Jodohku Sahabat Kakakku

Jodohku Sahabat Kakakku
Menikah


__ADS_3

Daffin pun terkejut ketika Mommy nya bilang jika dia penyebab Mommy nya berlari di tangga. Padahal sejak tadi dirinya berada di gazebo belakang bersama Intan. Jadi, bagaimana bisa dirinya yang menyebabkan Mommy nya berlari.


Ken melerai pelukkannya dan menghapus air mata Tita. Kemudian mengecup kedua mata Tita. Setelah itu membawa kembali Tuta kedalam pelukannya dan membalikkan badan mencari sosok Daffin.


"Daffin." Panggil Ken saat melihat Daffin.


"Iya Dad." Daffin.


"Duduk." Perintah Ken menunjuk sofa tunggal.


Daffin hanya mengikuti perintah Ken dan Tita hanya diam memeluk Ken. Sekarang mereka semua berkumpul di ruang utama dan duduk di sana. Daffin melihat semua pandangan mata tertuju padanya.


"Jelaskan kenapa Mommy sampai berlari dari atas?" Ken.


"Hah! Daff tidak tau Dad. Sejak tadi Daff di gazebo belakang." Daffin.


"Mom." Ken.


"Kak Ayu bilang Daffin pacaran Dad. Tapi, Daff ga bilang sama Mommy." Ucap Tita manja.


"Hah!"


"Daffin." Ken.


Daffin menggaruk kepalanya yang tak gatal. Sementara Intan di buat salah tingkah. Dirinya merasa tidka pantas berdampingan dengan Daffin tapi tak bisa di pungkiri jika Intan merasa nyaman bersama Daffin.


"Daffin." Ken.


"Sorry Dad, Mom. Bukan ga bilang tapi belum bilang." Daffin.


"Jadi, bener kamu pacaran?" Tita.


"Boleh kan Mom? Dad?" Daffin.


"Daddy..." Rengek Tita memeluk Ken.


Ken pun memberi kode pada Daffin untuk mendekati Mommy nya. Daffin pun mengerti dan mendekat. Semua orang sudah di buat dag dig dug. Mereka fikir Ken akan marah pada Daffin. Tapi, ternyata tidak. Keluarga mereka lebih ke konyol menurut Abi dan Melan.


"Maafin Daff Mom. Daff sayang Mommy. Mommy nomer satu di hati Daff. Tapi, Daff minta ijin untuk memasukkan wanita pilihan Daff di samping Mommy. Daff yakin dia pilihan terbaik Daff Mom. Dia sempurna dimata Daff. Maafin Daff ya Mom." Bujuk Daffin berlutut di kaki Tita.


"Sayang, udah ya jangan merajuk lagi. Ini anak kurang garam udah minta maaf kan. Dan posisi kamu pun tak tergantikan seperti posisi kamu di hati Mas tak terganti walau telah hadir Keina dan Daffin. Eh, sebentar Daffin anak Kita?" Canda Ken.


"Daddy..." Daffin.

__ADS_1


"Eh, kamu Daffin ya." Canda Ken lagi.


"Daddy... Iya dia Daffin anak kita. Mommy yang nyimpen dia di perut Mommy terus Mommy keluarin." Tita.


"Jadi, gimana nih. Daff di maafin ngga Mom?" Daffin.


"Dimaafin. Tapi kenalkan pacar kamu sama Daddy." Tita.


"Kok sama Daddy?" Tanya Ken heran.


Sama halnya dengan Ken semua yang ada di sana pun heran. Kenapa Tita meminta Daffin memperkenalkan pacaranya hanya pada Ken tidak padanya juga.


"Karena Mommy sudah tau. Yang belum tau kan Daddy sama semuanya." Jawab Tita santai.


"Siapa Daff?" Ken.


Daffin malah cengengesan menampilkan deretan giginya dan menggaruk kembali kepalanya yang tak gatal.


"Itu menantu kita selanjutnya Dad. Sini sayang dekat Mommy." Panggil Tita pada Intan.


Semua pun menoleh pada Intan. Jangan tanyakan bagaimana wajah Intan. Wajahnya memerah dengan perasaan yang tak dapat di ungkapkan dengan kata-kata. Tangannya bergetar dan kakinya pun seolah tertanam ke dasar.


Rasanya sulit untuk melangkah mendekati Tita yang memanggil dirinya. Bibirnya bergetar berusaha menampilkan senyumannya. Tatapan Ken dan Tita bagai menghantam dadanya yang terasa sesak.


Daffin menggenggam tangan Intan lembut. Intan menatap manik mata Daffin dan Daffin mengangukkan kepalanya pertanda semuanya baik-baik saja. Hanya saja begitulah keluarganya. Mommy nya akan terlihat sangat berlebihan dan manja jika sudah berhadapan dengan Ken dan Daffin.


Semua pun menunggu momen apa yang akan di lakukan Tita dan Ken pada Intan. Pasalnya setelah keluarga Intan meninggal dunia fakta baru terkuak jika Intan bukan anak dari pasangan orang tua Intan yang sebenarnya. Jadi, tidak ada yang tau anak dari siapa Intan.


Marni yang memiliki pengalaman mengenai putrinya yang di terima dengan baik oleh keluarga Rehan dan Ayumi sangat yakin jika Intan pun akan di terima dengan baik oleh Tita dan Ken.


Daffin melangkahkan kakinya mendekati Tita dan Ken di ikuti oleh Intan yang begitu kaku. Rasanya campur aduk semua. Jika saja Daffin tak memeganginya mungkin dirinya sudah ambruk di lantai karena lemas.


"Sini sayang duduk dekat Mommy." Tita menepuk bagian kosong di sampingnya.


Intan menatap Daffin dan Daffin menganggukkan kepalanya tanda iya. Ken masih diam tak bicara. Ken memperhatikan kegugupan Intan.


"Kamu ga usah sungkan begitu dong sama Mommy sama Daddy." Sambut Tita saat Intan sudah duduk di sampingnya.


"Eh, kamu mau ngapain?" Tanya Tita saat Daffin akan duduk di samping Intan.


"Mau duduk dong Mom." Daffin.


"Iiih,,,, siapa yang nyuruh kamu duduk di sini. Sana duduk di sana." Usir Tita.

__ADS_1


"Mom, kan Daff anak Mommy." Protes Daffin.


"Ngga... Ngga sana duduk di sana." Tita.


"Dad.." Rajuk Daffin.


"Duduklah di sana Daff." Ken.


"Ceh, Daddy sama saja dengan Mommy." Daffin.


Dan saat Daffin berbalik Daffin melihat Daren berdiri di dekat tangga.


"Bang, belain gw kek." Ucap Daffin meminta pembelaan Daren.


"Ceh, itu kan salah Lu. Kenapa gw jadi repot. Gw aja ga tau apa masalahnya." Daren.


"Ish... Bang Daren ga bisa di ajak kompromi." Daffin.


"Udah ih, diem. Ren, sini duduk Nak." Pinta Tita.


"Nah, kan sama Abang manis banget." Daffin.


"Ish... Kamu berisik deh. Sana deh kamu keluar." Tita.


"Eh, Mommy jangan lupa. Yang duduk di samping Mommy itu pacar Daff." Daffin.


"Astaga! Daddy..." Rajuk Tita.


"Daff, ayo kamu duduk dan diam." Ken.


"Iya Dad iya." Daffin.


Daffin pun duduk di sofa tunggal tempat dia sebelumnya. Daffin sebenarnya harap-harap cemas apa yang akan di bicarakan Ken dan Tita padanya dan Intan.


Intan hanya diam menunduk dan sesekali menatap Daffin. Ayumi dan Rehan saling pandang. Mereka berdua seruju jika Intan dan Daffin. Karena Intan yang mereka lihat sangat baik dan taat. Mungkin karena didikan orang tua asuhnya yang baik membuat Intan pun menjadi baik.


Sopan santunnya begitu di jaga. Ayumi sudah melihat ketertarikan Intan pada Daffin sejak lama hanya saja Ayumi mengerti jika Intan selalu menutupi perasaannya. Ayumi pun tau Daffin tak semudah membalikkan telapak tangan untuk mengatakan isi hatinya pada Intan.


"Daddy,,, ayo cepet." Rengek Tita.


"Daffin, Daddy dan Mommy tidak ingin ada sesuatu yang tidak diinginkan terjadi kedepannya. Jadi, Daddy dan Mommy sepakat akan menikahkan kalian secepatnya." Ken.


"Menikah?!!"

__ADS_1


🌻🌻🌻


__ADS_2