Jodohku Sahabat Kakakku

Jodohku Sahabat Kakakku
Undangan Makan Malam


__ADS_3

Daren dan Keina pulang dengan perasaan yang bahagia. Keduanya tidak menyangka jika Keina berbadan dua. Karena keduanya selalu di sibukkan dengan segala macam acara yang membuat Keina tidak menyadari kedatangan tamu bulanannya.


Ken dan Tita sudah menunggu di mansion. Begitu mobil Daren memasuki halaman mansion Tita segera berdiri dari duduknya menanti kedatangan anak dan menantunya.


"Duduk saja sayang. Mereka pasti ke sini kok." Ken.


"Tita ga sabar Mas. Pengen denger ceritanya." Tita.


"Tenang sayang." Ken.


Daren dan Keina berjalan ke arah mereka yang memang duduk di taman depan menunggunya. Keduanya menampilkan senyumannya yang mengartikan jika keduanya tengah bahagia.


"Bagaimana?" Tita.


Daren dan Keina saling pandang kemudian keduanya menatap Tita dan Ken bergantian. Membuat Ken dan Tita semakin penasaran. Setelah diam beberapa saat Daren dan Keina menganggukkan kepala mereka bersamaan.


"Alhamdulillah..." Ucap Ken dan Tita bersamaan.


Keina menghambur kedalam pelukkan Tita. Ken dan Daren pun saling berpelukkan khas pria. Ken mengucapkan selamat pada menantunya karena akan segera menyandang status Ayah.


"Selamat sayang.." Ucap Tita bergetar.


"Makasih Mom." Keina.


Sebagai rasa syukur mereka. Tita meminta Maid menyiapkan makan malam sepesial malam ini. Marni yang kebetulan baru datang dari rumah Laras heran melihat Tita berkutat di dapur.


"Ta, mau ada tamu?" Marni.


"Ibu.. Kemarilah. Ibu akan punya cicit." Tita.


"Cicit!" Marni.


Marni heran. Bukankah Olla sudah memberitahukan padanya jika Raya tengah hamil. Seolah mengerti kebingungan Marni Tita pun kembali mengatakannya.


"Ibu akan punya dua Cicit. Dari Raya dan Keina." Tita.


Marni menutup mulutnya tak menyangka. Matanya berkaca-kaca mendengar kehamilan Keina. Belum usai keterkejutannya tiba-tiba terdengar tangis Keina dari atas.


"Ada apa?" Tanya Marni panik.


"Itu pasti Daren ke kamar mandi Bu." Tita.


"Maksudnya?" Tanya Marni tak mengerti.


"Karena itulah kita tau jika Keina hamil Bu. Bayinya ga mau jauh dari Daddy nya. Setiap Daren jauh dari penglihatan Keina pasti Keina menangis." Jelas Tita.


"Astaga!! Benar-benar anak Daren." Marni.


"Tita juga dulu gitu Bu. Pas hamil Keina. Ga mau lepas dari Mas Ken." Ucap Tita cengengesan.

__ADS_1


"Ya ampun... Kau akan merasakan kerepotan Ibu mertuamu dulu Ta." Ucap Marni.


"Ya, Ibu benar hahaha..." Tita.


Keduanya terus berbincang sambil memasak di bantu oleh maid tentunya mereka hanya mengambil sebagian kecil di dalamnya.


"Sayang, apa kau sudah menghubungi Melan dan Abi?" Ken.


"Astaga! Maaf Mas Tita lupa." Tita.


Tita lun segera mengambil benda pipihnya dan menghubungi sahabatnya Melan untuk datang ke mansion malam nanti. Tita dan Ken sengaja hanya Melan dan Abi yang di undang. Karena untuk keluarga yang lain biar nanti saat acara syukuran saja.


Melan dan Abi pun bersedia datang malam nanti tertunya bersama dengan Andre juga. Melan heran karena Tita mengundangnya secara dadakan.


"Ada apa Mam?" Andre.


"Kita di undang makan malam di mansion." Melan.


"Ada acara apa?" Andre.


"Mami tidak sempat menanyakannya tadi Tante Tita langsung menutup telfonnya. Apa Om Ken ada datang ke kantor menemui Papi?" Melan.


"Rasanya tidak ada. Seharian kita ada acara di luar Mi." Andre.


Selain di sibukkan dengan kuliahnya Andre memang sambil membantu Abi di perusahaan itu yang membuatnya selalu berkilah ketika Kinan menanyakan kelanjutan hubungan mereka.


"Ya Mam." Andre.


Mereka pun masuk kedalam kamar masing-masing bersiap-siap untuk pergi ke mansion memenuhi undangan makan malam Tita. Saat mobil Abi keluar dari halaman rumahnya bersamaan dengan mobil Damar yang akan masuk ke rumah Nio bersama dengan Zizi.


"Om.. Mau pergi?" Sapa Damar.


"Iya Mar. Dari mana?" Tanya Abi yang kebetulan menyetir.


Damar tidak melihat Andre ada di dalam mobil Abi karena Andre memilih duduk di belakang.


"Mau numpang makan di rumah Om Ken." Jawab Abi santai.


"Wah, kenapa ga di rumah Ayah saja Om?" Damar.


"Di rumah Ayah kalian sudah sering. Gantian di rumah Om Ken." Jawab Abi tersenyum.


"Hahaha... Baiklah Om, Tan hati-hati. Salam untuk keluarga Om Ken." Damar.


"Oke." Abi.


Abi pun melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju mansion Ken. Dan Damar pun memasukkan mobilnya ke halaman rumah Nio.


"Mau kemana Papi?" Tanya Zizi yang tidak terlalu mendengar obrolan Damar dan Abi karena dirinya tengah menelfon.

__ADS_1


"Katanya mau numpang makan di mansion Om Ken." Jawab Damar.


"Hah! Astaga! Sepertinya pekerja di rumah Mami dan Papi mulai makan gajih buta." Zizi.


"Maksudnya?" Tanya Damar.


"Ya. Mereka terkadang makan di sini dan sepertinya sering juga makan di mansion." Zizi.


"Hus... Ga apa-apalah sayang." Damar.


"Zi rasa itu yang membuat mereka cepet kaya hahaha..." Zizi.


"Sepertinya kita harus mencontoh mereka sayang biar cepat kaya hahaha..." Damar.


"Bukan ide yang buruk." Zizi.


Mereka pun masuk kedalam rumah. Sementara Abi dan keluarga kecilnya sampai di mansion. Ken menyambut kedatangan sahabatnya itu. Abi sedikit aneh melihat Ken menyambutnya dengan wajah yang bahagia.


Begitu juga dengan Melan yang di sambut Tita dengan berlebihan menurutnya.


"Ada apa?" Melan.


"Ceh, kau ini. Kebanyakan makan di rumah Kak Olla nih jadinya begini." Tita.


"Huh... Kau saja yang tak pernah mengundang kami makan di sini." Melan.


"Emang Kak Olla ngundang kalian? Bukannya kalian sendiri yang selalu datang numpang makan." Ledek Tita.


Mereka pun tertawa bersama. Berita bahagia yang akan mereka sampaikan pun masih tersimpan dengan rapih. Daren dan Keina belum turun karena belum saatnya makan malam.


"Loh, ada tamu rupanya. Om, Tan apa kabar?" Sapa Daffin yang baru saja datang.


"Kabar baik Daff. Dari mana?" Abi.


"Baru dari rumah temen Om. Wah, ada Bang Andre juga. Tumben Bang kosong." Sindir Daffin karena tak biasanya Andre mau datang untuk kumpul setelah Zizi bersama Damar.


"Ceh, giliran gw ga datang lu nyari sekarang gw ada di sini malah lu bilang tumben." Andre.


"Hahaha... Calon Abang ga ikut?" Daffin.


"Nanti kalo lu ada calon juga biar lu ga ngenes jomblo." Andre..


"Ye... gw mah ada Nenek. Iya kan Nek." Ucap Daffin saat melihat Marni berjalan ke arah mereka.


Marni hanya tersenyum mendengar pertanyaan cucunya. Abi dan Melan juga Andre bersalaman dan menyapa Marni ibu angkat rasa kandung bagi Tita. Bahkan Marni lebih betah tinggal di rumah anak angkatnya dari pada di rumah Laras anak kandungnya.


Bukan karena rumah Laras lebih kecil lebih ke rasa nyama saja. Karena tak jarang Marni pun selalu menginap di rumah Laras. Laras dan Tita selalu melayani dirinya. Marni pun tak pernah membandingkan Tita dan Laras. Baginya keduanya sama-sama anak dia dan Burhan.


🌻🌻🌻

__ADS_1


__ADS_2