
Ken pergi meninggalkan Rumah sakit bersama Anton dan kembali ke kantor mereka. Sementara Aiko pergi ke rumah Jessie dan Aldi. Dan seperti biasa penjaga mengatakan jika Tuan dan Nyonya mereka tak ada di rumah.
Ponsel Aiko berbunyi ketika Aiko memutar mobilnya untuk kembali meninggalkan rumah Jessie dan Aldi. Penjaga merasa kasihan kepada Aiko yang bolak-balik mencari Tuan dan Nyonya nya. Karena para pekerja memang tak mengetahui penyebabnya.
📱Aiko
Halo jeng?
📱Istri BM grup
Jeng, bagaimana? Kapan anak kita mau di pertemukan? Lebih cepat lebih baik loh Jeng.
📱Aiko
Iya Jeng. Tapi, sepertinya anak saya masih sibuk di rumah sakit Jeng. Ini saja saya baru saja kembali dari rumah sakit dan tidak bisa menemuinya karena sibuk.
📱Istri BM grup
Aduh, masa Maminya mau ketemu aja ga bisa sih Jeng. Pokoknya saya tunggu secepatnya loh Jeng.
📱Aiko
Baiklah Jeng. Saya kabari nanti.
Aiko pun memutuskan panggilannya dirinya bingung dengan apa yang baru saja dia baca saat di rumah sakit tadi. Berita mengenai BM grup dan mengapa suaminya tak pernah menceritakannya.
Aiko pun memutar arah menuju kantor suami tercintanya. Tiba di kantor Artur Aiko memarkir mobilnya di parkir khusus. Semua menunduk melihat istri Bos memasuki area kantor. Aiko langsung masuk kedalam lift yang akan mengantarkannya ke ruangan Artur.
Sampai di lantai dimana ruangan Artur berada Aiko di sambut oleh sekretaris Artur.
"Selamat siang Bu." Sekretaris.
"Siang. Suami saya ada di dalam?" Aiko.
"Baru saja pulang Bu. Katanya mau makan siang di rumah." Sekretaris Artur.
"Yang benar kamu? Saya dari rumah ini." Bohong Aiko.
"Benar Bu. Mungkin Ibu dan Bapak berselisih jalan." Sekretaris Artur.
__ADS_1
"Hm.. Baiklah saya langsung pulang saja." Aiko.
"Iya Bu." Ucap Sekretaris Artur heran. Karena bukannya sudah satu bulan ini Bos nya selalu makan siang di rumah kenapa sekarang Ibu Bos mencarinya.
Tak ingin ambil pusing sekretaris Artur pun kembali mengerjakan tugasnya. Aiko menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedikit di atas rata-rata karena sudah tidak sabar ingin bertemu dengan Artur dan menanyakan perihal berita BM grup.
Namun, apa yang terjadi. Tak ada Artur di rumah mereka bahkan Aiko menanyakan pada penjaga jika Artur memang belum datang dari kantor. Aiko manaruh curiga terhadap suaminya kemana sebenarnya Artur pergi.
Dengan tak bersemangat Aiko pun makan siang sendiri di rumahnya. Rumah yang megah tapi tak berpenghuni. Fikiran Aiko menerawang mengingat Jessie kecil yang sering berlarian di dalam rumah dan berceloteh apapun yang membuat dua baby sitter nya kewalahan.
Tak terasa bulir bening mengalir di pipi Aiko. Kini dirinya dilema. Aiko menginginkan Jessie bahagia tapi dirinya pun bingung apa selama ini yang dia lakukan sudah bisa membuat Jessie bahagia.
Aldi memang anak dari kalangan terpandang hanya saja Aldi tak ingin melanjutkan usaha milik orang tuanya. Aiko yang gila harta takut jika Aldi tak bisa menbahagiakan Jessie di tambah hingga saat ini yang Aiko ketahui jika Jessie tak kunjung juga hamil.
Aiko berfikir jika Jessie resign dari rumah sakit mungkin saja karena Jessie malu karena di usia pernikahannya yang sudah mengunjak 7 bulan tak kunjung juga hamil.
Aiko menghela nafasnya kasar. Meninggalkan makan siangnya yang baru saja dirinya habiskan sekitar dua tiga suap. Aiko berjalan menuju teras belakang dan menatap kosong kedepan.
"Dimana kamu Nak?" Lirih Aiko.
Sementara Jessie dan Artur tengah makan siang berdua di apartemen yang di tempati Jessie. Artur memang lebih sering mengunjungi Jessie akhir-akhir ini karena Artur tak ingin Jessie kesepian di Apartemen. Setiap jam makan siang Artur selalu menyempatkan diri untuk makan siang bersama anak semata wayangnya.
"Makan yang banyak sayang agar cucu-cucu Papi sehat-sehat." Artur.
"Iya Opa." Ucap Jessie menirukan suara anak kecil.
"Besok mertua mu jadi menginap disini?" Artur.
"Iya Yah. Mas Aldi jaga malam dua hari berturut-turut. Mama tak tega jika Jess tidur sendiri jadi Mama mau menemani Jess disini." Jessie.
"Kenapa tidak kamu saja yang ke rumah mertua kamu?" Artur.
"Di rumah Mama sedang ada tukang Pih. Mama renovasi salah satu kamar untuk kembar." Jessie.
"Wah, gerak cepat rupanya mertua kamu." Artur.
"Mama dan Papa Mas Al sangat antusias Pih." Jessie.
"Baiklah. Papi kembali ke kantor ya. Kamu jangan banyak melamun. Sebentar Aldi pulang." Artur.
__ADS_1
"Terima kasih Pih." Jessie.
"Jika ada waktu tepat Papi akan ceritakan kehamilan mu pada Mami kamu." Artur.
"Jessie serahkan semuanya pada Papi." Jessie.
"Baiklah. Jangan banyak fikiran. Istirahatlah. Papi pergi dulu." Pamit Artur.
Sepeninggalannya Artur dari apartemen Jessie menikmati cake kiriman Tita di balkon. Udara cukup panas hanya saja terdapat angin cukup dingin mungkin saja akan turun hujan.
Setelah menghabiskan sepotong cake Jessie pun memutuskan untuk masuk dan beristirahat di tempat tidurnya.
Sementara Tita yang kehamilannya sudah menginjak tujuh bulan masih aktif mondar mandir kesana kemari. Hari ini Tita berencana akan membeli perlengkapan untuk bayinya di temani Nyonya Laura dan Ayumi.
Ayumi sangat antusias untuk mengantarkan adik iparnya itu. Sejak kemarin Ayumi sudah menginap di rumah Orang tuanya. Ayumi tak ingin ketinggalan oergi bersama Ibu dan adik iparnya.
Bahkan Gagah meledeknya lebay pun Ayumi santai saja malah Ayumi yang balas meledek Gagah.
"Awas saja jika Kakak tak segera mendapatkan calon istri. Bunda jodohkan sama anak temannya Bunda." Ayumi.
"Ceh, ngancem. Bunda tenang aja. Banyak kok yang mau jadi istri Gagah." Sombong Gagah.
"Iya banyak tapi kamunya yang aneh. Masa ada cewek cantik deketin kamu kabur. Tunggu kamu masih normal kan Kak?" Ayumi.
"Bunda!!!! Sembarangan. Kakak Normal lah." Gagah tak terima.
"Kali Kak kali.." Ayumi.
"Awas ya Kakak bawa cewek Bunda jangan banyak protes." Gagah.
"Ceh, buktiin aja jangan banyak ngomong. Buktinya sampai detik ini yang satang kerumah cuma para lelaki yang nanyain Gladys. Itu pun kamu larang ketemu Gladys. Kamu takut di langkahin Glad kan?" Ledek Ayumi lagi.
"Bukan takut di langkahi Bun. Gladys masih kecil masih sekolah. Belum pantas pacar-pacaran." Bela Gagah.
"Hmm... Baiklah." Ayumi.
Ayumi, Nyonya Ito dan Tita pun bersiap untuk pergi ke mall untuk mencari perlengkapan baby Tita yang tanpa sengaja terlihat jiak jenis kelaminnya perempuan.
Bahkan Istri Bagas begitu mengetahui bayi dalam kandungan Tita perempuan dirinya langsung berbelanja segala berbau bayi perempuan. maklum dirinya hanya memiliki satu putra.
__ADS_1
🌻🌻🌻
Jangan lupa like dan komennya ya sahabat 🙏🙏🙏