Jodohku Sahabat Kakakku

Jodohku Sahabat Kakakku
Kedatangan Raya


__ADS_3

Raya dan Zio datang untuk menjenguk Keina dengan membawa bayinya beserta Mama Raya. Mama Raya selalu setia menemani Raya mengurus Arkana. Raya merasa khawatir dengan keadaan Keina. Jadilah mereka memutuskan untuk segera menjenguk Keina walau Zio sudah mengatakan jika Keina sudah baikan.


Zio mengantarkan Raya terlebih dahulu ke mansion sebelum dirinya ke kantor dengan sangat terlambat karena sebelum pergi ke mansion mereka harus menyiapkan segala keperluan Arkana terlebih dahulu. Sesampainya di mansion Zio langsung pergi.


"Keina dimana Tan?" Raya.


"Di kamar. Naik saja Ray. Ada bibi yang menemaninya. Daren sedang ada Rasya." Tita.


"Raya ke atas dulu ya Tan." Raya.


"Iya sayang. Naiklah." Tita.


Raya pun segera naik sementara Mamanya dan Arkana bergabung bersama yang lainnya. Arkana di gendong Ayumi yang merasa gemas pada bayi Arkana dan juga bayi Reina. Keduanya sama-sama montok dalam dua versi.


Saat Raya sampai di kamar Keina terlihat Keina tengah tertidur dengan bibi yang berada di dekatnya. Bibi menunggu Keina dengan duduk di bawah beralaskan karpet saja.


"Nyonya, silahkan masuk." Sapa Bibi saat melihat Raya datang.


"Sssttt... Udah bibi duduk aja." Raya.


"Iya Nyonya." Bibi.


"Sudah lama ya tidurnya?" Raya.


"Sudah Nyonya. Mungkin pengaruh obat." Bibi.


Raya duduk di samping tempat tidur menatap Keina sahabat tercintanya yang selalu aktif dan ceria kini tergolek lemah dengan selang infus di tangannya. Raya memegang tangan Keina yang terlepas dari infus.


"Kein, cepet sembuh ya. Gw ga tega liatnya." Bisik Raya.


Keina terlihat begitu pulas tertidur karena pengaruh obat. Raya mengusap lunggung tangan Keina dan menatap sendu Keina yang masih setia tidur. Tak berapa lama Keina yang merasakan ada sentuhan di tangannya pun terbangun.


Keina mengerjapkan matanya menyesuaikan dengan cahaya kamarnya. Keina melihat Raya di hadapannya kemudian mengulas senyumnya.


"Ray, sama siapa?" Tanya Keina dengan suara serak khas bangun tidur.


"Eh, lu udah bangun. Gw ganggu ya?" Raya.


"Ye,,, Lu mah di tanya malah nanya lagi." Keina.


"Hehehe... Gw bareng Mas Zio tadi. Sekarang gw di tinggal di sini bareng Mama sama Arkana." Raya.


"Loh, mana Mama sama Arka?" Keina.


"Di bawah. Gabung sama Reina." Raya.


"Sorry ya Ray kemarin gw malah tumbang." Keina.


"Ih, ga apa-apa Kein santai. Justru gw panik liat lu yang udah tau sakit taompi tetep aja hadir." Raya.


"Kasian Reina kalo ga ada Mama nya." Keina.

__ADS_1


"Lu mah." Raya.


Keduanya bercakap panjang lebar. Bibi berpamitan untuk membawakan minuman dan beberapa camilan untuk mereka. Setelah kembali Bibi pun melakukan aktivitasnya kembali karena Keina ada Raya.


Cukup lama Keina dan Raya berbincang hingga suara tangisan Arkana terdengar. Raya segera turun untuk memberikan ASI pada Arkana. Keina pun kembali di temani bibi. Namun, tak lama Daren datang.


"Abang dari mana?" Keina.


"Maaf sayang, tadi ada pekerjaan yang di antarkan Rasya." Daren.


"Maaf, Abang jadi ga ke kantor." Keina.


"Ga masalah sayang. Abang juga udah beresin kok. Rasya udah balik lagi." Daren.


"Peluk.." Keina.


Daren pun memeluk erat Keina. Tempat ternyaman bagi Keina adalah pelukkan Daren. Keina selalu gelisah jika Daren tak ada.


"Bang, mau ke balkon." Rengek Keina.


"Boleh sayang." Daren.


Daren pun mengangkat Keina ke balkon. Tangan Keina yang satu lagi memegang standar infus karena infus masih terpasang. Daren mendudukkan Keina di kursi malas yang berada di balkon kamar mereka.


Keina pun menikmati udara luar di temani Daren. Tak lama Tita pun datang untuk mengecek infus Keina. Kemudian ikut duduk bersama Keina dan Daren.


"Masuklah Ren. Mommy mau minta perawatnya ke sini." Tita.


"Iya Bang." Keina.


Setelah Daren keluar Tita pun meminta bibi untuk memanggilkan perawat. Tak lama perawat pun datang memeriksa Keina kemudian mematikan infus Keina karena sudah hampir habis.


Tita menghubungi Angga untuk melaporkan keadaan Keina. Dan Angga meminta agar infus Keina jangan dulu di lepas sebelum dirinya datang. Tita pun menyampaikannya pada perawat.


"Jangan dulu di lepas sus infusnya." Tita.


"Baik Nyonya." Suster.


"Jika sudah suster bisa kembali ke belakang." Tita.


"Baik Nyonya. Saya permisi." Suster.


Setelah suster keluar dari kamar, Keina pun menatap Mommy nya. Tita yang merasa ada yang lain dari tatapan Keina pun merasa aneh.


"Kenapa?" Tita.


"Ada apa dengan susternya Mom?" Keina.


"Tidak ada apa-apa. Kenapa?" Tita.


"Sepertinya setiap kali suster ke sini Abang keluar. Apa itu mantan pacar Abang?" Keina.

__ADS_1


"Astaga! Memangnya Daren punya mantan?" Tita.


"Ish.. Mommy di tanya kok balik nanya." Keina.


"Bukannya Abang pernah bilang kalo Abang ga pacaran sayang." Jawab Daren yang sudah berada di ambang pintu balkon.


"Abang, abis Mommy mencurigakan." Keina.


"Ngga sayang. Dia bukan mantan Daren. Mommy hanya menjaga kalian saja. Walaupun Mommy dan Daddy percaya pada Daren." Tita.


"Dia genit sama Abang?" Tanya Keina pada Daren.


"Mana Abang tau. Abang ga perhatiin dia." Jawan Daren jujur.


"Terus kenapa Abang pake jasa Dia?" Keina.


"Bukan Daren tapi Mommy." Tita.


"Kenapa?" Keina.


"Kondisi kamu kemarin memprihatinkan. Momny takut tidak bisa profesional. Lagi Mommy kan sudah lama pensiun. Jadi Mommy minta rekomendasi dari rumah sakit. Munculah nama dia. Karena Dia perempuan dan cukup mumpuni akhirnya Mommy sama Mami pilih dia." Jelas Tita.


"Terus." Keina.


"Terus Mommy tanya Daren. Daren serahkan semuanya sama Mommy dan Mami. Tapi, pas kemarin datang dia liat Daren ada yang lain di matany jadilah Mommy selalu meminta Daren pergi jika ada dia. Dan Mommy ga biarin dia di kamar ini terlalu lama." Tita.


"Makasih Mom." Keina.


"Sama-sama sayang. Mommy dan Mami juga yang salah nanti jika terjadi sesuatu di antara kalian." Tita.


"Makasih Mom. In shaa Allah Abang akan selalu setia pada putri Mommy." Daren.


"Aamiin."


"Walaupun Mommy tau kamu selalu menjaga pandangan dari wanita lain. Tapi, jika kesempatan itu ada bagi orang ke tiga maka akan menimbulkan kesalahpahaman diantara kalian. Jadi, Sebisa mungkin Mommy jauhkan itu." Tita.


"Kenapa Mommy ga minta dia kembali ke rumah sakit saja?" Keina.


"Mommy sudah mengatakannya pada Angga. Nanti Angga yang akan memerintahkan dia kembali ke rumah sakit." Tita.


"Dia ga kefikiran suka sama Bang Angga Mom?" Daren.


"Heh... Terancam sudah hidup dia berani macam-macam sama Gladys." Tita.


"Hahahaa... Kak Gladys kan lebih parah dari Mommy Bang." Keina.


"Eh, kok ngatain Mommy sih." Ucap Tita ga terima.


"Eh, up's! Kelepasan Mom hahaha..." Ucap Keina.


Mereka pun tertawa bersama. Daren sungguh lega melihat Keina sudah kembali ceria.

__ADS_1


🌻🌻🌻


__ADS_2