakak kenal?" Gladys.


"Iya. Dulu Ayah selalu menceritakan kekaguamannya kepada Tuan Abimana, Oncle Ken dan Oncle Nio. Mereka bersahabat kan? Dan sukses menjadi pengusaha di usia mereka yang masih muda." Laras.


"Wah, ternyata Oncle terkenal juga ya." Kagum Gladys.


"Siapa yang tak mengenal tiga serangkai itu Glad. Iya ga Kak." Ucap Laras dan meminta pembenaran pada Jessie yang hanya diam sejak tadi.


"Kakak mana tau Ras. Kalo masalah kedokteran ya dikit masih di inget lah." Ucap Jessie.


"Ceh, Kakak selalu gitu deh. Kak.Aldi kan sekarang bukan cuma dokter tapi juga pengusaha." Gladys.


"Iya. Kan Kak.Aldi yang pengusaha bukan Kakak." Jessie.


Saat mereka bertiga asik berbincang tim WO memberitahukan agar Gladys segera bersiap untuk keluar karena mempelai pria sudah datang. Seketika ketegangan Gladys kembali tercetak di wajah cantiknya.


"Relax sayang. Tarik nafas terus hembuskan." Komando Laras dan Gladys pun mengikutinya.


Sementara Jessie hanya diam menggandenga tangan Gladys keluar. Jessie memang tak banyak bicara ketika bersama keluarganya. Karena Jessie takut salah berkata.


Jessie melihat Aldi dan kedua anaknya duduk di belakang Tita dan Ken. Dan seketika hatinya terasa sesak padahal tak ada hal yang membuat hatinya sakit. Entah mengapa sejak melahirkan dua bayi kembarnya Jessie begitu cemburu melihat Aldi dan Tita berdekatan.


Setelah mengantarkan Gladys, Jessie dengan langkah sedikit terburu-buru segera menuju kursi di samping Aldi. Aldi menyambutnya dengan hangat dan penuh cinta. Aldi tak menyadari jika Jessie tengah menahan ras cemburunya karena ada Tita di depan mereka.


Aldi merasa ada yang aneh dengan wajah sang istri. Dan saat dirinya akan melihat ke depan betapa terkejutnya Aldi melihat Tita ada di hadapannya. Aldi tak menyadarinya karena dirinya tadi sibuk dengan kedua anaknya ketika tim WO memintanya untuk duduk di bangku tersebut.


Aldi menghela nafas panjang kemudian mengamit pinggang sang istri untuk lebih menenangkannya bahwa semua baik-baik saja dan tak perlu ada yang di cemburui.


🌻🌻🌻

__ADS_1


Jangan lupa like dan komennya ya sahabat 🙏🙏🙏


__ADS_2