Jodohku Sahabat Kakakku

Jodohku Sahabat Kakakku
Hamil


__ADS_3

Angga dan Gladys berdiri di dekat Ken dan Tita. Mereka berdua tengah membujuk Keina yang entah apa yang terjadi pada gadis kecil itu. Sejenak Gladys masih memahami situasi yang terjadi namun nyaris tak terbaca karena Keina terus saja menangis.


Sementara Ken tampak terlihat sedikit frustasi menghadapi putri kecilnya. Ken tak ingin juga menyakiti perasaan istrinya yang berujung Tita harus kembali terbaring di ranjang rumah sakit. Gladys melihat kegelisahan pada Onclenya.


"Ada apa Onty, Oncle?" Tanya Gladys.


"Glad! Tidak apa-apa. Keina hanya sedikit merajuk." Ucap Tita kaget.


"Kenapa sayang?" Tanya Gladys namun Keina hanya diam menangis sambil menatap Mommy nya.


"Kalian pulanglah. Kasian bayi kalian menunggu terlalu lama. Biarkan kami membujuk Keina." Ken.


"Baiklah. Kami pulang dulu Oncle." Angga.


Angga pun membawa Gladys untuk meninggalkan mereka bertiga karena Angga menangkap ada sesuatu yang tak ingin di sampaikan oleh Ken. Setelah Angga dan Gladys pergi Ken pun sedikit berbafas lega.


Tita menghembuskan nafasnya panjang kemudian mencoba berbicara kembali dengan Keina. Ken menegang melihat apa yang terjadi dengan Tita.


"Baiklah. Jika Keina bersikeras ingin melihat Adik di perut Mommy ayo kita ke ruangan itu untuk bertemu dengan Dokter. Tapi, Keina tidak boleh kecewa jika di dalam perut Mommy ternyata belum ada adik. Oke." Jelas Tita.


"Oke Mom." Jawab Keina di sela tangisnya.


Ken sedikit gusar tapi Tita mencoba meyakinkan Ken jika dirinya baik-baik saja. Ken menggenggam tangan Tita dan Tita memberikan senyuman termanisnya. Setelah mendaftar mereka bertiga pun ikut mengantri bersama yang lainnya.


Cukup lama mereka mengantri dan beberapa kali Ken mengusap lembut punggung Tita. Tita selalu meyakinkan jika dirinya baik-baik saja melalui tatapan lembutnya dan juga usapan tangannya di lengan Ken.


Keina duduk di pangkuan Tita dengan tenang memperhatikan jika suster memanggil nama Mommy nya. Tibalah giliran Tita. Suster pun memanggil namanya. Dengan semangat Keina menarik tangan Tita.


"Iya sabar sayang." Ucap Tita.


Mereka bertiga pun masuk kedalam ruangan dengan di sambut dokter kandungan yang tengah bertugas. Dan kebetulan Dokter Rini lah yang bertugas.


"Halo selamat pagi menjelang siang?" Sapa Dokter Rini yang mengenal Tita dan Ken begitu juga dengan Keina.


"Halo Dokter. Keina ingin melihat adik di perut Mommy." Jawab Keina lantang.


Dokter Rini melihat ada yang aneh dengan raut wajah Tita dan Ken.


"Ada apa?" Tanya Dokter Rini.


"Maaf sebelumnya Dok. Sebenarnya kami datang ke rumah sakit ini untuk menjenguk bayi Dokter Angga. Tapi, entah kenapa Keina tiba-tiba saja merajuk dan meminta saya datang ke ruangan ini untuk melihat adik katanya." Jelas Tita.

__ADS_1


"Owh! Seperti itu rupanya. Kapan terakhir datang tamu bulanannya Nyonya?" Tanya Dokter Rini yang bersikap profesional jika tengah berada di tempatnya bekerja.


"Hah! Astaga! Saya melupakan itu Dok. Sejak saya sadar dari koma dua bulan lalu saya lupa kapan terakhir mendapatkannya." Ucap Tita menoleh kearah Ken.


"Apa Tuan mengingatnya?" Tanya Dokter Rini.


"Maafkan saya Dok. Saya tidak bisa memikirkan hal lain selain kesembuhan istri saya." Ken.


"Baiklah. Mari kita lihat adik nona Keina. Mari Nyonya berbaring di sana." Titah Dokter Rini.


"Anda yakin Dokter?" Tanya Tita.


"Kita coba lihat saja Nyonya." Dokter Rini.


Tita pun melangkahkan kakinya menuju ranjang pemeriksaan. Ken dan Keina mengikutinya. Keina dengan tenang memperhatikan dalam gendongan Ken. Dokter pun mulai mengoleskan Jelly di atas perut Tita yang terlihat datar.


Kemudian Dokter memulai pemeriksaannya. Dan mata Tita membulat ketika melihat layar monitor di hadapannya yang menampilkan hasil pemeriksaan dari perutnya. Dokter Rini tersenyum ke arah Tita dan Tita menutup mulutnya tak menyangka.


"Sayang." Panggil Ken semakin panik.


"Nah, Apa Kakak cantik ingin melihat dimana letak calon adiknya?" Tanya Dokter Rini.


"Calon? Maksud anda Dok?" Tanya Ken heran.


Tita menoleh ke arah Ken dan mengulurkan tangannya. Matanya tak kuasa mengeluarkan air matanya.


"Mari sini Kakak duduk bersama Dokter." Pinta Dokter Rini pada Keina.


Keina pun duduk di pangkuan Dokter Rini yang tengah memeriksa perut Tita. Sementara Ken mendekati Tita.


"Ada apa sayang?" Tanya Ken yang tak mengerti kenapa Tita menangis.


"Di sini ada adik Keina Mas." Ucap Tita lirih sambil menunjuk ke arah perutnya.


"Hah! Benarkah?" Tanya Ken dan Tita menganggukkan kepalanya.


Ken pun memeluk Tita dan Menciumi wajah Tita tanpa peduli dimana mereka berada.


"Daddy diamlah. Keina ingin melihat adik." Protes Keina karena Ken membuat tubuh Tita terguncang.


"Hah! Baiklah sayang." Ucap Ken melerai pelukannya pada Tita.

__ADS_1


Dokter pun segera menjelaskan dimana letak adik bayinya. Keina tampak mengerutkan keningnya. Dirinya tak mengerti saat Dokter menunjukkan sesuatu yang di sebut adiknya.


"Dokter. Dimana adik? Kenapa dari tadi Dokter hanya menunjukkan titik hitam itu." Tunjuk Keina pada layar.


"Owh! Maafkan Dokter sayang. Adik Keina masih berada di bulatan hitam ini sayang. Masih terlalu kecil dan belum bisa kita lihat. Nanti setelah perut Mommy sedikit membesar kita bisa melihat adik bayi kembali." Jelas Dokter.


"Owh! Baiklah Dokter. Keina akan menunggu hingga perut Mommy besar dan akan kembali ke sini untuk melihat adik." Keina.


"Pintar. Keina do'akan agar Mommy dan adik di perut Mommy sehat ya." Dokter Rini.


"Oke Dokter." Keina.


Ken membantu Tita bangun dari ranjang pemeriksaan dan merapihkan kembali pakaian yang Tita kenakan. Kemudian mereka pun duduk di kursi yang telah tersedia menunggu penjelasan Dokter Rini.


"Selamat Tuan Nyonya. Kalian kembali Tuhan beri kepercayaan. Sekarang usia kandungan Nyonya memasuki usia 6 minggu. Apa tidak ada keluhan apapun Nyonya?" Tanya Dokter Rini.


"Tidak ada Dok. Bahkan kami masih tak percaya dengan hasil pemeriksaannya." Tita.


"Ya memang tidak semua kehamilan menunjukkan gejala awal kehamilannya Nyonya. Bahkan hingga mendekati persalinan si ibu nyaris tak merasakan apapun selain perutnya yang semakin membuncit." Dokter Rini.


"Apa itu berbahaya Dok?" Tanya Ken.


"Tidak Tuan. Semua normal. Beruntung Nyonya segera mengetahui kehamilan Nyonya sehingga Nyonya bisa lebih menjaga asupan makanannya." Dokter Rini.


"Terima kasih Dok. Kami akan lebih sering datang ke sini kembali." Tita.


"Sama-sama. Dan saya akan senang dengan kedatangan kalian." Dokter Rini.


"Baiklah Dok kami permisi." Pamit Ken.


"Silahkan. Jangan lupa untuk mengambil vitaminnya di apotik Tuan, Nyonya." Ucap Dokter Rini mengingatkan.


"Baik Dok." Tita.


Mereka bertiga pun keluar dari ruangan Dokter Rini. Ken terus merangkul Tita dan Tita pun membalasnya. Keina berjalan sendiri dengan pengawasan mereka berdua. Keina tampak riang karena telah melihat adik di perut Mommy nya.


Ken dan Tita begitu bahagia. Jika saja Keina tak merajuk mungkin keduanya belum juga menyadari jika Tita tengah berbadan dua. Padahal semalam Tita baru saja menceritakan kebahagiannya mengenai kehamilan Olla yang sebenarnya Tita belum mengetahuinya dengan pasti apakah Kakak iparnya itu hamil atau tidak.


🌻🌻🌻


Jangan lupa like dan komennya ya sahabat 🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2