Jodohku Sahabat Kakakku

Jodohku Sahabat Kakakku
Suasana Mansion


__ADS_3

Sore ini semua keluarga Durant berkumpul di mansion. Suasana mansion pun begitu ramai karena kehadiran anak cucu menantu. Minus Melan dan Abi tentunya karena mereka tak ingin ikut campur di dalam keluarga Durant meskipun mereka sudah bagaikan keluarga. Melan dan Abi lebih memilih pergi diner berdua mengenang masa pacaran.


"Wah, pengantin baru seger banget keliatannya." Goda Zio yang baru saja datang bersama Daren.


"Kau bisa saja. Apa kabar Zi, Ren?" Sapa Daren Durant.


"Kabar baik." Zio.


"Seperti yang kamu lihat D. Aku baik-baik saja." Daren.


Karena nama mereka yang sama Daren Durant selalu memanggil Daren dengan sebutan Ren dan Daren akan memanggil dengan sebutan D saja pada kakak sepupunya itu. (Maaf jika pembaca juga bingung ya 🤭).


"Waah,, Makasih Kak Bunga. Oleh-olehnya cantik." Ucap Keina ketika membuka oleh-oleh yang di berikan Bunga dan D untuk Reina.


Sebuah gaun cantik yang sangat sederhana namun terlihat mewah. Kado yang sama juga di berikan untuk putra-putra dari Zio, Zayn dan Zizi. Karena mereka sama-sama memiliki anak laki-laki. Membuat Keina pun menginginkan anak laki-laki juga. Tapi, niatnya harus di tahan sampai Reina sedikit besar.


"Daff,, sudah tau jenis kelaminnya?" D.


"Hei, usia kehamilan Intan masih kecil hanya saja ada dua bayi kami di sana jadilah perut Intan terlihat lebih besar." Daffin.


"Wow! Sekali dayung kamu dapet dua?" D.


"Tentu." Ucap Daffin jumawa.


"Ceh, awas ya. Ku susul kau nanti." D.


"Tancap gas D." Zio.


Blush...


D yang di goda tapi wajah Bunga yang memerah. Pasalnya selama berbulan madu D tak pernah melowongkanbsatu hari saja untuk dirinya beristirahat. D terus saja membuatnya lemas tak berdaya. Namun Bunga bahagia bisa membuat D percaya diri dengan dirinya.


Bunga selalu berdoa semoga usaha mereka membuahkan hasil agar kebahagiaannya D dan kedua orang tua D dan juga Bunga bertambah-tambah kali lipat bahagia.


"Kenapa Bunga? Sakit?" Tanya Sinta.


"Hah! Ti, tidak Kak." Bunga.


"Jangan malu-malu jika di keluarga ini Kak Bunga. Karena semuanya bocor." Intan.


"Hahaha... Los dol ya Tan?" Zizi.


"Dol banget.. Kuat-kuat malu deh pokoknya kak." Intan.


"Terkecuali Tan." Sinta.


"Apa?" Intan.


"Kak Keina." Sinta.


"Siapa bilang? Makanya sering-sering deket dia." Raya.


"Hahaha... Kak Sinta belum kenal Kak Kein. Mana mungkin aku bisa jadi kaya gini kalo bukan terkontaminasi dari Kak Kein." Intan.

__ADS_1


"Hahaha... Kalian ngiri deh. Ngga kok Sin Kakak mah kalem, lugu dan pemalu." Keina.


"Malu-maluin iya." Zizi.


"Dih, ga belain banget sih." Keina.


"Sinta ga tau kalo Kak Kein bocor juga." Sinta.


"Justru dia biangnya bocor Sinta." Raya.


"Karena gw temenan sama lu Kak." Keina.


"Dih, yang ada gw ketularan lu." Raya.


"Ayo... ayo... Berantem... Berantem..." Zizi.


"Zizi!"


Teriak Keina dan Raya bersamaan. Lantas gelak tawa pun tak terelakkan lagi di antara mereka. Perkumpulan di mansion memang terdiri dari beberapa kubu. Pertama kubu orang tua di ruang utama berbicang bersama. Kedua kubu para bapak-bapak muda, ketiga kubu ibu-ibu muda dan terakhir kubu bayi-bayi menggemaskan.


Para bayi-bayi dalam pengawasan baby sitter tentunya. Karena mereka semua menggunakan jasa baby sitter. Begitupun Daffin dan Intan nantinya. Apalagi mereka akan memiliki dua bayi sekaligus sudah sangat di pastikan mereka akan kewalahan. Tidak mungkin Daffin dan Intan akan terus merepotkan Tita dan ken dalam pengasuhan Baby twin mereka.


Jam makan malam tiba mereka pun makan malam bersama yang sudah di sediakan oleh para maid di teras belakang rumah yang cukup lumayan luas untuk menampung mereka menikmati makan malam bersama seperti yang biasa mereka lakukan.


"Daff, besok jangan lupa ketemu klien di cafe yang sudah di tentukan sama Nando." Daren.


"Proyek baru Ren?" D.


"Iya Bang. Proyeknya Daffin.


"Proyeknya Daddy cuma di limpahkan sama Daff Bang." Daffin.


"Sukses Dek." D.


"Jam berapa? Besok ada presentasi di kantor." Andre.


"Astaga! Tenang Bang. Daff sudah persiapkan." Daffin.


"Jangan teledor Daff. Harus di jadwalkan dengan baik jangan sampai bentrok." Tita.


"Iya Mom. Besok presentasi pagi di kantor Bang Andre. Baru setelah jam makan siang Daff ketemu kliem di cafe." Daffin.


"Yang penting kamu harus jaga kondisi." Tita.


"Siap Mom." Daffin.


"Harus rajin bekerja ya Daff. Secara dua bayi sekaligus yang akan launching." Zayn.


"Betul Bang." Daffin.


"Daddy yakin kamu bisa Daff." Ken.


"Aamiin." Daffin.

__ADS_1


Mereka pun memulai makan malam dengan khidmat. Hanya dentingan sendok dan garpu yang bersenggolan dengan piring yang terdengar hingga makan malam usai. Jika dalam keluarga Ito sudah sangat sering mereka berkumpul mengingat semua keluarga dalam satu negara yang sama tapi untuk keluarga Durant. Momen kumpul bersama itu sangat sulit mengingat jarak yang memisahkan mereka.


Tapi, kali ini mungkin akan sering terjadi karena Mikha dan Angel memutuskan untuk tinggal dan berpindah dari negara asal mereka ke tanah air tercinta. Karena mengingat Hanya Tanio dan Tita keluarga Mikha yang tersisa.


"Dad, Mom. Keina sama Abang pamit ya." Pamit Keina setelah menyelesaikan makan malamnya.


"Kenapa langsung pulang?" Olla.


"Iya Tan. Besok Abang keluar kota." Keina.


"Loh, di tinggal dong?" Olla.


"Iya. Jadi besok pindah ke sini deh." Keina.


"Reina nya yang pindah dia nya mah ikut Daren." Tita.


"Loh, Reina di tinggal?" Olla.


"Iya." Jawab Angel.


"Wealah... Mba Angel toh yang kebagian jagain Reina?" Olla.


"Karena itu Kein bisa ikut Abang." Keina.


"Mau tambah adek ya Kein?" Raya.


"Kenapa? Mau barengan lagi Kak?" Keina.


"Sayangnya udah duluan." Zio.


"Serius?"


"Hahahaa... Tenang-tenang. Belum kok. Kami maunya tunggu Arka gede dulu." Zio.


"Astaga! Abang. Bunda sudah senang loh." Olla.


"Sabar Bun. Sekarang kan masih ada Arka, Alif sama Bumi." Zio.


"Rein ga di ajakin?" Protes Keina.


"Ceh, iya deh Rein. Dan sebentar lagi dua bayi Daff launching jadi sabar ya Bun." Zio.


"Setelah dua bayi Daff launching baru kalian nyusul?" Tanio.


"Tenang Yah. Abang D dulu lah kita nafas dulu saja." Zio.


"Aamiin." Jawab semuanya kompak.


D memeluk pinggang ramping Bunga tersenyum getir mengingat dirinya yang di sebut tak bisa memberikan keturunan oleh mantan istrinya. Tapi, Bunga membuatnya yakin jika dirinya mampu membuat Bunga hamil.


"Kita pasti bisa." Bisik Bunga pada D.


D semakin mengeratkan pelukannya dan mendaratkam ciuman di pelipis Bunga. Sebenarnnya hati Bunga oun tengah di landa gundah takut-takut dirinyalah yang tak bisa memberikan keturunan bagi D. Namun, Bunga yakin jika tak ada yang bermasalah pada dirinya.

__ADS_1


🌻🌻🌻


__ADS_2