Jodohku Sahabat Kakakku

Jodohku Sahabat Kakakku
Mantan Istri Daren


__ADS_3

Berita menikahnya Daren sampai juga ke telinga mantan istrinya. Karena sebenarnya dia masih sering mencari informasi tentang Daren. Tidak sulit baginya mendapatkan info mengenai Daren karena pekerjaannya sebagai model membuatnya mudah mendapatkan informasi mengenai para pengusaha.


Bahkan tak jarang dirinya mendapatkan informasi tanpa harus mencarinya. Sekarang dirinya mendapat informasi jika Daren akan menikah dari teman sesama modelnya yang kebetulan berpacaran dengan rekan bisnis Daren. Dirinya mendapatkan undangan pernikahan Daren.


Mantan istri Daren pun memaksa ingin ikut bersama mereka untuk mengahadiri pernikahan Daren namun, temannya itu menolak karena tak ingin kekasihnya di goda oleh mantan istri Daren. Sudah cukup terkenal di kalangan model jika mantan istri Daren itu sering menggoda para pengusaha muda untuk di jadikan sebagai mesin ATM saja.


Mantan istri Daren pun berhasil terbang menuju tanah air hanya saja Dirinya tak tau dimana Daren tinggal. Karena selama berpacaran dan menikah dengan Daren dirinya tidak teralu bahkan nyaris tak perduli dengan Daren apalagi keluarganya.


Sementara di hotel tempat akan di adakannya pernikahan Daren dan Bunga sudah ramai keluarga datang bahkan keluarga Angel pun menyempatkan datang ke tanah air demi menyaksikan Daren menikah kembali. Daffin bertugas menjemput saudara Angel di bandara.


Saat dirinya menunggu di pintu kedatangan Daffin melihat mantan istri pamannya itu. Hanya saja mantan istri Daren tak mengenalinya karena memang jarang bertemu.


"Mike, I'm here." Panggil Daffin pada Mike keponakan dari Daren.


"Hi... Daffin. How are you?" Mike.


"Fine. You what?" Daffin.


"I'm fine." Daffin.


Daffin pun bersalaman dengan semua keluarga dari Angel. Daffin membimbing mereka semua menuju mobil yang sudah di sediakan Daffin untuk menjemput mereka semua. Tak tanggung tiga mobil sudah Daffin sediakan mengingat banyaknya yang datang.


Merasa mengenali Mike mantan istri Daren berpura-pura mengikuti mereka seolah dirinya adalah rombongan dari keluarga Angel. Mantan istri Daren itu merasa mendapatkan angin segar dirinya akhirnya bisa datang ke acara pernikahan Daren.


Namun, saat dirinya akan memberikan koper pada supir kopernya di tolak oleh supir tersebut. Sontak saja membuat Mantan istri Daren meradang.


"What do you mean not receiving my briefcase." Bentak Mantan istri Daren.


"Sorry, miss, I was just putting in a suitcase with this logo." Ucap Supir tersebut menunjukan logo perusahaan Durant.


Mantan istri Daren terbelalak melihat logo koper yang ternyata semuanya sama. Tak ingin ketauan oleh keluarga Daren Mantan istri Daren segera memisahkan diri dari mereka semua. Dirinya segera mencari taksi untuk mengikuti kemana mobil yang membawa keluarga Daren pergi.


Namun, nyatanya semua tak semudah membalikkan telapak tangan. Taksi yang di tumpanginya tak dapat mengikuti mobil tersebut karena memang ada banyak pengawalan yang tak diketahui olehnya. Mantan istri Daren mengumpat dengan menggunakan bahasanya namun sayang sang sopir mengerti apa yang di katakannya.


"Where is madam actually going?" Supir taksi.


"Actually I'm going to attend my friend's wedding at a hotel. It's just that I forgot the name of the hotel." Jelas mantan istri Daren.

__ADS_1


"Is such a man quite famous in this town miss?" Tanya supir taksinya.


"I do not know. But, he's a businessman." Mantan istri Daren.


"It will be very difficult like that, miss. Because there are a lot of entrepreneurs in this town." Supir taksi.


Mantan istri Daren menghela nafasnya dalam. Akhirnya dirinya menginap di salah satu hotel terkenal di sana. Dirinya memesan kamar namun sayangnya kamar yang dia inginkan sudah full booked. Akhirnya dirinya memutuskan untuk memilih kamar yang ada saja.


"Kak, Daff tadi ketemu mantan istri Oncle di bandara. Dia juga berusaha masuk kedalam rombongan Oma Angel. Bahkan dia berusaha mengikuti rombongan menggunakan taksi." Lapor Daffin pada Keina.


"Serius Daff? Terus sekarang dia dimana?" Keina.


"Daff tidak tau. Daff tak mau ambil pusing. Biarkan saja. Toh dia ga bakal bisa masuk area acara karena harus menunjukkan barcode." Daffin.


"Pintar. Tapi, gimana kalo dia ketemu Tante Bunga?" Keina.


"Biarin aja. Toh mereka tak saling mengenal." Daffin.


"Eh, iya juga ya." Keina.


"Eh, Mommy. Kita ga ngapa-ngapain kok." Keina.


"Kamu di cariin suami kamu. Reina mau susu. Kamu juga di cari Intan." Tita.


"Siap Mom."


Jawab keduanya kompak. Keina dan Daffin pun segera membubarkan diri menuju pasangan mereka masing-masing. Tita menggelengkan kepalanya melihat tingkah keduanya. Walau ada sedikit penasaran apa yang sedang mereka bicarakan namun Tita sudah tak mau ambil pusing lagi.


"Mommy, liat Mas Daff?" Rengek Intan.


"Loh, bukannya tadi dia ke tempat kamu." Tita.


"Ngga ada." Jawab Intan hampir menangis.


"Astaga! Sstt... Ayo Mommy bantu cari Daffin." Tita.


"Apa kamu sudah menelfonnya?" Tita.

__ADS_1


"Sudah tapi tak ada jawaban." Intan.


"Ayo." Tita.


Akhirnya mereka menemukan Daffin di lobi tengah berbincang dengan Zayn. Dengan geram saat Tita dan Intan berdekatan dengan Daffin tangan Tita langsung mendarat di telinga Daffin.


"Aaaw.." Teriak Daffin.


"Mommy suruh kamu ketempat Intan kamu malah asik-asik di sini." Tita.


"Aduh, ampun Mom. Tadi Daff sudah ke kamar tapi Intan ga ada ini Daff lagi tanya sama Bang Zayn siapa tau lihat Intan." Jawab Daffin jujur.


"Nih istri kamu. Awas aja klo menantu kesayangan Mommy sampai cari kamu lagi. Jagain. Awas ya kamu." Ancam Tita pada putranya.


"Astaga! Ibu tiri kalah deh." Gumam Daffin.


"Daff,, Mommy dengar ya." Tita.


"I love you Mom." Daffin.


"Kau ini. Sudah sana masuk istirahat untuk persiapan besok." Zayn.


"Makasih Bang." Daffin.


"Maaf ya sayang. Mas tadi ke tempatnya Kak Keina dulu ada yang Mas harus sampaikan." Daffin.


"Iya." Intan.


Daffin pun menggandeng tangan Intan menuju kamar mereka yang sudah di sediakan. Intan pun bergelayut manja di lengan Daffin.


Berita kedatangan mantan istri Daren sampai juga ke telinga Daren dan Daren tak sedikit pun ingin menemuinya bahkan mendengarnya saja Daren sudah jengah walaupun wanita itu pernah singgah di hatinya.


Malam hari Daren keluar dari kamarnya menuju kafe di sebrang hotel. Dan tanpa sengaja kantan istri Daren pun tengah menikmati secangkir kopi di sana. Daren yang mengenalinya pun langsung berbalik badan kembali ke luar. Mantan istri Daren menyadari kehadiran Daren karena kebetulan dirinya menghadap ke arah pintu masuk.


Namun, sayang dirinya tak bisa mengejar Daren karena Daren menghilang begitu saja saat dirinya keluar dari kafe. Namun, dirinya menyadari jika Daren pasti masih berada disekitar kafe. Daren yang bersembunyi segera kembali ke hotel begitu dia melihat mantan istrinya kembali masuk ke kafe.


🌻🌻🌻

__ADS_1


__ADS_2