
Saat bibi tengah kebingungan Tita, Ken dan Keina pun keluar dari ruangan Dokter Rini. Tanio dan Olla langsung melihat ke arah mereka semua.
"Tita!"
Olla dan Tanio memanggil nama Tita bersamaan. Sementara Tita hanya menampilkan senyuman manisnya melihat ke arah Olla dan Tanio. Begitu juga dengan Ken. Sementara Keina menutup mulutnya melihat Oncle dan Onty nya yang berada di hadapan mereka.
"Kakak mau memeriksakan kandungan Kakak?" Tanya Tita santai.
"Jangan mengalihkan keadaan dengan bertanya padaku Ta." Olla.
"Eh, Kakak ada masalah?" Tanya Tita tak berdosa.
"Ken." Panggil Tanio dengan sedikit penekanan.
"Seperti yang kau lihat." Ken.
Olla mendekati Tita kemudian mencubit pipi Tita gemas. Walau tak sedikit saja rasa sakitnya namun Tita berekspresi seolah itu sangat menyakitkan.
"Aaaw,,, aduh Kak sakit." Dengan mata yang berkaca-kaca.
"Biar tau rasa. Kakak menahan rasa khawatir yang luar biasa sementara kalian malah menutupi semuanya. Kamu tidak melihat jika perut kita sama-sama besar?" Kesal Olla.
Dan dengan santainya Tita menggelengkan kepalanya membuat Olla tambah kesal.
"Mas,, adik mu tuh." Rengek Olla pada Tanio.
"Ken." Lagi-lagi Tanio memanggil nama Ken penuh penekanan meminta penjelasan.
"Hm,, sebaiknya kita bicara di rumah saja." Ucap Ken tenang mulai menguasai keadaan.
"Tapi, Mas ga balik ke kantor?" Tita.
"Sayang, kamu ga liat ada singa ngamuk. Mas ga mau ya kalian kenapa-kenapa." Ucap Ken berbisik.
"Mas ih.." Ucap Tita menampilkan senyumnya.
Kemudian mereka pun pulang menuju mansion. Ken meminta supir membawa pulang mobilnya sementara Tita, bibi dan Keina pulang bersamanya. Tanio dan Olla menyusul dari belakang. Keduanya tak membawa serta kedua anaknya karena memang rencana pergi mansion sore nanti.
Sampai di mansion Ken memarkirkan mobilnya kemudian membantu Tita keluar dari mobil sementara Keina di bantu Bibi turun dan masuk bersama bibi. Tita dan Ken menunggu Olla dan Tanio terlebih dahulu.
Kini mereka berempat sudah duduk dengan tenang di sofa ruang utama. Tanio diam melihat ke arah Ken menunggu penjelasan adik iparnya. Begitu juga dengan Olla.
"Huh... Begini. Sebenarnya kami tidak nengetahui jika Tita hamil."
"Tidak tau bagaimana? Perut dia buncit begitu Ken dan apa lu ga punya perasaan menggarap istri Lu." Potong Tanio.
"Sebentar Bang. Ini kan lagi di jelasin sama Mas Ken." Tita.
Ken menarik nafas panjang.
__ADS_1
"Jadi, kejadiannya. Setelah Tita dari rumah kalian yang mendadak beberapa bulan lalu karena kelahiran putra Gladys kami memang belum mengetahui jika Tita hamil. Baru dua hari setelahnya kami mengetahuinya itupun tanpa sengaja." Ken.
"Saat perjalanan pulang selepas menjenguk Gladys dan bayinya Keina merengek ingin melihat adik di perut Tita. Kami sudah membujuk Keina jika dalam perut Tita belum ada adik tapi Keina bersikeras ingin melihat adik.
Akhirnya kami pun mengalah untuk memeriksakan Tita ke Dokter. Fikir kami ya tidak ada salahnya sekaligus cek kesehatan rahim Tita. Tapi,. siapa di sangka jika di perut Tita telah terdapat adik dari Keina yang baru berusia 6 minggu." Jelas Ken panjang lebar.
"Terus kenapa kalian tidak memberitahukan berita bahagia ini pada kami?" Olla.
"Karena kehamilan Tita masih kecil kami memutuskan untuk memberitahu semua setelah usia kehamilan Tita memasuki bulan ke empat." Ken.
"Jadi sekarang sudah empat bulan?" Tanio.
"Iya Bang. Tepat hari ini usia kandungan Tita memasuki usia 18 minggu." Ken.
"Bahkan keluarga yang lain pun belum kalian kabari?" Olla.
Ken dan Tita kompak menggeleng. Olla dan Tanio pun menghela nafas mereka.
"Kau tau Ta. Aku merasa ga enak karena kehamilanku kali ini." Olla.
"Maaf Kak." Tita.
"Tidak apa. Itu sudah menjadi keputusan kalian. Sekarang Kakak sudah lega dan senang. Anak kita nanti satu usia dan bisa bersekolah bersama seperti Zayn dan Andre." Olla.
"Berapa usia kandungannya?" Ken.
"28 minggu. Hanya terpaut 10 hari saja bukan." Tanio.
"Lantas undangan nanti malam?" Tanio.
Ken dan Tita pun saling berpandangan kemudian mereka berdua tersenyum.
"Undangan nanti malam itu bertujuan untuk mengumumkan kehamilan sekaligus syukuran empat bulan kehamilan Tita." Ken.
"Astaga! Jadi akan ada acara pengajian?" Olla.
"Iya Kakak ku yang cantik. Kakak tidak melihat sejak tadi orang wara-wiri di mansion." Tita.
"Hah! Tita....! Tambah sayang deh gw sama adik ipar gw ini." Ucap Olla berkaca-kaca.
"Sama abangnya ngga?" Tanio.
"Ga usah di tanya itu sih. Nih buktinya." Tunjuk Olla pada perutnya.
Semua pun tertawa lepas. Tanio bergegas pergi ke rumahnya untuk menjemput kedua anaknya sementara Olla menunggu di mansion membantu Tita mempersiapkan acara sore ini pengajian yang akan di hadiri oleh anak-anak yatim dari yayasan dan para tetangga dekat.
Ken pergi ke ruang kerjanya untuk mengecek email yang masuk dari asistennya. Keina tidur siang di temani bibi. Tita dan Olla mengamati para pekerja yang tengah menyiapkan acara.
"Maaf Nyonya apa anda ingin mengecek lagi hampers yang akan di berikan?" Tanya orang event.
__ADS_1
"Boleh." Ucap Tita.
Orang tersebut pun kembali untuk mengambil hampers dan tak lama dia datang dengan dua macam hampers di tangannya.
"Maaf ini Nyonya." Ucap orang tersebut memberikan hampers yang di bawanya.
"Terima kasih Mba. Tinggalkan saja nanti saya panggil lagi." Tita.
"Baik Nyonya."
"Wow! Ini hampersnya? Kok ada dua macem?" Olla.
"Iya Kak. Ini untuk keluarha kita dan ini untuk para tetangga dan orang dari yayasan." Tunjuk Tita.
"Bagaimana nanti keluarga datang mereka tidak tau jika ada pengajian disini?" Olla.
"Coba baca kembali undangan yang Mas Ken bagikan di grup Kak." Tita.
"Maksudnya?" Olla.
"Di sana tertera dress code yang harus di kenakan bukan." Tita.
"Hah! Astaga! Terus bagaimana ini Gw ga bawa baju muslim." Olla.
"Astaga! Kakak, Mami Olla yang cantik dan super duper pinter. Kenapa sejak kehamilan Kakak kali ini jadi tulalit sih." Tita.
"Iih,, Tita!" Olla.
"Kakak ku yang cantik tiada tara. Kakak hubungi saja suami Kakak yang tampan itu. Bukankah dia sedang ke rumah kalian?" Tita.
"Astaga! Terima kasih Adek ku yang tersayang." Ucap Olla mencium pipi Tita.
"Olla!" Protes Tita yang mendapatkan serangan dadakan dari Kakak iparnya.
Sementara Olla santai saja mengambil benda pipihnya dan segera menghubungi suami tercintanya untuk mengambilkan baju muslim yang akan dia kenakan sore ini.
Setelah di pastikan Tanio mengerti Olla pun segera mendekati Tita kembali yang tengah mengecek hampersnya. Kemudian Tita tampak berbincang dengan orang eventnya. Setelah selesai orang event pun undur diri dan mempersiapkan segalanya.
"Gimana? Udah beres?" Olla.
"Udah. Tinggal nunggu acaranya saja. Kakak mau tidur siang?" Tita.
"Ngga. Tidurlah kalo mau istirahat. Kakak mau ke taman belakang saja." Olla.
"Tita mau ke ruang kerja Mas dulu ya." Tita.
"Kakak di belakang ya." Olla.
🌻🌻🌻
__ADS_1
Jangan lupa like dan komennya ya sahabat 🙏🙏🙏