Jodohku Sahabat Kakakku

Jodohku Sahabat Kakakku
Penyambutan Laras dan Baby Galuh


__ADS_3

Tiga hari berlalu Laras pun sudah di perbolehkan pulang. Kondisinya sudah membaik karena memang persalinannya normal. Hanya saja ada sedikit masalah dengan bayinya yang sedikit kesulitan untuk menyusu.


Tita sudah menyiapkan penyambutan untuk cucunya. Setelah menyiapkan acara penyambutan Tita berpamitan untuk ke rumah Olla bersama Keina dengan alasan ada yang penting yang mengharuskan dirinya hadir.


"Yah, Bu. Tita pamit ke rumah Kak Nio. Ada hal penting yang harus Tita hadiri." Pamit Tita.


"Apa tidak bisa di tunda Nak?" Tuan Ito.


"Seharusnya sejak tadi pagi Yah. Hanya saja Tita meminta sedikit waktu pada Kak Nio dan Kak Olla." Kilah Tita.


"Biar Ayah yang telfon Nio. Hari ini Laras pulang, tak enak jika kamu tak di rumah." Tuan Ito.


"Baiklah Yah. Sebentar biar Tita yang hubungi Kak Nio." Tita.


Tita pun kembali ke kamar dengan membawa serta Keina. Beberapa kali Tita mengatur nafasnya untuk mengontrol emosinya. Keina hanya diam memperhatikan Mommy nya. Keina tau Mommy nya sedang tidak baik-baik saja.


Saat Keina mencoba mengatur emosinya terdengar suara deru mobil memasuki halaman rumah. Kemudian terdengar ketukan di pintu kamarnya dari luar. Tita terus menerus mengatur nafanya.


"Ya." Jawab Tita.


"Nyonya sudah di tunggu di bawah. Nona Laras sudah datang." Ucap Bibi dari luar.


"Ya." Jawab Tita singkat.


Tita memandang lekat wajah Keina.


"Sayang keluarlah Nak. Katakan jika Mommy sedang menelfon oke." Titah Tita.


"Baik Mom." Jawab Keina patuh.


Keina pun segera turun untuk menyambut kedatangan Laras dan bayinya. Keina menampilkan senyuman cerianya seolah tidak terjadi apapun.


"Hai,,, Kakak Keina." Sapa Laras.


"Hai Kak. Hai adek." Sapa Keina.


"Keina. Dimana Mommy?" Tanya Nyonya Laura.


"Di kamar Oma sedang menelfon." Jawab Keina.


"Kenapa lama sekali?" Tuan Ito.


"Keina tidak tau Opa." Jawab Keina sekenanya.


"Sudahlah Yah. Biarkan saja." Ucap Nyonya Laura merasa kasian dengan Tita.


Tuan Ito hanya tidak ingin Tita terus berlarut namun sepertinya usahanya gagal. Sedangkan Nyonya Laura tak ingin memaksakan yang akan membuat Tita semakin tertekan.


"Kakak, siapa nama adik nya?" Tanya Keina.


"Namanya Galuh." Jawab Gagah.


"Hai adek Galuh." Sapa Keina kembali.


"Kakak, Buna bisa minta tolong panggilkan Mommy?" Titah Ayumi.

__ADS_1


"Hm... Baik Buna." Jawab Keina kemudian segera naik untuk memanggilkan Tita.


Namun, entah apa yang terjadi setelah kepergian Keina ke bawah. Saat ini Keina begitu terkejut melihat Mommy nya tengah terbaring di lantai. Keina berlari menghampiri Tita yang terbaring di lantai.


"Mommy..." Panggil Keina pelan.


"Mommy...." Teriak Keina setelah beberapa kali membangunkan Tita tak kunjung bangun bahkan tak bergerak sama sekali.


Bibi yang tak sengaja lewat mendengar teriakan Keina pun segera menghampiri kamar Nyonya mudanya karena memang pintu kamar tak tertutup rapat.


"Nona.." Panggil Bibi yang melihat Keina menangis di lantai.


"Bi, Mommy." Ucap Keina saat mendengar panggilan Bibi.


"Astaga! Nyonya." Teriak Bibi terkejut melihat Tita tergeletak di lantai tak sadarkan diri.


Bibi pun segera berlari keluar untuk melaporkan keadaan Tita pada yang lainnya. Bibi berlari menuju ruang utama karena mereka semua sedang berkumpul di sana.


"Maaf Tuan, Nyonya semuanya. Itu Nyonya Tita pingsan." Ucap Bibi panik.


"Apa!!"


Semua pun berlari menuju kamar Tita kecuali Laras yang hanya berjalan menuju kamar Tita karena dirinya baru saja melahirkan. Sementara Bibi mengambil alih bayinya.


"Tita." Teriak Ayumi.


"Mommy Buna." Ucap Keina lirih.


Rehan dan Gagah segera mengangkat Tita dan membaringkannya di tempat tidur.


Gagah pun segera menghubungi Ken dan Ken segera pulang untuk memastikan keadaan Tita. Padahal dirinya tengah memimpin rapat penting tapi apapun demi sang istri Ken akan rela meninggalkan rapat apapun.


Ketika sampai di rumah Ken langsung menuju kamarnya. Dan di sana sudah terdapat dokter pribadi keluarga Ito. Ken segera mendekati Tita.


"Apa yang terjadi?" Tanya Ken.


Semua terdiam. Keina duduk di samping Tita yang tengah di periksa oleh dokter. Suasana hening. Tak ada suara siapapun. Hanya isak Keina yang terdengar di kamar itu.


"Keina." Panggil Ken.


"Keina tidak tau Dad. Tadi Keina panggil Mommy tapi Mommy sudah di lantai.


"Bagaimana?" Tanya Ken pada Dokter.


"Maaf Tuan sepertinya istri anda harus segera di bawa kerumah sakit." Ucap Dokter.


"Apa yang terjadi dengan menantu saya?" Tanya Tuan Ito.


"Maaf tapi Nyonya Muda koma." Dokter.


Huaaa..... Tangis Keina pun pecah. Saat semua panik terdengar suara dering ponsel Tita.


πŸ“±Ken


Hallo...

__ADS_1


πŸ“±Olla


Loh, Ken. Dimana Tita?


πŸ“±Ken


Maaf Kak. Nanti saya jelaskan. Sekarang saya harus segera ke rumah sakit. Kita bertemu di sana nanti.


Tut...


Panggilan pun terputus Olla panik di ujung telfon karena informasi yang di dapatkan rancu. Namum, Olla oun segera menghubungi Tanio untuk segera meluncur ke rumah sakit tak lupa Melan dan Abimana.


Tita di larikan ke rumah sakit. Keina hanya menangis dalam gendongan Rehan. Laras tak bisa ikut karena tidak memungkinkan baginya. Laras pun tetap di rumah dengan di temani Marni.


"Bu, apa karena kepulangan Laras ya Bu." Ucao Laras pada Marni.


"Kita tidak tau apa yang terjadi pada Tita Nak. Kita do'akan saja semoga Tita segera pulih." Marni.


"Amin." Ucap Tita.


Sementara di rumah sakit. Semua tengah berkumpul di depan ruang khusus karena Tita mengalami koma. Semua alat terpasang untuk membantu Tita karena kesadarannya semakin menurun.


"Ada apa?" Tanya Tanio yang baru saja datang.


"Maaf Kak. Saya lalai menjaga Tita." Ucap Ken sopan berbicara dengan Tanio dan Olla di hadapan keluarganya.


"Apa yang terjadi?" Tanio.


"Entahlah Nio. Sejak pagi Tita masih baik-baik saja. Bahkan Tita membantu Ibu menyiapkan penyambutan Laras dan bayinya pulang. Tapi, saat Laras akan datang Tita berpamitan untuk menemui Nak Nio katanya ada hal yang sangat penting yang harus dia hadiri. Tapi, Ayah meminta agar Tita menunda kepergiannya setelah Laras pulang.


Bahkan Ayah menawarkan diri untuk menghubungi Nak Nio. Tapi, Tita menolak dan mengatakan jika Tita yang akan menghubungi Nak Nio. Setelah itu Tita dan Keina pun kembali naik ke atas." Jelas Nyonya Laura.


"Keina sayang, apa Keina melihat sesuatu yang mencurigakan dengan Mommy tadi?" Tanio.


Keina hanya menggelengkan kepalanya.


"Tadi Mommy hanya meminta Keina turun untuk menyambut Kakak dan baby." Jawab Keina kemudian.


Setelah mendengar penjelasan Nyonya Laura dan jawaban Keina akhirnya Ken pun mengerti.


"Kak, Titip Keina." Ucap Ken pada Olla.


"Ken." Ayumi.


"Kalian pulanglah." Titah Ken.


"Ken." Nyonya Laura.


"Pulanglah Bu. Dan tolong siapkan perlengkapan Keina untuk di bawa ke rumah Kak Nio." Ken.


Mereka pun tak dapat berkata apapun. Mereka hanya bisa menuruti apa yang Ken perintahkan. Keina pun menurut ketika Ken memintanya untuk ikut bersama Olla dan Tanio.


🌻🌻🌻


Jangan lupa like dan komennya ya sahabat πŸ™πŸ™πŸ™

__ADS_1


__ADS_2