Jodohku Sahabat Kakakku

Jodohku Sahabat Kakakku
Gombalan Daren


__ADS_3

Setelah mendapatkan kabar dari Keina dan mendengar suaranya secara langsung Daren pun segera menyelesaikan pekerjaannya dan pulang ke rumah utama keluarga Ito. Entah kenapa setelah mendapat jawaban dari Keina tentang perjodohan mereka yang di terima oleh Kiena Daren seolah tak mau berjauhan dengan Keina.


Tapi, Daren tak ingin terlalu memaksakan Keina. Biarlah semua berjalan sewajarnya dulu dengan dirinya dan Keina berkomitmen. Ada banyak kebiasaan yang mereka berdua harus biasakan.


"Mi, Keina mana?" Tanya Daren yang baru saja datang.


"Astaga! Daren. Kamu ini kebiasaan. Bisa ga salam dulu sapa dulu main langsung aja." Melan.


"Hahahaa.... Ga usah nyalahin anak Lu. Sama kaya Lu." Olla.


"Abang ga tanya Mommy?" Tita.


"Hehee... Keina mana Mom?" Daren.


"Di belakang Ren. Udah sana dari pada Mami kamu ngomel ga jelas." Ayumi.


Daren pun segera menuju taman belakang daripada mendengarkan Mami nya mengoceh. Sampai di belakang Daren melihat Keina yang asik membaca sambil memakan puding coklatnya. Keina tak menyedari kehadiran Daren.


Daren pun mengambil puding di tangan Keina dan Keina memberikannya begitu saja. Karena Keina fikir itu Tita. Suatu kebiasaan yang Tita lakukan jika dirinya tengah asik maka Tita akan mengganggunya.


"Mana Mom.." Pinta Kiena tanpa menolehkan pandangannya.


Dengan iseng Daren memberikan tangannya. Keina pun terpekik.


"Mommy iih..." Ucap Keina menoleh dan betapa malunya Keina saat melihat Daren yang ada di hadapannya.


"Eh, kok Abang." Ucap Keina malu-malu.


"Kenapa?" Daren.


"Kirain Kein Mommy. Soalnya Mommy suka jail." Keina.


"Jangan terlalu banyak makan manis sayang. Nanti Abang diabetes." Daren.


"Eh, kok Abang yang diabetes?" Keina.


"Karena kamu manis jadi tambah manis. Abang kan suka sama kamu." Daren.


"Ceh, gombal." Keina.


Mereka pun berdua asik mengobrol tanpa memperdulikan orang yang tengah berlalu lalang mempersiapkan acara. Satu persatu keluarga laki-laki datang untuk menghadiri acara pengajian. Hanya Angga dan Gladys yang berhalangan.


Daren pun bersiap di kamar Keina setelah itu ikut bergabung dengan yang lainnya. Daren tampak asik berbincang bersama Zio. Entah apa yang mereka bicarakan.


Tujuh hari sudah kepergian Tuan dan Nyonya Ito. Semua keluarga berkumpul di acara pengajian terakhir. Keluarga Ken berencana akan kembali ke mansion setelah acara tujuh hari Tuan dan Nyonya Ito.


"Kak, kita pamit ya malam ini kita balik ke mansion." Ucap Ken pada Ayumi.


"Baiklah. Tapi, jangan lupakan rumah ini." Ayumi.


"Tentu tidak Kak. Rumah ini rumah masa kecil kita." Ken.


"Jangan sungkan pada kami Kak. Hanya tinggal kita sekarang. Kita harus saling menjaga." Tita.


"Rumah kami dekat Kak. Jangan sungkan." Aiko.

__ADS_1


"Begitupun kalian. Sering-seringlah datang ke sini." Ayumi.


Mereka semua pun satu persatu meninggalkan rumah utama setelah berpamitan. Kini menyisakan Rehan, Ayumi, Gagah, Laras serta Galuh dan Galih. Rumah terasa sepi walau Galuh dan Galih selalu terdengar ricuh.


Sementara di mansion. Keina langsung bermanja dengan Marni. Keina menidurkan kepalanya di pangkuan Marni. Burhan yang berada di samping Marni pun mengusap lembut kepala Keina.


"Kenapa cucu kakek ini hmm?" Burhan.


"Tidak apa-apa Kek. Keina hanya ingin seperti ini dengan Nenek." Keina.


"Bagaimana rasanya kerja? Asik?" Marni.


"Capek Nek." Keina.


"Tapi masih semangat bukan?" Marni.


"Kalo ngga Daddy akan mengeluarkan tanduknya Nek." Keina.


"Hei, mana pernah Daddy begitu." Bela Ken.


"Ah, iya lupa Mommy yang suka bertanduk." Keina.


"Ceh, apa hubungannya pekerjaan kalian dengan tanduk Mommy." Tita.


"Karena jika Kakak tidak bekerja maka Kakak akan bermalas-malasan di rumah dan itu akan membuat Mommy bertanduk." Jelas Daffin.


Hahahaa...


Suara tawa pun menggema di ruang utama. Keluarga Nio sudah kembali ke rumah mereka karena Ken dan keluarga sudah kembali ke mansion. Keluarga Nio hanya sementara menemani Burhan dan Marni.


Burhan sudah jauh lebih baik hanya saja Tita, Nio dan Laras melarang keras Marni dan Burhan kembali ke peternakan. Semua tanggung jawab peternakan di alihkan pada asisten Ayah yang di tunjuk Tita.


Setelah peninjauan Keina pun memilih untuk mampir sejenak di kafe dekat pembangunan proyeknya. Keina memilih kursi di pojokan agar suasana lebih hening.


"Hai, cewek." Sapa seorang lelaki.


Keina hanya diam tak memperdulikan orang tersebut. Dirinya asik menghadap laptop dan mengerjakan pekerjaannya.


"Boleh duduk?" Tanya orang tersebut dan kali ini Keina tetap diam.


Kemudian orang tersebut pun duduk di hadapan Keina yang tampak diam tak berkutik. Keina tak memperdulikan siapa yang berada di hadapannya.


"Kein?" Tanya orang tersebut.


Namun, tak lama terdengar suara panggilan di ponsel miliknya Keina langsung melihat ke arah layar dan segera menggeser tombol hijaunya.


📱Keina


Ya..


📱Daren


Di mana sayang?


📱Keina

__ADS_1


Di kafe depan proyek. Tadi abis kontrol. Abang dimana?


📱Daren


Di hati kamu.


📱Keina


Ceh, gombal. Udah makan?


📱Daren


Kita makan siang sama-sama. Biar abang ke situ.


📱Keina


Oke Kein tunggu ya.


Panggilan pun terputus. Keina memasukkan kembali ponselnya kedalam tas miliknya. Sementara orang tersebut masih duduk dengan setia di hadapan Keina.


"Maaf, apa anda sudah selesai menggunakan meja saya?" Keina.


"Kein, lupa pada saya?" Bram.


Orang tersebut adalah Bram yang menyukai Keina sejak kuliah namun tak mendapatkan respon sedikit pun dari Keina.


"Maaf. Kita pernah ketemu?" Keina.


"Saya Bram Kein. Kakak tingkat waktu kuliah dulu. Bahkan kita wisuda bareng." Bram.


"Hm... Maaf, saya benar-benar tidak mengenal anda." Keina.


Tak lama Daren pun datang menghampiri Keina yang tengah berbincang dengan seorang pria. Hatinya terasa sedikit tercubit kala melihat Keina berduaan dengan laki-laki. Namun, Daren tak ingin gegabah dengan langsung marah-marah.


"Sayang,," Panggil Daren.


Keina langsung bangun dari duduknya dan menghambur kedalam pelukkan Daren.


"Sayang, sepertinya kita harus pindah tempat. Karena tempat ini penuh sehingga banyak orang menumpang meja yang lainnya." Keina.


"Hm... Kerjaan kamu sudah selesai?". Daren.


"Sudah." Keina.


"Baiklah. Selesaikan pembayaran kamu kita cari restoran dekat sini." Daren.


"Oke. Kein bereskan ini sebentar." Keina.


Keina pun membereskan barang bawaannya kemudian menyesaikan pembayarannya.


"Maaf, permisi saya duluan." Pamit Keina pada Bram.


Bram hanya menganggukkan kepalanya tanpa berkata apapun. Bram mengepalkan tangannya kala melihat Keina yang terus bergelayut manja sepanjang menuju mobil Daren. Karena kebetulan Keina tak membawa mobilnya.


Keina ikut bersama karyawannya saat akan meninjau proyek. Daren melihat kekesalan di wajah Bram hanya saja Daren tak ingin mempermasalahkannya saat ini. Karena Daren tak ingin membuat keributan di muka umum. Biarlah nanti dirinya akan menanyakannya pada Keina langsung.

__ADS_1


🌻🌻🌻


Jangan lupa like dan komennya ya sahabat 🙏🙏🙏


__ADS_2