Jodohku Sahabat Kakakku

Jodohku Sahabat Kakakku
Zio dan Raya


__ADS_3

Seharian ini Raya menemani Keina di rumah karena kebetulan juga tidak ada jadwal kuliah. Raya sebenarnya sudah ingin pulang sejak pagi tadi tapi Keina tetap menahannya karena dirinya tak ada teman. Semua orang sibuk dengan persiapan pengajian.


Sedangkan adik-adiknya dan juga kakak-kakaknya pergi bersekolah dan bekerja. Keina yang sudah lulus belum berniat bekerja. Padahal Daddy nya sudah mengajaknya ke kantor untuk perkenalan.


"Kein, terus kalo kalian tinggal di sini di mansion kosong dong?" Raya.


"Ada Kakek sama Nenek. Keluarganya Om Nio juga tidur di mansion." Keina.


"Owh! Lu lama disini?" Raya.


"Ngga paling sampe tujuh hari aja. Kasian juga Kakek kan masih sakit." Keina.


"Terus Kakek lu pindah dong tinggal di sini ga di peternakan lagi?" Raya.


"Maunya kita sih gitu soalnya kasian kalo di peternakan jauh kemana-mana." Keina.


"Hm,, iya juga sih." Raya.


Keina dan Raya membantu sekedarnya saja. Karena para pekerja saja sudah cukup hanya Keluarga mereka memang selalu tak ingin hanya berpangku tangan.


"Halo sayang... Gimana udah jauh lebih baik?" Tanya Melan pada Keina yang baru saja datang.


"Hai Mi. Alhamdulillah Kein baik Mi. Mi kenalkan ini Raya sahabat Kein." Keina.


"Halo Tante. Raya." Raya.


"Hai, Melan. Calon mertuanya Keina." Melan.


"Hah! Owh! Iya Tante." Raya.


Raya menatap Keina meminta jawaban atas pernyataan Melan baru saja. Sementara Keina hanya acuh seolah tak ada yang salah. Karena memang tidak ada yang salah menurutnya hanya saja Keina memang tak pernah bercerita pada Raya tentang perjodohannya.


"Kein? Ga ada yang mau lu jelasin sama gw?" Raya.


"Panjang Ray gw lagi males." Keina.


"Astaga! Cepetan gw ga terima sanggahan." Raya.


"Ceh, Mami Melan itu sahabatnya Mommy sama Tante Olla. Mami punya anak dua semuanya laki-laki. Sedang Mommy gw sama Tante Olla masing-masing punya satu anak perempuan. Karena Mami ga mau melahirkan lagi jadilah Mami mau anak perempuan dari kedua sahabatnya menjadi anaknya. Sampe sini ngerti ngga?" Keina.


"Loh, rapi kan dia bilang tadi menantu bukan anak." Raya.


"Astaga Raya! Kan gw bilang tadi anaknya Mami itu dua dan dua-duanya laki-laki." Keina.


"Eh, maksud lu. Lu di jodohin gitu?" Raya.


"Nah, tuh pinter." Keina.


"Pantes lu selalu nolak kalo di deketin sama cowok." Raya.


"Sebenarnya ga giti juga sih. Di antara gw sama anaknya mami ga pernah komunikasi selama empat tahun lebih demi meyakinkan diri kita apakan kita saling membutuhkan atau tidak." Keina.


"Ih, gw sih tiga tahun suka sama abang Lu. Begitu sadar dia ga ada respon ya sudah hempas. Cari yang lain." Raya.


"Itulah bedanya gw sama Lu Ray." Keina.


"Hahaha..." Keduanya tertawa bersama.


Siang hari semua menikmati makan siang bersama. Keina dan Tita sudah tampak lebih segar. Bahkan Keina bisa tertawa lepas bersama Raya. Dan Tita pun sudah menampilkan senyumnya kembali.


"Kak, Gea boleh minta di bantu isi PR?" Tanya Gea pada Keina.


"Hm... Boleh ngga ya?" Canda Keina.

__ADS_1


"Ayolah Kak." Gea.


"Bukankah ada Mama mu yang bisa mengajari." Keina.


"Ceh, ayolah Kak. Mama terlalu galak mengajari Gea." Oceh Gea yang masih bersekolah di sekolah dasar.


"Astaga! Anak ini. Kamu saja yang susah di kasih tau bukan karena Mama yang galak." Elak Gladys.


"Lihat tuh Kak. Belum apa-apa saja Mama sudah menunjukkan tanduknya." Bisik Gea.


"Hahahaa... Kamu ini. Ya udah nanti Kak Raya bantu kerjakan ya." Keina.


"Eh, kok jaid gw sih Kein." Protes Raya.


"Eit's... Ngga dapet Abang gw loh ntar." Goda Keina.


"Ceh, ancamannya. Kalo ga jodoh mau di gimanain juga ga bakal dapet Kein." Raya.


"Abang yang mana?" Tita.


"Eh, ngga Tan. Ini Keina iseng banget." Jawab Raya malu-malu.


"Abang Zio." Keina.


"Kein." Ucap Raya.


Tanpa mereka sadari Zio dan Daren sudah berada di rumah utama. Mereka berdua datang bersama setelah menghadiri rapat bersama. Karena perusahaan Zio dan Daren bekerja sama.


"Kenapa bawa-bawa nama abang Kein?" Zio.


"Pucuk di cinta ulam pun tiba." Keina.


"Kakak, ayo. Jadi siapa yang mau bantu Gea." Protes Gea.


"Sudah sana bantu dulu adiknya." Olla.


"Kein." Tita.


"Ya Mom." Keina.


"Tidak menyapa Abang dulu?" Tita.


"Kan barusan Tita udah sapa Bang Zio Mom. Sekarang tugas Kein mengajari Gea dan Raya menemani Abang." Keina.


"Yang itu." Tunjuk Ayumi.


Keina pun mengedarkan pandangannya ke arah telunjuk Ayumi. Dan seketika wajahnya memerah melihat kejadiran Daren di sana.


"Kenapa wajah Lu?" Raya.


"Ish... Raya." Keina.


"Hahaha.... Kenalin kenapa." Raya.


Keina pun mendekati Daren dan mencium punggung tangan Daren. Kemudian Keina memperkenalkan Raya sahabatnya pada Daren.


"Daren."


"Raya."


"Udah puas Lu." Keina.


"Ceh, cemburu." Raya.

__ADS_1


"Eh," Keina.


"Kakak...." Teriak Gea.


"Astaga! Iya...Sebentar." Teriak Keina lagi.


"Sst... Kok teriak." Daren.


"Eh, maaf Bang. Itu Gea minta di ajarin PR." Keina.


"Ya udah sana bantu Gea dulu." Daren.


"Abang udah makan?" Keina.


"Sudah. Tadi sama Zio juga." Daren.


"Abang mau minum kopi atau teh?" Keina.


"Abang mau jus saja." Daren.


"Kein buatkan ya." Keina.


"Ga usah. Biar bibi saja." Daren.


"Takut ga enak ya." Ucap Keina mengerucutkan bibirnya.


"Baiklah. Buatkan untuk Abang terus bantu Gea belajar." Daren.


Keina pun pergi kedapur membuatkan jus untuk Daren sebelum dirinya menemani Gea. Raya tampak takjub melihat perilaku Keina yang lembut pada Daren. Sesuatu yang tak pernah Raya lihat dari Keina.


Tanpa Raya sadari Zio tengah memperhatikan dirinya sejak tadi. Tanpa sengaja manik mata Raya bertemu dengan manik mata Zio seketika pandangan mereka terkunci hingga teguran Ayumi membuyarkan keduanya.


"Zio, Zayn tidak ikut sekalian?" Ayumi.


"Eh, ngga Tan. Nanti sekalian sama Ayah." Zio.


"Owh! Begitu. Kamu kenapa bisa bareng Daren?" Ayumi.


"Kebetulan tadi ada acara bersama Tan di luar. Terus kita langsung ke sini." Zio.


"Kamu ga pulang ke rumah dulu Bang?" Olla.


"Ngga Bun. Tadi langsung ke sini." Zio.


"Daren, Kamu juga ga pulang dulu?" Melan.


"Ngga Mam. Tadi Abang bareng Zio. Katanya Zio ga sabar pengen cepet ke sini." Daren.


"Ceh, kenapa jadi gw. Bukannya Lu tadi yang lengen cepet-cepet ketemu Keina." Zio.


"Katanya ada temennya Keina yang membuat Zio hilang konsentrasi Tan." Daren.


"Temen ****** lu emang.." Zio.


"Hahahaa... Biasa aja Zi." Daren.


"Emang jodoh lu ama adek gw. Sama-sama kurang garem." Zio.


Semua yang ada di sana pun tertawa namun tidak dengan Raya yang sejak tadi menundukkan wajahnya karena menahan malu. Dan mungkin saja wajahnya sudah sangat memerah.


🌻🌻🌻


Jangan lupa like dan komennya ya sahabat 🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2