Jodohku Sahabat Kakakku

Jodohku Sahabat Kakakku
Numpang Makan


__ADS_3

Makan malam telah tersaji di meja makan. Melan yang akan menyiapkan makanan untuk menantunya di buat kaget melihat menantunya berjalan menuruni anak tangga bersama dengan Andre.


"Sayang, kenapa kamu turun?" Tanya Melan panik.


"Zi udah sehat Mam." Jawab Zizi.


"Ngga sayang, kamu harus istirahat." Melan.


"Mam, bukankah Bunda sudah mengatakan jika Zi hanya kelelahan." Zizi.


"Sayang, jangan buat Mami panik ya." Ucap Melan mendekati Zizi dan Andre yang baru saja menapaki anak tangga terbawah.


"Maafin Zi ya Mam. Zi udah buat Mam panik." Ucap Zi tulus.


"Ngga sayang. Kamu ga perlu minta maaf. Jika ada sesuatu kamu bilang ya sama Mami." Melan.


"Iya Mam." Zizi.


"Jadi makan ga nih?" Tanya Andre.


"Andre."


"Abang."


"Apa sayang?" Jawab Andre santai.


"Dasar kurang garem ya kamu. Udah ayo sana bawa istri kamu ke meja makan. Mami mau panggil Papi dulu." Titah Melan.


Namun, baru saja Melan akan melangkah ke kamarnya Abi sudah muncul di hadapannya.


"Loh, Zi sudah baikan?" Tanya Abi yang melihat Zizi bersama Andre.


"Sudah Pi. Zi hanya kelelahan." Zizi.


"Kamu apain sih Dre menantu Papi?" Selidik Abi pada Putra bungsunya.


"Astaga! Kenapa semua nyalahin Andre sih. Zizi kelelahan karena tugas kampusnya Pi." Jawab Andre kesal.


"Makanya kalo istri lagi sibuk pengertian sedikit jangan minta jatah terus." Abi.


Blush...


Wajah Zizi memerah mendengar jawaban Abi. Selain malu dirinya pun merasa bersalah pada Andre yang belum bisa menunaikan kewajibannya sebagai Istri. Hatinya berkecamuk.


Andre yang mengerti pun segera menggenggam jemari Zizi dengan lembut menandakan jika semua baik-baik saja. Dirinya pun tak begitu mempermaslahkan ucapan Papinya.


Saat mereka menikmati makan malam terdengar pintu rumah ada yang mengetuk. bibi segera membukakan pintu dan ternyata Nio dan Zayn yang baru saja menerima kabar dari pekerjanya jika Zizi sakit.

__ADS_1


"Dimana Zizi?" Tanya Nio.


"Sedang makan malam Tuan di meja makan." Jawab Bibi.


Tanio dan Zayn pun segera masuk menuju meja makan. Dirinya terkejut saat melihat Zizi duduk bersama mereka di meja makan.


"Astaga! Abimana lu tega banget sama anak gw. Katanya anak gw sakit terus lu suruh dia duduk makan di sini." Teriak Nio.


"Astaga! Besan tak tau diri. Hei... Lu berkunjung ke rumah orang pake salam ke main masuk aja terus marah-marah." Jawab Abi.


"Ayah, Zizi udah sehat kok. Zi yang mau makan di sini. Zi bosan di kamar." Jawab Zizi pada Ayah nya yang terlihat panik.


"Tuh,, lu denger sendiri ya." Abi.


"Kamu yakin sayang?" Tanya Nio.


"Yakin Yah. Bang." Jawab Zizi melihat pada Ayah dan Abang nya.


"Ya sudah, Zayn. Ayo duduk kita sekalian makan saja." Ajak Nio pada Zayn.


Melan hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah sahabat dari suaminya itu. Melan pun meninta Bibi untuk mengambilkan peralatan makan baru untuk Nio dan Zayn.


"Astaga! Apa susahnya sih bilang mau numpang makan aja jangan pake marah-marah." Gerutu Abi yang masih di dengar oleh semuanya.


"Ya kalo udah tau syukur deh." Jawab Nio santai.


"Bang Zayn, Abang yakin hanya ingin membantu Paman Kak Sinta?" Tanya Zizi.


"Maksud kamu?" Tanya Zayn.


"Iya. Maksud Zi kenapa Abang begitu bersemangat membantu Sinta." Andre.


"Hm... Ya coba kalian bayangkan saja betapa hancurnya Sinta setelah kehilangan keluarganya. Dia butuh sandaran. Dan dia mengharapkan orang yang bisa membuatnya kuat menghadapi hidup. Hendrik lah yang seharusnya bisa menguatkan Sinta dalam menata hidupnya tapi apa Hendrik milik orang lain." Jelas Zayn yang semula gugup kemudian menjadi sedikit tersulut emosinya.


"Eits... Santai Bro... Kita bantu kok. Iya ngga Yang." Ucap Andre meminta persetujuan Zizi.


"Iya. Abang tenang aja deh." Zizi.


Karena sudah larut Zayn pun berpamitan pulang. Dan ternyata Ayah nya telah lebih dulu pulang. Nio dan Zayn seharian tadi cukup lelah di kantor. Pekerjaan mereka begitu menyita waktu mereka.


Olla yang telah mengunjungi sang Adik dan Mamanya hari ini kembali pulang. Mamanya yang menemukan jodoh di kota sang adik tidak ikut kembali pulang dan malah tinggal di kota dimana sang adik tinggal.


Sepulang dari kota adiknya Olla tak langsung pulang ke rumahnya karena sudah di pastikan Nio dan Zayn sudah pergi ke kantor. Olla pun memilih berkunjung ke mansion Durant menemui adik iparnya.


Dan ternyata Melan pun ada di mansion. Melan sepi sendiri di rumahnya karena Olla yang belum pulang sementara Zizi masuk kuliah, Andre dan Abi ke kantor. Melan pun begitu senang ketika Olla datang.


"Ya ampun besan. Betah amat di sana. Kamu ga tau ya suami sama anak kamu numpang makan terus di rumah." Sapa Melan.

__ADS_1


"Ceh, perhitungan amat. Kita aja yang kasih anak kita sama kamu ga perhitungan. Ya ngga Dek." Ucap Olla meminta persetujuan Tita.


"Salah apa ya kita dulu Kak. Sampe punya besan yang sama kaya dia begini." Canda Tita.


"Astaga! Salah sendiri kalian punya anak cantik-cantik. Ya gimana anak-anak gw ga terpesona coba." Melan.


"Hahahahaaaa...."


Ucapan mereka pun di akhiri dengan gelas tawa dari ketiganya. Dan tawa mereka pun mengusik ketenangan Keina yang tengah membaca di taman belakang. Keina pun akhirnya menemui tiga ibu-ibu rempong di ruang utama.


"Astaga! Pantas saja ada tambahan. Kein fikir hanya Mami dan Mommy saja." Keina.


"Hai sayang, apa kabar?" Tanya Olla pada keponakannya.


"Kabar baik Tan. Tante baru pulang?" Tanya Keina yang melihaf ada koper Olla.


"Iya tadi langsung ke sini." Olla.


"Tumben biasanya langsung ke kantor." Sindir Keina.


"Ceh, ngga lah. Tante mau kasih kejutan nanti malam saja. Eh, dimana Daren?" Tanya Olla yang tidak melihat Daren bersama Keina.


"Abang ke kantor Tan." Jawab Keina.


"Eh, boleh?" Tanya Olla tak percaya.


"Boleh dong Tan." Jawab Keina mengusap perutnya yang semakin menonjol.


"Kein itu Lu banget ya Ta. Badannya ga melar meskipun hamil." Puji Olla.


"Iya ga tau juga kita ga bisa gede gitu badannya." Tita.


"Cobaan kita ya La. Melendung dikit ya badan kita juga melendung." Melan.


"Hahahaa.... Udah kaya balon dong Mam." Keina.


"Iya. Kamu ga inget pas Tante hamil Zizi. Astaga! Tobat deh gw pokoknya tuh ga mau hamil lagi. Untungnya pas brojol cewek lega deh gw." Ucap Olla.


"Emang kenapa Tan?" Tanya Keina penasaran.


"Kehamilan Zizi itu kehamilan Tante dengan berat badan terberat. Iih.. ga mau lagi deh pokoknya." Jawab Olla bergidik.


"Kalo Om mau satu lagi gimana Tan?" Keina.


"Keina!!"


🌻🌻🌻

__ADS_1


__ADS_2