Jodohku Sahabat Kakakku

Jodohku Sahabat Kakakku
Kehamilan


__ADS_3

Setelah mengantarkan Jessie dan keluarganya ke bandara. Ayumi, Tita, Ken dan Rehan memilih untuk makan malam yang sedikit terlambat di restoran dekat dengan bandara. Mereka sangat menyayangkan kepindahan Jessie namun semua sudah menjadi keputusan mereka.


"Apa kalian sudah bertemu dengan Om Bagas?" Rehan.


"Sudah. Kami langsung datang setelah di beri kabar." Ken.


"Tante Mega depresi." Rehan.


"Ya Tuhan. Lantas bagaimana dengan Om Bagas?" Tita.


"Om Bagas terlihat tegar walau Mas tau dia mencoba kuat di hadapan banyak orang." Rehan.


"Wajar Tante Mega depresi. Karena Angga anak satu-satunya. Bahkan kecelakaan itu tak menyisakan satupun. Istri dan anak-anak Angga ikut menjadi korban." Ayumi.


"Perusahaannya Ken yang menangani. Ken menempatkan orang kepercayaan Ken di sana." Ken.


"Bagus Ken. Karena kasian Om Bagas tak ada lagi yang bisa di andalkan." Rehan.


"Bagaimana jika Daff saja yang memegang?" Ayumi.


"Akan Ken pertimbangkan Kak." Ken.


Pembicaraan mereka pun terhenti karena makanan pesanan mereka telah datang. Mereka pun menikmati makan malam mereka terlebih dahulu. Setelah selesai mereka kembali membicarakan kejadian yang menimpa Bagas yang bertubi-tubi. Tita sangat begitu dekat dengan Mega tapi Tita tak dapat berbuat apapun pada Mega karena walau bagaimanapun Angga adalah putranya darah dagingnya.


Karena malam semakin larut mereka pun menutuskan untuk menghentikan pembicaraan dan pulang ke rumah masing-masing. Rehan dan Ken akan mendiskusikan membali masalah perusahaan milik Bagas yang terbengkalai. Karena itulah aset Bagas satu-satunya. Ya walaupun perusahaan itu jatuh bagkrut Ken dan yang lainnya tak akan tinggal diam. Bagas dan Mega tidak akan sengsara.


Sampai di mansion Tita dan Ken mendapati Intan dan Daffin masih terjaga di depan televisi. Intan tak dapat memejamkan matanya karena perutnya terasa serba salah. Padahal badannya terasa letih.


"Loh, kalian belum tidur?" Tanya Tita.


"Belum Mom. Intan kurang nyaman perutnya." Daffin.


"Sudah di oles air dingin nak?" Tita.


"Kenapa air dingin Mom?" Daffin.


"Ya siapa tau Twin kepanasan jadi membuat perut Mama nya kurang nyaman." Ucap Tita.


"Mau di coba sayang?" Daffin.


"Boleh deh Mas." Intan.


Daffin pun mengambil air dari dapur kemudian mengusapkan pada perut Intan yang menyembul. Benar saja perut Intan berangsur membaik. Rasa tak nyaman di perutnya semakin berkurang membuat Intan beberapa kali menguap karena ngantuk.

__ADS_1


"Sudah di lanjut di kamar saja biar Intan bisa langsung tidur." Tita.


"Ya sudah kita masuk ya Mom. Mommy juga sebaiknya segera susul Daddy." Daffin.


"Tentu saja." Tita.


Daffin menggandenga Intan masuk ke dalam kamar setelah sebelumnya Daffin membawa wadah air masuk. Dan Tita pun masuk ke dalam kamar kemudian membersihkan dirinya di kamar mandi.


"Sudah membaik Intan sayang?" Ken.


"Sudah. Nampaknya Intan terlalu banyak makan. Karena akhir-akhir ini nafsu makannya meningkat." Tita.


"Wajarlah sayang karena Intan membawa dua cucu kita di dalam perutnya." Ken.


"Iya. Tita kasian sama Intan Mas. Apalagi jika Intan harus ke kampus." Tita.


"Biarkan saja. Yang penting kita awasi saja dia." Ken.


"Iya Mas." Tita.


Seperti biasa Tita akan tertidur di pelukan Ken. Tak pernah berubah sejak pertama menikah. Tita selalu candu tidur dalam pelukan Ken. Jika Ken harus pergi ek luar kota untuk beberapa hari maka Tita akan ikut serta atau di pastikan Tita tidak akan bisa tertidur selama Ken pergi.


Dan bukan hanya terjadi pada Tita saja begitupun dengan Ken yang selalu tak bisa tidur jika tak memeluk Tita. Ken selalu merasa ada yang hilang jika dalam pelukannya tidak ada Tita.


Pagi hari Ayumi dan Rehan sudah tiba di mansion untuk membicarakan masalah Bagas dan Mega. Bersamaan dengan datangnya Ayumi dan Rehan. Angel dan Mikha pun datang ke mansion.


"Bang Rehan, Kak Ayu kalian apa kabar?" Mikha.


"Kabar baik. Kalian apa kabar?" Rehan.


"Seperti yang Abang lihat. Kami jauh lebih baik." Mikha.


"Bagaimana sudah ada berita baik dari D?" Ayumi.


"Ya, kami sangat bahagia Kak. Bunga mengandung cucu kami." Angel.


"Wah, benarkah? Selamat sayang." Ucap tulus Ayumi pada Angel.


"Iya benar Kak. Usianya sekarang menginjak sepuluh minggu." Angel.


"Bagaimana reaksi D? Tentu dia sangat bahagia." Angel.


"Benar Kak. D tak henti menangis karena bahagia meneluk pinggang Bunga dan mengecup perut Bunga yang belum terlihat." Angel.

__ADS_1


"Benar-benar jahat mantan menantumu sampai menyebut D tak bisa memiliki keturunan. Sekarang buktinya Bunga bisa cepat mengandung." Rehan.


"Benar Bang. Sampai D begitu terpuruk dan tak ingin menikah lagi hingga saat Zizi dan Sinta melahirkan D bertemu dengan Bunga yang mampu mengalihkan dunia D." Mikha.


"Ya, semua mukjizat dari Tuhan Bang." Angel.


"Apa kalian akan tetap di situ?" Tanya Tita yang melihat dua pasang suami istri yang tengah asik mengobrol di teras rumahnya.


Awalnya Tita tak mengetahui kedatangan mereka hingga salah satu maid memberitahukannya jika ada mereka datang. Tita pun bergegas kedepan menemui mereka semua dan benar saja dua pasang suami istri itu tengah asik berbincang di teras rumahnya.


"Owh! Astaga! Kami terlalu asik rupanya." Angel.


"Ayo masuk. Sekalian sarapan saja." Ajak Tita.


Mereka semua pun masuk dan menuju meja makan. Terlihat ken, Daffin dan Intan sudah berada di meja makan dengan hidangan sarapan tertata dengan rapih di meja makan. Setelah menyapa semuanya mereka pun duduk dan mulai menikmati sarapan mereka.


"Apa sudah waktunya melahirkan?" Tanya Ayumi pada Intan.


"Belum Buna. Ini baru masuk tujuh bulan lebih." Intan.


"Wah, besar juga ya perutnya." Ayumi.


"Kan dua Buna." Daffin.


"Eh, dua ya. Waah... Buna mau satu." Ayumi melupakan jika Intan tengah mengandung baby Twin.


"Eeh, memangnya anak Daff boneka." Protes Daffin.


"Ceh, kalian bisa membuatnya lagi. Satu untuk Bunda ya sayang." Rayu Ayumi pada Intan.


"Dua-duanya cucu Buna. Jadi Buna bebas menimang yang mana saja." Intan.


"Aaa... Kamu memang anak Buna sayang." Ayumi.


"Karena Onty akan memiliki bayi juga jadi Onty akan pilih satu juga." Angel.


"Hei,,, apa yang kalian ributkan. Mereka cucuku." Protes Tita.


"Hahaha... Ku fikir kau tak mau Ta." Ayumi.


"Ish... Bagaimana mungkin Tita tidak menginginkan mereka." Tita.


Keributan para Wanita membuat para Pria berpindah ke ruang utama berbincang ke sana kemari tanpa gangguan perdebatan para wanita.

__ADS_1


🌹🌹🌹


__ADS_2