
Sehari setelah acara pertunangan Zio dan Raya Damar datang berkunjung ke rumah Olla. Damar merasa menemukan dunianya setelah bertemu dengan Zizi. Zizi pun membuka hatinya untuk Damar.
Zizi tak ingin terus menerus terkungkung dengan janji perjodohan dirinya dengan Andre. Pertemuannya dengan Damar pun di restui oleh Melan. Melan mendukung penuh kedekatannya dengan Damar.
"Non, ada tamu." Ucap Bibi pada Zizi yang tengah bermanja-manja dengan Olla.
"Siapa Bi?" Olla.
"Bibi baru melihatnya Nyonya. Katanya tadi namanya Damar." Bibi.
"Astaga! Gercep (Gerak cepat) banget sayang." Ucap Olla melirik Zizi.
"Zi fikir dia becanda Bun mau main ke rumah." Zizi.
"Loh, dia udah ijin mau ke sini?" Olla.
"Iya semalam dia bilang mau ke rumah boleh ngga terus Zi jawab boleh heheee..." Zizi.
"Ya udah sana temuin." Olla.
"Mami tau Zi?" Tanya Olla lagi.
"Tau Bun. Zizi chat Mami bilang Kak Damar mau main terus Mami bilang boleh." Zizi.
"Kamu tuh anak Bunda apa Mami sih? Ke Mami cerita ke Bunda ngga." Olla.
"Kayanya anak Mami deh hehehe..." Zizi.
Zizi pun segera menemui Damar di depan dan ternyata Damar tidak sendiri. Ada perempuan di sampingnya.
Deg...
Zizi menghentikan langkahnya. Kemudian Zizi mengatur nafasnya sejenak. Di saat dirinya mulai membuka hati untuk lawan jenis tiba-tiba dia datang mengunjunginya. Ada rasa bahagia di hati Zizi namun sedetik kemudian rasa kecewa menjalar di hatinya.
Zizi mengatur nafasnya dan kembali melanjutkan langkahnya. Zizi memberikan senyum manisnya walau terasa hambar.
"Hai Kak." Zizi.
"Hai Zi. Kakak mengganggu?" Damar.
"Tidak. Zizi sedang tidak melakukan apapun. Duduk Kak." Zizi.
"O... Ya kenalkan Zi ini adik Kakak Sinta." Damar.
"Hai Sinta."
"Zizi. Salam kenal." Zizi.
"Ternyata bener kata Abang. Zizi cantik dan ramah lagi." Sinta.
"Terima kasih. Sepertinya Kak Damar berlebihan." Zizi.
"Nah, denger sendiri kan Dek. Dia selalu begitu." Damar.
"Hahaha... Kak Zizi lucu." Sinta.
"Hah! Eh," Zizi.
"Kenapa? Ngga suka Sinta panggil Kakak?" Sinta.
__ADS_1
"Eh, buka begitu. Tapi, Zi rasa usia kita jauh berbeda. Zi yang seharunya bilang seperti itu." Zizi.
"Dibiasakan aja Kak dari sekarang. Up's! Eh, sorry.." Sinta.
Zizi menundukkan wajahnya karena malu. Jangan di tanya lagi seperti apa. Karena mungkin saat ini wajahnya sudah seperti kepiting rebus. Damar semakin gemas melihatnya. Rasanya ingin memeluk Zizi saat itu juga namun Damar bisa menahannya.
Karena mungkin saja Zizi akan merasa risih padanya jika Damar terlalu agresif padanya. Karena menurut Melan Zizi belum pernah pacaran. Itu yang Damar tau. Karena sebelum Zizi berkenalan dengan Damar. Melan Sudah menceritakannya lebih dulu pada Damar.
Dan karena itu juga Damar setuju bertemu dengan Zizi. Karena rasa penasaran dan kagumnya pada Zizi lewat cerita Melan tempo hari. Melan melihat kebaikan Damar dari cerita Linda dan langsung menyaksikannya sendiri. Dari situlah terbersit dalam fikirannya untuk menjodohkan Zizi dan Damar.
Bukan tanpa alasana Melan melakukannya. Ingin hatinya Andre lah yang berdampingan dengan Zizi seperti halnya Daren dan Keina. Namun, sejak awal perjodohannya Andre selalu menolaknya dengan tegas bahkan tak segan menunjukkan ketidak sukaannya pada Zizi.
Setelah Zizi bercerita tentang isi hatinya pada Melan akhirnya Melan pun memutuskan untuk berhenti menjodohkan Zizi dan Andre. Dan terlintaslah nama Damar anak dari sahabatnya saat mereka tinggal di LN. Dan kebetulan Jojo rekan bisnis Abi.
Jojo dan Linda memang pernah menetap di LN bertetangga dengan Melan namun hanya sebentar saja. Setelah itu Jojo dan Linda kembali pindah ke tanah air.
"Eh, Tante kurang dong ya bawa minumnya." Ucap Olla yang membawakan dua minuman dan camilan untuk Damar dan Zizi.
"Eh, ga usah ngerepotin Tante." Ucap Damar.
"Tidak repot kok. Hanya air minum dan sedikit cemilan." Olla.
"Terima kasih Tante. Kenalkan Tan ini adiknya Damar Sinta." Damar.
"Owh! Kenalkan Tante Olla Bundanya Zizi." Olla.
"Sinta Tante." Sinta.
"Silahkan di minum. Biar Zizi ambil sendiri aja minumnya." Olla.
"Eh, Bunda bisa aja." Zizi.
"Iya Tante. Terima kasih." Damar.
"Sama-sama." Jawab Olla kembali masuk ke dalam.
"Silahkan Kak diminum." Zizi.
"Makasih. Ka Zizi sama Bundanya sama-sama cantik ya." Puji Sinta tulus.
"Terima kasih." Zizi.
Saat mereka semua berbincang Melan datang ke rumah Olla dengan bawaannya yang heboh. Melan tampak kesulitan untuk membawa bawaannya.
"Mami... Mami bawa apa?" Tanya Zizi yang melihat kedatangan Melan.
"Heh! Ini kelakuan Bunda sama Onty kamu. Mana Onty kamu udah datang?" Melan.
"Belum. Memang Mami sama onty janjian mau ke sini?" Zizi.
"Iya. Eh, ada Damar sama Sinta. Sudah lama?" Melan.
"Lumayan Tan." Damar.
"Tante apa kabar?" Sinta.
"Kabar baik sayang. Semalam kemana kok ga ikut?" Melan.
"Iya Tan ada acara sama teman." Sinta.
__ADS_1
"Ya sudah kalian lanjutkan ya. Tante masuk dulu." Pamit Melan.
Zizi sudah lebih dulu masuk membawakan barang Melan.
"Yakin Zizi baru lulus sekolah?" Sinta.
"Pastinya baru selesai ujian kemarin." Damar.
"Dia dewasa loh Bang. Berbeda dengan pacara Abang dulu." Sinta.
"Hus! Jangan membandingkan. Mereka dua orang yang berbeda dan tentunya memiliki keistimewaan tersendiri." Damar.
"Dan Zizi lebih istimewa." Sinta.
Saat keduanya saling berbisik Zizi kembali dengan minuman di tangannya. Zizi mendudukkan kembali dirinya di sofa sebelumnya.
"Kak, jalan yuk." Ajak Sinta.
"Kemana? Apa kalian ngga cape habis pulang kerja?" Zizi.
"Sedikit Kak. Tapi, kalo Abang sih kayanya masih semangat deh." Sinta.
"Kalo Zizi ada acara lain kita bisa pergi lain waktu." Damar.
"Zizi sih ngga ada acara Kak. Ya udah sebetar Zi pamit Bunda sama Mami dulu ya." Zizi.
Zizi pun masuk ke dalam untuk berpamitan pada Olla dan Melan. Saat mereka akan pergi Nio dan Zayn datang bersamaan dengan Ken dan Tita.
"Loh, mau kemana Dek?" Zayn.
"Mau jalan sama Kak Damar sama Kak Sinta." Zizi.
"Kemana?" Zayn.
"Ngga tau. Kemana Kak?" Tanya Zizi pada Damar.
"Mungkin hanya menonton saja." Damar.
"Owh! Jangan pulang terlalu larut ya." Zayn.
Nio, Ken dan Tita hanya diam tanpa ingin ikut bertanya karena Zayn sudah sangat protektif pada adiknya. Nio pun hanya mengulas senyum saja pada Damar dan Sinta.
"Siapa perempuan tadi. Pacarnya si Damar?" Ken.
"Entahlah." Nio.
"Astaga! Kasian banget sih ponakan gw. Baru kenalan sama cowok eh cowoknya udah ada gandengan." Ken.
"Itu Adiknya Kak." Jawab Melan yang masih berada di ruang tamu.
"Hah! Ngapain si Damar bawa adiknya ngapel." Ken.
"Biar tidak menimbulkan kecurigaan sepertinya. Karena kalo Zizi sampe liat Damar jalan sama Sinta di luar mungkin Zizi akan salah faham." Olla.
"Bener juga." Tita.
"Ya udah masuk yuk." Olla.
🌻🌻🌻
__ADS_1
Jangan lupa like dan komennya ya sahabat 🙏🙏🙏