Jodohku Sahabat Kakakku

Jodohku Sahabat Kakakku
Kepulangan Ken Dan Yang Lainnya


__ADS_3

Tiga hari sudah Ken dan yang lainnya berada di rumah Kevin. Hari ini mereka semua memutuskan pulang karena pekerjaan mereka telah menunggu. Dengan sangat berat Kevin melepaskan semuanya pergi.


Tita pun banyak berpesan pada Kevin dan Mikha. Tita ingin sekali membawa Kevin pulang bersamanya namun Kevin menolaknya karena Kevin merasa Julia masih bersamanya. Tita pun tak dapat memaksanya.


Sampai di tanah air mereka semua di sambut orang tua Olla dan Anton. Karena saat kepergian mereka Tanio dan keluarga di antar oleh Orang tua Olla ke bandara sedangkan Ken dan keluarga di antar Anton.


"Sayang, Ibu dan Ayah sudah pergi ke Jepang. Apa kamu ingin menyewa jasa baby sitter?" Ken.


"Tidak perlu Mas. Ada bibi yang akan membantu Tita selebihnya biar Tita. Toh Tita kan ga ngapa-ngapain lagi." Tita.


"Baiklah. Mas hanya menawarkan sayang." Ken.


"Terima kasih Mas. Untuk saat ini Tita bisa di bantu maid. Ibu dan Ayah ga lama juga kan perginya?"Tita.


"Rencananya mereka 3 bulan sayang." Ken.


"Hah! Kok lama?" Tita.


"Itu rencana mereka bisa lebih bisa kurang katanya." Ken.


"Hm... Klo gitu kita yang susul ya Mas." Tita.


"Iya sayang boleh." Ken.


Sementara kedua orang tuanya berbincang Keina tidur sangat lelap di pangkuan Tita. Keina memang sangat tidak rewel berbeda saat Tita mengandungnya. Hanya saja Keina akan selalu menunggu Ken pulang.


Sampai di rumah utama mereka di sambut oleh Ayumi dan kedua anaknya karena Rehan harus bertugas. Ada juga Bagas dan keluarganya. Ken membantu Tita turun dari mobil. Karena Tita sedikit kesulitan karena membawa Keina dalam gendongannya.


"Hati-hati sayang." Ken.


"Hm. Makasih Mas." Tita.


Mereka pun berjalan menuju rumah utama. Ayumi dan Istri Bagas mendekati Tita yang tengah menggendong Keina.


"Aduh, cucu Oma. Pasti kelelahan ya. Bobo pules?" Istri Bagas.


"Iya Oma." Tita.


"Apa dia rewel Ta?" Ayumi.


"Tidak Kak. Keina anteng sampai sana pun anteng." Tita.


"Syukurlah. Dia yang kami khawatirkan. Karena ini kali pertamanya pergi jauh padahal usianya baru saja satu bulan." Ayumi.


"Iya Kak. Tapi, alhamdulilah Keina mengerti keadaan. Yang penting bagi dia dan Tita ada Mas Ken bersama kami." Tita melirik Ken.


"Kau benar." Ayumi.


Mereka semua pun masuk kedalam rumah utama. Karena Keina terbangun jadilah menjadi rebutan antara Gagah, Gladys dan Angga anak dari Bagas. Angga masih muda usianya tak jauh dari Gagah. Dirinya sudah bekerja di perusahaan milik Bagas.


Keina terlihat kegirangan saat ketiganya menjahilinya. Itu menbuat Gagah, Gladys dan Angga senang dan tertawa bersama. Saat ketiganya tertawa membuat Keina terkejut dan ekspresi Keina membuat mereka kembali tertawa hingga Keina pun menangis.


"Astaga kalian apakan cucu Mami." Teriak Hena istri Bagas.

__ADS_1


"Dia kaget Mi karena kita ketawa." Angga.


"Uuuu... sayang Oma. Sini Oma gendong." Bujuk Hena.


Keina pun kembali tenang. Semua orang pun kembali tenang. Tita pun mengambil alih Keina untuk di beri ASI sebelum kembali di ajak main. Karena sejak bangun Keina belum sempat minum.


Tapi, Gladys terus mengganggu Keina saat Keina minum. Gladys merasa gemas melihat pipi Keina yang terus bergerak ketika menghisap ASI dari sumbernya.


"Lucu ya Onty kalo bayi lagi mimik." Gladys.


"Iya. Momen yang ga akan pernah terulang Glad." Tita.


"Hm... Glad juga mau punya baby." Celetuk Gladys.


"Hus! Sekolah." Peringat Tita.


"Eh, Hehehe.. Nanti Onty maksudnya." Gladys.


Dengan sangat berat hati Gagah harus meninggalkan mereka semua karena dia harus praktek sore. Sebelum berangkat Gagah terus memeluk dan menciumi pipi gembul Keina.


"Makanya cepet lulus, cepet nikah biar cepet kasih Bunda cucu." Ayumi.


"Jiah Bunda,,, jangan suruh nikah dulu. Suruh cari pacarnya dulu Bun." Gladys.


"Astaga! Cucu Oma seganteng ini belum laku rupanya?" Teriak Hena.


"Bukan belum laku Oma tapi jual mahal." Gladys.


"Eh, Glad. Kemarin ada dokter nanyain kamu? Kenal dari mana?" Gagah.


Deg..


"Hah! Dokter? Mana Glad tau. Salah kali." Jawab Gladys gugup.


"Awas macem-macem Lu!" Ancam Gagah.


"Yee... Mana Glad tau, dia kenal Glad dari mana juga Glad ga ngerti." Gladys.


"Astaga! Ngapain tu dokter nanyain Gw ke Kak Gagah. Masa iya juga dia masih inget Gw." Batin Gladys.


"Dokter siapa Kak?" Ayumi.


"Dokter Angga Bun. Dokter baru itu." Gagah.


"Hah! Dokter..." Belum sempat Ayumi melanjutkan ucapannya Gladys langsung menyanggah.


"Kakak, sepuluh menit lagi telah loh." Gladys.


"Astaga! Udah ah. Kalian sih. Bye semuanya..." Pamit Gagah berlari.


Gladys sedikit bernafas lega ketika melihat Kakaknya pergi. Dan sejurus kemudian Gladys di buat semakin panik dengan tatapan semua orang yang berada di sana.


"Adek." Ayumi.

__ADS_1


"Iya Bun." Gladys.


"Darimana kamu kenal Dokter muda itu?" Ayumi.


"Hm.. I itu kan pas lahiran Keina. Iya pas Keina lahir kan dia ada sama Ayah. Nah, kan iya Ayah yang ngenalin. Iya kan Onty?" Jelas Gladys gelagapan dan mencari bantuan lewat Tita dan naasnya Tita malah menggelengkan kepalanya tak tau.


Dan memang Tita tak pernah tau tentang Dokter Angga yang di maksud oleh keponakannya. Membuat Gladys semakin terpojok.


"Adek." Ayumi.


"Hufh! Setelah dari ruangan Onty Glad ketemu dia di lobi pas nunggu supir jemput Bun. Setelah itu sudah ga pernah ketemu lagi." Ucap Gladys sedikit jujur.


"Kau yakin?" Ayumi.


"Astaga! Bunda." Gladys.


"Tidak apa-apa Yu. Tinggal nikahkan saja dia beres." Bagas.


"Om.. Keenakan dia kalo di nikahkan. Jangan bilang setelah ini kamu ingin kuliah kedokteran atau keperawanan." Ucap Ayumi kesal.


"Keperawatan Kak." Ken.


"Hah! Iya itu maksudnya." Ayumi.


"Ngga Bun. Glad ga akan masuk kesehatan ah." Gladys.


"Yakin?" Tita.


"Onty... Dukung aku dong." Rajuk Gladys.


"Hah! Kenapa harus di dukung memangnya kamu ikut pemilihan apa?" Goda Tita lagi.


"Iiih,,, Onty. Tita mau kuliah akuntan." Gladys.


"Mengatur keuangan rumah tangga tak perlu kuliah akuntan Glad." Angga.


"Om.Angga nyebelin." Gladys.


"Hei, tunggu. Kenapa namanya harus sama dengan ku Angga." Angga.


"Ye,, memangnya nama Angga cuma Om doang." Gladys.


Gladys mulai terpancing keributan antara mereka. Tita yang semula dia fikir akan membelanya malah hanya diam dan ikut menggodanya.


"Ga apa-apa nama sama tapi tetep gantengan Om kemana-mana kan?" Ucap Angga percaya diri.


"Ceh, gantengan dia kemana-manalah." Ucap Gladys tak sadar kena jebakan Angga.


"Gladys!!!"


🌻🌻🌻


Jangan lupa like dan komennya ya sahabat 🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2