Jodohku Sahabat Kakakku

Jodohku Sahabat Kakakku
Bayi Koala


__ADS_3

Di ruang pribadi Ken Tita terbangun dan mengerjapkan matanya. Tita melangkahkan kakinya menuju ruangan Ken dan saat Tita keluar Ken tak ada di tempatnya. Seketika Tita pun langsung menangis bagaikan anak kecil kehilangan ibunya.


Huaaaa....Huaaaa....


Wulan yang mendengar tangisan dari dalam ruangan bosnya langsung berlari menuju kedalam ruangan bosnya dan dilihatnya Tita tengah menangis dan duduk di lantai.


"Astaga Nyonya,,, bangunlah. Tuan Ken sedang meeting." Wulan mencoba menenangkan Tita. Namun, apa yang terjadi tangis Tita semakin pecah.


"Huaaa.... Mas Ken... Huaaaa..." Tita.


Wulan pun segera menghubungi Ken seperti pesannya tadi. Saat melihat layar ponselnya menyala dan tertera nama Wulan tanpa menjawab panggilannya Ken sudah mengerti. Ken pun segera menyelesaikan meetingnya dan meminta Anton melanjutkannya.


Ken pun segera menuju ruangannya dengan langkah lebarnya Ken segera memasuki lift untuk membawanya ke ruangannya. Begitu sampai di lantai yang di tuju Ken segera keluar dan sedikit berlari.


Ken mendengar tangisan Tita dari luar ruangan dan tampak beberap karyawannya panik di luar ruangannya. Terdengar Wulan yang terus menenangkan Tita. Ken membuka hendle pintu dan melihat Tita dengan keadaan yang sangat kacau duduk di lantai.


"Sayang." Panggil Ken lembut.


"Mass..." Panggil Tita segera bangun dan menghambur kedalam pelukan Ken dan meminta Ken menggendongnya.


Ken pun menggendong Tita seperti koala. Wulan pun lega melihatnya. Ken mengucapkan terima kasih pada Wulan kemudian Wulan berpamitan kembali ke tempatnya.


"Huh... Syukurlah Tuan segera datang." Batin Wulan.


Wulan keluar dari ruangan Bosnya dengan perasaan yang lega. Karyawan yang lain mendekati Wulan dan menanyakan ada apa dengan Istri Bos.


"Ada apa?" Boy.


"Nyonya Tita tidak bisa berjauhan dengan Bos." Wulan.


"Kenapa sampai menangis histeris seperti itu?" Karyawan yang lainnya.


"Nyonya Tita tidur dan saat bangun Tuan masih berada di ruang meeting." Wulan.


Para karyawan wanita merasakan ke romantisan Tita dan Ken. Akan tetapi karyawan pria kompak berdo'a semoga istrinya kelak saat hamil tidak menyusahkan seperti Tita. Untung saja Ken pemilik perusahaan. Bagiamana jika hanya seorang karyawan biasa seperti mereka. Bisa di pecat mereka membawa serta istri bekerja.


Didalam ruangan Ken membujuk Tita yang merajuk karena di tinggalkan. Masih dengan sisa isak tangisnya Tita menyandarkan kepalanga di pelukan Ken. Walaupun sekarang sedikit terganjal karena perut Tita yang semakin menyembul.


"Senyum dong sayang.. Kan Mas udah minta maaf." Ken.


Tita menggelengkan kepalanya dan semakin mengeratkan pelukannya seolah takut di tinggalkan lagi.

__ADS_1


"Jangan terlalu erat kasian dede nya sayang. Mas juga ga akan pergi kok. Tetap disini." Ken.


"Hm.." Ucap Tita merenggangkan pelukannya.


Ken pun melanjutkan pekerjaannya dengan Tita di pangkuannya. Ken tak mempermasalahkannya. Ken tak merasa terganggu dengan adanya Tita di pangkuannya.


Tita terus menempel bagaikan bayi koala. Sesekali Ken mengusap lembut punggung Tita dan mendaratkan ciuman di puncak kepala Tita.


Karena ada yang perlu di bicarakan tentang bisnis Tanio datang mengunjungi adik ipar sekaligus sahabatnya Ken. Dan betapa terkejutnya Tanio melihat Tita dalam gendongan Ken.


"Assalamu'alaikum..." Sapa Tanio saat memasuki ruangan Ken


"Wa'alaikum salam... Tanio... Up's sorry Kak. Masuk Kak." Ken.


"Santai saja Ken. Kenapa dia nemplok begitu?" Tanio.


"Baby nya lagi pengen di manja dan ga mau lepas." Ken memberi kode pada Tanio.


"Hm.. Begitu rupanya. Apa Baby ga mau manyapa Uncle nih?" Goda Tanio.


"Ngga,, Kakak ga wangi." Jawab Tita.


"Astaga! Wangi kok." Bela Tanio.


Ken mengusap lembut punggung Tita.


"Iya sayang. Tapi, sapa dulu Kak.Nio ya." Ken.


Tita mendongakkan kepalanya pada Ken dan Ken pun menganggukkan kepalanya. Tita pun menoleh ke arah Tanio kemudian turun dari pangkuan Ken dan menghampiri Tanio.


Tita mencium punggung tangan Tanio dan pipi kanan dan kirinya. Setelah itu Tita beralih pada sofa karena Tita melihat banyak makanan tersaji di sana. Ken pun membiarkannya saja dan memulai pembicaraannya dengan Tanio.


Tita asik dengan berbagai makanan yang tersaji di meja. Ken sengaja meminta Wulan menyiapkan semuanya. Berbagai macam makanan dan minuman kesukaan Tita.


"Apa Lu ga risi adek gw nemplok terus begitu?" Tanio merasa tak enak pada Ken.


"Awalnya sih gw kesulitan apalagi Tita ga bisa gw tinggal sedikit pun. Dia akan nangis histeris. Ayah dan Ibu yang selalu bisa menenangkannya. Tapi, setelah beberapa kali gw mulai menikmati prosesnya. Karena mungkin setelah melahirkan Tita ga akan bersikap seperti itu sama gw." Ken.


"Jangan selalu memanjakan dia Ken." Tanio.


"Gw suka dia yang manja begitu Nio. Gw merasa dia selalu membutuhkan gw." Ken.

__ADS_1


"Tapi kalo jadi mengganggu kerjaan Lu kan ga baik." Tanio.


"Alhamdulillah sejauh ini kerjaan gw lancar Nio. Mungkin berkah kehamilan Tita juga." Ken.


"Huh.. Baiklah.. Gw minta maaf ya Ken. Semenjak kehamilannya Tita begitu manja." Tanio.


"Kan hamilnya juga anak gw kakak ipar. Sudah tidak apa-apa gw baik-baik aja. Setelah kehamilannya semakin besar nanti mungkin Tita akan sulit untuk gw gendong." Ken.


"Thanks ya Bro..." Ucap Tanio tulus.


"Santai Kak." Ken.


Ken bangkit mendekati Tita yang tengah asik makan. Tanio pun melangkah di belakang Ken.


"Sayang, kok Mas sama Kak Nio ga di ajakin makan sih?" Ucap Ken lembut.


"Kan Mas sama Kakak tadi asik ngobrol. Ayo sini makan sama-sama." Ajak Tita.


Tanio pun merasa senang karena Tita mendapatkan orang yang tepat yang bisa menjadikannya teman, kakak, suami dan juga ayah bagi Tita. Ken paket lengkap untuk Tita.


Walaupun Tanio pun selalu memanjakan Olla. Tanio menyukai Olla karena kemandirian dan kedewasaannya. Tanio selalu menghargai segala usaha yang di lakukan Olla.


Tanpa Olla minta Tanio pun terkadang sangat suka memijat Olla yang tampak kelelahan mengurus rumah dan Baby Cio. Olla memang jarang bermanja pada Tanio tapi Tanio mengerti apa yang Olla butuhkan.


"Sayang, Kakak pamit dulu ya. Jangan rewel ya. Kasian Ken." Tanio.


"Iya Kak. Ngga kok." Tita.


"Kalo Ken kerja datanglah kerumah. Ada Kak.Olla sama Cio di rumah." Tanio.


"Ngga mau. Maunya sama Mas.Ken aja." Tita.


Tanio tersenyum melihat sang adik kembali pada mode manja. Ken memberi kode pada Tanio untuk tidak melanjutkan pembicaraannya karena Tita akan kembali menangis.


"Ya sudah Kakak kembali ke kantor ya. Sehat-sehat ya ponakan uncle di perut Mommy nya." Ucap Tanio mengusap lembut perut Tita yang sudah terlihat.


"Oke Uncle. Bye... bye..." Ucap Tita menirukan suara anak kecil.


Tanio mengusap lembut puncak kepala Tita kemudian pergi meninggalkan Tita dan Ken.


🌻🌻🌻

__ADS_1


Jangan lupa like dan komennya ya sahabat 🙏🙏🙏


__ADS_2