Jodohku Sahabat Kakakku

Jodohku Sahabat Kakakku
Positif


__ADS_3

Sore hari Tita berpamitan pulang karena sebentar lagi Ken pun pasti akan pulang. Seperti biasa akan ada drama diantara Keina dan Zayn yang sulit di pisahkan. Namun dengan bujukan Tita akhirnya Keina dan Zayn mau di pisahkan.


Olla menatap nanar adik iparnya berbeda dengan Tita yang terus memancarkan kebahagiaannya mendengar Olla berbadan dua walau belum tentu kebenarannya. Bahkan Olla rasanya tak ingin mengetahui jika dirinya berbadan dua.


"Ada apa?" Tanya Mama Olla yang melihat ada yang aneh dengan anaknya.


"Hah! Tidak ada apa-apa Ma." Olla.


"Jangan bohongi Mama Nak." Mama Olla.


Olla pun duduk di sofa tunggal dengan pandangan lurus ke depan. Mama Olla masih setia menunggu anaknya membuka mulutnya. Kemudian Olla pun menceritakan apa yang terjadi pada Mama nya dan segala kecemasan yang dia rasakan.


"Sayang, seperti yang Tita katakan jika ini anugerah. Terima dan syukurilah nak." Mama Olla.


"Apa Olla tidak terlalu jahat pada Tita Ma?" Olla.


"Hei,,, jahat bagaimana? Bahkan Tita saja merasa bahagia dengan berita ini walaupun belum tentu juga benar." Mama Olla.


"Tita bisa menyembunyikan perasaan yang sebenarnya Mah." Olla.


"Mata tak pernah bohong La. Lihat saja matanya begitu berbinar itu menandakan jika Tita begitu bahagia menerima berita ini dan juga Tita sudah memperlihatkan jika dirinya sudah jauh lebih baik dari sebelumnya." Mama Olla.


"Semoga saja apa yang dia ucapkan dan apa yang ada di hatinya sama ya Ma." Olla.


"Sama sayang. Yakinlah. Jika bukan kita yang bisa meyakinkan jika Tita sehat siapa lagi." Mama Olla.


"Mama benar. Terima kasih Ma." Olla.


"Segera tes dan lihat hasilnya." Mama Olla.


"Iya Ma. Nanti Olla minta bibi membelikan tes pack." Olla.


Olla pun beranjak untuk meminta Bibi membelikan test pack dari berbagai merk di apotik. Dirinya akan mencoba semua alat tersebut untuk memastikan jika dirinya hamil atau tidak takutnya jika alat yang di gunakan olehnya salah.


Bibi pun menuruti saja apa yang Nyonya mereka minta. Sambil menunggu bibi Olla menyiapkan apa saja yang dia perlukan nanti. Mama Olla menemani Zayn dan Zio.


Tanio datang bersamaan dengan bibi yang baru saja datang dari apotik. Tanio melihat plastik yang di bawa Bibi.


"Dari mana Bi?" Tanya Tanio.

__ADS_1


"Ini Tuan saya di minta nyonya membeli tes pack." Bibi.


"Sebanyak itu?" Tanio.


"Iya Tuan. Kata nyonya takut salah alatnya." Bibi.


"Owh!" Jawab Tanio singkat tanpa bertanya siapa yang akan mencoba alat tersebut.


Bibi pun masuk kedalam dan memberikan hasil belanjaannya pada Olla. Olla membawanya langsung ke dalam kamar tanpa menyadari jika Tanio juga ada di belakangnya. Olla segera masuk ke dalam kamar mandi.


Tanio mengernyitkan keningnya melihat tingkah sang istri namun dirinya pun tak banyak bertanya. Setelah menyapa Mama mertua dan kedua anaknya Tanio langsung menuju kamar mengikuti Olla yang sudah masuk sejak tadi.


Begitu terkejutnya Tanio saat dirinya membuka heandle pintu terdengar jeritan Olla dari dalam kamar mandi. Tanio pun segera menghampiri kamar mandi dan mengetuknya dari luar menannyakan keadaan istrinya.


"Sayang,, ada apa?" Tanya Tanio dari balik pintu.


Tak ada jawaban dari Olla. Membuat Tanio semakin panik.


"Sayang..." Panggil Tanio lagi.


Ceklek...


Pintu pun terbuka dan munculah Olla dengan berbagai tes pack di tangannya. Olla menyodorkannya pada Tanio namun Tanio masih belum sadar apa maksud istrinya.


Olla tak menjawabnya hanya menyodorkan tangannya yang terdapat beberapa tes pack.


"Apa ini?" Tanya Tanio yang masih belum sadar juga.


"Sayang... Lihat." Rengek Olla pada Tanio.


Tanio pun menajamkan penglihatannya dan melihat apa yang ada di tangan Olla. Matanya membulat dan berkaca-kaca ketika apa yang dia lihat dan isi otaknya telah terkoneksi.


"Sayang... Kamu.." Ucap Tanio menggantung dan langsung memeluk Olla dengan erat.


"Terima kasih sayang." Ucap Tanio kemudian mendaratkan ciumannya di puncak kepala Olla.


Olla pun tak kuasa menahan air mata kebahagiannya. Walaupun ada sedikit kecemasan di hatinya tentang keadaan Tita.


"Sayang,," Panggil Olla lirih.

__ADS_1


Tanio melerai pelukkannya dan menatap manik mata Olla yang tersirat ada sesuatu yang tak beres.


"Ada apa Yang? Apa kamu tak bahagian dengan kehamilan kali ini?" Tanio.


"Tidak Yang. Tapi, Olla sedikit khawatir dengan Tita." Olla.


"Sayang, nanti kita bicarakan padanya secara perlahan ya." Ucap Tanio meyakinkan Olla.


"Tapi, dia yang pertama menyadari jika Olla hamil Mas." Olla.


"Hah! Bagaimana bisa?" Tanio.


"Tadi, sepulang dari kantor Mas Tita sudah berada di rumah. Kemudian Tita meyelisik kenapa Olla ke kantor tak biasanya. Bahkan waktu masih cukup pagi. Terus Olla bilang kalo akhir-akhir ini lagi mau deket-deket Mas terus. Eh, tiba-tiba Tita bilang kalo aku hamil terus langsung peluk aku dan ngucapin selamat." Jelas Olla.


"Terus.." Tanio.


"Mas tau sendiri kan Tita begitu pandai menutupi apa yang dia rasakan. Padahal dia ke rumah hanya untuk menghindari Gladys yang tengah melahirkan." Olla.


"Sayang, apa yang kamu fikirkan belum tentu benar adanya. Dengan reaksi bahagia darinya kita bisa menyimpulkan jika Tita telah kembali pada Tita yang kita kenal dulu. Tita tanpa rasa traumanya." Jelas Tanio.


"Dan untuk Tita yang tidak menghadiri kelahiran Bayi dari Gladys itu memang sudah kesepakatan antara Ken, Tita dan juga keluarganya. Ken tidak ingin Tita berada di situasi seperti itu sendiri tanpa pendampingan darinya. Tapi, melihat reaksinya padamu itu menunjukkan jika Tita kita sudah pulih sayang." Jelas Tanio lagi.


"Amin. Semoga apa yang kita lihat sama dengan apa yang dia rasakan ya Mas. Karena jujur Olla selalu merasa khawatir terhadap Tita." Olla.


"Terima kasih sayang. Kamu begitu menyayangi adik Mas." Ucap Tanio.


"Ish.. Mas apaan sih. Tanpa kita menikah pun Olla tetap menyayangi Tita seperti saudara sendiri." Olla.


"Karena ketulusan hati kamu Yang makanya Mas begitu menyayangi kamu dan tak ingin kehilangan kamu." Tanio.


"Gombal." Olla.


"Bukan gombal sayang. Itu tulus dari hati. Jika tak ada cinta diantara kita mana mungkin ada Zio dan Zayn apalagi sekarang sudah ada lagi nih yang nyangkut di sini." Tunjuk Tanio pada perut rata Olla.


"Enak aja nyangkut. Emang jemuran nyangkut." Olla.


"Aduh, gemes deh kalo istri aku udah cemberut begini. Ayo sayang...." Ajak Tanio menaik turunkan alisnya menggoda Olla.


Dan entah apa yang terjadi pada Olla. Entah memang pembawaan bayi dalam perutnya atau apa Olla selalu tak menolak ajakan dari Tanio bahkan Olla pun tak malu menunjukan dan meminta pada Tanio rasa inginnya.

__ADS_1


🌻🌻🌻


Jangan lupa like dan komennya ya sahabat 🙏🙏🙏


__ADS_2