Jodohku Sahabat Kakakku

Jodohku Sahabat Kakakku
Geandra


__ADS_3

Pagi hari di mansion Tita sudah bersiap untuk pergi ke rumah sakit bersama Ken dan Keina untuk mengunjungi Gladys dan bayinya yang juga berjenis kelamin laki-laki seperti bayi Galuh.


Tita sudah menyiapkan kado untuknya saat membeli kado untuk bayi Galuh. Keina sudah cantik bersama Daddy nya menunggu Mommy nya di bawah. Tita pun segera menyusul. Karena hari ini week end Ken menyempatkan diri untuk menemani keluarganya.


Ken tidak mengendarai mobilnya sendiri. Ada supir yang bertugas mengendarai mobilnya. Ken ingin memanfaatkan kebersamaannya bersama anak istrinya. Keina duduk di pangkuan Ken dengan terus bercoteh menanyakan segala hal.


"Dad, apa adik bayi sama seperti Baby Galuh?" Keina.


"Iya sayang. Kenapa?" Ken.


"Tidak Dad." Keina.


"Keina harus sayang sama Baby Galuh dan Baby boy Kak Gladys." Ken.


"Oke Dad." Jawab Keina.


Keina pun sejenak terdiam kemudian menoleh ke arah Tita yang tengah memperhatikannya juga.


"Mom, Dad.." Panggil Keina ragu.


"Kenapa sayang?" Tanya Tita mengusap lembut rambut Keina yang di biarkan tergerai.


"Keina mau adik lagi." Pinta Keina ragu kemudian menundukkan kepalanya.


"Kenapa Keina mau adik?" Tanya balik Ken.


"Keina mau seperti Abang Zayn dan Abang Zio ada teman di rumah." Ucap Keina.


"Sayang,, Keina do'akan Mommy ya biar di perut Mommy bisa cepat ada adik kembali." Ucap Tita mengusap punggung Keina.


Ken meraih pinggang Tita dan mendaratkan kecupan di kening Tita. Kemudian bergantian ke kening Keina.


"Semoga,,, di perut Mommy cepet ada adik bayi lagi amin." Do'a Keina.


Ken pun memeluk kedua bidadarinya. Tak terasa mobil yang mereka tumpangi pun sudah sampai di rumah sakit. Ken pun turun menggendong Keina di susul Tita. Satu tangannya menggendong Keina dan satu tangan lagi menggenggam tangan Tita.


Sepanjang perjalanan menuju ruangan dimana Gladys berada setiap mereka berpapasan dengan pegawai rumah sakit mereka tak henti menjawan sapaan mereka. Tita memang sangat ramah terhadap siapapun sedang Ken hanya menundukkan kepalanya.


Sampai di ruangan Gladys sudah ada Orang tua Angga di sana dan juga Angga tentunya. Tak terlihat anggota keluarga Ito di sana. Karena memang masih terlalu pagi untuk jam besuk. Ken sengaja memilih pagi hari agar lebih santai.


"Onty... Oncle.." Panggil Gladys ketika melihat Ken dan Tita masuk.


"Hai princess Kakak apa kabar sayang." Tanya Gladys pada Keina dalam gendongan Ken.


"Baik Kak. Mana adik?" Tanya Keina.


"Sedang di mandikan oleh Oma." Jawab Gladys.


"Gimana rasanya melahirkan sayang?" Tita.

__ADS_1


"Sakit Onty." Gladys.


"Sakit tapi bikin nagih kok." Tita.


"Onty bisa aja. Tapi kayanya ngga deh." Gladys.


"Bukan ngga tapi ngga dulu." Tita.


"Kok gitu." Gladys.


"Iya dong. Kalo sekarang kasian bayi kalian masih kecil belum lagi masih ada si merah kan." Goda Tita menunjuk daerah bawah Gladys.


"Onty iih..." Rajuk Gladys.


Sementara Angga, Ken dan Ayah Angga duduk bersama di sofa sambil berbincang ringan. Selesai memandikan cucunya Mama Angga kembali dengan membawa cucunya dalam gendongan.


"Wah, sudah ramai rupanya. Apa kabar semuanya?" Tanya Mama Angga.


"Baik Tante.." Ken dan Tita.


"Wah, ada Kakak cantik juga." Mama Angga.


"Halo Oma. Keina boleh liat adek bayi nya?" Tanya Keina.


"Boleh dong sayang. Sini." Ajak Mama Angga.


"Siapa namanya Kak?" Tanya Keina.


"Namanya Geandra. Kakak Keina boleh panggil Gean saja lebih singkat." Jawan Angga.


"Kalian memberi nama anak kalian berawalan huruf G juga. Gagah Galuh dan kalian Geandra." Ken.


"Eh, iya juga ya." Angga.


Semua pun tertawa karena secara kebetulan anak Angga dan Gladys memberikan awalan huruf G pada anaknya sama dengan anak dari Laras dan Gagah.


"Kapan boleh pulang Glad?" Tanya Tita.


"Hari ini Onty." Gladys.


"Loh, ini berarti sudah harus bersiap?" Tita.


"Iya. Tadi tinggal memandikan Gean saja." Papa Angga.


"Owh! Kalo begitu ayo kita pulang juga." Ajak Ken.


Kemudian mereka pun bersiap. Ken dan Tita juga bersiap pulang juga. Hanya saja nanti mereka tidak akan ikut pulang bersama Gladys. Ken dan Tita memutuskan untuk kembali pulang ke mansion.


Saat Ken, Tita dan Keina berjalan menyusuri lorong rumah sakit pandangan Keina tertuju pada ibu hamil yang tengah berjalan bersama sang suami. Keina memperhatikan kemana langkah mereka pergi.

__ADS_1


"Keina." Panggil Ken yang memerhatikan gerak-gerik mencurigakan pada Keina.


"Ya Dad." Jawab Keina.


"Kamu melihat apa sayang?" Ken.


"Dad, apa kita tidak membawa Mommy ke sana." Tunjuk Keina ke arah ibu hamil yang kini tengah duduk di ruang tunggu bersama ibu hamil yang lainnya juga.


Ken dan Tita menoleh ke arah yang di tunjukan oleh Keina. Kemudian keduanya saling berpandangan.


"Untuk apa Mommy kita bawa ke sana sayang?" Tanya Ken.


"Untuk melihat adik bayi Keina yang berada di perut Mommy." Jawab Keina santai.


"Loh, tapi kan belum ada sayang." Jawab Tita mengusap perutnya yang rata.


"Kenapa Mommy tidak coba saja lihat." Ucap Keina santai.


"Sayang, nanti ya kita lihat adik bayinya jika adik bayi sudah berada di perut Mommy." Bujuk Ken.


Keina menundukkan kepalanya. Matanya berkaca-kaca menahan tangisnya. Ken dan Tita saling pandang seolah saling bertanya bagaimana membujuk Keina kali ini. Tita menghembuskan nafasnya kemudian berdiri di atas lututnya mensejajarkan tingginya dengan Keina.


"Sayang, nanti jika di perut Mommy sudah ada adik bayinya Mommy janji Mommy akan mengajak Keina untuk melihat adik bayi di dalam perut Mommy." Bujuk Tita.


"Tapi, Keina mau melihatnya sekarang Mom." Ucap Keina dengan sedihnya.


"Sayang, jika sekarang kita melihat perut Mommy tidak akan terlihat ada adik bayi di sini." Tunjuk Tita pada perutnya.


"Kenapa Mommy tidak mencobanya?" Keina.


"Mencoba untuk apa sayang?" Tanya Ken yang juga ikut berdiri di atas lututnya.


"Untuk melihat adik bayi di perut Mommy." Keukeuh Keina.


Saat ketiganya tengah berdiri di lorong Gladys dan rombongan melihat mereka yang tengah berdiam diri menatap Keina. Gladys menghentikan langkahnya dan menyenggol tangan Angga.


"Kenapa sayang?" Tanya Angga.


Gladys tak menjawabnya hanya mengangkat tangannya dan menunjuk ke arah Ken, Tita dan Keina. Angga pun menoleh ke arah yang di tunjuk Gladys.


"Mereka kenapa?" Angga dan Gladys hanya menggelengkan kepalanya.


Angga dan Gladys pun menghampiri mereka sebentar setelah sebelumnya meminta Mama dan Ayah Angga untuk ke mobil lebih dulu membawa Gean. Kemudian Angga dan Gladys pun menghampiri Ken, Tita dan Keina.


Setelah lebih dekat Angga dan Gladys melihat jika Keina sepertinya tengah menangis Ken da Tita tengah mencoba membujuknya. Entah apa yang membuat adik sepupunya itu menangis. Gladys pun menjadi semakin penasaran dan meminta Angga untuk mempercepat jalannya.


🌻🌻🌻


Jangan lupa like dan komennya ya sahabat 🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2