
Keesokan harinya Ayumi sengaja meliburkan diri dari butik karena ingin menyambut putra sulungnya pulang dari berbulan madu. Ayumi tidak mau kejadian pulangnya Gladys dan Angga terulang dimana dirinya tak mengetahui jika Gladys dan Angga pulang dari berbulan madu.
Rehan sudah pergi ke rumah sakit sejak lagi tadi dirinya ingin pulang cepat untuk bertemu dengan putra sulungnya juga menantunya. Gladys dan Angga masih di rumah itu karena Orang tua Angga tengah ke luar kota.
Tita mengurus Keina yang begitu manja karena ingin ikut bersama Ken ke kantor sementara Ken tidak bisa karena akan ada meeting di luar bersama kliennya.
Tuan dan Nyonya Ito hanya bersantai saja menikmati suasana pagi. Keduanya sudah membujuk Keina tapi Keina yang tengah marah pun tak dapat di bujuk. Akhirnya Tita menutuskan untuk pergi ke rumah Olla.
Akhirnya Keina pun mau di ajak ke rumah Olla untuk bertemu dengan Zayn karena Zio pergi ke sekolah. Tita meminta supir menyiapkan mobil untuk mengantarkan mereka berdua. Karena Keina yang rewel.
Gladys menggoda Keina yang akan pergi bersama Tita hingga Kiena pun menangis kencang. Ayumi memarahi Gladys dan Keina semakin mengeratkan pelukannya pada Tita.
"Sudah Kakak Buna marahin nakal sama Keina ya. Keina hati-hati ya. Jangan pulang terlalu sore nanti kan ada Kakak Gagah pulang sama Kak Laras." Pesan Ayumi.
Keina hanya menjawab dengan anggukan di sela isakannya. Tita hanya tersenyum menanggapinya. Tita dan Keina pun berpamitan pada Tuan dan Nyonya Ito. Sebelumnya Tita sudah menghubungi Olla jika dirinya dan Keina akan datang berkunjung.
Sampai di rumah Olla rasa kesal Keina karena di tinggalkan oleh Ken ke kantor musnah sudah. Keina asik bermain bersama Zayn di temani suster Zayn.
"Kak, coba Melan masih ada ya. Kita bisa kumpul lagi." Ucap Tita.
"Ya, segitu juga mereka masih menyempatkan bertemu dengan kita Dek. Kak.Abi kan sibuknya melebihi suami-suami kita." Olla.
"Iya Sih. Gimana kalo kita aja yang berkunjung ke sana Kak?" Usul Tita.
"Kakak sih ayo aja. Tapi, gimana Zio dia kan sudah bersekolah ga mungkin dia ijin terlalu lama. Belum kamu tau sendiri suami kita juga sibuk." Olla.
"Hm... Ya udah nanti libur sekolah Zio aja gimana? Kan masih ada waktu tuh. Biar Kak Nio sama Mas Ken juga mempersiapkan diri." Usul Tita.
"Oke. Nanti Kakak coba bilang sama Kak Nio deh. Adik ya ini yang minta." Olla.
"Makasih Sister. Lagian kita juga udah lama kan ga pergi ke luar?" Tita.
"Iya sih. Apalagi mengunjungi Melan sudah lama sekali terakhir saat Zio usia enam bulan
Itu pun hanya sebentar karena Melan malah melahirkan putranya." Olla.
__ADS_1
"Bukan malah melahirkan Kak. Emang dasar aja udah waktunya lahir." Tita.
"Hehe... Iya sih." Olla.
Percakapan keduanya pun terus berlangsung hingga waktu makan siang datang. Tanio yang selalu menyempatkan diri makan siang di rumah pun datang bersama Zio yang di jemputnya di sekolahan.
Mereka pun makan siang bersama suatu hal yang jarang terjadi juga di antara Tita dan Tanio setelah Tita menikah dengan Ken. Karena Tita selalu saja mengikuti kemana Ken pergi.
"Ken tidak makan siang di sini?" Tanio.
"Ngga Kak. Nanti juga ga bisa jemput karena berlawanan awah." Tita.
"Astaga! Kenapa begitu sih? Ga jadi masalah dong." Protes Tanio.
"Tita yang minta Kak. Untuk menghemat waktu. Karena siang ini Gagah pulang. Makanya Tita juga bawa supir. Setelah ini Tita pamit pulang juga." Tita.
"Loh, bukannya Gagah masih beberapa hari lagi ya?" Tanio.
"Kak Ayu dan Kak Rehan yang minta Gagah pulang. Untuk mengobati Kak Aiko bersama Dokter Emanuel." Tita.
"Owh! Iya. Bagaimana perkembangannya sekarang Kak Aiko?" Olla.
"Semoga cepat pulih ya." Olla.
"Apa penyebabnya Dek?" Tanio.
"Kita belum tau Kak. Karena belum banyak bertanya pada mereka. Kak Rehan juga belum banyak bercerita. Karena setau kami tidak ada riwayat apapun sebelumnya. Hanya menurut Kak Artur memang Kak Ai tekanan darahnya tinggi." Jelas Tita.
"Hm... Bisa jadi karena itu ya. Banyak fikiran jadi deh ambruk." Olla.
"Ceh, ala yang di fikirkan dia." Tanio.
"Banyak dong Mas. Apalagi tentang kelakuan anak semata wayangnya itu." Olla.
"Sudahlah Kita do'akan yang terbaik saja buat dia." Tanio.
__ADS_1
"Amin."
Setelah beristirahat setelah makan siang Tita dan Keina pun berpamitan pada Olla karena Tanio sudah lebih dulu pergi ke kantor. Kali ini tak ada drama diantara Zayn dan Keina karena Zayn tertidur setelah makan siang. Mungkin terlalu lelah bermain hingga tertidur.
Hanya Zio dan Olla yang mengantarkan Keina dan Tita. Keina pun tak banyak perlawanan karena dirinya pun sudah sangat mengantuk. Benar saja begitu mobil berjalan tak jauh dari rumah Olla Keina sudah tertidur di pangkuan Tita.
"Apa kita langsung pulang Nyonya?" Tanya supir Tita.
"Hm.. Kita ke toko kue biasa dulu ya Pak. Tita mau beli kue coklat sama strawberry seperti biasa." Tita.
"Baik Nyonya." Supir.
Pak supir pun segera menuju toko kue langganan Keluarga Ito. Tita tak dapat turun dari mobil karena Keina yang tertidur. Akhirnya Tita meminta Pak Supir untuk mengambilnya ke dalam. Karena sebumnya Tita sudah memesan via telfon dan sudah membayarnya.
Dua buah kue dan satu kotak macaron kesukaan Tita dan Keina. Tak lupa Tita mengucapkan terima kasih pada Pak supir karena sudah mau mengambilkan kue pesanannya.
Setelah kue di dapat mereka pun segera menuju rumah utama keluarga Ito. Sampai di rumah utama dengan sedikit kesusahan Tita membawa Keina turun dari mobil karena Keina yang maish tertidur pulas.
Pak supir pun tak dapat membantu karena Keina akan terbangun dan menangis jika bukan Tita yang menggendongnya. Tita pun hanya meminta Pak supir membawakan Tas yang di bawanya dan kue yang dibelinya tadi.
Pak supir pun membuntuti Tita dan Keina masuk ke dalam. Kemudian Pak supir memberikan tas dan kue Tita pada Bibi yang menyambut mereka di pintu utama.
"Astaga! Keina tidur?" Ayumi.
"Iya Kak. Tita mau bawa ke kamarnya dulu." Tita.
"Ya Tuhan. Kuat bangey sih kamu Ta." Ayumi.
"Karena Tita sudah terbiasa Yu. Walaupun menurut kita berat belum tentu menurutnya berat." Nyonya Laura.
"Kau benar Bu. Tita selalu bisa menggendong Keina padahal Keina semakin tingga dan berat." Ayumi.
"Kamu pun dulu begitu pada Gagah dan Gladys. Lupa?" Nyonya Laura.
"Hehehe... Iya juga ya." Ayumi menggaruk kepalanya yang tak gatal.
__ADS_1
🌻🌻🌻
Jangan lupa like dan komennya ya sahabat 🙏🙏🙏