
Semua berkumpul tanpa tau ada apa. Tuan dan Nyonya Ito pun ikut serta datang. Mereka melihat Tanio dan Olla ada di sana dengan tangan Tanio yang terluka.
"Nio, apa yang terjadi?" Tanya Tuan Ito.
"Duduklah Yah. Ken akan menjelaskannya." Titah Ken.
Tanio pun mengangguk. Tanpa bertanya lagi Tuan Ito pun duduk di tempatnya. Semua telah hadir. Aldi terlihat gelisah karena dirinya harus mencari Abian. Terlihat Jessie pun terisak sambil memeluk Axel. Semua mencari keberadaan Tita yang bersembunyi bersama Abian.
"Terima kasih. Sebelumnya Ken minta maaf karena telah mengganggu istirahat kalian semua." Ken.
"Ada apa Al?" Tanya Ken pada Aldi yang terlihat gelisah.
"Abian hilang Om." Ucap Aldi menunduk tak kuasa menahan kesedihannya.
"Apa!" Jerit semua yang ada di sana.
Aiko dan Artur panik dan Jessie semakin menangis. Aiko terus bertanya pada Aldi bagaimana bisa Abian bisa hilang. Begitupun Artur dan yang lainnya. Karena mereka terdesak akhirnya Aldi pun berbicara.
"Tanyakan saja pada Anak Mami dan Papi bagaimana anak kami bisa hilang." Ucap Aldi dengan nada tinggi.
Aiko menutup mulutnya tak menyangka Aldi akan membentak dirinya.
"Katakan apa yang terjadi Jessie." Marah Artur.
"Maafkan Jess Papi. Jess tak sengaja meninggalkannya di jalan tadi." Jessie.
"Apa kau bilang tidak sengaja?" Bentak Artur.
"Papi, Tenanglah." Aiko.
"Tenang kau bilang. Ya, anak kita yang begitu tenang meninggalkan cucu kita di jalanan." Geram Artur.
"Bagaiman bisa Jess?" Tanya Tuan Ito.
Namun, Jessie hanya menangis kencang.
"Jessie cemburu Opa." Ucap Aldi lirih.
"Cemburu!" Ucap semua yang ada di situ kecuali Ken dan Tanio.
"Kau melihat Aldi dengan wanita lain?" Aiko.
__ADS_1
Jessie menggelengkan kepalanya begitu juga dengan Aldi.
"Lantas apa yang membuat mu cemburu hingga meninggalkan anak mu begitu saja?" Bentak Artur.
"Tenanglah semuanya." Ucap Ken.
"Apa maksud mu Ken? Cucu kami hilang dan kau meminta kami untuk tenang." Teriak Aiko.
"Karena itu saya meminta kalian tenang." Ken.
Semua pun kembali diam. Ken menarik nafas dalam. Kemudian kembali memulai pembicaraannya.
"Apa yang membuatmu cemburu Jess. Bicaralah jangan hanya menangis." Ken.
Lagi-lagi Jessie hanya diam. Karena tidak mungkin dirinya mengatakan jika dirinya cemburu pada Tita. Suasana menjadi hening. Ken sengaja membiarkan Tita dan Abian di luar karena Ken tidak ingin Tita mendengar pengakuan Jessie.
Lama terdiam hanya isak tangis Jessie yang terdengar. Aldi menarik nafas dalam mencoba mengatur emosinya. Kemudian Aldi pun berinisiatif untuk menjelaskannya.
"Maafkan sebelumnya Om. Entah kenapa Jess cemburu pada Tante." Aldi.
"Apa maksudmu Al?" Ken.
Jessie membulatkan matanya menatap suaminya yang dengan berani mengucapkan apa yang terjadi.
"Jessie.." Ucap Aiko dan Artur.
Suasana kembali hening hingga Aldi kembali mengatakan apa yang ada di hatinya.
"Maafkan saya. Sudah tiga tahun saya menahan ini. Bukan karena saya masih memiliki rasa untuk Tante. Tapi, saya juga merasa tertekan karena rasa cemburunya yang begitu besar.
Saya pun memiliki rasa. Jika terus di tekan seperti ini saya juga merasa tertekan." Aldi.
Semua terdiam. Aiko dan Artur merasa malu kepada anaknya. Entah apa yang membuat Jessie memiliki rasa itu.
"Maaf jika saya ikut serta dalam keluarga ini." Ucap Tanio memulai pembicaraannya.
"Perlu kamu tau Nona Jessie. Kamilah yang seharusnya marah kepada Anda dan Suami anda. Karena Anda dan suami anda telah menyakiti adik kami selama dua tahun lamanya. Namun, apa yang adik kami lakukan pada kalian.
Dia selalu memaafkan apapun kesalahan kalian. Bukan karena adik kami masih memiliki rasa pada suami anda tetapi adik kami memiliki hati yang begitu luas yang selalu memaafkan apapun yang tidak mengusik hidupnya.
Bahkan hanya rasa syukur yang dia miliki sekarang karena berkat suami anda dan anda menyakitinya adik kami menemukan pria yang jauh lebih baik dari suami anda. Jujur jika saya tak menghormati adik saya dan Ken. Suami anda sudah tak akan ada lagi di dunia ini." Jelas Tanio.
__ADS_1
Deg...
Kalimat terakhir Tanio membuat Jessie menengadahkan wajahnya menatap Tanio.
"Dan kau lihat luka di lengan suami saya Nona Jessie?" Ucap Olla geram.
"Itu adalah luka yang dia dapatkan karena menyelamatkan anak dari orang yang begitu dia benci seumur hidupnya. Dan jika suami saya tau itu anak dari kalian mungkin dia tidak akan menolongnya." Olla.
"Jadi, Abian bersama kalian?" Tanya Jessie.
Ken meminta Tita masuk dan membawa serta Abian. Dan Jessie langsung mengambil paksa Abian dari gendongan Tita seketika Abian pun langsung menangis kencang karena takut dan rasa traumanya tadi.
Plak...
Tita menampar Jessie dan mengambil kembali Abian dari tangan Jessie. Semua orang terdiam melihat Tita menampar Jessie. Tita meminta bibik mengambil Abian dan membawanya kembali ke luar.
"Kenapa kamu tampar saya!" Teriak Jessie pada Tita.
Dan Plak...
Tita kembali menampar Jessie tanpa banyak bicara. Aldi segera mendekati Jessie dan memintanya kembali duduk.
"Apa? Kamu masih membela dia?" Teriak Jessie
Plak...
Kali ini tamparan mendarat ke pipi Jessie dari tangan Aiko. Artur dan Aldi pun hanya terdiam. Tita menghampiri Jessie dan berdiri di hadapannya.
"Jangan kamu fikir saya tidak tau sikap kamu terhadap saya. Asal kamu tau saya tidak akan meninggalkan suami saya hanya demi suami kamu. Suami kamu tidak ada seujung kukunya suami saya. Dan kenapa saya tidak memberikan anak kalian. Karena apa yang kamu lakukan tadi hanya menambah rasa traumanya.
Saya tidak peduli. Tapi, saya masih memiliki hati untuk anak itu. Dia tidak bersalah sedikit pun. Dan asal kamu tau. Dengan sikap mu begitu saya akan dengan senang hati akan meminga suami mu meninggalkan kamu. Bukan untuk kembali dengan ku tapi untuk mencari yang lebih baik dari mu." Ucap Tita dengan santai kemudian duduk di pangkuan Ken.
Ken menyambutnya dengan baik dan menciumi pipi Tita tanpa peduli yang lainnya. Tuan dan Nyonya Ito begitu tak menyangka jika menantunya bisa melakukan itu. Ayumi, Laras dan Gagah pun begitu tak menyangka hanya Rehan yang tau bagaimana sikap Tita yang sebenarnya.
"Tante,, saya pribadi meminta maaf kepada Tante atas kesalahan yang saya lakukan secara sengaja ataupun tidak." Ucap Aldi dan mendapatkan tatapan tajam dari Jessie.
"Dan untuk kau istri ku. Jika kau masih menganggapku suamimu tolong hargai situasi jika kau menikahi mantan pacar dari Tante mu. Bahkan mungkin lebih tepatnya kau merebutku darinya. Bukan untuk menyudutkan mu. Hanya ingin kau tau jika kita semua punya masa lalu. Jika aku bisa menerima masa lalumu kenapa kamu tidak bisa." Aldi.
"Aku menyerah jika kau tetap begini. Aku sudah menunjukan jika di hati ini hanya ada kamu dan anak-anak kita tapi kau selalu mencurigai aku. Silahkan Saya serahkan semuanya pada mu. Jika kau menerima situasi ini pulanglah kerumah kita. Tapi, jika situasi ini sulit bagimu. Saya tunggu gugatan mu." Aldi.
🌻🌻🌻
__ADS_1
Jangan lupa like dan komennya ya sahabat 🙏🙏🙏