Jodohku Sahabat Kakakku

Jodohku Sahabat Kakakku
Kebenaran Zizi dan Andre


__ADS_3

Bersamaan dengan Ken dan Tita keluar ruangan Ken. Keina dan Daren pun keluar dari ruangan Daren. Tita menampilkan senyumannya pada Keina karena merasa bersalah telah membuat putrinya menunggu.


"Mommy..." Ucap Keina menghambur kedalam pelukkan Tita.


"Maaf ya sayang Mommy lupa memberitahu kamu." Ucap Tita.


"Mommy sama Daddy kemana sih. Kein sampe ketiduran di ruangan Abang." Keina merajuk.


"Iya maaf Mommy lupa." Tita.


"Lain kali jangan di ulang ya Mom." Keina.


"Iya sayang. Udah yuk ga malu sama Abang manja begini." Tita.


"Ngga." Jawab Keina singkat.


Ken dan Daren hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah Keina yang begitu manja pada Tita. Kemudian Ken mengambil Tita dari hadapan Keina.


"Udah ah. Mommy punya Daddy. Sana pulang sama tunangan kamu." Usir Ken pada Keina.


"Daddy iiih... Jahat." Protes Keina.


Kemudian mereka berempat pun melangkahkan kaki mereka menuju lift. Keina bergelayut manja di lengan Daren dan Tita bergandengan tangan dengan Ken. Jika untuk Tita dan Ken sudah bukan hal yang aneh bagi para karyawan.


Tapi, untuk Daren termasuk pemandangan yang langka dan membuat kaum hawa iri. Banyak kaum hawa di kantor memuja Daren karena ketampanan Daren dengan postur tubuh yang atletis di tambah dengan aura yang dingin.


Daren memang bukan tipe yang ramah tamah terhadap siapa saja. Darah Abi begitu kental di tubuh Daren. Menjadikannya sebelas dua belas dengan Ken. Banyak karyawan yang memujanya tapi juga takut berhadapan dengan Ken. Begitu juga dengan Daren sekarang.


Namun, sangat berbeda jika Daren sudah berhadapan dengan Keina. Tak ada lagi aura dingin pada dirinya yang ada kehangatan yang selalu di ciptakan olehnya untuk Keina sehingga membuat Keina nyamanberada di dekatnya.


Mobil mereka saling beriringan menuju mansion. Daren mengantarkan Keina pulang terlebih dahulu. Namun, saat mobilnya memasuki mansion terlihat mobil Papinya terparkir di sana.


"Ngapain Papi ke sini?" Tanya Daren.


"Entahlah." Keina.


"Ngapain si Abi ke sini?" Ken.


"Entahlah. Apa tidak memberi kabar pada Mas?" Tita.


"Tidak sayang. Jika Abi memberi kabar tidak mungkin Mas sekaget ini." Ken.


Mereka berempat pun segera masuk. Di dalam sudah terlihat Abi dan Melan mengapit Zizi yang tengah menangis. Tita dan Ken saling tatap begitu juga dengan Daren dan Keina.

__ADS_1


"Ada apa?" Tita.


"Kalian sudah datang. Duduklah dulu." Abi.


"Ada apa?" Ken.


"Duduklah Ken. Biar gw ceritain." Abi.


Keina dan Daren hanya diam menjadi pendengar.


"Melan melihat Keina di bonceng Daffin siang tadi. Padahal Melan sudah meminta Andre mengantar jemput Zizi karena terlalu riskan jika Zizi pergi bersama Daffin naik motor. Setelah di konfirmasi pada Abdre katanya Zizi yang menolak Andre." Abi.


"Terus?" Tanya Ken yang menang mereka tau kejadian pagi tadi berbeda dengan Daren yang tak tau apa-apa.


"Melan pun akhirnya menanyakan kebenarannya pada Zizi untuk konfirmasi dan ternyata Andre lah yang bersikap kurang baik pada Zizi. Zizi pun menceritakan semuanya tentang kelakuan Andre. Kami pun tak menyangka akan hal itu." Abi.


"Kami malu pada Olla dan Kak Nio." Melan.


"Hm,,, Sebenarnya kami tau semuanya Mel. Dan maaf jika kami hanya diam. Karena kami menyerahkan semua keputusan pada Zizi." Tita.


"Jadi, Olla dan Kak Nio tau?" Melan.


"Iya. Hanya saja selama itu dalam batas kewajaran Kak Nio tidak melakukan apapun bahkan Zizi pun masih tidak mempermasalahkan apa yang Andre lakukan selama tidak mengganggu kehidupannya." Jelas Tita.


"Astaga! Kenapa Lu ga pernah ngomong sama gw sih Ken." Abi.


"Maafin Zi Mam, Pap." Zizi.


"Kamu ga salah sayang. Tenanglah apapun keputusan kalian Kamu tetap anak Mami. Biar nanti Mami carikan lelaki yang lebih baik dari Andre biar dia nyesel udah mengabaikan kamu." Melan.


"Terima kasih Mam." Zizi.


"Gw ga ngerti kenapa Andre begitu Ken. Padahal kami tak pernah mengajarkan itu pada anak-anak." Abi.


"Papi sama Mami ga salah. Sepertinya ada satu alasan yang membuat Andre seperti itu Pap. Nanti biar Abang coba bicara sama Andre." Daren.


"Tidak perlu nak. Biar nanti Papi yang bicara di kantor. Siapa tau dia lebih bisa bicara di kantor dari pada di rumah." Abi.


"Baiklah. Tapi, jika Papi membutuhkan bantuan Abang siap." Daren.


"Iya Nak." Abi.


"Kami pamit membersihkan diri dulu." Tita.

__ADS_1


"Baiklah. Kami pun pamit saja. Sayang, jangan sedih lagi ya. Jangan hindari Andre. Hadapi dan angkat dagu kamu oke." Melan.


Zizi mengulas senyumannya. Beruntung Melan tidak memaksakan kehendaknya lagi setelah Zizi menceritakan semua kelakuan Andre. Melan tidak memihak pada anaknya sendiri karena tau apa yang Andre lakukan salah.


Abi dan Melan pun berpamitan begitu juga dengan Daren. Mereka pergi dengan menggunakan mobil masing-masing. Keina dan Zizi yang mengantarkan mereka karena Ken dan Tita masuk ke dalam kamar lebih dulu.


"Ayo masuk. Gimana udah lega setelah berbicara dengan Mami dan Papi?" Keina.


"Sudah Kak. Makasih ya Kak. Ternyata jujur pada Mami dan Papi membuat hati Zi lebih baik." Zizi.


"Baiklah. Sekarang tak perlu takut lagi pada Andre. Karena Mami dan Papi ada pada pihak kamu." Keina.


Mereka berdua pun masuk kedalam kamar Keina karena selama tinggal di mansion Zizi tidur satu kamar dengan Keina dengan alasan ada yang membantunya belajar. Keina langsung masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya sedangkan Zizi duduk di sofa yang berada di balkon kamar Keina.


Saat Keina keluar dari kamar mandi Keina melihat Zizi masih berada di balkon. Keina menghampiri adik sepupunya itu.


"Zi," Panggil Keina.


"Hm... Sudah selesai Kak?" Zizi.


"Ya. Ada apa lagi?" Keina.


"Ayah tidak mengijinkan Zi sekolah di LN. Karena Ayah tidak ingin jauh dari Zi dan Ayah juga ga mau Zi menghindari Bang Andre." Zizi.


"Oncle benar Zi. Hadapi semuanya. Tunjukan jika kamu bisa lebih baik tanpa dia. Jika kamu tak perlu mengharapkannya. Diamnya kamu bukan berarti kamu juga mau dijodohkan dengannya." Keina.


"Ya, Kakak benar." Zizi.


"Lantas kamu sudah memilih kampus mana?" Keina.


"Sudah Kak." Zizi.


"Baguslah. Tatap masa depan lebih baik tanpa bayangan perjodohan itu. Jika memang kalian berjodoh maka Tuhan akan menunjukkan jalannya sendiri tanpa harus di paksakan." Keina.


"Makasih ya Kak. O,, ya. Abang sama kak Raya mau tunangan Kak minggu depan." Zizi.


"O...ya?!" Keina.


"Hmm.. Bunda baru kasih kabar siang tadi dan minta Zi pulang setelah selesai ujian." Zizi.


"Apa Mommy dan Daddy sudah tau?" Keina.


"Sepertinya sudah." Zizi.

__ADS_1


🌻🌻🌻


Jangan lupa like dan komennya ya sahabat 🙏🙏🙏


__ADS_2