Jodohku Sahabat Kakakku

Jodohku Sahabat Kakakku
Ibu Hana


__ADS_3

Ayumi, Nyonya Laura dan Tita pergi ke Mall terdekat di kota mereka. Mereka pergi dengan Gagah yang menyetir. Gagah selalu ingin melindungi Onty nya karena rasa sayang nya terhadap Tita dan Ken.


Sampai di Mall mereka langsung menuju toko perlengkapan bayi. Nyonya Laura dan Ayumi semangat memilih pakaian untuk anak perempuan sementara Tita menuruti mereka saja. Tapi, sesekali menolak jika terlalu berlebihan atau Tita tak menyukainya.


"Maaf, Tita ya?" Tanya seorang Ibu paruh baya.


"Hm.. Iya." Tita.


"Masya Allah senangnya saya bisa bertemu dengan kamu lagi. Awalnya saya ragu tadi saat melihat kamu tapi setelah saya ikuti saya yakin itu benar kamu." Ucap Ibu paruh baya tersebut.


"Maaf Ibu siapa ya?" Tita.


"Saya Ibu Hana. Yang kamu tolong setahun yang lalu." Ucap Ibu yang bernama Hana tersebut.


"Maaf Ibu jika Tita melupakan Ibu." Tita.


"Tidak apa-apa. Apa kabar nak? Menikah tidak undang Ibu tau-tau sudah hamil." Hana.


"Iya maaf Bu. Pernikahan Tita Kakak yang atur soalnya Tita masih bekerja dan suami Tita saat itu juga sedang ada dinas luar kota. Maaf ya Bu." Tita.


"Tidak masalah sayang. Ibu masih bisa melihat di siaran televisi." Hana.


Nyonya Laura dan Ayumi melihat ke arah Tita yang tengah asik berbincang bersama dengan seorang wanita. Mereka pun menghampiri Tita dan wanita tersebut.


"Bu, Kak. Kenalin ini Ibu Hana dan Ibu kenalin ini Ibu mertua Tita dan ini Kakak Ipar Tita." Tita.


"Hana!" Nyonya Laura.


"Iya Nyonya. Saya senang ketika melihat berita pernikahan Tita yang ternyata menikah dengan anak Nyonya." Hana.


"Ibu menegenalnya?" Ayumi.


"Ya. Hana dulu bekerja di perusahaan Ayah sebagai sekertaris Ayah. Setelah kepemimpinan di alihkan pada Ken Hana resign." Nyonya Laura.


"Loh, Ibu sekretaris Ayah rupanya. Kenapa tidak datang di pernikahan Kami?" Tita.


"Tidak apa-apa Nak. Karena Ibu pun saat itu sedang di luar kota." Hana.


Setelah melihat lebih dekat ternyata Ayumi san Nyonya Laura mengenal wanita tersebut yang ternyata mantan sekretaris Tuan Ito. Tita bertukar nomor ponsel dengan Hana sebelum Hana berpamitan meninggalkan toko lebih dulu.


Tita pun tak segan memberikan nomer ponselnya. Karena Tita merasa Hana orang baik. Tita dan yang lainnya pun melanjutkan berbelanja. Setelah puas mereka pun membayar belanjaan mereka dan semua di bayar oleh Nyonya Laura dan Ayumi.


Tita di larang menggunakan uangnya oleh Nyonya Laura dan Ayumi. Setelah capek berbelanja mereka pun makan bersama di restoran yang masih berada di mall tersebut. Saat makan Gagah pun ikut gabung bersama.


"Onty makan yang banyak biar ponakan Ga sehat." Gagah.


"Hm.. Yang di khawatirin ponakannya aja nih Onty nya mah ngga." Tita.

__ADS_1


"Tentu Onty ku juga dong." Gagah.


Ayumi dan Nyonya Laura pun tersenyum hangat melihat ke akraban mereka berdua. Suasana akan tambah ramai jika ada Gladys juga ikut serta. Kali ini Tita di kuasai Gagah tanpa gangguan Gladys.


"Gah, apa tidak malu jika ada teman perempuan mu nanti yang lihat? Nanti di kira kamu udah nikah loh." Goda Tita.


"Biar aja." Gagah.


"Kamu itu. Nanti cewek yang ngincer kamu ilfiel loh liat kamu gelayutan sama Onty." Tita.


"Ceh, biar aja Onty. Kalo cintanya tulus akan terima Gagah apa adanya." Gagah.


"Emang kamu punya apa?" Ucap Ayumi dan sukses mendaratkan pukulan manja di lengan Gagah.


"Punya hati yang tulus untuk mencintaimu Bunda ku." Goda Gagah.


"Ceh, dasar anak nakal." Ayumi.


Setelah selesai makan dan berbelanja mereka pun kembali ke rumah. Sampai di rumah Tita langsung masuk kamar dan membersihkan diri. Setelah berganti pakaian Tita kedapur untuk mengambil minum.


Di dapur terdapat nyonya Laura dan Ayumi juga beberapa maid tengah menyiapkan menu untuk makan malam nanti. Nyonya Laura dan Ayumi terbiasa melakukan itu walaupun yang memasak nantinya tetap maid.


"Kamu mau makan apa sayang malam nanti?" Nyonya Laura.


"Hm... Tita masih kenyang Bu. Belum kefikiran makan apa. Apa aja deh pasti Tita makan." Jawab Tita sambil mengusap perutnya yang membuncit.


"Kalo yang ini biar nanti minta sama Daddy nya aja Kak." Tita.


"Masya Allah. Ini anak bener-bener anak Ken ya. Segalanya minta sama Daddy nya." Ayumi.


"Iya nih Kak. Rasanya ga pas gitu kalo bukan Mas yang kasih kalo lagi ada maunya." Tita.


"Kebayang nanti Daddy nya plek ya Ta." Ayumi.


Tita dan Nyonya Laura pun tertawa bersamaan mendengar ucapan Ayumi.


"Kamu menginap disini lagi kan Ay?" Nyonya Laura.


"Ngga Bu. Setelah makan malam Ayu pulang bersama Gagah. Mas Rehan ada jadwal sore ini jadi pulang malam. Gladys ada acara sekolah pulang besok pagi." Jelas Ayumi.


"Acara apa sampai menginap?" Nyonya Laura.


"Tenang Bu. Mas Rehan sudah mengutus orangnya untuk menjaga Gladys." Ayumi.


"Syukurlah." Nyonya Laura.


Tita tersenyum melihat kekhawatiran Ibu mertuanya. Karena tanpa sepengetahuan mereka Tita selalu memerintahkan orangnya untuk menjaga dua keponakannya itu. Terutama Gladys yang masih manja.

__ADS_1


Tita membawa jus nya ke dalam dan duduk di depan televisi sambil meminum jusnya. Tita menyalakan chanel televisi yang menayangkan acara komedi.


"Apa mau di ambilkan cemilan Nyonya muda?" Bibi.


"Tidak Bi. Tita masih kenyang. Tolong ambilkan air putih saja Tita lupa membawanya tadi." Tita.


"Gagah minta di bawakan cake Bi sama minumnya sekalian." Titah Gagah yang baru saja datang untuk bergabung bersama Onty nya.


Gagah menyandarkan kepalanya di bahu Tita. Tita mengusap lembut kepala keponakan suaminya itu.


"Ada apa?" Tita.


"Tidak ada." Gagah.


"Jangan menyembunyikan sesuatu dari Onty Gah." Tita.


"Bagaimana bisa. Onty akan tau tanpa Gagah katakan." Gagah.


"Nah itu tau. Ada apa?" Tita.


"Ada cewek rese Ty. Gagah jadi risi kalo ada dia." Gagah.


"Satu jurusan?" Tita.


"Hm... Tapi, untunglah tidak satu kelompok Onty. Kalo sampe satu kelompok matilah." Gagah.


"Jangan begitu. Nanti jatuh cinta." Tita.


"Onty... Satu lagi Onty yang bikin Gagah kesel." Gagah.


"Apa lagi? Hm..." Tita.


"Gagah di terima praktek di tempat kerja Ayah." Gagah.


"Ngga apa-apa sayang. Kamu profesional aja melakukan apapun. Jangan malas-malasan dan buktikan kalo kamu bisa bukan karena Ayah." Tita.


"Hm... Tetep aja Ty. Semua pasti akan melihat karena Ayah." Gagah.


"Memangnya teman-teman kamu tau kalo tempat kalian praktek milik Ayah kamu?" Tita.


"Gagah ngga tau Ty. Tapi kan nanti ada Om Dewa sepupu Ayah." Gagah.


"Om Dewa pasti akan bersikap profesional Sayang. Yakin deh. Dan kamu juga jangan sakit hati jika Om Dewa menegur kamu." Tita.


"Siap Onty." Gagah.


🌻🌻🌻

__ADS_1


Jangan lupa like dan komennya ya sahabat 🙏🙏🙏


__ADS_2