Jodohku Sahabat Kakakku

Jodohku Sahabat Kakakku
Pesta Resepsi


__ADS_3

Jessie pun berlari ke luar untuk mencari suami dan anak-anaknya. Jessie akan memperbaiki semuanya jika Aldi masih mau memaafkannya. Jessie pun sadar selama ini tak ada sedikitpun Tita bersikap aneh di hadapannya terhadap Aldi.


Sementara di rooftop Aiko dan Artur benar-benar mengucapkan terima kasih kepada Tanio, Olla, Ken dan Tita. Entah apa yang akan terjadi jika semua ini tidak terungkap. Mungkin juga mereka akan kehilangan cucu dan juga menantunya walaupun sekarang pun mereka berdua tak tau apa yang akan terjadi dengan Aldi dan Jessie.


"Jika ada kata di atas kata terima kasih mungkin itu yang akan kami sampaikan pada kalian." Artur.


"Tidak perlu begitu Kak. Kita keluarga dan tidak ada keluarga yang ingin keluarganya hancur. Kita berjuang bersama." Ken.


"Terima kasih Ken. Kau selalu bersikap baik walaupun Kakak menjahatimu." Ucap Aiko memeluk Ken.


Nyonya Laura memeluk suaminya haru. Sejak mengasuk Aiko dia sudah kehilangan cara bagaimana agar Aiko bisa bersikap baik seperti Ayumi. Dan kini semua Tuhan kabulkan. Aiko mampu merubah sikapnya setelah semua yang terjadi padanya. Dan bersyukur Artur mampu bertahan dengannya dan terus membimbingnya.


Ayumi memeluk Rehan. Laras memeluk Gagah. Semua saling berpelukkan dengan pasangan masing-masing.


"Ini semua sebagai pelajaran untuk kalian juga untuk kita semua." Ucap Rehan pada Gagah dan Laras.


"Kita harus bisa saling terbuka terhadap pasangan apapun itu baik menyakitkan ataupun tidak. Karena hal yang tidak menyakitkan akan sangat menyakitkan ketika kita mengetahuinya dari orang lain." Ayumi.


"Kesalah fahaman diantara sepasang suami istri itu wajar. Tapi, bagaimana kita menyikapinya itu yang akan membuat kita tetap bertahan." Rehan.


"Tidak ada pasangan yang cocok tapi bagaimana kita membuat kita cocok dengan pasangam kita." Ayumi.


"Sudahlah. Ayo kita bersiap. Kasihan Gladys pasti menunggu kita." Ajak Nyonya Laura.


Semua pun kembali ke kamar masing-masing untuk mempersiapkan acara resepsi. Semua berjalan saling bergandengan dengan pasangan masing-masing.


Sementara di dalam kamar Jessie dan Aldi. Jessie bersimpuh di kaki Aldi meminta maaf atas segala sikapnya yang membuatnya hampir kehilangan segalanya. Anak, suami dan keluarganya.


Aldi pun memaafkan semuanya demi anak-anak mereka. Dan Aldi pun memutuskan untuk tidak bekerja lagi di perusahaan karena tak ingin waktunya terbagi lagi. Aldi akan fokus di kedokterannya. Jessie pun menyetujuinya.


Sementara Gladys dan Angga tak mengetahui apapun yang terjadi keduanya tengah asik menjalani kehidupan barunya menjadi sepasang suami dan istri. Gladys yang selalu bersikap asal-asalan kini berubah menjadi pendiam dan malu-malu.


"Sayang, kenapa?" Angga.


"Malu." Gladys.


"Malu kenapa?" Angga.

__ADS_1


"Kakak deket-deket terus." Rengek Gladys.


"Hei,, bukannya sebelum menikah pun kita selalu berdekatan?" Angga.


"Iya. Tapi,..." Ucapan Gladys terjeda.


"Kenapa Hmm..." Goda Angga yang tau Gladys begitu gugup.


"Kakak,,, iih... Jauh-jauh sana." Usir Gladys.


"Ga bisa." Ucap Angga semakin mendekatkan dirinya lada Gladys.


Cup


Angga mengecup pipi Gladys dengan singkat.


Blusshh...


"Aaa.... Bundaaa... Kakak nakal." Jerit Gladys sambil menutup wajahnya dengan kedua tangannya malu.


Angga pun tertawa melihat reaksi Gladys. Dirinya semakin gemas di buatnya hingga menarik Gladys kedalam pelukkannya dan menciumi puncak kepalanya.


"Aduh,, Kak sesak." Protes Gladys.


Angga pun melepaskan pelukkannya kemudian beralih memegang kepala Gladys dan mendaratkan ciuman di seluruh wajahnya dan berakhir pada bi**rnya. Angga melepaskan pangutannya dan mengusap bibir Gladys dengan ibu jarinya.


"Terima kasih sayang." Ucap Angga.


Gladys hanya menganggukkan kepalanya. Kemudian menghambur kedalam pelukkan Angga menutupi rasa gugupnya. Gladys merasakan detak jantungnya dan Angga saling memburu. Gladys tau ini pertama bagi keduanya.


Saat mereka tengah saling bermesraan tim MUA pun datang ke kamar mereka untuk bersiap merias Gladys kembali. Mereka pun di pisahkan sejenak untuk merias diri.


Tuan Ito, Rehan dan Ken sudah siap di tempat acara menyambut para tamu undangan. Sementara Nyonya Laura, Ayumi dan Tita masih di rias mereka terlambat karena menyelesaikan masalah Jessie lebih dulu.


Sebagian tamu undangan telah datang. Semua keluarga pun telah siap di dalam gedung acara. Tibalah kini pengantin keluar. Sambutan dari para tamu pun begitu meriah. Gladys begitu cantik dan anggun dalam balutan dres berwarna biru.


Para tamu undangan memberikan ucapan selamat satu persatu tak lupa juga mereka saling berfoto. Dari mulai teman kuliah Gladys, rekan seprofesi Angga dan para petinggi rumah sakit kenalan Rehan.

__ADS_1


Acara berjalan dengan cukup meriah. Tamu undangan pun satu persatu berpamitan. Kini hanya tinggal keluarga saja yang masih berkumpul dan akan menginap di hotel. Walaupun masih sore tapi mereka memutuskan untuk menginap di hotel.


Gagah dan Laras berpamitan untuk pergi honeymoon seperti yang sudah di rencanakan sebelumnya karena mereka juga harus datang saat Gladys wisuda nanti. Ayumi melepaskan anak menantunya dengan haru.


Sementara Gladys dan Angga akan pergi honeymoon besok pagi dengan tujuan yang berbeda. Karena Angga yang hanya ijin cuti sepuluh hari jadi waktu honeymoon mereka hanya memiliki waktu satu minggu.


"My,,, nanas." Keina.


"Owh! Kenapa berkeringat begini?" Tita.


"Eina ain ali-ali My." Keina.


"Ya ampun. Ya udah ayo Mommy bantu Keina ganti baju ya ke kamar." Ajak Tita.


"Biar Tante saja Ta. Kan baju Keina juga ada di kamar Tante." Ucap Hena menawarkan.


"Eh, ga usah Tan merepotkan Tante dari tadi." Tita.


"Ga apa-apa Keina cucu Tante juga." Hena.


Hena pun membawa Keina ke kamar untuk berganti pakaian. Karena Keina sedang di bawa masuk Tanio pun berinisiatif untuk berpamitan agar tak terjadi drama di antara Zayn dan Keina.


"Kalo begitu kami pamit pulang Yah, Bu dan yang lainnya juga." Pamit Tanio.


"Kenapa terburu-buru Nio?" Ayumi.


"Mumpung Keina masuk Kak. Karena nanti akan ada drama Zayn sama Keina Kak. Jadi kita pamit sekarang aja." Tanio.


"Baiklah. Terima kasih banyak ya Nio." Ayumi.


"Sama-sama Kak. Kami pamit." Pamit Tanio diikuti Olla.


Aiko memeluk Olla dengan mata berkaca-kaca. Sambil mengucapkan terima kasih dengan getir. Begitu juga dengan Jessie. Aldi merasa lega semua perasaannya telah di ungkapkan. Bukan Aldi ingin mengadu tapi sikap istrinya sungguh sudah sangat keterlaluan menurutnya.


Gladys yang masih berada di sana pun bingung kenapa Tante dan Kakaknya menangis saat berpamitan dengan Onty nya. Gladys memandang Angga dan Angga pun hanya mengangkat bahunya pertanda tak tau apa-apa.


Setelah Tanio pergi semua pun bersiap untuk pergi ke kemar masing-masing. Gladys tampak gugup saat semua berpamitan ke kamar masing-masing. Dan sudah di pastikan dirinya pun akan di bawa ke kamar oleh Angga.

__ADS_1


🌻🌻🌻


Jangan lupa like dan komennya ya sahabat 🙏🙏🙏


__ADS_2