
Hari ini Daffin mengantarkan Zizi pulang ke rumah Nio dan Olla karena malam nanti Zio akan bertunangan dengan Raya. Zizi di minta untuk bersiap dari rumah karena setelah tragedi jatuh Zizi masih menginap di mansion.
"Apa kau akan masuk dulu Daf?" Zizi.
"Tidak. Nanti kita bertemu di hotel saja." Daffin.
"Baiklah. Hati-hati di jalan." Zizi.
Daffin pun segera melajukan kembali motor sportnya. Setelah Daffin hilang dari pandangan Zizi pun segera masuk namun saat dirinya membalikkan badan terdengar suara klakson mobil yang akan memasuki gerbang rumahnya.
Zizi pun menepi dan membiarkan mobil masuk ke dalam halaman rumahnya. Zizi tau itu mobil Andre. Zizi menarik nafasnya dan mecoba mengaturnya. Setelah lebih santai Zizi pun melangkahkan kakinya menggunakan tongkat secara perlahan.
"Bisa saya bantu Non?" Tanya penjaga.
"Tidak perlu Pak." Tolak Zizi.
Zizi pun melanjutkan jalannya. Andre turun bersama seorang wanita yang pernah Zizi temui beberapa waktu lalu di mall yang mengakibatkan kakinya terkilir. Zizi bersikap acuh dengan kedatangan Andre dan wanita tersebut.
"Apa kau adik Zayn?" Tanya wanita tersebut.
"Hm.. Ya." Zizi.
"Apa Zayn ada di rumah?" Tanya wanita itu lagi.
"Apa Kakak tidak bisa melihat jika saya pun baru datang." Zizi.
"Owh! Maaf." Ucap wanita itu.
"Masuk saja dan lihat sendiri." Zizi.
Zizi pun meneruskan langkahnya. Zayn melihat kedatangan Zizi dan segera menghampirinya kemudian menggendong Zizi masuk ke dalam.
"Abang, kenapa Zi di gendong sih." Zizi.
"Abang ga mau kamu kesakitan sayang." Zayn.
"Di luar ada teman Abang sepertinya bersama dengan Bang Andre." Zizi.
"Owh! Ya. Kenapa Abang ga liat tadi?" Zayn.
"Karena Abang main gendong Zi saja." Zizi.
"Abis Abang kangen sama kamu Dek. Jangan pergi lagi oke." Zayn.
"Abang juga suka pergi-pergi ninggalin Zi." Zizi.
"Itu Abang kerja sayang." Ucap Zayn mendudukkan Zizi di sofa.
Tak lama Andre dan teman wanitanya datang menghampiri Zayn dan Zizi. Zizi memberi kode pada Zayn kemudian Zayn pun menoleh ke arah yang di tunjuk Zizi.
"Hai Ndre, Nan. Masuk dan duduklah. Kalian mencariku?" Zayn.
"Hm... Lu kenapa ga datang ke acara Marco?" Andre.
"Kan lu tau nanti malam Abang gw tunangan masa iya gw main-main." Zayn.
"Kan masih nanti malam Zayn." Andre.
"Gw mau kangen-kangenan dulu sama adik gw. Lu dari sana?" Zayn.
"Iya. Nih. Titipan buat Lu dari si Marco." Andre.
__ADS_1
"Thanks Dre." Zayn.
"Adik kamu cantik Zayn." Puji Kinan teman wanita Andre.
"Makasih Nan. Tapi, sayang cowok nolak dia." Zayn.
"Hah! Kenapa perempuan secantik kamu di tolak? Padahal kamu lucu loh." Kinan.
"Tidak semua laki-laki mau cewek cantik dan lucu Kak." Ucap Zizi tersenyum hambar.
"Eh, Abang bantu ganti baju dulu ya." Zayn.
"Makasih Bang." Zizi.
"Kaki kamu kenapa?" Kinan.
"Jatuh Kak." Zizi.
"Semoga lekas sembuh ya." Kinan.
"Terima kasih Kak." Ucap Zizi tulus.
Zayn pun membawa Zizi masuk ke dalam kamarnya. Membiarkan Andre dan Kinan di depan. Zayn sedikit tak nyaman karena Andre membawa kekasihnya yang Zayn sudah tau itu.
"Dek, kamu ga apa-apa?" Zayn.
"Ngga Bang. Kan udah di bahas sama Mami." Zizi.
"Syukurlah. Abang senang." Zayn.
"Sana Abang temani mereka Zizi mau ganti baju dulu sama istirahat sebentar. Bunda sama Ayah masih di hotel?" Zizi.
"Masih. Sebentar lagi datang dan kita akan pergi bersama-sama." Zayn.
"Oke sayang." Zayn.
Zayn pun kembali ke depan menemui Andre dan Kinan. Saat ketiganya berbincang datang Melan dan Olla. Melan dan Olla memasang wajah datar saja.
"Siang Mi, Bun." Zayn.
"Siang sayang. Apa adik mu sudah pulang?" Olla.
"Sudah Bun..Daffin yang mengantarnya tadi." Zayn.
"Dimana anak Mami?" Tanya Melan mengacuhkan Andre dan kekasihnya.
"Di kamar Mam." Zayn.
"Tante, kenalkan Kinan." Ucap Andre.
"Hai kenalkan saya Olla Mamanya Zayn." Olla.
"Owh! Iya Tan. Pantas Zizi cantik banget rupanya Bundanya juga cantik." Kinan.
"Terima kasih. Mari silahkan di lanjutkan Tante mau masuk dulu liat Zizi." Pamit Olla.
"Owh! Iya Tante." Kinan.
Olla pun segera masuk menemui putri semata wayannya menyusul Melan yang sudah masuk lebih dulu.
"Loh, Ndre. Bukannya yang tadi itu Mami kamu ya?" Kinan.
__ADS_1
"Iya kenapa?" Andre.
"Ngga apa-apa. Cuma aku belum salaman aja sama Mami kamu." Kinan.
"Ngga apa-apa udah." Andre.
"Hm... Ga enak dong Yang." Kinan.
"Mami suka gitu emang." Andre.
Mereka pun melanjutkan pembicaraan mereka. Tak lama Zizi keluar bersama Olla dan Melan. Melan menggandeng mesra Zizi. Membantunya duduk dan memberikan makanan dan minuman untuk Zizi dan semua itu tak luput dari pandangan Kinan.
"Zayn, Zizi perempuan satu-satunya ya di keluarga?" Kinan.
"Ya. Ayah dua bersaudara. Ayah hanya memiliki satu anak perempuan dan Onty adik dari Ayah juga memiliki satu anak perempuan jadilah mereka menjadi perhatian semua keluarga." Zayn.
"Wah,, benarkah? Pasti adik sepupu Lu juga sama cantiknya seperti Zizi." Puji Kinan tulus.
"Lu tau tunangannya Bang Daren?" Zayn.
"Ya tau. Andre pernah memberitahukannya." Kinan.
"Itu adik sepupu gw." Zayn.
"Waaah,, benarkah? Dia cantik banget malah Zayn." Kinan.
"Ya. Terima kasih Nan." Zayn.
"Kamu masih mau bahas mereka?" Andre.
"Sebagai sesama perempuan saja aku mengagumi mereka Yang apalagi kaum Adam seperti kalian." Kinan.
"Sudahlah. Bahas yang lain saja." Andre.
Zayn memperhatikan perubahan raut wajah Andre saat Kinan membicarakan tentang kecantikan Keina dan Zizi. Bahkan kekasihnya sendirilah yang memuji kecantikan calon tunangannya yang dia tolak mentah-mentah.
"Sayang, Mami kenalin sama anak teman Mami mau ya?" Tanya Melan sedikit di tinggikan suaranya agar terdengar juga oleh Zayn dan Andre.
"Boleh aja Mi kalo hanya sekedar kenal. Iya kan Bun?" Zizi.
"Boleh sayang. Memang anak siapa yang mau Lu kenalin Mel?" Olla.
"Anaknya Jojo La. Masih inget ga?" Melan.
"Loh, Jojo punya anak Cowok ya?" Olla.
"Anak pertamanya cowok. Yang sering kita lihat itu adiknya anak ke dua Jojo." Melan.
"Owh! Begitu." Olla.
"Iya. Boleh yah." Melan.
"Boleh saja jika memang dianya mau." Olla.
"Pasti mau. Cuma laki-laki ga tau diri yang berani menolak Zizi." Sindir Melan.
"Mami, tapi mana ada yang mau di jodohin sama anak-anak kaya Zi ini Mam." Zizi.
"Sayang, kalo berjodoh umur tak jadi masalah. Banyak orang dewasa tapi kelakuan kaya anak kecil. Dan banyak anak yang kecil yang jauh lebih dewasa." Melan.
"Kalo gitu Zizi ikut kata Mami sama Bunda aja." Zizi.
__ADS_1
🌻🌻🌻
Jangan lupa like dan komennya ya sahabat 🙏🙏🙏.