
Tita membeli macaron dan beberapa cake kesukaannya dan kesukaan Ken. Tita membeli banyak mengingat ada Aldi dan Jessie juga di rumah mereka.
Ken memasuki gerbang rumahnya bersamaan dengan Aldi datang. Aldi turun lebih dulu dan berdiri menunggu Ken dan Tita. Setelah Tita dan Ken turun Aldi menyalami Tita dan Ken kemudian membantu Ken membawakan belanjaan mereka dan koper mereka.
Tita berjalan lebih dulu membawa paper bag macaron kesukaannya. Tita berjalan lebih cepat dan memanggil Ibu dan Ayah mertuanya juga tak lupa Jessie.
"Ibu,,, Ayah,,, Jessie..." Teriak Tita.
"Jangan berlari sayang." Teriak Ken memperingati.
"Jess pasti senang kalian datang." Aldi.
"Maaf kami pergi terlalu lama." Ken.
"Tidak masalah Om. Kami yang tak enak tinggal di sini." Aldi.
"Ceh, santai saja Al." Ken.
"Hm.. Om, tadi Al bertemu dengan Papi Artur." Ucap Aldi.
"Kak Artur marah?" Ken.
"Tidak Om. Papi akan datang sore ini menggunakan taxi." Aldi.
"Jangan, terlalu mencurigakan jika ada taksi memasuki rumah ini. Kamu bilang Papi mu nanti Anton menjemputnya." Ken.
"Baik Om." Aldi.
Mereka pun masuk kedalam dan terlihat Tita sedang bergelayut manja pada Nyonya Laura. Dengan Tuan Ito dan juga Jessie di sana. Jessie sangat senang akhirnya Tita datang kembali dan dirinya tak kesepian lagi.
"Mas, sudah pulang juga?" Jessie.
"Iya. Temani Mas dulu sayang." Aldi.
"Jess permisi dulu Tante." Pamit Jessie pada Tita.
Dan Tita hanya menganggukkan kepalanya kemudian menatap Ken seolah bertanya ada apa. Ken yang mengerti tatapan sang istri pun langsung duduk bergabung dengan yang lainnya.
"Bi, tolong bereskan ini ya." Pinta Ken pada Bibi menunjuk bawaannya.
"Baik Tuan." Bibi.
Ken menatap Ayah, Ibu dan istrinya kemudian menghela nafasnya.
"Kak.Artur akan datang sore ini." Ken.
__ADS_1
"Kak Ai sudah tau?" Tita.
"Tidak. Hanya Kak.Artur saja. Nanti kita dengar ceritanya saja. Sekarang kita bersihkan diri kita dulu ayo. Masa nanti Kak Artur datang kita tinggal mandi." Ajak Ken.
"Hm... Ya sudah." Tita.
"Apa tidak curiga Aiko jika Artur datang kesini Ken?" Tuan Ito.
"Anton yang akan menjemputnya Yah. Tadi Ken sudah mengirim pesan pada Anton untuk menjemputnya dan Anton bersedia." Ken.
Setelah Ken dan Tita masuk. Tuan Ito pun mengajak Nyonya Laura ke kamar untuk beristirahat sejenak.
"Apapun keputusan Artur nanti kita dukung saja ya sayang. Pastinya Artur juga akan memberikan yang terbaik untuk putrinya." Tuan Ito.
"Iya Mas. La ikut saja." Nyonya Laura.
Sementara di kamar Jessie.
"Sayang, Mas tadi bertemu dengan Papi ngga sengaja." Aldi.
"Dimana? Terus Papi marah Mas?" Jessie.
"Tidak. Papi malah tidak tau tentang Mami. Mas juga belum cerita sama Papi kalo kamu resign dari kerjaan dan sekarang sedang mengandung anak kita." Aldi.
"Ah, syukurlah. Terus gimana Mas Jess takut Papi marah Jess resign." Ucap Jessie menunduk.
"Makasih ya Mas. Jangan pernah tinggalin Jess ya Mas." Jessie.
"Iya sayang. Sekarang Mas mandi dulu ya." Aldi.
"Jess juga belum mandi." Ucap Jessie menampilkan deretan gigi putihnya.
"Astaga! Kesayang Mas belum mandi aja wangi dan cantik begini apalagi mandi Mas ga akan biarkan siapapun melihatnya." Goda Aldi.
"Mas ih..." Ucap Jessie dengan wajah yang memerah.
Aldi dan Jessie pun mandi bersama dan tentunya bukan hanya mandi yang mereka lakukan tapi sedikit olah raga ringan 🤭.
Begitu pun dengan pasangan Tita dan Ken. Keduanya melakukan mandi bersama dan olah raga bersama. Setelah selesai Ken membantu Tita mengeringkan rambutnya begitu juga dengan Tita.
Setelah keduanya segar Ken dan Tita pun keluar untuk menikmati udara sore. Terlihat Tuan dan Nyonya Ito pun baru saja keluar dari kamar mereka.
"Ibu.." Panggil Tita.
"Mau kemana?" Nyonya Laura.
__ADS_1
"Mau makan macaron Bu di belakang." Tita.
"Owh! Ya sudah. Ibu mau ke dapur liat bibi siapin buat kita makan malam kita." Nyonya Laura.
"Ayah mau kemana? Kok Cakep?" Tita.
"Ada pertemuan di RT. Ayah mau ke sana." Tuan Ito.
"Hm... Hati-hati ya Yah. Awas juga nanti ada ibu-ibu yang godain Ayah." Goda Tita.
"Ceh, kamu ini. Ayah sudah Tua. Cucu Ayah saja sudah mau punya anak kok." Tuan Ito.
Tuan Ito pun pergi tanpa menghiraukan godaan anak menantunya. Nyonya Laura pergi ke dapur dan Ken juga Tita pergi ke taman belakang seperti rencana sebelumnya. Tita meminta Bibi untuk membawakan air minum ke belakang.
"Sayang,, Mas tak pernah berhenti bersyukur mendapatkan kamu." Ken.
"Mas, jangan gombal deh." Tita.
"Mas serius sayang. Mas hampir pasrah ketika Mas selalu mendapatkan perempuan yang hanya menginginkan harta yang Mas punya. Bahkan saat pertama Mas ketemu kamu Mas pun sempat berfikir kamu pasti baik kepada kami karena harta." Ken.
"Tapi, setelah Mas mengenal kamu lebih dekat Mas yakin kamu berbeda. Dan Mas bertekad dalam hati jika kamu menerima Mas maka Mas tidak akan menunggu lama. Makanya Mas langsung ajakin kamu nikah." Jelas Ken lagi.
"Hm... Bukannya Mas sudah tau Tita dari Kak Nio?" Tita.
"Mas tau cerita kamu tapi Mas tidak pernah tau yang mana kamu. Bahkan saat kita makan malam bersama saja Mas tidak pernah menyangka jika Kamu yang selalu Nio ceritakan pada Kami." Ken.
"Kak Nio ga pernah cerita kalo Tita sahabatan sama Olla istrinya?" Tita.
"Cerita sayang. Tapi, Mas ga pernah kefikiran itu kamu. Bayangan Mas adiknya Nio itu pasti out fit nya branded. Walaupun Nio cerita kalo adiknya itu sangat berbeda. Tapi, Mas fikir setidaknya pasti branded." Ken.
"Ternyata udik ya?" Tanya Tita dan di akhiri tawa renyahnya.
"Ish... Siapa bilang. Justru Mas suka kamu yang selalu tampil apa adanya kamu tanpa harus mengikuti lingkungan. Dan Mas jatuh hati lebih lagi saat kita ketemu di makan malam itu." Ken.
"Kok Bisa?" Tita.
"Ya kan Mas sebelumnya menilai kamu baik karena materi. Tapi ternyata kamu bisa bergaul dengan Olla seorang istri dari Tanio Martin dan Kamu tetap dengan sederhananya kamu ngga mengikuti Kak.Olla maupun Melan istri dari Abimana." Jelas Ken.
"Dan beginilah sekarang seorang Tita Martin sebagai istri dari Ken Ito." Tita memuji suaminya.
"Dan Mas selalu menginginkan kamu terus menjadi Tita tidak pernah berubah." Ken.
Ken membawa Tita kedalam pelukkannya dan Tita pun menenggelamkan kepalanya di dada bidang Ken. Tempat ternyaman bagi Tita setelah mengenal Ken. Ken yang dapat mengalihkan dunianya bahkan mengikis keberadaan Aldi di hatinya.
🌻🌻🌻
__ADS_1
Jangan lupa like dan komennya ya sahabat 🙏🙏🙏