Jodohku Sahabat Kakakku

Jodohku Sahabat Kakakku
Raya Hamil


__ADS_3

Satu bulan berlalu dari hadi pernikahan Zio dan Raya bahkan Raya dan Zio pun telah kembali dari berbulan madunya. Keina belum juga menunjukkan tanda-tanda berbadan dua. Namun, semua itu tak di pernasalahkan oleh Tita maupun Melan.


Mereka berdua tak ingin menjadi beban bagi Keina. Berita bahagia pun di dapat dari pasangan Raya dan Zio. Raya sudah di nyatakan hamil walau usia pernikahannya hanya berbeda satu minggu dari Keina.


Aiko tengah di sibukkan dengan persiapan pernikahan Duo A yang akan di laksanakan dalam satu hari. Karena Duo A menginginkan itu. Dan pasangan masing-masing pun menyetujuinya.


"Bang, betah banget sih jomblo?" Tanya Keina pada Zayn.


Mereka saat ini tengah berkumpul di rumah Zio karena berita kehamilan Raya menbuat semua keluarga berkumpul.


"Ceh, tunggu saja nanti undangannya." Zayn.


"Huh.... Kapan. Cepet deh. Keduluan Zizi tuh." Tunjuk Keina pada Zizi yang terus menempel pada Damar.


"Biar saja." Zayn.


"Sudahlah sayang jangan goda Zayn terus. Andre saja yang sudah punya gandengan masih belum memutuskan untuk menikah." Daren.


"Bener juga." Keina.


"Si Andre sih kena tulah sendiri." Zayn.


"Maksudnya?" Daren.


"Bilang ga suka sama adek gw nah sekarang dia sendiri yang kebakaran jenggot liat adek gw mesra sama pasangannya." Zayn.


"Hahahahaa...."


Daren dan Keina pun hanya tertawa karena memang begitulah kenyataannya. Andre pun berkilah menikah dengan sengaja melanjutkan kembali studynya. Dan itu membuat Abi harus kembali turun ke perusahaan. Karena Daren sudah mengurus perusahaan Ken. Walaupun sesekali dirinya membantu Abi.


Semua pun berkumpul dan bersuka cita bersama. Ketiga pasang sahabat seolah tengah reuni tanpa memperdulikan anak-anak mereka. Walaupun sesekali Olla melihat keadaan menantunya.


"Sayang, apa ada yang kamu mau?" Tanya Zio pada Olla yang masih setia meringkuk di bawah selimut tebalnya.


"Mau jus mangga Mas.." Rengek Raya.


"Boleh. Mas buatkan dulu ya." Zio.


"Ngga mau. Mas di sini aja." Raya.


"Baiklah. Sebentar Mas minta Bibi buatkan." Zio.

__ADS_1


Zio pun memanggil bibi untuk membuatkan jus magga seperti permintaan Raya. Raya belum bisa turun dari tempat tidur karena mual muntah yang menderanya. Zio pun dengan sabar melayani sang istri. Semua pekerjaannya di pindahkan ke rumah.


"Bang, Proyek yang di kota C sudah bergerak?" Tanya Damar pada Daren.


"Sudah. Rasya yang memantaunya." Daren.


Obrolan mereka pun berlanjut seputar pekerjaan mereka. Keina tak ikut campur dirinya hanya menjadi pendengar setia saja. Damar dan Daren memang bekerja sama dalam proyek tersebut hanya saja Daren memberikan kepercayaan penuh pada Rasya asistennya.


Karena Daren tak ingin berjauhan dengan Keina. Sementara untuk proyek itu Daren harus bolak balik ke kota C. Daren merasa tak bisa berjauhan dengan Keina. Bahkan jika Keina mau Daren ingin membawa Keina ke kantor setiap harinya.


"Mar, kapan bawa keluarga ke rumah?" Tanya Zayn.


"Kalo Damar sih kapan saja bisa Bang sebenarnya. Hanya saja kasihan Zizi masih berkuliah." Damar.


Walau usia Zayn jauh lebih muda Damar selalu menghormatinya sebagai kakak dari Zizi dengan menyebutnya Abang seperti Zizi memanggilnya.


"Itu bukan alasan Mar. Asal Zizi bisa membagi waktu dan kamu mengijinkan saya rasa itu tidak masalah." Zayn.


"Iya Bang. Nanti Damar bicarakan lagi dengan Zizi." Damar.


"Saya rasa lebih cepat lebih baik Mar." Zayn.


"Iya Bang." Damar.


"Tidak masalah Bang. Karena Zizi perempuan berbeda dengan saya." Zayn.


"Jika itu sudah menjadi keputusan mu. Sebaiknya segera bicarakan Mar dengan orang tua mu dan juga orang tua Zizi." Daren.


"Iya Bang. Secepatnya." Damar.


"Bagus itu." Keina.


Setelah makan malam bersama mereka pun berpamitan untuk kembali ke rumah masing-masing. Karena Olla dan Nio berada di sana Damar pun membicarakan biat baiknya yang sudah dia bicarakan dengan Zayn.


Olla dan Nio pun menyambut baik niatan Damar untuk meminang putri bungsunya. Apalagi Zayn sudah menyetujui jika dirinya tak masalah jika harus di langkahi.


Daffin terus menggoda Zizi yang akan segera di pinang oleh Damar. Karena Zizi dan Daffin satu usia hanya terpaut bulan saja. Zizi pun bersemu karena terus di goda oleh Daffin. Beberapa kali Ken harus menegur Daffin yang terus menggoda Zizi.


"Bang," Panggil Keina lirih.


"Hm... Kenapa?" Jawab Daren yang duduk bersandar di headbored.

__ADS_1


"Kita menikah lebih dulu dari Abang Zio dan Raya tapi Raya hamil lebih dulu. Abang ga apa-apa Kein belum hamil juga?" Ucap Keina.


"Sayang,,, itu bukan masalah. Anak itu rejeki. Kalo kita belum di percaya sekarang mungkin besok atau lusa. Selama dia belum ada di perut mu maka kita harus terus berusaha." Daren.


"Makasih Bang." Ucap Keina memeluk pinggang Daren erat.


Daren membalas pelukan Keina dan mendaratkan ciuman di kening Keina dengan lembut. Daren tau apa yang tengah di rasakan Keina saat ini. Daren dan kedua orang tuanya memang tak mempermasalahkan tentang anak bahkan kedua orang tua Keina juga hanya saja hati wanita manapun pasti akan merasakan apa yang Keina rasakan.


"Apa sayang ingin tidur sekarang atau kita berusaha menghadirkan dia dulu di sini." Tunjuk Daren pada perut rata Keina.


"Abang..." Ucap Keina malu.


Dan terjadilah usaha untuk menghadirkan dia diantara Keina dan Daren.


Skip aja ya 🤭


Pagi hari Daffin terburu-buru untuk pergi ke kampus karena ada ujian pagi. Tita pun di buat kerepotan karena Daffin meminta di buatkan sarapan dan bekal. Dengan sigap Tita pun membuatkannya.


Walaupun Ken sempat menggerutu karena tidurnya terganggu akibat ulah putra bungsunya. Ken yang tidur selalu memeluk Tita secara otomatis terganggu dengan Daffin membangunkan Tita.


"Cepat habisakan sarapan mu dan ini bekal yang kau mau." Ucap Tita menyimpan bekal Daffin ke dalam paper bag.


"Makasih Mom." Daffin.


"Teman mu anak kos yang selalu meminta bekal mu Daff sampai-sampai kamu harus membawa bekal ekstra. Atau jangan-jangan perempuan."


Uhuk.... uhuk....


"Astaga! Pelan-pelan sedikit makannya Daff." Ucap Tita memberikan air putih untuk Daffin.


"Lagian Mommy kenapa juga harus mengaitkan bekal dengan perempuan." Daffin.


"Ya siapa tau anak Mommy mau nyuri perhatiannya dengan selalu membawakan bekal untuknya." Tita.


"Tidak Mom. Hanya saja dia selalu ikut nimbrung Daff makan jadi Daff harus membawa bekal ekstra." Elak Daffin.


Pada kenyataannya makanan itu akan di kirimkan untuk Intan dan Ibunya. Daffin diam-diam memang masih menjalin hubungan baik dengan Intan dan Ibunya. Daffin terlalu gengsi untuk mengakuinya.


"Daff pamit Mom." Pamit Daffin setelah menyelesaikan makannya.


"Ya. Berhati-hatilah jangan sampai menabrak lagi." Pesan Tita.

__ADS_1


"Oke Mom.. Bye... I love you." Ucap Daffin mencium pipi Tita.


Tita pun hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah putra bungsunya. Sementara Daff melesat pergi dengan motor sportnya. Tita pun kembali ke dapur dan meminta Bibi menyesakkan masakannya dan segera menyiapkannya di meja makan.


__ADS_2