Jodohku Sahabat Kakakku

Jodohku Sahabat Kakakku
Mantan


__ADS_3

Perbincangan di antara duo bumil dan Ayumi masih di seputaran berat badan. Tita yang sudah merasa tak percaya diri karena perutnya semalin membesar sementara Jessie terlihat santai dengan kehamilannya.


"Emang Ken aneh-aneh Ta?" Ayumi.


"Ngga sih Kak. Cuma aku aja. Kalo liat cermin tuh rasanya gimana gitu ga ada bagus-bagusnya." Tita.


"Justru kamu tuh hamil perut aja buncit tapi body masih oke loh Ta." Ayumi.


"Iya Onty. Coba liat Jess. Beuh... Ga ada bagusnya." Jessie.


"Mas Ken juga bilang gitu sih Kak, Jess. Katanya aku hamil perutnya aja yang makin gede." Tita.


"Nah, apa lagi coba. Selesai nifas pasti Ken tabrak lagi. Dan kayanya sih ga bakal sabar nunggu nifas deh." Goda Ayumi.


"Kakak,,, ngga gitu juga dong." Tita.


Mereka bertiga pun tertawa bersama. Wajah Tita memerah karena godaan dari Kakak iparnya. Jessie terlihat puas menertawakan Onty kecilnya. Ya usia Tita dan Jessie terpaut dua tahun. Jessie lebih tua dari Tita.


"Onty, boleh tau ngga sih pacar onty yang satu tempat kerja sama kita?" Jessie.


"Ngga ada ah." Tita.


"Iih,,, Onty. Kan kita udah ga kerja di sana lagi ngga apa-apa kali kasih tau kan ga bakal ketemu juga." Jessie.


"Ngga ih, Siapa juga yang deket sama Tita lasti di bilang pacar." Tita.


"Hm... Iya sih. Onty gitu ih main rahasia-rahasiaan sama Jess." Jessie.


"Emang ga ada Jessie." Tita.


"Apa kamu siap jika aku katakan orang itu Aldi." Batin Tita.


"Aldi." Ucap Ayumi.


"Maksud Tante?" Jessie.


"Apa?" Ayumi pura-pura kaget.


"Maksud Tante, Onty mantan pacar Mas Al?" Jessie.


"Hah!" Ayumi dan Tita.


"Ngga ah, Tante ga bilang gitu." Elak Ayumi.


"Tadi Tante bilang Aldi." Jessie.


Wajah Tita seketika menegang. Sementara Jessie masih terlihat santai.

__ADS_1


"Ini loh Jess, temen Mas Rehan nanyain katanya Mas Re ngga ke kantor terus Tante bilang pergi bareng sama Aldi gitu." Bohong Ayumi.


"Kirain Mas Al mantannya Onty. Tapi lucu juga ya kalo Mas Al mantannya Onty. Sekarang Mas Al malah jadi keponakan Onty." Ucap Tita tertawa.


Tita dan Ayumi pun ikut tertawa kecut menanggapi perkataan Jessie.


"Kok kamu malah ketawa Jess. Ngga cemburu?" Ayumi.


"Ngga dong Kan sekarang Mas Al punya Jessie. Onty juga udah punya Om Ken. Iya kan Onty." Jessie.


"Hm... Tapi, sayangnya ga gitu ya." Tita.


Tuan dan Nyonya Ito selesai memanen sayuran bersama dengan Gagah. Mereka bertiga menepi dengan membawa hasil panennya. Bibik segera menyambutnya dan membersihkan sayuran hasil panennya.


Gagah mencuci tangan dan kakinya kemudian berlalu menuju kamarnya untuk membersihkan diri karena akan masuk kuliah siang. Sementara Tuan dan Nyonya Ito duduk-duduk sejenak sambil menikmati minuman yang di berikan bibi untuk mereka.


"Capek Bu, Yah?" Ayumi.


"Sedikit. Tapi puas melihat hasil panen sekarang banyak yang bagus. Tidak seperti sebelumnya banyak hama." Tuan Ito.


"Jangan terlalu lelah Yah, Bu. Nanti ga bisa main sama anak Tita." Tita.


"Iya. Kamu jangan khawatir kita masih kuat bermain bersama anak kamu." Nyonya Laura.


"Jangan lupakan Cicit-cicit Opa dan Oma." Tunjuk Jessie pada perut buncitnya.


"Ayo sayang kita bersih-bersih lalu istirahat sebentar." Ajak Tuan Ito.


"Semoga kita bisa kaya Ayah dan Ibu ya Kak, Jess." Tita.


"Amin." Ayumi dan Jessie bersama-sama.


Aiko datang menemui anaknya Jessie yang masih berada di rumah utama. Aiko membawakan manisan pesanan Jessie. Yang di pesan Jessie saat dirinya berpamitan kemarin.


Tita memilih untuk beristirahat di kamar setelah pagi tadi cukup lama duduk karena pinggangnya terasa lelah. Ayumi menemani Jessie dan Aiko. Jessie terlihat begitu menikmati manisan yang di bawa Aiko. Aiko begitu senang melihatnya.


Gagah sudah berpamitan pergi ke kampus untuk mengikuti perkuliahannya. Aiki dan Ayumu saling mengobrol tentang mode yang sedang hit di kalangan ibu-ibu sosialita. Ayumi memang jarang berkumpul bersama teman-teman sosialitanya. Ayumi lebih memilih berkutat di butiknya dari pada bergabung bersama teman sosialitanya.


Sementara Aiko sangat gemar berkumpul bersama teman-teman sosialitanya. Saat ini hubungannya dengan Artur membaik terbukti semalam dirinya dan Artur berolah raga yang sudah mereka lewatkan selama beberapa bulan terakhir.


"Sebaiknya jangan terlalu dekat dengan teman-teman mu itu Ai." Ayumi.


"Hm.. Iya Kak. Ai jadi merasa was-was setelah kejadian kemarin." Aiko.


"Orang yang terlihat baik belum tentu baik dan orang yang terlihat buruk belum tentu buruk juga." Ayumi.


"Iya Kak. Terima kasih ya Kak." Aiko.

__ADS_1


"Tidak perlu berterima kasih pada Kakak Ai. Cukup pada Tuhan karena Tuhan yang sudah merencanakan ini semua.." Ayumi.


"Mih, ini Mami bikin sendiri?" Jessie.


"Tidak sayang. Itu Mami beli di tempat biasa." Aiko.


"Rasanya lain Mih. Lebih enak." Jessie.


"Astaga! Jess kamu menghabiskan semuanya?" Ayumi.


"Hah! Eh, iya Tante." Ucap Jessie malu-malu.


"Jangan lupakan bayi di perutnya dua Kak." Ingat Aiko.


Ayumi mengusap dadanya tak menyangka jika Jessie mampu menghabiskan dua mangkok manisan di hadapannya. Karena selama dirinya dan Tita hamil di usia kehamilan Jessie sekarang jika menginginkan sesuatu hanya sekedarnya saja. Bahkan Tita akan makan banyak ketika ada yang menyuapinya.


Ayumi pergi kedapur meminta bibi menyiapkan makan siang untuk mereka semua. Bibi pun segera menyiapkan makan siang. Ken pulang untuk makan siang karena kebetulan setelah makan siang ada meeting di luar bersama klien. Anton lun ikut serta makan di rumah utama.


Saat sampai di rumah utama Ken menyapa dua kakaknya dan Jessie kemudian Ken naik untuk menemui istri tercintanya. Saat Ken masuk di lihatnya Tita tengah meringkuk tertidur. Ken mendekatinya dan duduk di samping tempat tidur.


Tita pun terbangun ketika mencium aroma tubuh Ken.


"Hmm... Mas udah pulang?" Tanya Tita dengan suara khasnya.


"Baru saja sayang." Jawab Ken mengusap lembut pipi Tita.


"Ini udah sore ya?" Tita.


"Siang sayang. Mas pulang untuk makan siang." Ken.


"Hmm... Tita cuci muka dulu ya Mas." Pamit Tita bangkit dari tidurnya.


Setelah mencuci wajahnya sekarang Titavterlihat lebih segar. Tita menghampiri Ken yang tengah asik bersama tab nya.


"Masih sibuk Mas?" Tita.


"Tidak. Hanya membaca ulang berkas yang akan di bawa meeting siang ini." Ken.


"Hm.. Dengan perusahaan mana?" Tita.


"TY corp." Ken.


"Hah! Batalkan." Tita.


"Hei,,, kenapa Cantiknya Mas tiba-tiba meminta Mas membatalkan proyek." Ken.


"Pokoknya Batalkan." Rajuk Tita.

__ADS_1


🌻🌻🌻


Jangan lupa like dan komennya ya sahabat 🙏🙏🙏


__ADS_2