Jodohku Sahabat Kakakku

Jodohku Sahabat Kakakku
Film Horor


__ADS_3

Setelah sedikit beristirahat Tuan dan Nyonya Ito di bantu Keina dan yang lainnya menyelesaikan sedikit pekerjaan mereka. Karena matahari sudah hampir di atas kepala mereka pun mengakhiri pekerjaan mereka.


Karena lelah bermain Keina meminta Tita menggendongnya. Laras membawa keranjang bekas makanan mereka dan Ayumi membawa peralatan berkebun yang pagi tadi di bawa Tuan Ito. Sementara Tuan dan Nyonya Ito berjalan bergandengan.


Gladys yang baru saja datang dari kampus betapa bahagianya melihat pemandangan keluarganya yang baru saja pulang dari kebun. Gladys mengembangkan senyumannya melihat ke arah mereka.


"Bi,,, siapkan makan siang." Teriak Gladys.


"Iya Nona." Jawab Bibi.


Ayumi yang melihat anak gadisnya berdiri di teras menyunggingkan senyumannya.


"Hai sayang. Baru datang?" Sambut Ayumi.


"Iya Bun. Bunda tidak ke butik?" Gladys.


"Ya. Libur sehari untuk berkebun lebih menyebangkan." Ayumi.


"Hm... Kalian mandilah bau matahari." Ledek Gladys.


"Hei,,,, anak na kal. Sini kamu. Biar Bunda peluk kamu." Goda Ayumi.


Gladys pun berlari membuat semua tertawa. Tuan dan Nyonya Ito bergegas ke kamar untuk membersihkan diri begitu juga dengan Keina, Tita, Laras dan Ayumi. Keina dan Tita mandi bersama di dalam kamar Tita.


"Mom,, " Keina.


"Iya sayang?" Tita.


"Eina au atan mie." Pinta Keina.


"Hm... Boleh. Nanti Mommy minta bibi buatkan ya." Tita.


"Yeee..." Sorak Keina.


Mereka berdua pun segera menyelesaikan mandinya dan bergegas mengenakan pakaiannya. Setelah itu Tita meminta bibi membuatkan mie sehat untuk Keina kemudian Tita menemani Keina bermain sebentar sambil menunggu makanan siap dan juga mie Keina.


"Hai cantik." Laras.


"Tata..." Keina menghampiri Laras.


"Bunda, Mama sudah mau jemput nih. Terus kita ke butik Bunda masih di sini." Gladys.


"Bunda sudah suruh cici bawakan semua perlengkapannya nanti kita bicarakan di ruang kerja Ayah saja." Ayumi.


"Hah! Jadi ga ke butik?" Gladys.

__ADS_1


"Ya nggak lah. Bunda mau leyeh-leyeh di rumah." Ayumi.


"Ceh, Glad minta Kakak susul ke butik terus gimana ini." Gladys.


"Ya kamu minta Angga ke rumah ajalah apalagi." Ayumi.


"Ish! Bunda." Gladys.


"Kenapa? Mau pacaran? Di rumah juga bisa kali." Ledek Ayumi sambil berjalan ke meja makan.


Gladys menghentakkan kakinya dan berjalan mengikuti Ayumi.


"Ngapain kamu ke sini. Ayo panggil yang lainnya makanan udah siap." Tita Ayumi.


"Iyaa..." Jawab Gladys.


Gladys pun beralih memanggil penghuni rumah yang lainnya untuk menikmati makan siang mereka. Sambil berjalan Gladys memberitahu Calon mertuanya jika Bunda nya ada di rumah dan akan fitting baju pengantinnya di rumah.


Begitu juga Angga. Gladys memberitahukannya jika dirinya batal ke butik dan fitting di lakukan di rumahnya. Angga pun segera menjawab pesan Gladys dan segera menyelesaikan pekerjaannya.


Tak lama setelah mereka makan siang Cici asisten Ayumi di butik datang membawa semua perlengkapan yang di minta Ayumi. Cici segera membawanya ke ruang kerja Rehan di bantu Bibi.


"Ci, makan siang dulu sana sambil nunggu besan Ibu." Titah Ayumi.


Saat Cici tengah makan Mama dan Papa Angga datang yang awalnya berniat menjemput Gladys tapi batal karena Ayumi berada di rumah.


"Kamu lanjutkan saja makannya Ci. Nanti setelah selesai baru kamu susul kami di ruang kerja." Ayumi.


"Baik Bu." Cici.


Gladys menyambut kedatangan calon mertuanya ke depan. Mama dan Papa Angga menyapa Gladys. Kemudian mereka masuk. Mama Papa menyapa Tuan dan Nyonya Ito serta Laras, Tita dan Keina yang tengah berada di ruang utama.


"Silahkan saja langsung ke ruang kerja Rehan. Ayumi sudah menunggu di sana." Nyonya Laura.


"Baiklah Nyonya kami permisi." Mama Angga.


Gladys dan calon mertuanya segera menuju ruang kerja Rehan untuk menemui Ayumi yang memang sudah menunggu di sana. Setelah menyelesaikan makannya Cici pun segera menyusul Ayumi dan yang lainnya ke ruang kerja.


"My, Eina atu." Ucap Keina.


"Mau bobo di kamar?" Tita.


"Nini antu Mommy." Pinta Keina.


"Baiklah. Sini Mommy pangku." Tita.

__ADS_1


Keina pun duduk di pangkuan Tita menghadap Tita. Tita menggoyangkan sedikit badannya dan mengusap punggung Keina. Tak butuh waktu lama Keina pun mulai memejamkan matanya.


"Udah tidur Onty." Laras.


"Biar saja sebentar nanti Onty bawa dia ke kamar." Tita.


Tak lama Angga datang untuk menyusul fitting. Setelah menyapa semua yang ada di ruang utama Angga segera menyusul orang tuanya dan yang lainnya di ruang kerja.


"Siang... Maaf terlambat." Ucap Angga menyembul di pintu ruang kerja yang memang di biarkan sedikit terbuk.


"Nah, yang di tunggu sudah datang. Ayo masuk Nak." Ucap Ayumi.


"Apa kabar Bun?" Sapa Angga menyalami Ayumi tak lupa mencium punggung tangan Ayumi.


"Kabar baik. Duduklah." Ayumi.


Angga pun menyalami kedua orang tuanya dan mencium punggung tangan mereka setelah itu beralih pada Gladys dan dengan tak sungkan Gladys pun mencium punggung tangan Angga di hadapan Bunda dan calon mertuanya.


Kemudian mereka pun melanjutkan pembicaraan mereka mengenai konsep pakaian yang akan mereka kenakan saat acara pernikahan Angga dan Gladys nanti. Rencananya mereka akan melangsungkan pernikahan setelah Gladys wisuda.


Karena Keina sudah begitu terlelap Tita pun membawa Keina masuk kedalam kamarnya. Dan meminta bibi menjaganya. Setelah Keina nyaman Tita pun keluar dari kamar Keina dan kembali ke ruang utama.


Tuan dan Nyonya Ito berpamitan untuk beristirahat sejenak. Dan menyisakan Tita dan Laras. Karena hanya mereka berdua mereka pun menutuskan untuk menonton film di temani dua mangkuk besar popcorn yang di buat bibi.


Mereka berdua menutup jendela agar ruangan tersebut sedikit redup. Mereka pun mencari posisi menonton yang nyaman. Tak lupa minuman bersoda yang di sajikan dalam botol terdapat di sana.


Tita dan Laras ala-ala menonton film di bioskop. Keduanya begitu asik dengan film yang mereka tonton. Film yang bergendre horor tersebut membuat keduanya tampak tegang menonton.


Gladys yang keluar dari ruang kerja dan melihat ruang utama gelap meminta yang lain untuk tidak bersuara karena Gladys mendengar suara televisi yang begitu menggema. Gladys mengendap mendekati Tita dan Laras yang tengah asik menonton.


"Buuuaaaa...." Gladys mengagetkan Tita dan Laras.


"Aaaaa......" Jerit Laras dan Tita saling berpelukkan.


Gladys tertawa terbahak melihat Kakak dan Onty nya terkaget. Tuan dan Nyonya Ito keluar dari kamar mendengar teriakan Tita dan Laras. Untung saja Keina tidak terganggu dengan teriakan Tita dan Laras.


Merasa keduanya di kerjai keduanya melerai pelukkannya dan menatap Gladys dengan tatapan tajam mereka. Tita dan Laras berdiri di atas sofa yang semula mereka duduki. Gladys menghentikan tawanya melihat tatapan keduanya yang begitu tajam setajam silet.


Gladys tersenyum menampilkan deretan giginya yang rapih kemudian mengangkat kedua tangannya sebagai permohonan maaf karena melihat reaksi keduanya yang tak main-main.


"Gladys...."


🌻🌻🌻


Jangan lupa like dan komennya ya sahabat 🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2