
Waktu begitu cepat berlalu. Kini usia Keina menginjak dua tahun. Keina pun mulai bisa melangkah sedikit demi sedikit. Tita di buat kelimpungan ketika Keina ingin terus berjalan karena mungkin dia senang bisa berjalan sendiri.
Keina menjadi pusat perhatian siapapun yang melihatnya. Tanio dan Olla sudah memiliki dua jagoan. Zio kini memiliki adik bernama Zayn. Dan melan melahirkan bayi perempuan setelah anak pertamanya laki-laki.
Melan menetap di LN yang membauat mereka jarang sekali bertemu. Abi yang super sibuk Melan pun harus mengertikan keadaan suaminya tersebut. Dan begitu beruntungnya Abi karena Melan tak pernah mengeluh sedikitpun karena mereka tinggal berjauhan dengan keluarga.
Dua A pun sudah menginjak usia hampir dua tahun karena hanya berselang beberapa bulan saja dengan Keina. Daren anak dari Mikha dan Angel pun sudah beranjak usia empat tahun. Angel mengalami keguguran pada kehamilan keduanya karena terjatuh dan saat itu Angel tak mengetahui jika dirinya berbadan dua.
"Keina anak Bunda.." Teriak Ayumi memasuki rumah utama.
"Buna..." Ucap Keina menyambut kedatangan Ayumi.
"Sayangnya Bunda." Ucap Ayumi sambil memeluk Keina. Dan tangan mungil Keina pun membalas pelukkan Ayumi.
"Hei, Kakak ga di peluk juga nih?" Ucap Gladys yang ikut serta bersama Ayumi.
"Tata." Ucap Keina melepas pelukannya pada Ayumi.
"Peluk?" Gladys.
"No." Jawab Keina lucu dan menggemaskan.
Keina dengan santainya berlari menggoda Kakaknya. Gladys pun mengejar Keina dam menangkapnya keduanya akan tertawa lepas ketika mereka berdua bermain bersama.
Hubungan Gladys dan Angga pun semakin dekat karena Angga yang pantang menyerah mengejar Gladys. Hanya saja Angga belum menayatakan cintanya karena takut jika Gladys menolaknya. Yang terpenting bagi Angga sekarang menjalin hubungan baik saja dulu dengan Gladys.
"Onty, Glad bawa Keina ya ke Mall." Ijin Gladys.
"Sudah bilang Oncle?" Tita.
"Sudah. Kan Onty sama Bunda mau ke Rumah sakit jadi Oncle bolehin Keina Glad bawa." Gladys.
"Tapi, hati-hati ya jangan sampai lengah." Tita.
"Siap Onty. Nanti Glad bawa bibik juga kok. Takut repot bawa-bawaan." Gladys.
"Mau belanja?" Tita.
"Mau nyari buku." Gladys.
Tita dan Ayumi pun pergi ke rumah sakit untuk menghadiri rapat tahunan. Tita mewakili Ken yang berhalangan karena ada rapat penting di kantor sementara Ayumi sebagai pemegang saham juga karena Rehan mengatas namakan dirinya dan istrinya juga.
Gladys membawa Keina dan bibik masuk kedalam toko buku. Keina masih dalam gendongan Gladys walau bibik sudah menawarkan jika ingin bergantian tapi Gladys menolak. Gladys meminta Bibik membawakan tasnya dan tas Keina saja.
"Bi, kalo ada buku yang bibi suka apapun itu boleh ambil ya Bi. Nanti bayar sekalian sama Glad." Tawar Gladys.
"Eh, iya Mba. Terima kasih." Bibik.
"Jangan sungkan boleh apa aja kok." Gladys.
Gladys pun melanjutkan mencari buku yang dia cari bersama Keina dalam gendongannya. Keina selalu anteng tak pernah rewel. Sesekali Keina protes atau menunjuk sesuatu yang diinginkannya.
__ADS_1
"Ada yang mau di ambil Bi?" Gladys.
"Saya mau buku ini saja Mba." Tunjuk Bibi pada buku novel terbaru.
"Wah, suka baca rupanya Bibi." Gladys.
"Jika senggang saja Mba." Bibi.
"Udah ini aja?" Gladys.
"Iya Mba. Ini juga belum kebaca." Bibi.
"Oke deh." Gladys.
Mereka pun pergi ke kasir untuk membayar buku yang mereka beli. Tapi, Gladys merasa tak asing dengan kasirnya. Gladys membaca name tag nya dan benar saja.
"Kak.Laras." Panggil Gladys.
"Hah! Maaf. Siapa ya?" Laras.
"Gladys. Adiknya Kak.Gagah. Ini Keina yang dulu masih bayi." Tunjuk Gladys pada Keina.
"Astaga! Dokter Gagah?" Laras.
"Iya. Kok Kakak disini?" Gladys.
"Hm.. Kakak ga bisa cerita disini Glad. Lain waktu saja ya." Laras.
"Apa?" Laras.
"Tulis nomer Kakak nanti kita bisa telfonan buat janjian." Gladys.
"Hm.. Baiklah." Laras.
Laras pun segera mengetik nomer ponsel miliknya dan kembali memberikan ponsel milik Gladys. Gladys membayar buku yang di belinya kemudian berpamitan pada Laras setelah mereka berswafoto terlebih dahulu.
Keluar dari toko buku Gladys mengajak Keina dan Bibi untuk makan di salah satu restoran yang ada di mall tersebut. Gladys mendudukan Keina di bangku khusus anak kecil. Keina pun dengan riang duduk dan menggoyang-goyangkan kakinya.
Tak lama pesanan mereka pun sampai. Gladys dan bibik makan dengan khidmat begitu juga dengan Keina yang asik dengan makanannya yang di berikan Gladys. Gladys tak menghiraukan jika Keina belepotan makanan karena dirinya membawa baju ganti Keina.
"Gladys. Ngapain Lu?" Hena teman satu kampus Gladys.
"Makanlah Lu ga liat gw lagi makan." Gladys.
"Lu udah punya anak Glad?" Hena.
"Iya. Kenapa? Masalah?" Gladys.
"Astaga! Gw ga nyangka Lu kuliah udah nikah." Hena.
"Emang ada larangannya? Ngga kan?" Gladys.
__ADS_1
"Salut gw. Ternyata Lu hot Mama ternyata." Hena.
"Udah sana ih. Sama siapa Lu?" Gladys.
"Sama Glen." Hena.
"Ceh, pacaran mulu. Cepetan bawa ke MUI." Gladys.
"Ngapain kita ke MUI?" Hena.
"Halalin lah." Gladys.
"Si alan Lu. Udah ah. Bye... Eh, bye the way anak lu lucu juga. Boleh ding gw pinjem." Hena menoel pipi Keina.
"No... No.." Teriak Keina saat pipinya di colek.
"Noh, denger tuh. No." Gladys.
"Ceh, sama kaya emaknya pelit." Hena.
"Sana Lu." Gladys.
Hena pun pergi meninggalkan meja Gladys kembali ke pacarnya. Gladys dan Hena memang satu kelas dan cukup akrab di kampus maupun di luaran hanya saja keduanya tak seperti para sahabat lainnya yang kemana-mana harus bersama.
Mengingiat Hena sudah memiliki kekasih yaitu Glen. Mereka satu kampus hanga beda jurusan. Sementara Gladys terkenal jomblo akut. Dan sekarang akan heboh jika dirinya telah memiliki suami dan anak. Semoga saja Hena tak menyebarkannya.
"Bi, ada yang mau di beli lagi ngga?" Gladys.
"Saya sih ngga Mba. Mungkin Mba. Biar Keina saya yang gendong." Bibik.
"Ngga Bi. Udah kok. Keina biar aja di gendong saya." Gladys.
Mereka pun kembali ke rumah Utama. Tampak Tuan dan Nyonya Ito tengah duduk di teras samping sambil menikmati secangkir teh dan sedikit camilan yang di buat Tita khusus untuk Ibu dan Ayah mertuanya.
"Sore Opa, Oma." Sapa Gladys yang baru saja turun dari mobil dengan Keina dalam gendongannya.
"Sore... Ya ampun cucu-cucu Opa dari mana?" Tuan Ito.
"Da..dah.." Ucap Keina.
"Kok dadah lagi. Keina mau kemana?" Nyonya Laura.
"Mom." Keina.
"Mommy sebentar lagi datang. Keina bersih-bersih ya sama Kakak." Nyonya Laura.
"Oke Oma." Ucap Gladys menirukan suara anak kecil.
Gladys memebawa Keina masuk untuk di mandikan karena seharian di mall. Bibi pun membantu Gladys menyiapkan pakaian Keina.
🌻🌻🌻
__ADS_1
Jangan lupa like dan komennya ya sahabat 🙏🙏🙏