Jodohku Sahabat Kakakku

Jodohku Sahabat Kakakku
Selamat Jalan Opa Dan Oma


__ADS_3

Semua keluarga telah berkumpul kembali di kediaman keluarga Ito. Tita yang begitu kehilangan mertuanya tak hentinya menangisi kepergian mereka berdua. Ken dengan sigap selalu berada di sisinya.


"Jangan seperti ini sayang. Berhentilah menangis dan Do'akan keduanya. Saat ini mereka hanya membutuhkan do'a dari kita." Bisik Ken di telinga Tita.


Tita menganggukkan kepalanya kemudian menghapus air matanya yang membasahi pipinya. Keina memeluk Daffin adik semata wayangnya.


"Kau yang menemukan mereka Kak?" Bisik Daffin.


"Yah, Mereka sangat romantis hingga ajal memisahkan." Keina.


"Maksudmu?" Daffin.


Keina pun mengeluarkan benda pipihnya dan melihatkan hasil jepretan kamera ponselnya yang telah mengabadikan momen terakhir Opa dan Omanya. Daffin memejamkan matanya melihat foto Opa dan Oma nya yang tertidur sambil berpelukan.


Keluarga dan rekan dekat satu persatu saling berdatangan. Mega memeluk Tita dan Ayumi. Menyalurkan kekuatan pada keduanya yang tampak terpuruk.


Burhan dan Marni pun dengan terpaksa pergi ke kota untuk menghadiri kepergian Tuan dan Nyonya Ito. Kali ini Burhan menggunakan supir pribadinya karena dirinya tak mungkin mengendarai mobilnya dalam keadaan yang belum sembuh sepulihnya.


"Ma, kenapa Opa dan Oma buyut pergi bersama?" Tanya Gea pada Gladys.


"Inilah yang di sebut cinta sehidup semati sayang." Jawab Gladys.


"Opa buyut sangat mencintai Oma buyut ya Ma?" Tanya Gea lagi.


"Iya sayang." Jawab Gladys mengusal lembut puncak kepala Gea.


Tampak Olla dan ketiga anaknya datang karena Nio sudah berada di sana bersamaan dengan Ken. Karena kebetulan Nio dan Abi berada di kantor Ken saat Keina mengabarinya.


Zio memeluk Keina yang tampak tak berdaya dan terus memeluk Daffin. Begitupun Zayn yang mendekati adik sepupunya.


"Temanilah Kak Kein Bang. Daff mau lihat Mommy dulu." Titip Daffin.


"Ya. Pergilah." Zio.


"Kau menemukan mereka?" Zio.


Keina hanya mengangguk sebagai jawaban.

__ADS_1


Zio dan Zayn pun memeluk Keina bersamaan. Abian dan Axel hanya memperhatikan mereka dari kejauhan karena Keina masih merasa kurang nyaman jika berdekatan dengan mereka setelah kejadian masa kecil mereka.


Galuh, Galih, Gean, Gea dan Zizi hanya diam duduk dengan tenang. Sedang Daffin mendekati Mommy nya yang tengah berdo'a bersama. Daffin mengusap lembut punggung Tita. Sejenak Tita melihat kearah Daffin.


Tak lama Melan pun datang dengan kedua anaknya. Melan segera mendekati Olla dan Tita. Daren menghampiri Keina yang tengah di kerubuti oleh Zio dan Zayn. Sedang Andre duduk di samping Galuh.


"Nah, ini dia pawangnya datang." Ucap Zayn.


Zio mengurai pelukannya pada Keina. Keina tersipu walau air matanya tak henti mengalir di pipinya. Daren mendekatinya dan mengusap lelehan air mata di pipi Keina tanpa di duga Keina menghambur kedalam pelukkan Daren.


"Gw titip adik gw Ren." Ucap Zio menepuk bahu Daren dan Daren menganggukkan kepalanya.


Keina menangis di dada bidang Daren. Daren mengusap lembut punggung Keina memberinya kekuatan.


Tiba saatnya Tuan dan Nyonya Ito akan di semayamkan. Mereka pun bersiap untuk pergi ke tempat peristirahatan terakhir Tuan dan Nyonya Ito. Tampak beberapa mobil berjajar di belakang dua ambulance yang membawa Tuan dan Nyonya Ito.


Rehan dan Ken masing-masing berada di mobil ambulance yang berbeda. Rehan bersama Tuan Ito dan Ken bersama Nyonya Laura. Sedang yang lainnya berada di mobil masing-masing. Keina satu mobil bersama Tita dan saling berpelukkan. Mobil Tita di kendarai oleh Daren dan di sampingnya Daffin.


Sementara Ayumi berada di mobil Gagah bersama Laras dan kedua anaknya. Gladys bersama keluarganya di satu mobil. Juga Aiko dan keluarganya. Melan dan Olla juga di satu mobil berbeda.


Mereka bertiga tampak paling terpukul karena kehilangan Tuan dan Nyonya Ito. Walaupun tak dapat di tutupi yang lain pun sama hanya saja mereka memiliki cara masing-masing dalam menyalurkan kesedihannya.


Setelah acara usai mereka pun kembali ke rumah utama. Hingga tujuh hari kedepan akan di adakan acara pengajian di rumah utama. Mereka semua kini berkumpul di ruang utama yang tergelar karpet.


Daren masih setia di samping Keina dan membawakan apa yang Keina inginkan. Bahkan Daren menyuapi Keina yang sejak siang belum makan. Begitupun dengan Ken yang menyuapi Tita dengan telaten.


Melan dan Abi saling memberi kode melihat aksi putra sulungnya yang begitu perhatian pada Keina. Mereka berdua yakin jika Keina dan Daren akan berjodoh. Berbeda dengan Andre yang masih terlihat acuh pada Zizi. Sedangkan Zizi pun bersikap yang sama. Karena Zizi tak ingin salah dalam melangkah.


"Mom, sebaiknya Mommy istirahat." Ucap Daffin.


"Iya sayang. Ayo Mas temani." Ajak Ken.


"Biar Daffin yang menemani Mommy Dad. Masih banyak tamu yang datang." Usul Daffin.


"Baiklah. Jaga Mommy kalian." Ken.


Daffin pun membawa masuk Tita di susul oleh Olla. Daffin memeluk Tita dari samping. Olla mengusap lembut lengan Tita. Olla tak teg melihat sahabat sekaligus adik iparnya kembali terpuruk.

__ADS_1


"Ta, gw yakin lu kuat. Inget Ta. Ada Daffin dan Keina. Terlebih Keina yang melihat pertama kali Ayah dan Ibu pergi. Lu bisa bayangin kan betapa Keina shok. Ayolah Tita sayang. Bangkit sayang." Ucap Olla.


Tita menatap manik mata Olla sendu. Olla menganggukkan kepalanya. Dan lagi-lagi air mata Tita meleleh tak tertahan. Di usapnya kepala Daffin yang bersandar di bahunya.


"Maafin Mommy Daff." Ucap Tita lirih.


"Tidak Mom. Mommy tidak salah. Kita semua kehilangan Opa dan Oma." Daffin.


"Terima kasih sayang." Tita.


Tak lama Keina menyusul Tita di antar oleh Daren. Di ambang pintu saat manik mata Keina melihat Tita tengah berpelukan dengan Daffin tangis Keina pun pecah.


"Mommy...." Teriaknya berlari menghampiri Tita.


Keina memeluk erat Tita dan Tita menyambutnya. Mereka saling menumpahkan kesedihan masing-masing.


Tak jauh berbeda di kamar Ayumi. Ayumi yang terus menangis membuat Laras dan Gladys panik. Keduanya terus membuat Bunda mereka coba lebih ikhlas. Namun selalu dan selalu air matanya mengusur deras.


Aiko datang menghampiri Ayumi dan keduanya saling menangis sambil berpelukan. Terlebih Aiko yang selalu menentang tante yang berperan sebagai orang tua baginya setelah dirinya kehilangan kedua orang tuanya.


Sementara Melan membantu Jessie menyiapkan persiapan untuk pengajian begitu juga dengan Marni dan Mega. Burhan tinggal di mansion untuk beristirahat karena kondisinya yang belum pulih benar.


"Sayang," Panggil Daren mengusap lembut punggung Keina yang masih menangis di pelukan Tita.


Tita menatap Daren yang memanggil putrinya sayang. Dan Olla pun membulatkan matanya mendengar putra pertama sahabatnya dengan berani memanggil Keina dengan sebutan sayang. Bahkan Daffin pun tak menyangka.


Keina mengurai pelukannya pada Tita dan membalikkan badannya menghadap Daren.


"Jangan menangis lagi. Do'akanlah Opa dan Oma. Mereka sudah tenang di sana. Jangan membuat jalan mereka gelap karena tangisan kita." Daren.


Tita dan Olla begitu kagum mendengar Daren begitu lembut memperlakukan Keina. Tita mengusap lembut lengan Keina.


"Jangan menangis lagi ya. Abang ke depan. Sebentar lagi pengajian di mulai." Pamit Daren dan Keina menganggukkan kepalanya.


🌻🌻🌻


Jangan lupa like dan komennya ya sahabat 🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2