
Tita kembali ke kamar Keina dan dilihatnya sudah ada Aiko di dalam sana dengan nampan beisikan bubur di tangannya. Tita menghampirinya dan duduk di samping Aiko.
"Keina ga mau makan Ta." Ucap Aiko.
"Biar Tita coba lagi Kak." Tita.
"Ya sudah. Nanti segera kasih obat lagi ya." Aiko.
"Iya Kak. Makasih." Tita.
"Sama-sama. Nanti keluarlah salah satu di antar kalian ya. Jangan bikin panik keluarga." Aiko.
" Iya Kak." Tita.
Tita pun membujuk Keina untuk makan dan Keina pun mau membuka mulutnya sedikit dengan sangat telaten Tita menyuapinya sedikit demi sedikit hingga bubur di dalam mangkuk berkurang setengahnya.
"Pinter anak Mommy. Minum obatnya lagi ya cantik." Bujuk Tita kembali dan Keina pun mau membuka mulutnya untuk meminum obat.
Setelah berdiskusi Ken dan Tita memutuskan Titalah yang keluar dari kamar dan Ken menemani putri cantiknya. Ken pun berpesan agar ponsel Tita selalu berada di genggamannya jangan sampai lepas dan Tita pun menurutinya.
Tita keluar dari kamar Keina dan bersamaan dengan itu keluarga Angga telah tiba di rumah keluarga Ito. Tita pun kedepan ikut menyambutnya. Olla heran kenapa Tita tidak bersama Ken dan Keina.
"Dimana anak dan suamimu?" Olla.
"Keina demam Kak." Tita.
"Hah! Terus gimana sekarang?" Olla.
"Sudah di beri Obat sekarang sama Mas Ken." Tita.
"Kakak suruh Kak Nio ke atas ya?" Olla.
"Nanti saja Kak. Lagian kasian Kak Nio lagi jagain Zayn." Tita.
"Jangan lengah ponsel kamu." Olla.
Tita pun hanya mengangguk menjawab ucapan Kakak iparnya itu. Acara pertunangan pun berlangsung dengan lancar. Sebuah cincin berlian pun telah tersemat di jari manis Gladys. Gladys dan Angga pun terlihat berbinar memancarkan kebahagiaan.
Setelah itu mereka semua menikmati hidangan yang telah di sediakan oleh Ayumi. Semua keluarga berbaur dengan hangat saling menikmati hidangan.
"Kemana Keina Ta?" Tanya Ibu Angga.
"Bersama Daddy nya Nyonya. Mohon maaf Daddy nya tidak ikut hadir menyaksikan." Tita.
"Tidak apa-apa. Kemana mereka?" Tanya ibu Angga lagi.
"Keina sedikit demam." Tita.
"Owh! Aduh, mau pinter ya." Ucap Ibu Angga.
"Sepertinya begitu." Tita.
__ADS_1
Ibu Angga pun kembali berbincang bersama yang lainnya dan Tita menyapa yang lainnya lagi. Gagah yang tidak melihat keberadaan keponakannya dari tadi sore pun menghampiri Tita.
"Onty, Dimana adik cantik?" Gagah.
"Bersama Oncle." Tita.
"Dimana? Kok Gagah ga liat dia sih dari tadi sore?" Gagah.
"Keina demam Gah." Tita.
"Hah! Dimana sekarang? Sudah di beri obat?" Gagah.
"Sudah. Jangan lupakan Onty mu ini seorang perawat Gah." Tita.
"Astaga! Maaf Onty. Gagah panik." Gagah.
"Nanti kita sama-sama temui Keina setelah acara ini selesai." Tita.
"Iya Onty." Gagah.
Gagah pun kembali bersama Laras yang tengah menyapa keluarga yang hadir. Gladys yang tengah berbahagia pun merasakan ketidak hadiran adik sepupunya yang super bawel.
"Kak, liat Keina ga sih?" Tanya Gladys pada Angga.
"Loh, yang sari tadi di rumah ini kan kamu sayang. Kok tanya ke Kakak yang baru aja datang sih." Angga.
"Kayanya Glad ga liat dia deh dari tadi." Gladys.
"Owh! Iya kemana mereka ya?" Gladys.
Bukan hanya Ibunya Angga, Gagah dan Gladys saja yang mencari keberadaan Keina dan Ken semua pun bertanya-tanya. Hanya saja Tita mampu mengalihkannya.
Dirasa sudah terlalu larut keluarga Angga pun berpamitan pulang temasuk Angga. Keluarga Ito pun mengantarkan hingga kedepan. Setelah kepulangan keluarga besar Angga Bagas oun tak tahan untuk bertanya pada Tita. Namun, belum sempat Bagas bertanya ponsel Tita berdering.
π±Tita
Ya Mas?
π±Ken
Minta Gagah siapkan mobil. Kakak panasnya semakin tinggi. Kita bawa ke rumah sakit. Kamu cepat naik dan siapkan pelengkapannya.
Tanpa menjawab ucapan Ken Tita segera mendekati Gagah dan memintanya menyiapkan mobil. Kemudian Tita langsung naik ke kamarnya menyiapkan pakaiannya dan Ken kemudian masuk ke kamar Keina.
"Panasnya berapa Mas?" Tita.
"40.8 Sayang. Kita bawa ke rumah sakit saja. Mas takut kenapa-kenapa." Ken.
"Hm baiklah. Ini sudah selesai Mas. Ayo Mas pake baju dulu kemudian kita pergi." Tita.
"Jangan terlalu banyak bawa sayang satu saja." Ken.
__ADS_1
"Iya Mas. Ini bawa buat besok ganti saja. Nanti biar Bibik bawakan lagi." Tita.
"Pangku Keina dulu." Titah Ken saat dirinya akan mengenakan bajunya.
Setelah itu Tita dan Ken turun dengan Keina dalam gendongan Ken dan Tita membawa tas kecil berisikan perlengkapan mereka. Semua keluarga heran melihat mereka.
"Kalian mau kemana?" Tuan Ito.
"Keina demam Yah." Ken.
"Apa?! Jadi dari tadi kalian ga turun Keina demam." Tuan Ito.
"Iya Yah. Ini panasnya ga turun-turun. Ken mau bawa ke rumah sakit saja." Ken.
"Ya sudah ayi cepat. Re, kamu hubungi rumah sakit." Tuan Ito.
"Sudah Yah. Ken sudah menghubungi pihak rumah sakit. Ken juga sudah meminta Gagah menyiapkan mobil." Ken.
"Baiklah ayo cepat biar nanti kami menyusul." Tuan Ito.
Ken dan Tita pun segera membawa Keina. Gagah sudah menunggu di balik kemudi. Walaupun keluarga mereka dokter tapi mereka tetap melakukan prosedur walaupun di rumah sakit tetap di utamakan karena termasuk keluarga pemilik rumah sakit apalagi Ken masuk ke dalam investor terbesar juga.
Tanio dan Olla langsung ikut mengantarkan sementara Zio dan Zayn di titipkan kepada orang tua Olla. Laras ikut ke mobil Tuan dan Nyonya Ito bersama Gladys.
Rehan dan Ayumi bersama Aiko dan Artur sementara Jessie dan Ardi tak ikut karena harus menjaga duo A. Bagas, Hena dan Angga pun turut serta.
Gladys memberitahukan Angga tunangannya jika Keina di larikan ke rumah sakit karena panas. Angga pun akan menyusul mereka ke rumah sakit setelah mengantarkan orang tuanya pulang.
"Siapa Ga?" Ayah Angga.
"Keina di bawa ke rumah sakit Yah." Angga.
"Hah! Tadi Tita juga bilang sama Mama." Mama Angga.
"Kenapa Mama ga bilang? Klo begitu ayo kita kerumah sakit." Ajak Ayah Angga.
"Biar Angga aja Yah. Ayah sama Mama istirahat saja. Nanti Angga kasih kabar." Angga.
"Baiklah. Kamu hati-hati. Bawa baju hangat Gladys pasti melupakannya karena panik." Mama Angga.
"Terima kasih Mama mengingatkan." Angga.
Begitu sampai rumah Angga mengganti bajunya menggunakan kaos santai dan membawakan baju hangat untuk Gladys dan dia pun tak lupa mengenakannya juga.
Sementara di rumah sakit Keina segera di tangani. Tangan mungilnya dengan terpaksa harus di relakan di tusuk jarum infus. Ken terus menggendong Keina yang terlihat pasarah tangannya tertusuk jarum infus. Bahkan Keina hanya menangis sebentar ketika tangannya di tusuk jarum.
Ken dan Tita mampu bekerja sama menenangkannya. Semua pun merasa bangga pada Ken yang terlihat cuek ternyata begitu menyayangi anak dan istrinya. Perhatian Ken akan tercurah penuh saat anak dan istrinya membutuhkan perhatiannya.
π»π»π»
Jangan lupa like dan komennya ya sahabat πππ
__ADS_1