Jodohku Sahabat Kakakku

Jodohku Sahabat Kakakku
Perhatian Luar Biasa


__ADS_3

Maria kesal melihat aksi Bunga yang menahan dirinya untuk tidak memeluk Daren. Maria berusaha menepis tangan Bunga sayang gerakannya dapat terbaca oleh Bunga. Daren memeluk pinggang Bunga dari samping membuat Maria membulatkan matanya.


"Daren.." Maria.


"Ayo sayang. Jangan buang waktu di sini." Ajak Daren berbisik di telinga Bunga.


Tanpa menjawab ajakan Daren, Bunga langsung bergelayut manja di lengan Daren. Daren pun menyambut hangat pelukan Bunga.


"Daren,,," Panggil Maria menahan tangan Daren.


Namun Daren segera menepisnya hingga pegangan tangan Maria terlepas.


"Daren aku mohon. Dengarkan aku dulu." Pinta Maria.


"Saya dan anda sudah tidak ada hubungan apapun. Dan saya ingatkan anda untuk berlaku sopan terhadap istri saya." Tegas Daren.


"Tapi,," Ucapan Maria terputus.


Bunga menarik Daren untuk meninggalkan Maria. Maria menghentakan kakinya kesal karena Daren tak memberikannya kesempatan. Maria sangat menyesal dan ingin kembali pada Daren. Maria pun bersedia mengandung anak Daren jika Daren menginginkannya.


Namun, sayang semua terlambat. Bunga akan mempertahankan apa yang menjadi miliknya tak perduli itu siapa. Karena dirinyalah yang du pilih Daren bukan Bunga yang memilih. Itu yang memperkuat keyakinannya untuk mempertahankan Daren.


"Siapa dia?" Tanya Bunga setelah mereka sampai di kamar.


"Itu mantan istri Mas yang pernah Mas ceritakan." Jawab Daren jujur.


"Hm... Kenapa dia ada di sini? Mas sengaja ya bawa aku ke sini untuk memanas-manasi dia." Bunga.


"Tidak sayang. Jika Mas tau dia disini Mas tidak akan membawamu ke sini." Jawab Daren jujur.


"Baiklah. Bunga hanya ingin Mas tegas terhadap dia." Bunga.


"Apa tadi Mas kurang tegas?" Goda Daren.

__ADS_1


"Mas,,, iih... Lagi serius juga." Rengek Bunga.


"Jangan terlalu serius sayang. Mas sudah berjanji di hadapan Tuhan dan Ibumu untuk menjaga mu hingga akhir hayat Mas. Bahkan Mas yang memintamu. Jika Mas berniat untuk kembali dengannya kenapa Mas tidak lakukan sebelum Mas menikahi mu." Jelas Daren.


"Terima kasih Mas. Mas sudah memilih Bunga. Bunga akan berusaha menjadi yang terbaik. Tegur Bunga jika Bunga melakukan kesalahan." Bunga.


"Iya sayang." Daren.


Keduanya pun kembali menikmati malam panjang. Menikmati honeymoon yang sudah Daren rancang sebelumnya. Bahkan Bunga pun berpasrah diri menerima serangan deni serangan dari Daren walaupun badannya terasa remuk.


Pagi hari Bunga membuka matanya dan melihat wajah suaminya yang nasih terpejam sambil memeluknya. Bukannya bangun Bunga malah semakin mengeratkan pelukannya. Daren yang memang sudah terbangun membalas pelukkan Bunga lebih erat.


Dan terjadilah apa yang mereka inginkan. Hingga bunyi perut Bunga menyadarkan Daren ketika dirinya menginginkan lagi. Bunga tersenyum malu ketika bunyi perutnya memecah suasana romantis.


"Maafkan Mas sayang. Ayo kita mandi lalu kita makan." Ajak Daren.


"Mas, Bunga lemas." Rengek Bunga.


"Ayo Mas gendong." Daren.


Daren begitu candu dan rasanya ingin selalu mengkungkung Bunga sepanjang harinya. Berbeda saat bersama Maria. Dirinya hanya cukup bermain satu kali tanpa ada niat mengulang lagi. Itu semua membuat dunia Daren teralihkan pada Bunga.


Bunga mampu membuat hatinya berbunga-bunga dan Daren merasa lebih dihargai bersama Bunga. Karena Bunga begitu menghormatinya.


Di sebuah kamar Maria terus mengumpat dan terus memikirkan strategi untuk bisa mendapatkan Daren kembali. Hingga Maria memutuskan keluar dari kamar hotelnya menuju restoran kemarin saat dirinya bertemu Daren dan berharap akan bertemu dengannya lagi.


Namun, hingga siang Maria tak mendapati Daren datang ke restoran tersebut. Hampir putus asa ketika dirinya melihat bayangan Daren dan seorang perempuan berjalan saling bergandengan di depan restoran. Maria pun segera meninggalkan restoran mengejar Daren.


Maria berhasil mengejar Daren dan Bunga yang tengah asik menikmati teriknya matahari. Bunga bergelayut manja di pinggang Daren dan Daren memeluk bahu Bunga posesif. Namun, tiba-tiba kemesraan mereka terusik dengan kehadiran Maria.


Maria menarik tangan Bunga dengan paksa membuat Bunga terlepas dari pelukkan Daren dan pantatnya mendarat sempurna di lantai. Daren segera membantu Bunga bangun. Rahangnya mengeras ketika Maria berniat melarang Daren membantu Bunga.


"Jangan pedulikan dia Daren. Aku lebih baik darinya. Kembalilah padaku Daren aku mohon. Aku akan melakukan apapun untuk mu." Ucap Maria.

__ADS_1


Daren membalikan badannya setelah merasa yakin Bunga baik-baik saja. Daren meraup wajah Maria dengan sedikit keras hingga Maria mengaduh.


"Aww,,," Maria.


"Sekali lagi kau bilang jika kau lebih baik dari istriku akan ku buat mulutmu ini tak bisa mengatakan apapun." Ancam Daren dengan wajah yang memerah karena marah.


Maria baru kali ini melihat Daren begitu marah. Sebelumnya Daren selalu bersikap lembut padanya bahkan saat dirinya berbohong jika dirinya tak dapat memberikan keturunan Daren bersikap lembut padanya tak ada kemarahan dari Daren.


"Jangan ganggu hidupku. Bukankah Kau yang ingin lepas dariku dan menjajakan tubuhmu pada pria-pria hidung belang." Daren.


"Daren.." Panggil Maria lirih.


"Sayang," Panggil Bunga menahan rasa sakit di pantatnya.


Seketika Daren menghentikan aksinya dan seketika raut wajahnya berubah lembut menghadapi Bunga.


"Kau kesakitan sayang? Ayo kita kembali ke hotel.." Ajak Daren langsung menggendong Bunga ala bridal.


"Daren.." Panggil Maria namun tak di perdulikan oleh Daren.


Daren terus melangkahkan kakinya membawa Bunga pergi dari tempat dimana Maria mendatangi mereka. Tanpa di sadari Daren meneteskan air mata dan memeluk Bunga erat. Daren pun mendaratkan bibirnya di puncak kepala Bunga.


Sampai di kamar hotel Daren terus meminta maaf dan menghujani Bunga dengan ciumannya. Setiap sudut wajahnya tak ada yang terlewat. Bunga menahan wajah Daren dan mengatakan jika semuanya baik-baik saja.


"Tidak perlu merasa bersalah Mas. Semua sudah di gariskan Tuhan. Aku baik-baik saja dan jauh lebih baik karena Mas masih berada di samping aku." Bunga.


"Terima kasih sayang." Ucap Daren membawa Bunga kedalam pelukkannya.


Setelah kejadian itu Daren memutuskan untuk berpindah tempat ke tempat yang Bunga inginkan. Mereka tak ingin lagi perjalanan mereka terganggu oleh kehadiran Maria yang terus membuntuti mereka.


Bunga dan Daren menikmati sisa waktu bulan madu mereka tanpa gangguan Maria lagi. Bunga bahagia mendapatkan perhatian yang luar biasa dari Daren. Daren mencurahkan semua waktunya bersama Bunga. Namun, tanpa sepengetahuan Bunga Daren meminta orang untuk mengurus Maria agar tak lagi mengganggu kehidupannya.


Maria terkejut saat dirinya di keluarkan dari agency tempatnya bernaung sebagai seorang model. Maria tak tau apa kesalahannya sehingga membuat dirinya di keluarkan dari agency. Karena tanpa sepengetahuan Maria agency tersebut bernaung pada perusahaan milik Daren.

__ADS_1


🌹🌹🌹


__ADS_2