
Aksi menggoda Keina pun terhenti. Gladys mengajaknya bermain setelah Keina puas meminum ASI. Keina bahkan tidak memejamkan matanya sedikit pun. Namun, baru saja Gladys mengajaknya berjalan keluar rumah Keina tertidur dalam gendongan Gladys.
"Yaah dia mah gitu." Ucap Gladys.
"Kenapa?" Ayumi.
"Dedek malah bobo Bun." Gladys.
"Hahahaa... Ya sudah sini Onty boboin dulu Keinanya. Nanti sore main lagi. Kan Kita pulangnya nunggu Oncle jemput." Tita.
"Loh, kok pulang Ta? Nginep aja deh." Ayumi.
"Besok Tita mau ke rumah Kak.Nio. Ada masalah di kantor." Tita.
"Owh! Klo gitu Keina di sini aja besok kalo kamu mau ke kantor." Ayumi.
"Di bahas di rumah aja Kak. Kak.Nio besok free." Tita.
"Owh! Ya udah. Kalo repot Kakak dengan senang hati kok jagain Barbie kamu." Ucap Ayumi menoel pipi gembul Keina.
Yang di ganggu pun tak bergeming karena rasa kantuknya. Tita menidurkan Keina di kamar tamu dan meminta salah satu bibi untuk menjaganya. Sementara Tita kembali bergabung bersama Gladys dan Ayumi berboncang di ruang keluarga sambil menonton drama.
Saat ketiganya asik Gagah yang baru pulang dari rumah sakit pun masuk dan menyapa ketiganya.
"Keina mana Onty?" Gagah.
"Bobo di temenin bibi." Tita.
"Yah,,," Gagah.
"Mandi dulu baru boleh deket-deket Keina." Ayumi.
"Iya Bun." Ucap Gagah kemudian berlalu menuju kamarnya.
Setelah segar Gagah pun turun dan meminta bibi menyiapkan makan untuknya di piring dan membawanya ke ruang keluarga karena Gagah ingin makan bergabung bersama yang lainnya.
"Ayah belum datang Bun?" Gagah.
"Kamu ga liat Ayah di rumah sakit?" Ayumi.
"Ngga. Tadi cuma ketemu dokter Angga." Gagah.
Uhuk...uhuk...uhuk...
"Kamu itu kalo makan pelan-pelan." Ucap Tita menyodorkan minuman pada Gladys.
"Makasih Onty." Gladys.
"Kenapa Dek. Denger Dokter Angga langsung kesedek." Gagah.
"Hah! Ngga... Biasa aja tuh." Gladys.
"Kamu serius suka sama dokter itu Dek?" Ayumi.
__ADS_1
"Ng ngga." Gladys.
"Ngga itu iya Glad." Goda Gagah dengan santai menyuap makanan yang baru saja di berikan oleh Bibi.
"Kakak!" Sungut Gladys.
Mereka pun saling goda sampai Rehan datang dan mereka tidak menyadarinya. Rehan langsung mengecup pipi Ayumi yang tengah asik menggoda anak gadisnya.
"Ish..." Ucap Ayumi menepok Rehan yang tiba-tiba menciumnya.
"Aw.." Pekik Rehan.
"Astaga! Ayah!" Ucap Ayumi.
"Jahat banget sih Bun mentang-mentang ada adek ipar." Keluah Rehan sambil mengusap pipinya berpura-pura kesakitan.
"Maaf. Bunda kan kaget Ayah tiba-tiba cium Bunda." Ucap Ayumi mengusap pipi Rehan.
"Hadeeeuuuh.... Ayah sama Bunda drama deh." Ledek Gladys.
"Sakit beneran loh Dek." Rengek Rehan.
"Alah, paling bentar lagi Bunda di tarik Ayah masuk kamar." Gagah.
"Tentu dong. Siapa bantu Ayah siapin air buat mandi kalo Ayah ga tarik Bunda." Rehan.
"Ceh, memangnya Ayah ga bisa siapin sendiri." Gladys.
"Kalo ada Bunda kenapa Ayah harus sendiri." Rehan.
"Eh, iya. Mana boneka Ayah?" Rehan.
"Ga ada Bobo ayok cepetan." Tarik Ayumi.
Sementara Tita hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya melihat tingkah kakak iparnya. Dulu hanya kemesraan Olla dan Tanio yang dilihatnya tapi kali ini mertua dan kakak iparnya tak kalah konyol dalam memperlakukan pasangan masing-masing dan itu di rasakannya bersama Ken.
Gladys dan Tita melanjutkan menonton drama bersama Gagah yang dengan lahapnya memakan makanan di piringnya hingga tandas. Saat Gagah menyimpan piring di meja terdengar suara khas bayi.
"Ba...ba...ba..." Celoteh Keina dalam gendongan Bibi.
"Kesayangan Kakak..." Ulur tangan Gagah pada Keina.
Dan Keina pun tergelak melihat Gagah. Gagah semakin gemas di buatnya dan Bibi kewalahan menahan Keina yang terus bergerak lincah di gendongannya.
"Mau gendong Kakak ya?" Tanya Gagah sambil mengambil alih Keina dari gendongan Bibik.
"Aaaa..." Teriak Keina girang membuat semua terkejut mendengar ekspresi Keina.
Gagah menciumi wajah Keina dengan gemasnya dan Keina pun tertawa renyah karena kegelian. Gladys dan Tita pun ikut tertawa melihat tingkah Keina.
"Ya ampun Dek. Seneng banget sih ketemu Kakak." Ucap Gladys.
"Iya dong. Ya sayang. Kakak kan baik ya dek ga kaya Kak.Glad." Gagah.
__ADS_1
"Ceh, Tapi Kakak paling cantik ya Dek." Bela Gladys.
"Ma...ma...ma..." Celoteh Keina.
"Iya. Mommy Keina ya yang cantik ya Dek." Gagah dan Keina pun tersenyum manis.
"Astaga! Bayik ini. Mau di gigit ya?" Goda Gladys.
Dan Plak...
Tangan mungil Keina tepat mendarat di pipi Gladys.
"Aduuh... Adek ja hat. Sakit dong Kakak." Rengek Gladys dan Keina malah tertawa renyah seolah Gladys tengah menggodanya.
"Keina mau mimik dulu ngga?" Tawar Tita.
Mendengar tawaran Tita Keina pun mengulurkan tangannya pada Tita tanda bahwa dirinya mau dengan tawaran Mommynya itu. Tita pun segera mengambil alih Keina dan membawanya masuk ke kamar untuk mengasihinya terlebih dahulu.
Setelah selasai mimik Tita pun memandikan Keina kemudian setelah beres dan segar Tita membawa Keina keluar dari kamar bersamaan dengan datangnya Ken.
"Wah, anak Daddy sudah cantik dan wangi rupanya." Sapa Ken.
Keina langsung merentangkan tangannya melihat kedatangan Ken.
"Up's! Sebentar sayang Daddy mandi dulu ya." Tolak Ken.
"Tita titip Keina dulu ya Mas sama Glad. Nanti Tita susul ke kamar." Tita.
"Oke sayang." Ken.
Tita oun berjalan ke ruang keluarga dan mendapati Gladys dan yang lainnya tengah berkumpul.
"Glad, Onty titip Keina dulu." Tita.
"Eh, ayok sini sama Kakak." Ajak Gladys dan Keina pun berpindah pada gendongan Gladys.
"Aduh, sayangnya Ayah udah wangi nih. Udah mandi ya sama Mommy." Ucap Rehan mengajak Keina berbicara.
"Iya dong Ayah." Ucap Gladys menirukan suara anak kecil.
Sementara Tita kembali ke kamar untuk menyiapkan pakaian Ken yang tadi di bawanya dari rumah. Rita dan Ken sengaja mandi di rumah Ayumi agar tidak terlalu kesorean untuk mandi. Apalagi Keina. Jadi, saat pulang nanti mereka hanya perlu mengganti pakaian dengan pakaian tidur.
Tita merapihkan kembali pakaian kotor mereka dan memasukkannya kedalam tas sambil menunggu Ken mandi. Setelah selesai mandi Ken pun menghampiri Tita dan mengenakan pakaiannya begitu saja di depan Tita.
Tita sudah tak pernah protes lagi dengan aksi suaminya. Karena Tita sudah terbiasa melihat Ken seperti itu.
"Ini sudah beres semua?" Ken.
"Iya Mas. Hanya tinggal itu perlengkapan Keina. Biar masuk ke tas ini saja." Jawab Tita menunjukkan paper bag di tangannya.
"Baiklah. Sini biar Mas masukkan. Nanti sekalian keluar sekalian Mas masukkan dulu ke mobil." Ucap Ken mangambil paper bag di tangan Tita.
Setelah selesai mereka berdua pun keluar. Tita bergabung dengan yang lainnya sementara Ken menyimpan perlengkapan yang mereka bawa ke dalam mobil.
__ADS_1
🌻🌻🌻
Jangan lupa like dan komennya ya sahabat 🙏🙏🙏