
Tiga hari sudah Tita dan Ken berada di luar kota. Setiap hari Keina selalu menanyakan kapan Ken dan Tita pulang. Ayumi selalu mengalihkan perhatian Keina ketika gadis kecil itu mulai menanyakan Ken dan Tita. Beruntung ada Marni yang membantu Ayumi mengalihkan perhatian Keina.
Persiapan tujuh bulanan Laras pun mulai di persiapkan. Ayumi dan Marni berkeliling mencari apa yang di perlukan mereka untuk acara nanti. Dari mulai hal kecil mereka persiapkan. Aiko pun ikut menbantu Ayumi dan Marni.
Keina selalu di bawa oleh Marni dan Ayumi karena mereka berdua tak ingin Laras dan Nyonya Laura kerepotan. Sekalian juga mereka mengalihkan perhatian agar Keina tak selalu menanyakan Ken dan Tita.
Hari ke empat Ken dan Tita pun memutuskan untuk kembali pulang. Dan selama di sana Tita tak di ijinkan Ken untuk keluar dari kamar. Ken benar-benar menghabiskan waktu mereka berdua hanya di dalam kamar.
"Sayang, apa sudah siap semua?" Tanya Ken.
"Sudah Mas. Kita langsung pergi sekarang?" Tita.
"Kita makan siang saja dulu. Setelah itu kita pergi." Ken.
"Makan di kamar?" Tita.
"Tidak. Kita makan di restoran saja. Sekalian keluar." Ken.
Tita pun segera menutup koper setelah membereskannya. Ken menarik koler mereka dan Tita berjalan di sampingnya dengan bergelayut manja di lengan Ken. Ken yang tegas selalu lembut di hadapan Tita dan Keina.
Setelah makan siang Ken pun segera menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang membelah jalanan. Tita menyandarkan kepalanya di bahu kiri Ken. Sambil tangannya terus saling bertautan.
Hampir malam mereka berdua tiba di rumah utama. Penjaga membukakan pintu gerbang untuk Tuannya. Mobil Ken pun masuk dan parkir di tempat yang sudah di sediakan.
"Ada mobil Kak Ai." Tita.
"Iya. Tapi, sepertinya hanya Kak Ai dan Kak Artur. Karena jika ada Jessie dan kedua anaknya Laras atau Gagah pasti sudah memberi tahukannya pada kita." Ken.
"Ya sepertinya begitu." Tita.
"Ayo." Ajak Ken.
Ken mengambil koper dan beberapa oleh-oleh untuk anggota keluarganya dan buah hatinya tentu. Sementara Tita berjalan lebih dulu ke dalam rumah utama. Tita sempat menawarkan untuk membantu Ken tapi Ken menolaknya halus.
Tita melangkah masuk menuju ruang utama. Terlihat di sana suasana begitu hangat. Tita menyapa semua yang ada di sana. Keina yang mendengar suara Mommy nya segera bangun dan berlari menuju dimana Tita berdiri. Tita berdiri di atas lututnya dan merentangkan tangannya menyambut putri pertamnya.
"Momny..." Keina.
"Apa kabar sayang? Keina rewel ngga selama Mommy pergi?" Tanya Tita seraya memeluk erat sang putri.
"Baik Mom. Keina tidak rewel." Jawab Keina dengan nada khas anak kecilnya.
"Pinter." Puji Tita.
__ADS_1
"Daddy..."Teriak Keina begitu manik matanya melihat Ken berjalan ke arah mereka.
Keina berlari ke arah Ken dan Ken segera mengangkat tubuh kecil sang putri dan memeluknya erat.
"Apa kabar putri Daddy?" Tanya Ken.
"Baik Dad. Oleh-oleh buat Keina mana?" Tanya Keina pada Ken.
"Ada. Ini untuk kesayangan Daddy dan Mommy." Ucap Ken memberikan dua paper bag yang di simpannya di lantai begitu menyambut Keina.
"Waah... Terima kasih Dad, Mom." Ucapnya kemudian kembali duduk di dekat Laras seperti semula.
"Bagaimana liburannya sayang?" Tanya Nyonya Laura.
"Alhamdulillah menyenangkan Bu." Ken.
"Ceh, menyenangkan untuk mu tapi sepertinya tidak untuk Tita." Goda Ayumi.
"Tentu tidak dong Kak." Elak Ken.
"Yakin?" Goda Aiko.
"Yakin." Jawab Ken mantap.
"Dibawa kemana saja kamu Ta sama suami mesum mu ini?" Tanya Ayumi.
"Jangan asal ngomong Kak. Kali ini Ken ada pembelanya." Ucap Aiko pada Ayumi.
"Huh! Aku melupakan itu Ai." Ucap Ayumi di buat semenyesal mungkin.
"Tapi, tunggu kamu belum menjawab pertanyaan Kak Ayu tadi Ta. Kemana saja kalian berjalan-jalan?" Aiko.
"Kemana ya? Kakak mau tau atau mau tau banget?" Tanya balik Tita.
"Sudah tak perlu di jawab. Kakak sudah bisa menebaknya dari tanda di leher kamu. Sudah bisa di pastikan selama empat hari kamu terkungkung di dalam kamar." Ayumi.
Tita segera menutup lehernya dengan geraian rambutnya dengan wajah yang sudah memerah karena malu.
"Hahaha.... Tidak perlu di tutupi Dek. Kami sudah melihatnya." Aiko.
"Kakak...Ih..." Tita.
"Kalian masih muda wajar saja. Yang ga wajar itu yang sudah mau punya dua cucu tapi masih ada tanda di lehernya." Goda Aiko.
__ADS_1
Uhuk...Uhuk...
Seketika Ayumi tersedak minuman yang tengah di teguknya. Dirinya merasa kena sindir adiknya sendiri karena memang benar adanya Rehan setelah kedua anaknya menikah semakin liar menservis dirinya dan Ayumi menyukainya.
Tita menyodorkan minum yang ada di dekatnya.
"Minum kak. Santai aja Kak. Sama suami sendiri ini." Ucap Tita santai.
"Hahaha... Kena kan Kak." Ken.
Wajah Ayumi memerah bukan karena tersedak tapi karena menahan malu di hadapan kedua adik dan adik iparnya. Rehan hanya diam memperhatikan dan pura-pura tak tau menau. Bahkan Rehan tak berusaha membela sang istri ketika sang istri mulai terpojok.
"Sudah kalian ini kalo kumpul selalu saja begitu. Ken bawa istri kamu masuk. Kasian dia kelelahan menempuh perjalanan dj tambah harus melayani kamu." Titah Nyonya Laura.
"Baiklah. Ayo sayang kita istirahat dulu." Ajak Ken.
Kemudian Tita dan Ken pun bangkit dari duduknya dan berpamitan kepada semuanya. Ken dan Tita mengajak serta Keina namun Keina menolaknya. Keina ingin tidur bersama bibi saja.
"Sayang, Bobo sama Mommy yuk." Bujuk Tita pada Keina.
"Kei bobo sama bibi aja." Jawab Keina sekenanya.
"Sayang, apa ga kangen sama Mommy sama Daddy?" Bujuk Tita lagi.
"Kan besok bisa." Jawab Keina sekenanya.
"Yakin nih beneran Keina ga mau bobo sama kita?" Kali ini Ken yang bertanya.
"Tidak Daddy. Keina besok saja main sama Mommy." Jawab Keina.
Dan akhirnya Ken dan Tita menyerah. Keduanya berjalan gontai ke arah kamar mereka. Tita tampak terus bergelayut di lengan kekar Ken. Sampai di kamar mereka Tita langsung bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
Sementara Ken memilih menunggu di sofa sambil mengecek email yang masuk dari asistennya dan membalasnya satu persatu. Hingga tak Ken sadari jika sang istri sudah berada di sampingnya.
"Loh, sudah selesai sayang?" Tanya Ken terkejut melihat Tita tengah berbaring di sampingnya.
"Sudah sejak kemarin Tita disini." Sindir Tita.
"Maaf sayang. Mas balas email masuk." Ucap Ken menutup laptopnya dan menyimpannya di atas nakas.
Ken merebahkan tubuhnya di samping istri tercintanya.
"Mas ih,,, mandi dulu sana." Usir Tita pada suaminya.
__ADS_1
🌻🌻🌻
Jangan lupa like dan komennya ya sahabat 🙏🙏🙏