Jodohku Sahabat Kakakku

Jodohku Sahabat Kakakku
Keluarga Laras


__ADS_3

"Keina, beli es krimnya sama Kakak ya. Ayah sama Bunda ke butik dulu." Rehan.


"Ote." Keina.


"Ayo sayang. Jalan ya." Gagah.


Keina pun berjalan di tengah-tengah Gagah dan Laras. Tangan kananya bergandengan dengan Laras dan tangan kirinya dengan Gagah. Keina tampak senang karena akan di belikan es krim.


Mereka pun masuk ke dalam kedai es krim. Laras dan Keina menunggu Gagah di bangku yang berada di pojokan sementara Gagah memesan. Tanpa di sangka Ayah tiri, Ibu dan adik tiri Laras ada di mall yang sama dengan mereka.


Mereka bertiga memasuki butik Ayumi berniat membeli pakaian untuk menghadiri resepsi pernikahan Laras dan Gagah. Ayah tiri Laras meminta gaun seksi dan mahal untuk anaknya karena dirinya memiliki niat terselubung sementara Ibu Laras hanya di pesankan baju sederhana dan diskonan.


"Sayang, lihatlah." Tunjuk Rehan pada layar cctv.


"Siapa?" Tanya Ayumi melihat orang pada layar.


"Itu orang tua Laras." Rehan.


Ayumi menutup mulutnya tak menyangka.


"Apa mereka tau jika butik ini milikku?" Ayumi.


"Sepertinya tidak. Karena mereka akan merasa gengsi membeli baju di sini." Rehan.


"Berikan baju khusus untuk Ibu Laras." Rehan.


"Kau yakin?" Ayumi.


"Ya. Laras ingin memisahkan ibunya dengan lelaki itu hanya saja harta ayah kandung Laras sudah di kuasai Ayah tirinya." Rehan.


"Berikan saja. Kita akan berikan apa yang sudah mereka ambil." Ayumi.


"Kau benar sayang. Tapi, tidak semudah itu. Karena sebenarnya semua atas nama Laras. Dan jika mereka akan mengganti kepemilikan harus ada persetujuan Laras dan ibunya." Rehan.


"Kalo begitu tinggalkan saja toh semua miliknya." Ayumi.


"Sayang, kau tau betapa liciknya Ayah tiri Laras. Semua akan berbalik pada Laras dan Ibunya." Rehan.


"Hm... Ayah akan lebih tau dan Bunda serahkan semuanya padamu." Ayumi.


"Sekarang berikan baju khusu untuk dia. Laras pasti akan senang." Rehan.


Ayumi pun memanggil salah satu pegawainya untuk menemuinya dan memintanya untuk memberikan gaun untuk Ibunya Laras.


"Katakan jika baju ini memiliki diskon 75%." Pesan Ayumi.


"Baik Bu." Pegawai Ayumi.

__ADS_1


Pegawai Ayumi pun kembali pada Keluarga Laras.


"Ayah, apa aku cantik dengan gaun ini?" Lili adik tiri Laras.


"Sempurna." Ayah Tiri Laras.


"Benar Bu?" Lili.


"Kau selalu cantik Nak." Ibu Laras.


"Terima kasih Bu." Lili.


"Kau, bungkus gaun itu untuk anak ku. Dan carikan gaun untuk istriku. Jika ada yang diskon saja." Ayah Tiri Laras.


"Baik Pak. Mari." Ajak Pegawai butik.


"Ibu ingin mencoba baju ini? Ini diskon 75%." Tawar pegawai butik.


"Jadi berapa harganya?" Ayah Tiri Laras.


"Dua juta lima ratus." Jawab pegawai.


"Ceh, yang benar saja? Itu sih namanya ngga di diskon." Ayah tiri Laras.


"Jika Bapak membeli dua gaun itu. Maka ini akan kami berikan free." Tunjuk pegawai toko pada dua gaun yang di pilih Lili.


"Baik. Silahkan Bapak urus pembayarannya kami akan bungkus tiga gaun ini." Pegawai butik.


Mereka pun menuju kasir untuk membayar dua gaun yang di beli untuk Lili. Lili begitu senang dan terus menggandeng tangan Ayahnya sementara Ibu Laras hanya diam tak banyak berkata.


"Totalnya jadi 50juta Pak." Ucap kasir.


Ayah tiri Laras pun memberikan kartu debitnya pada kasir untuk membayar.


"Ini gaun anda Nona. Dan ini Gaun anda Nyonya." Ucap Pegawai butik.


Sementara Ayumi meneteskan air matanya melihat tingkah Ayah Laras. Rehan pun membawa Ayumi kedalam pelukkannya.


"Astaga! Yah, jangan-jangan nanti mereka ketemu Laras sama Gagah lagi." Ucap Ayumi mengingat anak dan menantunya sedang berada di kedai es krim.


"Tenang sayang. Ada bodyguard di sana." Rehan.


"Ayah yakin?" Ayumi.


"Yakin sayang. Begitu Ayah melihat mereka Ayah langsung minta bodyguard masuk dan jaga anak kita.


Dan benar saja feeling seorang Ibu. Keluarga Laras masuk kedai es krim karena Lili memintanya maka Ayahnya pun segera menurutinya. Ibu Laras hanya diam mengikuti keduanya dan membawakan belanjaan Lili.

__ADS_1


Ibu Laras melihat keberadaan Laras, Gagah dan Keina bibirnya sedikit terangkat melihat kebahagiaan anaknya. Dan Ibu Laras pun berusaha menjaga agar Suami dan Anak sambungnya tak melihat keberadaan Laras dan Gagah.


Namun, sialnya Ayah tiri Laras melihatnya saat Laras, Gagah dan Keina akan keluar dari kedai es krim.


"Waw! Sungguh menakjubkan. Setelah anaknya lahir dan besar mereka baru saja akan melaksanakan resepsi pernikahan." Cibir Ayah tiri Laras membuat semua orang menoleh pada mereka.


"Jangan hiraukan tetap berjalan dan jangan menunduk." Gumam Gagah yang masih bisa di dengar Laras.


Karena melihat Gagah dan Laras acuh padanya Ayah tiri Laras geram. Kemudian dirinya berjalan mendekati Laras dan mengangkat tangannya ke udara akan menampar Laras namun dengan sigap Gagah menghalanginya.


"Siapa anda berani menyentuh istri saya?" Ucap Gagah marah.


Gagah melihat dua bodyguard di dekatnya kemudian Gagah memberi kode pada mereka untuk mendekat.


"Saya Ayahnya. Pernikahan apa maksud mu? Tidak ada pernikahan di antara kalian. Saya tidak merestui kalian." Teriak Ayah tiri Laras.


Gagah masih diam tak menggubris.


"Bawa Keina dan Laras ke tempat Bunda. Nanti saya menyusul." Titah Gagah pada bodyguard.


"Baik Tuan. Mari Nyonya." Ajak Bodyguard.


"Tapi, Kak." Ucap Laras tercekal.


"Pergilah. Kakak akan baik-baik saja." Gagah.


Laras dan Keina pun pergi bersama kedua bodyguard itu. Tubuh Laras gemetar karena takut. Begitu sampai di butik Laras langsung memeluk Ayumi dan menangis di pelukkannya.


Sementara di tempat lain.


"Maaf tuan siapa anda sehingga saya harus meminta restu pada anda? Saya mengenal istri saya. Saya tau siapa dia. Jika anda mengaku sebagai ayah dari istri saya kemana anda selama ini?" Tanya Gagah.


"Bu..Bukan begitu maksud saya. Anda tidak pantas dengan anak saya itu anak muda. Ini anak saya yang ini yang lebih pantas bersanding dengan mu. Dia tidak akan mempermalukan kamu di muka umum seperti sekarang yang di lakukan perempuan sialan tadi." Jelas Ayah tiri Laras dengan percaya diri.


"Mohon maaf tuan kami tidak mengenal anda jadi jangan coba-coba anda mengusik kehidupan kami jika kehidupan anda tidak ingin kami usik juga." Ucap Gagah meninggalkan keluarga Laras.


Namun, baru beberapa langkah saja Ayah tiri Laras sudah menahan langkah Gagah dan menawarkan Lili padanya.


"Tunggu anak muda. Lihatlah anak saya yang ini jauh lebih cantik dan seksi dari pada perempuan tak tau diri tadi yang bisanya hanya menjajagan kesuciannya pada setiap laki-laki." Ucap Ayah tiri Laras.


Plak


Sebuah tamparan mendarat di pipi Ayah tiri Laras. Bukan dari Gagah melainkan dari orang lain. Orang yang tak pernah di sangka akan melakukan hal itu padanya.


🌻🌻🌻


Jangan lupa like dan komennya ya sahabat 🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2