Jodohku Sahabat Kakakku

Jodohku Sahabat Kakakku
Pulang


__ADS_3

Pagi hari Tita, Keina dan Ken sudah segar dan bersiap untuk sarapan di restoran hotel yang sudah di sediakan. Saat mereka keluar dari kamar bertepatan dengan Ayumi dan Rehan keluar dari kamar juga.


"Selamat pagi anak Bunda.." Sapa Ayumi pada Keina yang berjalan di tuntun oleh Ken dan Tita.


"Pagi Buna." Jawab Keina.


"Wah, cantiknya Bunda semakin hari ngomongnya semakin lancar ya pintar." Puji Ayumi.


"Yaya.." Panggil Keina pada Rehan sambil mengangkat kedua tangannya ke udara pertanda minta gendong.


Dengan sigap Rehan pun segera menggendong Keina.


"Wah, cantiknya Ayah sepertinya semakin tinggi ya." Ucap Rehan dan Keina pun tertawa memeluk Rehan.


Tita, Ken dan Ayumi tersenyum menanggapi keduanya.


"Ayah dan Ibu sudah menunggu di bawah." Ucap Tita memasukkan kembali ponselnya yang semula dia keluarkan karena ada bunyi pesan masuk dan ternyata dari ibu mertuanya.


Sampai di bawah terlihat semua keluarga sudah lengkap bahkan pengantin baru pun sudah berada di sana. Mengingat mereka akan pergi honeymoon pagi ini.


"Pagi Ayah, Bunda, Oncle dan Onty.." Sapa Gladys.


"Pagi sayang."


"Eina?" Ucap Keina yang tidak menerima sapaan dari Kakaknya.


"Owh! Iya. Selamat pagi princess Kakak." Sapa Gladys pada Keina.


"Hm.." Jawab Keina cuek.


"Owh! Astaga! Siapa yang mengajarimu begitu sayang." Kaget Tita spontan.


"Hihii... Ial eleum My." Jawab Keina cekikikan membuat semua menjadi gemas.


Semua sarapan dengan menu masing-masing. Setelah menyelesaikan sarapannya sepasang pengantin pun segera berpamitan karena takut terlambat. Mereka mendapat wejangan dari setiap tetua di sana.


Papa dan Mama Angga menitipkan cucu pada mereka. Karena mengingat hanya Angga anak mereka satu-satunya. Mama Angga tak ingin Gladys menunda kehamilannya bahkan Mama Angga tak keberatan jika Angga dan Gladys memberikan cucu yang banyak kepada mereka.


"My, Eina au an-an tama Yaya." Pinta Keina tiba-tiba.


"Loh, Ayah nya kasian sayang cape. Ayah mau istirahat juga ke rumah bersama kita." Jawab Ken.


"No Dy. Yaya au an-an ma Na." Jawab Keina.


"Bagaimana kalo jalan-jalan sama Opa?" Tawar Tuan Ito.

__ADS_1


"Au. Ma Yaya ga Opa." Jawab Keina.


"Sudah biar saja Yah, Ken. Nanti Rehan bawa Keina jalan-jalan sebentar bersama Ayu. Sambil mengenang masa-masa kita baru punya anak." Jawab Rehan.


"Bener Kak? Kalian ga capek?" Tanya Tita khawatir.


"Kalian pulang saja bersama Ayah dan Ibu. Biar Keina kita yang bawa." Ayumi.


Akhirnya Ayumi dan Rehan membawa Keina berjalan-jalan di pusat bermain anak yang berada di mall terdekat dengan hotel. Dan yang lain pulang.


"Onty, Oncle." Panggil Jessie saat Ken dan Tita berjalan bergandengan menuju lobi hotel bersama yang lainnya juga.


Ken dan Tita menoleh bersama ke arah si pemanggil yang mereka tau itu Jessie.


"Ada apa Jess?" Tanya Ken.


Grep...


Jessie memeluk Tita erat dengar air mata yang tidak terbendung lagi. Sejenak Tita terkejut dengan serangan dari Jessie. Aldi dan Ken diam memperhatikan dua wanita itu saling berpelukkan.


Tita menatap Ken dan Ken menganggukkan kepalanya. Tita kemudian mengusap lembut punggung Jessie. Duo A yang melihat Maminya menangis pun ikut menangis membuat Aldi kewalahan.


"Sudahlah jangan menangis. Lihat anak-anak mu. Mereka ikut menangis juga." Ucap Tita melerai pelukannya.


"Maaf Onty." Ucap Jessie lirih.


"Sudahlah. Rukunlah bersama suamimu. Hargai setiap usahanya seperti dia menghargai kamu. Saling terbuka dengan pasangan akan lebih baik di bandingkan bercerita pada orang lain." Tita.


"Terima kasih Onty." Jessie.


Ken mendekati Tita dan memeluknya dari samping. Contohlah Onty mu Jess. Meski hatinya tersakiti dia masih bisa tersenyum untuk orang yang telah menyakitinya." Ken.


"Iya Oncle. Jess salah. Seharusnya Jess menanyakan kebenarannya pada Mas Al." Jessie.


"Utarakan apa yang ada di hatimu padanya walaupun itu menyakitkan." Ken.


"Iya Oncle. Terima kasih." Ucap Jessie lagi.


Mereka pun saling berpelukkan sebentar dan kembali berpamitan. Anton sudah siap di dalam mobilnya untuk menjemput Ken dan Tita. Sementara Tuan dan Nyonya Ito sudah di jemput oleh supir mereka.


Hena dan Bagas pulang bersama dengan Angga putra semata wayangnya. Aiko dan Artur bersama Aldi dan Jessie juga duo A tentunya. Mama dan Papa Angga pulang tanpa menggunakan supir mereka.


"Kenapa lagi Si Jessie itu?" Tanya Nyonya Laura.


"Paling dia meminta maaf pada Tita. Ya, kalo sudah begini barulah menyesal. Untung saja ada kejadian Abian hilang." Tuan Ito.

__ADS_1


"Tapi, Lau rasa Ken dan Tita sudah mengetahuinya jauh-jauh hari hanya mereka tidak ingin mencampuri urusan rumah tangga keponakannya." Nyonya Laura.


"Bukan cuma Ken dan Tita. Tanio dan Olla pun mengetahuinya." Tuan Ito.


"Ya kau benar sayang. Mereka menyimpannya begitu rapih." Nyonya Laura.


"Kamu jangan lupakan jika Tanio dan Ken itu keturunan Durant dam Ito." Bangga Tuan Ito.


"Ceh, sudah tua juga Mas, Mas masih saja narsis." Nyonya Laura.


"Sudah tua juga aku masih perkasa. Bukan begitu?" Goda Tuan Ito.


"Hus... Liat supirmu tersenyum sendiri." Nyonya Laura.


"Mas rasa sepulang mengantar kita dia akan langsung mencari istrinya Hahaa..." Tuan Ito.


Mereka pun menghentikan perbincangan mereka karena mobil sudah memasuki halaman rumah utama. Keduanya turun dan berdiam sebentar karena mobil Ken yang di kemudikan Anton pun masuk.


"Kau tidak turun dulu Ton?" Tanya Tuan Ito.


"Tidak Tuan. Saya langsung ke kantor saja." Pamit Anton.


"Menikahlah kau Ton. Jangan perusahaan saja yang kau kencani." Ledek Nyonya Laura.


"Setelah dapat yang saya mau saya akan langsung mengenalkannya pada Anda Nyonya." Jawab Anton.


"Heh! Sampai kapan Ton. Sudah sana Kekasihmu sudah menunggu." Usir Nyonya Laura.


"Siapa kekasih Anton? Ibu mengenalnya?" Tanya Tita polos.


"Ya si kantor itu kekasihnya." Jawab Nyonya Laura sambil berjalan bergandengan dengan Tuan Ito masuk kedalam rumah utama.


"Hahahaa.... Sabar Ton sabar." Ucap Ken.


"Ish... Kau sama saja Bos." Ucap Anton memutar stirnya untuk kembali memutar mobilnya keluar dari kediaman Ito.


Anton memang belum menikah bahkan berpacaran hingga usianya sekarang. Bagi Anton kepentingan Ken adalah nomer satu. Pernah beberapa kali dirinya si jodohkan dengan sekretaris Ken tapi tetap nihil.


Karena sebagian besar hidup Anton di habiskan untuk Ken dan perusahaan. Oleh karena itu dirinya tidak lagi memikirkan masa depannya. Mungkin jika ada wanita yang bisa mengerti posisinya saat ini maka Anton akan menikahinya.


Tapi, wanita mana yang ingin di duakan dari pekerjaan suaminya bahkan dari Bosnya sendiri. Rasanya sangat impossible ada wanita seperti itu. Anton sudah bisa memastikan jika wanita seperti itu tidak pernah ada di bumi ini.


🌻🌻🌻


Jangan lupa like dan komennya ya sahabat 🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2