Jodohku Sahabat Kakakku

Jodohku Sahabat Kakakku
Ikut Bunda


__ADS_3

Usia kehamilan Tita sudah memasuki usia lima bulan Tita pun sudah bisa beraktifitas seperti biasa lagi. Ken pun sudah kembali masuk kerja. Keina kembali bisa bermain bersama Mommy nya.


Pagi ini Gagah sudah bersiap pergi ke kampus bersama dengan Gladys. Saat keduanya akan melangkah menuju depan tiba-tiba Keina datang bersama Ayumi dari taman belakang.


"Tata..." Teriak Keina.


"Yaah... Jangan nengok Kak. Ayo cepet lari." Ajak Gladys karena akan di pastikan Keina akan merajuk ikut.


Gagah pun mengikuti instruksi dari Gladys keduanya berlari cepat tanpa menengok ke belakang.


"Tata... Huaa... Tata... Huaaa..." Tangis Keina pun pecah.


"Eee,,, aduh sayangnya Bunda. Cup cup sayang. Ikut Bunda aja ya. Nanti kita ke mall." Bujuk Ayumi.


"Tata... Huhuhuuuu.... Tata..." Keina.


"Kenapa sayangnya Mommy?" Tita.


"Tata..." Tunjuk Keina ke arah depan.


"Kan disini ada Mommy, Oma sama Bunda. Opa juga ada. Kita main sama-sama ya." Bujuk Tita.


"No My Tata..." Ucap Keina dalam isaknya.


"Sudah jangan nangis. Nanti kita main ke mall ya sama Bunda." Ajak Ayumi lagi.


"Ya Buna yah." Keina.


"Iya dong. Tunggu sebentar lagi ya. Mall nya baru mau buka. Bunda siap-siap dulu. Kakak Keina main sama Mommy dulu." Ayumi.


"Kakak ga repot nanti bawa Keina." Tita.


"Ga apa-apa Ta. Keina ga rewel kok di butik. Banyak pegawai Kakak nanti di sana." Ayumi.


"Makasih ya Kak. Nanti jam makan siang Tita jemput Keina." Tita.


"Santai sayang. Keina sepertinya sudah terbiasa Kakak bawa ke butik." Jawab Ayumi tersenyum.


"Kakak mu juga senang soalnya Keina jadi model baju anaknya dia." Nyonya Laura.


"Hah!" Tita.


"Hehe... Lumayan dong Ta model gratisan." Ayumi.


"Eh, mana bisa begitu. Mas Ken tau?" Tita.

__ADS_1


"Tau. Boleh kok katanya." Ayumi.


"Yah, padahal lumayan tuh nambah pundi-pundi tabungan." Canda Tita.


"Ceh, uang mu saja udah berserakan masih juga kamu memeras Kakak mu ini." Ucap Ayumi di buat cemberut.


Hahahaaa....


Semua pun tertawa karena kedua kakak beradik itu. Tita dan Ayumi memang selalu bercanda jika keduanya bersama. Tita yang selalu menggoda Ayumi begitu juga sebaliknya.


"Sudah sana kamu siap-siap. Nanti Keina malah merajuk lagi ga pergi-pergi." Tuan Ito.


"Siap Yah." Ayumi.


"Biar Tita siapin perlengkapan Keina." Tita.


Keina pun bermain bersama Opa dan Omanya. Keina tampak menghiasi Tuan Ito dengan segala macam jepitan yang dia punya semua mainannya menempel di kepala Tuan Ito dan Tuan Ito pun hanya bisa pasrah di perlakukan apapun oleh cucunya.


Nyonya Laura pun tak kalah hancurnya dari Tuan Ito. Namun keduanya tak pernah marah kepada gadis kecil yang menggemaskan itu. Saat Ayumi dan Tita turun keduanya kompak mentertawakan orang tuanya yang sudah tak karu-karuan di kerjain cucunya.


"Astaga! Ayah Ibu kalian lucu sekali." Ucap Ayumi di sela tawanya.


"Ya ampun Kakak Keina. Kamu apakan Opa dan Oma hingga seperti itu. Maaf Yah, Bu." Ucap Tita sambil menahan tawanya.


"Beginilah jika kita berdua bermain dengan anakmu. Kami tidak bisa menolak apapun." Tuan Ito.


"Hoeee... Hoee...." Sorak Keina.


Tita pun membawa Keina untuk berganti pakaian karena pakaian yang di pakainya sudah kotor. Setelah cantik dan wangi Keina pun di bawa turun kembali oleh Tita. Keina siap pergi bersama Ayumi.


"Kakak Keina jangan nakal ya. Nanti siang Mommy jemput ya." Tita.


"Ote.." Ucap Keina dari dalam mobil Ayumi.


Ayumi mengendarai mobilnya sendiri dan Keina duduk di samping kemudi dengan tenang. Keina memang anak yang mudah di arahkan. Berbeda dengan Duo A yang tak bisa diam membuat Aiko sering kewalahan walaupun sudah di temani Jessie.


Aiko selalu di temani supir jika akan bepergian bersama duo A berbeda dengan Ayumi yang bisa hanya berjalan berdua saja dengan Keina. Keina akan duduk tenang ketika Ayumi menyetir seperti pagi ini.


Mobil Ayumi memasuki pelataran parkir mall tempat dimana butiknya ada. Ayumi memarkirkan mobilnya di tempat biasa dirinya parkir. Ayumi keluar dari mobil lebih dulu kemudian membukakan pintu samping kemudi untuk menurunkan Keina.


Keina berjalan sendiri dengan tas di punggungnya. Sementara Ayumi tangan kirinya menenteng tas perlengkapan Keina dan dirinya sedangkan tangan kanannya menggenggam tangan Keina. Keduanya berjalan menuju butik Ayumi. Banyak orang menyapa yang mengenal Ayumi dan selalu merasa gemas jika Keina ikut bersama Ayumi.


"Selamat pagi Nona cantik." Sapa security mall pada Keina.


"Padi pa." Jawab Keina dengan lucunya.

__ADS_1


"Ikut Bunda lagi ya." Tanya security lagi.


"Iya Pa." Keina.


"Masya Allah sudah cantik, ramah lagi." Puji security.


"Terima kasih Pa. Mari kami masuk dulu." Ucap Ayumi.


"Iya silahkan Nyonya." Ucap Security.


Begitulah Keina selalu mendapatkan pujian dari setiap orang. Tapi, itu tidak membuatnya menjadi besar kepala. Ayumi dan Tita selalu mengajarkan sopan santun dan segala kebaikan pada Keina. Begitupun dengan Nyonya Laura.


Saat keduanya berjalan Keina melihat ada orang yang di kenalnya tengah berjalan berdua bersama asistennya. Keina pun langsung meneriakinya.


"Om.." Panggil Keina dan orang tersebut pun menoleh padanya.


"Hai cantik." Sapa orang tersebut yang ternyata Tanio.


"Om.. Buna uti." Ucap Keina.


"Hai Kak, apa kabar?" Sapa Tanio menyalami Ayumi.


"Kabar baik. Sedang apa kalian sepagi ini ada di Mall?" Ayumi.


"Biasa Kak ada sedikit kendala jadi Nio langsung turun tangan." Tanio.


Jangan lupakan Keina dalam gendongan Tanio sementara Tanio berbicara bersama Ayumi. Mall tersebut memang merupakan anak cabang dari MD Grup kadi Tanio memiliki kuasa penuh atas Mall tersebut.


"Baiklah. Kakak ke butik dulu ya. Ayo sayang ikut Bunda lagi." Ajak Ayumi.


"Dadah... Om." Pamit Keina melambaikan tangannya.


"Dadah cantik.." Ucap Tanio melambaikan tangannya juga.


Tanio melanjutkan pekerjaannya dan Ayumi beserta Keina melanjutkan jalannya menuju butik Ayumi. Sampai di butik Keina di sambut hangat oleh semua karyawan Ayumi.


"Buna tata au cucu.." Ucap Keina saat dirinya lepas dari para karyawan Ayumi.


"Haus ya sayang? Ayo kita ke ruangan Bunda nanti Bunda buatkan susunya." Ajak Ayumi.


Keina pun mengikuti Ayumi dengan patuh. Keina duduk di sofa menunggu Ayumi membuatkan susu untuknya. Setelah siap Ayumi memberikan susunya pada Keina dan dengan tenang Keina meminum susunya di sofa.


Ayumi membuka pekerjaannya sambil sesekali melihat Keina yabg tengah meminum susunya. Keina masih tenang meminum susunya. Ayumi pun dengan tenang mengerjakan pekerjaannya. Setelah selesai meminum susunya Keina meletakkan botol susunya di meja kemudian Keina membuka tas yang di bawanya dan mengeluarkan mainannya.


🌻🌻🌻

__ADS_1


Jangan lupa like dan komennya ya sahabat 🙏🙏🙏


__ADS_2