Jodohku Sahabat Kakakku

Jodohku Sahabat Kakakku
Liburan


__ADS_3

Waktu terasa begitu cepat berlalu. Kini usia Keina sudah beranjak. Keina duduk di bangku sekolah dasar sedang Daffin sekolah kanak-kanak. Zio dan Daren baru saja memasuki sekolah menengah atas. Zayn dan Andre baru akan memasuki sekolah menengah pertama.


Daren sudah mulai bertambah mengerti jika Keina adalah calon istri yang di pilihkan Mami dan Papi nya. Hanya saja Keina yang masih polos selalu bersikap masa bodoh terhadapnya. Bahkan jika Mami dan Papinya menganakan dirinya calon mantu Keina terlihat biasa saja.


Seperti saat ini semua keluarga berlibur di peternakan milik keluarga Durant yang di kelola oleh Burhan. Keina tampak asik mengajak Zizi bermain tanpa memperdulikan Daren. Daren pun tak ambil pusing. Dirinya pun asik bersama Zio.


Sedang Zayn, Andre, Galuh, Gean dan Daffin pun main bersama. Beruntung Keina memiliki teman Zizi. Karena saudara yang lainnya berjenis kelamin laki-laki. Laras yang tengah hamil tua anak keduanya tak bisa ikut berlibur karena Gagah takut jika Laras akan melahirkan di peternakan.


"Onty, apa ada kabar dari Bunda?" Gladys.


"Tidak ada. Mba Tika juga akan memberi kabar jika Laras melahirkan." Tita.


"Hm... Semoga Kak Laras melahirkannya besok saja saat kita sudah berada di sana ya." Gladys.


"Kau ini. Mana bisa begitu Glad." Melan.


"Abis Gladys cemas Tante." Gladys.


"Glad, besok saja kita sudah pulang. Apa yang kau cemaskan. Jarak dari sini ke rumah tak begitu jauh. Jadi tenanglah." Olla.


"Iya Tante bener." Gladys.


"Kau tak berencana memberi adik untuk Gean?" Melan.


"Maunya begitu Tan. Ini saja sudah lepas alat kontrasepsi tapi belum nongol juga calon adik Gean." Gladys.


"Sabar. Allah akan memberikannya di waktu yang tepat." Tita.


"Tentu Onty. Selama menunggu itu Glad menikmati semuanya." Gladys.


"Bagus." Olla.


Sementara para perempuan bergabung bersama begitu juga para pria dewasa lainnya. Namun, mereka lebih tertarik membahas mengenai bisnis mereka di bandingkan bergosip yang tidak-tidak. Angga yang seorang dokter pun di paksa mengerti karena dirinya juga harus mengelola perusahaan Ayahnya.


"Mommy..." Teriak Keina.


"Ya sayang." Jawab Tita dengan berteriak juga karena memang jaraknya dan Keina sedikit jauh.


"Lihatlah. Zizi sangat kotor." Teriaknya dan memperlihatkan Zizi yang berada di sampingnya.


"Astaga! Kenapa bisa kotor begitu sayang?" Tita.


"Zizi terjatuh Mom." Keina.


"Ya ampun anak Bunda.." Teriak Olla.


"Aduh, Mantu Mami abis main apa kok bisa jadi begini?" Melan.

__ADS_1


"Zizi jatuh saat mengejar ayam Onty." Keina.


"Ya sudah ayo Bunda bersihkan." Ajak Olla pada putri bungsunya.


Setelah Zizi di bawa oleh Olla Keina bergelayut manja pada Tita dan itu di saksikan olah Daren yang kebetulan akan masuk untuk mengambil air minum. Tanpa sengaja tatapan keduanya bertemu. Keina hanya diam tak menanggapinya.


"Mom," Panggil Keina.


"Yap,,, kenapa hm?" Tita.


"Sekolah menengah pertama nanti apa boleh Keina di tempatnya Oncle Mikha?" Keina.


"Hah! Kok jauh Kei?" Melan.


"Hehe... Masih dalam pertimbangan sih Tan. Tapi, kali Mommy sama Daddy yes Keina yes juga." Keina.


"Kenapa sayang?" Tita.


"Ga apa-apa Mom." Keina.


Tita menangkap ada sesuatu hal yang di sembunyikan Putri pertamanya.


"Baiklah. Nanti kita bicarakan lagi bersama Daddy juga ya sayang." Tita.


"Thank you Mom." Ucap Keina mencium pipi Tita.


Kemudian Keina pun menyusul Olla dan Zizi di dalam.


"Melan, Lu tenang aja deh. Anak-anak kita juga kan masih kecil biarkan mereka mengeksplor masa anak-anak mereja jangan terlalu di kekang. Toh mau sejauh apapun jika memang sudah jodohnya ga bakal lari kemana. Begitupun sebaliknya mau sedekat apapun jika memang tak berjodoh ya tak bisa di paksakan." Jelas Tita.


"Iya juga sih. Tapi kan kita patut berjuang Ta." Melan.


"Ya Daren dong yang berjuang masa anak gw." Tita.


"Ceh, iya anak gw yang berjuang." Melan.


Hari semakin terik Burhan dan Marni mengajak semua anaknya untuk makan siang bersama di gazebo dengan suasana angin yang begitu menyejukkan berbeda dengan angin siang di kota yang begitu panas penuh polusi.


"Zizi mau mam apa dek?" Tawar Zio pada adiknya.


"Zi mau ikan Bang." Pinta Zizi.


Zizi memang selalu manja pada Zio kakak tertuanya. Sementara pada Zayn tidak terlalu manja karena Zayn selalu bersikap tegas padanya.


"Oke. Kakak ambilkan durinya dulu ya." Zio dan Zizi hanya menganggukkan kepalanya.


Daren terus memperhatikan Keina yang dengan telaten membantu Daffin sang adik. Tita san Ken memang selalu mengajarkan kebaikan pada Keina dan Daffin. Kasih sayang Keina pada Daffin begitu besar. Apapun Keina rela tunda untuk Daffin.

__ADS_1


"Kakak, biarkan Daffin makan sendiri." Ken.


"Ya Dad. Keina hanya menbantunya saja." Keina.


Daren mulai menyukai Keina sebagai lawan jenis sejak dirinya duduk di bangku sekolah menengah pertama. Namun, sayangnya Keina masih terlalu kecil untuk mengerti arti pacaran. Bahkan hingga kini.


Daren hanya bisa pasrah dengan keinginan orang tuanya untuk menjadikan Keina menantu mereka. Daren juga bukan laki-laki biasa. Banyak teman perempuannya yang berusaha mendekati Daren juga Zio karena keduanya termasuk kedalam most wanted di sekolahnya.


Daren dan Zio tak begitu menanggapi teman perempuannya. Daren yang sudah mendapat petuah jika Keina lah yang akan menjadi jodohnya sementara Zio tuntut tanggung jawabnya untuk meneruskan perusahaan.


Namun Zio tak pernah banyak mengeluh walaupun Nio begitu mendisiplinkannya. Zio selalu menikmati semua prosesnya. Tanio dan Olla pun tidak begitu mengekang walau kedisiplinan selalu mereka ciptakan.


"Daren," Panggil Ken.


"Ya Dad." Daren.


"Bagaimana sekolahnya lancar?" Ken.


"Lancar Dad." Daren.


"Rencana mau meneruskan kemana?" Ken.


"Astaga Ken. Anak gw baru aja masuk sma lu udah tanya mau lanjut kemana?" Abi.


"Loh, hidup itu harus punya tujuan dong." Ken.


"Iya Ken. Tapi ini baru kelas satu loh anak gw." Abi.


"Bentar lagi masuk kelas dua kan?" Ken.


"Serah Lu dah." Abi.


"Daren mau lanjut ke LN Dad. Menyelesaikan sekolah di sana. Pengennya lanjut sampe S2 di sana tapi kata Mami jangan." Daren.


"Hah! Kenapa Mami kamu larang. Itu kan bagus." Olla.


"Kata Mami nikah dulu Tan." Daren.


"Astaga!"


Jawab semua orang kompak. Sementara Melan hanya menampilkan deretan gigi putihnya. Daren memang sudah pernah membicarakan rencanya pada Melan tapi begitulah Melan. Melan takut Keina di rebut orang makanya Melan tidak mengijinkan Daren lanjut sampe S2.


"Anak gw juga masih sekolah Mel." Tita.


"Yaelah. Itu kan rencana Ta. Lagian nikah sambil kuliah juga kan bisa." Melan.


Keina yang di bicarakan hanya diam fokus pada Daffin sang adik. Bukannya Keina tak mengerti. Dirinya sedikit mengerti jika orang tua mereka akan menjodohkannya dengan Daffin. Hanya saja Keina masih takut. Karena dirinya masih kecil.

__ADS_1


🌻🌻🌻


Jangan lupa like dan komennya ya sahabat 🙏🙏🙏


__ADS_2