
Tiga hari berlalu Gladys dan Angga datang lebih dulu dari honeymoon mereka karena memang mereka hanya pergi selama tiga hari. Angga dan Gladys pulang ke rumah utama Ito terlebih dahulu sebelum akhirnya mereka pergi ke rumah Angga.
Seperti yang sudah di sepakati oleh keduanya memang Gladys akan tinggal bersama Angga dan orang tuanya. Karena Angga tidak ingin Gladys sendiri jika dirinya bekerja. Itu pun di setujui Gladys.
Angga dan Gladys pulang dengan menggunakan taksi. Keduanya tak ingin merepotkan orang rumah untuk menjemput mereka. Keduanya memasang raut wajah bahagia sepanjang perjalanan pulang.
Sampai di kediaman utama Ito penjaga membukakan pintu gerbang setelah Gladys membuka kaca mobil taksi yang mereka gunakan.
"Taksi ga boleh masuk ya Non?" Tanya si supir taksi.
"Hah! Boleh Pak. Hanya saja mereka tetap harus memeriksa siapa yang di bawa taksinya." Gladys.
"Wah, kaya di rumah pejabat gitu ya Non." Supir taksi.
Gladys dan Angga tak menjawabnya lagi mereka hanya tersenyum kepada si supir taksi yang tak mengetahui rumah siapa yang dia datangi. Angga membayar ongkosnya kemudian mereka keluar.
Satu orang bibi mendekati mereka dan membantu si supir taksi mengeluarkan koper yang di bawa Angga dan Gladys. Terlihat jika bibi menundukkan kepalanya pada Angga dan Gladys si supir taksi pun semakin di buat penasaran.
"Mba, ini rumah orang penting ya?" Tanya si supir taksi.
"Hah! Hehhee..." Jawab bibi kemudian berlalu mengambil koper mereka.
"Ish... misterius deh." Gumam si supir taksi kemudian kembali masuk ke dalam mobilnya dan melajukan mobilnya kembali ke luar dengan rasa penasaran yang masih ada.
Sementara Angga dan Gladys memasuki rumah utama dan terlihat Tita dan Nyonya Laura tengah berbincang hangat di ruang utama dengan Keina yang asik bermain di atas karpet.
"Oma,, Onty..." Teriak Gladys sedikit berlari.
"Glad, Angga." Ucap Nyonya Laura dan Tita.
"Kalian pulang kenapa ga minta di jemput?" Tita.
"Ga apa-apa Onty, banyak taksi di bandara jadi tidak perlu merepotkan orang rumah." Angga.
"Astaga kalian ini. Kami tidak pernah di repotkan." Nyonya Laura.
"Hai,,, princess? Ga kangen sama Kakak?" Tanya Gladys berdiri di atas lututnya mensejajarkan tinggi Keina.
Keina pun bangkit dari duduknya dan menghampiri Gladys.
"Tata ana ainan Ei?" Tanya Keina berdiri di hadapan Gladys.
"Hei,,, Keina ga mau peluk Kakak dulu?" Gladys.
"No." Jawab Keina menggelengkan kepalanya membuat Gladys gemas di buatnya.
Gladys pun menyambar tubuh Keina memeluknya erat dan menciumi pipi gembulnya bergantian kiri dan kanan. Membuat Keina berteriak meminta di lepaskan.
"No, My No.." Teriak Keina.
"Sayang, lepaskan kasian Keina." Relai Angga.
__ADS_1
"Abis Keina gemes deh. Masa ga kangen Kakak?" Ucap Gladys melepaskan pelukkannya.
"Tata adah mana?" Tanya Keina.
"Hei,,, jahat... Masa malah nanyain Kak Gagah sih. Keina ini Kak.Glad juga baru dateng loh masa ga kangen?" Rengek Gladys.
"No." Jawab Keina menggelengkan kepalanya lagi.
"Huhuhu.... Kakak sedih." Rengek Gladys berpura-pura.
"Tata awa ainan?" Tanya Keina polosnya.
"Astaga! Kenapa otak adekku isinya mainan ajan ya." Gerutu Gladys.
"Dan Onty mendengarnya Glad." Tita.
Gladys pun membuka koper berisikan oleh-oleh yang di bawanya untuk keluarganya termasuk mainan untuk Keina. Gladys di bantu Angga mengeluarkan semua mainan yang di belinya untuk Keina.
Mata Keina berbinar melihat mainan yang di bawa Gladys untuknya yang begitu banyak. Keina menghampiri Gladys kemudian memeluknya dan mendaratkan kecupan hangat di pipi Gladys.
"Atih Tata. Ei yayan Tata." Ucap Keina.
"Uuu... Sayangnya Kakak." Balas Gladys memeluk Keina.
"Keina ngga peluk kakak juga? Kan Kakak yang bawain." Ucap Angga berpura-pura merajuk.
Tanpa perlawanan Keina pun turun dari pangkuan Gladys dan berjalan mendekati Angga kemudian memeluk Angga erat. Yang awalnya Angga pun tak yakin jika Keina akan memeluknya.
"Sayangnya Kakak.." Ucap Angga sambil menggoyangkan badan Keina ke kiri dan kekanan.
Semua tertawa melihat tingkah Keina dan Angga. Keina terus bergelayut manja pada Angga. Gladys duduk di samping Angga bermain bersama Keina yang masih betah duduk di pangkuan Angga.
"Apa kalian tidak cape?" Tanya Tita.
"Capenya ilang Onty main sama princess.." Jawab Angga.
"My au tlim." Pinta Keina.
"Keina mau es krim?" Tanya Gladys.
"Ya au.." Jawab Keina.
"Kakak ambil ya. Kakak mau di ambilkan apa?" Tanya Gladys pada Angga.
"Kakak mau jus jeruk aja deh tolong ya sayang." Angga.
"Oke. Oma sama Onty mau di ambilkan apa?" Tawar Gladys.
"Minuman onty masih ada. Oma barangkali." Nyonya Laura.
"Oma tidak usah. Sebentar lagi Opa selesai dari kebun. Oma mau menemaninya." Tolak Nyonya Laura.
__ADS_1
"Cie... Oma. Mau berduaan ya sama Opa." Goda Gladys.
"Iya dong. Masa kalian saja yang berduaan." Jawab Nyonya Laura.
Gladys pun berlalu meninggalkan mereka membawakan es krim untuk Keina dan Jus untuk Angga. Gladys membuatkan jus oleh tangannya sendiri untuk Angga tidak meminta bibi membuatkannya.
Gladys memang tidak terlalu manja hingga meminta bibi untuk selalu membantunya. Itu yang membuat Angga bangga pada Gladys. Meskipun anak orang berada dan di limpahkan kekayaan sejak kecil tapi Gladys mandiri.
"Es dan jus sudah datang..." Ucap Gladys membawa pesanan Keina dan Angga.
"Tim ..." Ucap Keina dengan mata berbinar melihat es krim coklat vanila yang di bawa Gladys di atas nampan.
"Keina mau makan sendiri atau di suap?" Tawar Gladys.
" ili tata." Jawab Keina.
"Hati-hati ya Nak. Ayo duduk sendiri." Titah Tita.
"Ote My." Jawab Keina.
Keina menikmati es krimnya duduk sendiri di atas karpet dengan di alasi alas karet. Angga begitu gemas melihat Keina memakan es krim karena pipi gembulnya terus bergerak seperti jelly menurutnya.
"Sayang lihatlah. Pipi Keina terus bergerak seperti jelly. Kakak jadi gemas deh pengen buat yang kaya gitu." Angga.
"Ish... Kakak masih pagi mesum." Gladys.
"Kan mesumnya sama istri sendiri." Angga.
"Awas aja berani sama yang lain." Ancam Gladys.
"Astaga! Istriku lebih menggemaskan daripada Keina." Goda Angga lagi.
"Kakak..." Rengek Gladys.
Tita dan Nyonya Laura tersenyum melihat Angga yang terus menggoda Gladys. Tita melayangkan ingatannya pada saat dirinya baru menikah dengan Ken. Tita lebih banyak diam karena masih terlalu canggung dengan Ken.
Berbeda dengan Gladys yang telah lama mengenal Angga yang membuatnya tidak teras canggung lagi saat bersama. Tita lebih seperti Laras dan Gagah. Karena keduanya sama-sama menikah mendadak.
"Onty..." Tegur Gladys yang melihat Tita bengong.
"Onty.." Panggilnya lagi.
"Hah.. Mm.. Eh, ada apa?" Jawab Tita gelagapan.
"Kenapa Ta? Ada yang di fikirkan?" Tanya Nyonya Laura cemas.
"Tidak ada Bu. Hanya melamunkan Mas Ken saja." Tita.
"Cie... Onty kangen Oncle ya.." Goda Gladys.
"Selalu dong." Jawab Tita.
__ADS_1
🌻🌻🌻
Jangan lupa like dan komennya ya sahabat 🙏🙏🙏