Jodohku Sahabat Kakakku

Jodohku Sahabat Kakakku
Jajanan Pinggir Jalan


__ADS_3

Andre datang lebih cepat karena tak ingin Zizi menunggu terlalu lama. Karena pagi tadi Andre pergi bersama Abi terpaksa Andre memesan ojeg online untuk menuju Mansion agar lebih cepat juga tentunya.


Sampai di mansion Andre membersihkan diri dulu sebelum dirinya menemui Zizi. Setelah sebelumnya menyapa Zizi terlebih dulu tentunya. Andre menyimpan beberapa pakaiannya di kamar khusus dirinya yang ada di mansion. Setelah selesai Andre pun segera bergabung.


"Abang..." Ucap Zizi mengangkat tangannya.


Andre pun dengan hangat menyambut uluran tangan Zizi. Andre membawa Zizi ke dalam pelukannya. Zizi pun langsung tak bisa lepas dari Andre jika Andre sudah datang.


"Makanya Bang, dulu jangan sok bilang ga suka. Nah, bucin." Ledek Daffin.


"Siapa bilang ga suka? Gw cuma ga mau di jodohin." Bela Andre.


"Iya iya Abang atur aja." Daffin.


Keina dan Daren hanya tersenyum mendengar perdebatan Andre dan Daffin. Sebelum jam makan malam Melan, Andre dan Zizi pun berpamitan pulang. Karena Abi tidak ikut serta ke mansion.


"Sayang, duduk sama Mami dulu ya. Abang nyetir dulu." Bujuk Melan.


"Zizi mau duduk di depan Mi." Rengek Zizi.


"Oke boleh. Ayo duduk yang rapi ya." Melan.


Zizi pun menurutinya. Zizi ingin duduk di depan karena bisa melihat segalanya yang akan menggugah seleranya. Entah yang tiba-tiba pengen jajan di pinggir jalan atau apapun.


Benar saja. Sampai di rumah Zizi sudah mendapatkan apa yang dia mau sepanjang perjalanan pulang. Makanan, minuman bahkan ada hiasan mobil yang di jajakan pedagang asongan.


"Wah, Anak Papi beli apa? Ada buat Papi?" Sambut Abi yang melihat mereka datang dengan Zizi yang menenteng banyak plastik.


"Beli banyak Pi. Papi mau? Ayo makan sama Zi." Tawar Zizi.


Begitulah. Hanya Abi yang bisa merecoki apapun yang di milikinya. Andre dan Melan tak mendapatkan jatah dari hasil ngidamnya. Zizi pun belum mau ke rumah orang tuanya yang hanya di depan mata.


Akhirnya Andre harus ke rumah Olla dan Nio sendiri. Karena perintah Melan. Melan tak enak karena Tita sudah mengetahui kehamilan Zizi sementara Olla ibu kandungnya belum mengetahuinya.


Turun dari mobil Andre lantas langsung ke rumah sebrang untuk menemui Olla dan Nio. Sementara Zizi di bawa masuk oleh Abi dan Melan. Zizi tidak akan menyadarinya sejenak karena asik dengan Abi.


"Bunda," Panggil Andre memasuki rumah Olla.


"Andre, ada apa? Mana Zi?" Tanya Olla dari arah dapur.


"Andre sendiri Bun. Bunda lagi apa?" Tanya Andre setelah mencium punggung tangan Olla.


"Owh! Bunda lagi masak buat makan malam. Andre mau makan di sini?" Tawar Olla.


"Ngga Bun. Andre mampir sebentar. Ayah sudah pulang?" Andre.


"Sudah. Ayah lagi mandi. Ayo duduk sini." Ajak Olla.

__ADS_1


Andre pun duduk di meja makan karena Olla tengah memasak. Zayn dan Sinta pun belum terlihat. Kasian rasanya melihat Ibu mertuanya berkutat sendiri di dapur padahal ada menantu.


"Kak Sinta kemana Bun? Kok Bunda sendiri?" Tanya Andre.


"Kakak lagi mabok sayang. Dia kan lagi hamil muda. Abang lagi nemenin di atas. Tadi Kakak ngeluarin isi perutnya gara-gara maksa mau bantuin Bunda." Olla.


"Wah, Kakak hamil juga ternyata." Andre.


"Hamil juga?! Maksud kamu?" Olla.


"Iya Bun. Alhamdulillah Zizi lagi isi juga. Kemarin di periksa udah lima minggu." Andre.


"Alhamdulillah... Selemat sayang." Ucap Olla memeluk Andre.


"Terima kasih Bunda." Ucap Andre membalas pelukkan Olla.


Saat mereka berpelukan Nio datang dan melihat keduanya tengah berpelukkan.


"Wah,, wah,,, ada apa ini?" Tanya Nio duduk di sebrang mereka.


"Ayah, Adik hamil juga." Jawab Olla mengurai pelukkannya dan membalik menatap Nio dengan mata yang berkaca-kaca.


"Apa hamil! Alhamdulillah..." Ucap syukur Nio.


"Berarti kita akan langsung dapat tiga cucu Bun." Ucap Nio lagi.


"Iya Yah." Olla pun mendekati Nio dan memeluknya.


Sejenak Olla dan Nio saling berpelukan dan bersyukur dalam hati mereka jika ek tiga anaknya akan di berikan momongan dalam waktu berdekatan. Nio mendaratkan ciuman di seluruh wajah Olla.


Andre yang melihatnya merasa bahagia karena mertuanya selalu bersikap hangat dengan pasangan. Itu pula yang menjadikan Andre selalu bersikap hangat pada Zizi apapun yang terjadi di luar rumah.


"Yah, Bun. Andre pulang dulu. Takut Zi nyariin." Pamit Andre.


"Iya sayang. Nanti Bunda sama Ayah ke sana ya." Olla.


"Iya Bun." Jawab Andre mencium punggung tangan Olla dan Nio bergantian.


Nio memeluk erat Andre sebagai bentuk syukur karena Andre telah memberikan yang terbaik untuk putri bungsunya. Nio benar-benar bangga pada Andre yang mampu menerima Zizi dengan segala kekurangannya.


Andre pun melangkah pulang. Saat dirinya sampai Andre melihat Zizi yang masih asik menikmati jajanannya bersama Abi. Andre pun ikut bergabung sementara Melan berkutat di dapur bersama bibi.


"Abang dari mana?" Tanya Zizi.


"Dari rumah Bunda." Jawab Andre jujur.


"Owh!" Jawab Zizi singkat.

__ADS_1


"Kita mandi yuk sayang." Ajak Andre.


"Sebentar lagi aja Bang." Zizi.


"Oke." Jawab Andre bangkit dari duduknya.


"Abang mau kemana?" Tanya Zizi yang melihat Andre bangun.


"Abang mau ambil minum ke dapur. Kamu mau Abang ambilkan sekalian?" Tawar Andre.


"Ngga. Abang aja." Zizi.


"Papi ga di tawarin Ndre?" Abi.


"Ceh, Papi mau minum juga?" Andre.


"Boleh deh. Jus mangga ya." Abi.


"Zizi juga mau.." Pinta Zizi.


"Boleh. Sebentar Abang ambilkan ya." Andre.


Andre bergegas ke dapur mengambil minum untuk dirinya dan juga untuk Papi dan Zizi. Melan melihat putranya masuk dapur dan menoleh padanya.


"Ada apa Dek?" Tanya Melan.


"Ambil minum Mi. Sekalian buat Papi sama Zizi." Andre.


"Biar saya ambilkan Mas." Bibi.


"Dua jus mangga ya Bi. Buat Papi sama Zizi." Pinta Andre.


"Baik." Bibi.


"Mami masak apa?" Tanya Andre mendekati Melan yang tengah berkutat dengan alat tempurnya.


"Zizi minta udang tepung, Papi juga. Jadi sekalian saja. Kamu juga ya." Melan.


"Oke Mi." Andre.


Andre pun kembali ke depan bersama Bibu setelah minumannya jadi. Andre duduk di samping Zizi yang dengan nikmat memakan jajanannya. Setalah jusnya datang Zizi dan Abi pun segera meminumnya.


"Ayo Bang mandi." Ajak Zizi setelah menghabiskan jusnya.


"Sudah selesai makannya?" Andre.


"Udah. Nanti terlalu kenyang buat makan malamnya." Zizi.

__ADS_1


Andre pun berjalan beriringan menuju kamar mereka. Abi memutuskan bersantai sambil menonton televisi menunggu Melan menyiapkan makan malamnya.


🌻🌻🌻


__ADS_2