Jodohku Sahabat Kakakku

Jodohku Sahabat Kakakku
Beruntung


__ADS_3

Ken dan Bagas berjalan mendekati Tuan Ito dan Burhan. Ken duduk di sebrang Burhan dan Bagas duduk di samping Burhan. Ken meminta Bibik mengambilkan minuman dingin untuknya dan Bagas.


"Bagaimana persiapan pernikahan ulang kalian Han?" Bagas.


"Semuanya sudah hampir selesai Om." Ken yang menjawabnya.


"Kau yang menyiapkannya?" Bagas.


"Bukan. Anton yang menyiapkannya di bantu Tari sekretaris Tita.


"Owh! Begitu. Kapan acaranya?" Bagas.


"Kalo tidak ada halangan besok malam Om. Karena paginya Bapak dan Ibu akan langsung pergi ke puncak." Ken.


"Puncak?" Bagas.


"Ya Gas. Aku dan istriku akan kembali membangun peternakan Tita yang terbengkalai karena pengelola terdahulu telah berpulang." Burhan.


"Semoga kamu bisa menjalankannya dengan baik ya Han." Bagas.


"Ya, walaupun ini kali pertama untuk ku. Aku akan berusaha. Karena aku ingin membuat Tita bahagia. Walau bagaimana pun Tita adalah anak perempuan pertama ku setelah aku bertemu dengannya." Burhan.


"Kau beruntung bertemu dengannya Han." Puji Bagas.


"Lebih dari beruntung Gas." Burhan.


"Kalian terlalu memuji istriku." Ken.


"Karena kau sangat bodoh jika menelantarkan Istrimu." Tuan Ito.


"Bagaimana mungkin Ayah." Ken.


"Ya, karena kau terlalu bucin menurut anak jaman sekarang." Jawab Tuan Ito dan mereka pun tertawa lepas.


Tak lama Ayumi datang dan memberikan papre bag pada Burhan untuknya dan Marni. Ayumi duduk di samping Tuan Ito dan menyandarkan kepalanya di bahu Tuan Ito.


"Hei, kau tidak malu dengan besan mu?" Tuan Ito.


"Kenapa harus malu Ayah. Kau Ayah ku dan besan ku tau itu." Ayumi.


"Kau memang anak manja." Tuan Ito.


"Dimana Keina dan Tita?" Ayumi.


"Merek tidur Kak." Ken.


"Baguslah. Semalaman Keina tak tidur." Ayumi.


"Jangan lupakan aku dan istriku yang juga tak tidur Yu." Bagas.


"Ceh, iya Om. Karena Keina hanya ingin bersama kalian." Ayumi.


"Tidak masalah dia cucu kami maka kami akan dengan senang hati merawatnya meskipun lelah." Bagas.


"Terima masih Om. Beruntungnya kami berada dekat bersama orang-orang yang menyayangi kami." Ken.

__ADS_1


Nyonya Laura, Marni dan Hena selesai berkebun dan telah membersihkan dirinya mereka kemudian bergabung bersama para pria dan Ayumi. Laras dan Gladys pun ikut bergabung setelah menonton drama.


"Ras, kau yakin tak akan pergi berbulan madu bersama Gagah?" Ayumi.


"Mungkin tidak dalam waktu dekat Bun. Kasian juga Kakak lagi sibuk-sibuknya. Tapi, sepertinya kami akan pindah ke apartemen. Begitu kata Kakak." Laras.


"Heh, ngapain juga pindah apartemen? Kalian tidak nyaman tinggal di rumah ini?" Nyonya Laura.


"Kata Kakak biar kita lebih mandiri Oma." Laras.


"Ya Bu. Biarkan saja mereka rasa hidup berdua dulu." Ayumi.


"Ya Bu. Kan masih ada kita disini." Ken.


"Ya baiklah-baiklah." Nyonya Laura.


"Malam ini Kami pun akan berpamitan Kak. Kasian Angga mengurus perusahaan sendiri dan sendiri juga di rumah." Pamit Bagas.


"Dan kalian akan tidur dengan tenang tanpa gangguan cucu." Ledek Nyonya Laura.


"Kau tau saja." Bagas.


Tita datang bersama Keina yang berjalan sendiri dengan di tuntun oleh Tita. Keina terlihat sangat ceria berada dekat dengan Mommy nya. Keina memang obat yang paling ampuh bagi Tita dan Ken.


"Tita sejenak melupakan kesedihannya dan dirinya berusaha tegas dan baik-baik saja di hadapan Keina. Tita tau bukan hanya Tiara yang telah tiada yang membutuhkan dirinya saat ini tapi juga Keina yang sangat menbutuhkannya.


"Daddy.." Teriak Keina yang sudah sangat fasih mengatakannya.


"Hei, sayang." Ucap Ken merentangkan tangannya dan berdiri di atas lututnya mensejajarkan tingginya dengan Keina.


"Tita, kau baik-baik saja Nak?" Burhan.


"Ya Pak." Jawab Tita tersenyum hangat.


Tita tau pasti Burhan sangat menghawatirkannya. Karena Tita dan Burhan cukup dekat sejak pertemuan mereka. Tita lebih sering datang ke rumah utama sejak Burhan bersembunyi di sana.


Karena cuaca sudah hampir gelap mereka semua pun memasuki rumah. Nyonya Laura meminta maid menyiapkan makan malam untuk mereka. Hena berpamitan ke kamar untuk membereskan perlengkaoannya dengan Bagas karena mereka akan berpamitan pulang.


Sementara Burhan pamit lebih dulu pulang ke rumah Utama Durant tanpa ikut makan malam karena dirinya akan mempersiapkan diri untuk acara besok malam yang akan di adakan di rumah utama keluarga Ito.


Marni dan Laras pun mengantarkan Burhan hingga Burhan masuk kedalam mobil dengan menggunakan masker. Bersamaan mobil yang membawa Burhan keluar. Mobil Gagah memasuki area rumah.


"Sore Bu, Sayang." Sapa Gagah.


"Kenapa baru pulang Nak?" Marni.


"Ada operas mendadak Bu." Gagah.


"Kau tau itu Nak?" Marni.


"Tentu Bu. Jika tidak Laras akan uring-uringan sejak tadi siang." Gagah yang menjawabnya.


"Iiih,,, ngga kok." Elak Laras.


"Dan pastinya Laras tidak akan menyambut kedatangan Gagah Bu." Ucap Gagah melanjutkan menggoda istrinya.

__ADS_1


"Hmm.. Ya kau benar Nak." Marni.


"Ibu,,," Rengek Laras.


"Kau bantu suamimu setelah itu cepatlah kalian turun semua menunggu di meja makan." Titah Marni.


"Baiklah Bu. Kami ke atas dulu." Gagah.


Laras dan Gagah pun pergi ke kamar mereka. Laras menyiapkan air untuk Gagah kemudian menyiapkan pakaian yang akan di kenakan Gagah sementara Gagah mandi.


"Kak, maaf Laras sudah mengatakan rencana kita pindah ke apartemen pada Bunda dan yang lainnya." Ucap Laras ketika Gagah baru saja keluar dari kamar mandi.


"Ya, baguslah sayang. Jadi Kakak tidak perlu mencari alasan lagi." Ucap Gagah merangkul pundak Laras.


"Kakak tidak marah?" Laras.


"Untuk apa marah sayang. Kakak tidak akan marah hanya karena hal sepele." Gagah.


"Terima kasih Kak." Laras.


Laras memeluk Gagah yang masih mengenakan handuk saja.


"Kau tidak akan membiarkan suamimu ini mengenakan baju dulu? Atau kau sengaja ingin meminta jatah sore." Goda Gagah.


"Kakak,,, mesum." Ucap Laras menghindari Gagah dengan wajah yang memerah.


"Hahaha... Kau sangat menggemaskan sayang." Gagah.


"Cepatlah kenakan baju Kakak. Yang lain sudah menunggu kita." Laras.


Gagah pun mengenakan pakaiannya begitu saja di hadapan Laras. Laras yang sudah mulai terbiasa pun hanya diam melihat aksi suaminya. Setelah siap mereka berdua pun turun untuk bergabung makan malam.


"Malam semuanya." Gagah.


"Malam..."


"Tata..." Panggil Keina.


"Hei cantik. Kau makan sendiri?" Tanya Gagah pada adiknya.


"No." Jawab Keina.


"Siapa yang menyuapi mu cantik?" Tanya Gagah lagi.


"Nene." Tunjuk Keina pada Marni.


"Huh! Kau selalu saja membuat repot orang lain. Belajar mandiri adik ku." Gagah.


"Ote.". Jawab Keina mantap seolah mengerti ucapan Gagah.


Yang lain pun tersenyum dan menggelengkan kepalanya mendengar percakapan mereka berdua. Yang satu tak tau berbicara pada siapa yang satu sok ngerti padahal hanya jya saja.


🌻🌻🌻


Jangan lupa like dan komennya ya sahabat 🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2