Jodohku Sahabat Kakakku

Jodohku Sahabat Kakakku
Keina Sadar


__ADS_3

Di mansion suasana ramai. Ayumi dan Rehan menginap di mansion karena mengkhawatirkan keadaan Keina. Melan dan Abi pun terpaksa menginap untuk merawat cucu mereka. Dan dengan begitu Zizi dan Andre pun menginap.


Karena Ayumi dan Rehan menginap Intan oun ikut menginap. Dan itu membuat Daffin senang karena dia bisa bertemu dengan Intan sepanjang hari. Gladys dan Laras tidak ikut menginap karena tidak ingin membuat Keina terganggu karena kegaduhan keluarga mereka.


Marni bergantian menjaga Reina bersama Melan sementara Tita merawat Keina bersama Daren dan Ayumi. Hingga tengah malam Keina belum juga membuka matanya membuat Daren semakin khawatir.


"Tenang sayang. Bukannya tadi Bang Angga sudah bilang tidak apa-apa. Bahkan Yaya juga sudah memeriksa Kakak dan baik-baik saja." Tita.


"Iya Mom. Tapi, Daren masih khawatir." Daren.


"Tidurlah istirahat. Jangan sampai kamu juga sakit." Tita.


"Iya. Biar bergantian dengan kami." Ken.


"Daren titip Kein Dad, Mom. Daren ingin melihat Reina." Daren.


"Ya." Tita.


Daren pun pergi ke kamar Reina. Di sana ada Melan dan Abi yang bagian menjaga Reina malam ini. Marni di minta beristirahat oleh Melan. Daren pun mendekati tempat tidur dimana Reina berada di tengah-tengah Abi dan Melan.


Merasa ada yang datang Melan pun terbangun. Dan dilihatnya Daren tengah duduk di dekatnya menatap putri kecilnya. Melan membalikkan badannya.


"Ada apa? Abang belum tidur?" Tanya Melan dengan suara serak khas bangun tidur.


"Abang tidak bisa tidur Mam." Ucap Daren.


Matanya masih tertuju pada Reina yang tertidur dengan pulas.


"Keina akan baik-baik saja Bang. Dia hanya kelelahan. Wajar bagi ibu baru. Karena masih perlu beradaptasi dengan jadwal istirahat bayi." Ucap Melan.


Melan duduk merentangkan tangannya dan membiarkan Daren masuk kedalan pelukannya. Daren pun tertidur di pangkuan Melan dengan Melan yang terus mengusap lembut punggung Daren.


Abi membuka matanya saat suara Daren sudah tak terdengar lagi.


"Daren tidur?" Tanya Abi membuat Melan terkejut.


"Astaga Papi! Mami kaget. Mami fikir Papi tidur." Melan.


"Papi hanya tidak ingin mengganggu kalian." Abi.


"Huh... Mami yakin Abang kuat. Begitu juga dengan Keina. Walaupun kita selalu berada dekat dengan mereka tetap saja. Saat malam tiba Keina dan Abang akan merawat Reina berdua." Melan.


"Ini sebagai pelajaran juga buat kita Mi. Nanti setelah Zizi melahirkan jangan sampai Zizi kelelahan. Apalagi Olla dan Nio juga pasti akan repot dengan bayi Sinta." Abi.

__ADS_1


"Iya Pi. Beruntung Orang tua Raya selalu ada untuk Raya jadilah Raya terbantu." Melan.


Keina seperti Tita dulu menurut Ken." Abi.


"Iya. Bahkan Tita hingga beberapa kali keluar masuk rumah sakit. Belum ditambah berita kehilangan Pamannya. Semua datang bertubi-tubi di awal pernikahannya." Melan.


"Sudahlah. Ayo kita tidur lagi." Abi.


Pagi hari Reina sudah wangi dan cantik. Marni membawanya berjemur sebentar. Di temani Ayumi dan Marni. Rehan, Ken, Abi dan Andre bersantai sejenak menikmati kopi pagi sebelum mereka sarapan.


Keina telah sadar akan tetapi infus di tangannya masih terpasang. Tita tengah membereskan tempat tidur Keina sementara Keina berganti pakaian di kamar mandi di bantu Daren.


"Maafin Kein ya Bang."Keina.


"Maaf kenapa sayang?" Daren.


"Kein merepotkan Abang, Mommy dan Mami." Keina.


"Tidak sayang. Abang, Mommy dan Mami tidak merasa di repotkan. Kedepannya jika kamu lelah jangan sungkan meminta bantuan Mommy atau Mami ya." Daren.


"Iya Bang." Keina.


Keina pun kembali ke tempat tidurnya. Keina belum di ijinkan keluar dari kamar. ASI untuk Reina hanya di pompa saja. Karena takut Keina belum kuat menggendong Reina. Keina makan di suapi Daren. Perawat menyiapkan obat yang harus di minum oleh Keina.


"Baik Nyonya. Jika memerlukan saya. Saya ada di belakang." Suster.


"Terima kasih suster." Keina.


Daren sangat meminimalkan bahkan bisa di bilang tak pernah berkomunikasi dengan suster tersebut. Karena Daren begitu menghargai Keina. Sejak kemarin Tita lah yang berkomunikasi dengan suster tersebut.


Walaupun suster itu juga di sepakati oleh Daren. Namun, Tita lah yang lebih andil memilih. Jadi, jika ada sesuatu terjadi maka Tita tak akan segan melakukan apapun pada Suster tersebut.


"Sayang, boleh ngga duduk di balkon?" Pinta Keina.


"Angin pagi ini cukup dingin sayang. Sebentar setelah matahari naik ya." Daren.


"Sakit sangat tidak enak." Keina.


"Maka dari itu Nyonya Daren harus lekas sehat. Kasian suami mu ini ga ada yang meluk kalo bobo." Goda Daren.


"Abang ih... Terus semalam Abang bobo dimana?" Keina.


"Abang ketiduran di kamar Reina sayang. Bersama Mami dan Papi juga Reina." Jujur Daren.

__ADS_1


"Maaf ya sayang." Keina.


"Tidak perlu minta maaf sayang. Semua baik-baik saja." Daren.


Keina pun menghabiskan setengah dari porsi makan yang di siapkan itu pun dengan bujuk rayu Daren. Setelah meminum obat Keina meminta Daren untuk sarapan terlebih dahulu dan membiarkannya istirahat. Tapi, Daren tidak tega membiarkan Keina sendiri.


Karena Keina terus memaksa Daren pun meminta bibi untuk menjaga Keina di dalam kamar. Sementara dirinya turun untuk makan. Daren pun ikut bergabung bersama yang lainnya untuk sarapan.


Selesai sarapan semua bersantai di ruang utama. Hanya saja Ken dan Abi harus ke kantor begitu juga dengan Daffin dan Intan yang harus pergi ke kampus. Rehan ada meeting di rumah sakit.


"Ren, apa perlu baby sitter?" Tanya Ayumi.


"Tidak Buna. Masih ada Mommy dan Mami. Lagi pula di sini banyak bibi yang bisa di mintai bantuan." Daren.


"Eh, kalian mau kemana?" Tanya Melan yang melihat Andre dan Zizi yang sudah rapih.


"Kita ada janji sama Dokter Rini Mi." Andre.


"Owh! Ya sudah pergi saja. Hati-hati di jalan ya." Melan.


"Iya Mi. Pulang dari rumah sakit Andre ke kantor sebentar Mi. Zizi di bawa sekalian." Andre.


"Ya sudah. Jangan lama kasian Zizi nunggu sendirian." Melan.


"Iya Mi. Kita pamit." Andre.


Setelah berpamitan oada semuanya Andre dan Zizi pun pergi meninggalkan mansion untuk menepati janji bertemu dengan dokter Rini. Di rumah sakit mereka pun bertemu dengan Sinta dan Zayn yang juga melakukan janji periksa bersama Dokter Rini.


"Sudah lama Kak?" Zizi.


"Tidak. Baru saja duduk. Dokter Rini belum datang juga." Sinta.


"Bagaimana Keina?" Zayn.


"Alhamdulillah sudah sadar. Hanya perlu pemulihan sedikit semua akan baik-baik saja. Sepertinya kemarin itu Kakak kelelahan." Zizi.


"Syukurlah." Zayn.


Tak lama Dokter Rini pun datang. Suster pun mempersilahkan Sinta dan Zayn masuk lebih dulu kemudian di susul oleh Zizi dan Andre. Begitu selalu jika mereka memeriksakan kandungan masing-masing.


🌻🌻🌻


Sahabat Outhor semua mampir juga di cerita Outhor yang baru ya Cintaku Berlabuh Pada Om-om. Semoga berkenan ya sahabat 🙏🙏

__ADS_1



__ADS_2