Jodohku Sahabat Kakakku

Jodohku Sahabat Kakakku
Melepas Rindu


__ADS_3

Obrolan mereka pun berlanjut santai. Burhan merasa bahagia bisa bertemu kembali dengan keluarganya. Begitu juga dengan Marni. Tak henti Marni mengucapkan terima kasih pada Tita karena telah merawat suaminya hingga kembali normal seperti sedia kala.


Begitu juga dengan Burhan. Burhan dan Marni pun berterima kasih pada keluarga Rehan yang mau menerima Laras sebagai menantunya. Walaupun kondisi laras sebatang kara saat Gagah menikahinya.


"Nak Burhan, Marni. Secepatnya Kami akan menikahkan kalian kembali agar kalian bisa bersama lagi." Tuan Ito.


"Terima kasih Tuan. Kami berhutang banyak kepada keluarga Anda." Burhan.


"Tidak. Jangan katakan hutang. Kita semua keluarga jadi tidak ada hutang di sini." Rehan.


"Terima kasih Besan." Burhan.


"Untuk sementara Bapak akan tetap tinggal di rumah utama keluarga Tita. Dan Ibu tetap disini." Ken.


"Tapi, Oncle.." Ucap Laras terhenti.


"Tidak ada tapi Ras. Orang tua mu harus menikah ulang karena walau bagaimana pun ibu mu telah di nikahi orang lain." Ken.


"Baiklah Om. Bagaimana jika Laras merindukan Ayah?" Laras.


"Kalian masih bisa bertemu. Karena Bapak yang akan menemui kalian disini. Tentunya dengan pengawasan." Ken.


"Terima kasih Nak." Burhan.


"Sama-sama Bapak." Ken.


"Maaf jika pengawalan orang Tita membuat Bapak risih." Tita.


"Tidak Nak. Bapak merasa tenang. Karena walau bagaimana pun Bapak merasa nyawa Bapak terancam begitu juga dengan putri dan istri Bapak." Burhan.


"Terima kasih Pak pengertiannya." Tita.


Semua keluarga pun kembali kepada kegiatan masing-masing. Sementara Burhan, Marni dan Laras saling melepas rindu di taman belakang rumah utama keluarga Ito. Gagah tidak bisa ikut serta karena harus ke kampusnya menyerahkan tugas selama dirinya kuliah online.


Gagah juga harus melihat jadwal tugasnya di rumah sakit. Rehan berdinas siang. Ayumi ke butik bersama Hena. Bagas dan Ken kembali ke kantor. Sementara Tita mengantarkan Nyonya Laura bertemu dengan teman lamanya. Dan Tuan Iti kebagian menjaga Keina di rumah.


Jangan tanyakan Gladys yang sudah melesat ke kampusnya sejak tadi. Gladys pun berencana pergi ke rumah sakit sepulang dari kampusnya. Karena Gladys dan Angga berencana makan siang bersama.


"Ayah, Laras minta maaf karena Laras tidak bisa melanjutkan kuliah Laras." Laras.


"Bukan tidak bisa Nak hanya tertunda." Burhan.


"Ayah tidak marah?" Laras.

__ADS_1


"Tentu tidak Nak. Bicarakan baik-baik dengan suami mu masalah sekolah mu. Karena yang akan membiayai sekolah mu juga suami mu bukanlah Ayah." Burhan.


Marni banyak diam memperhatikan suami dan putrinya yang terus bermanja pada suaminya. Laras dan Burhan memang begitu dekat sejak kecil. Bahkan Laras sempat sakit hanya karena Burhan melupakan hari ulang tahunnya.


"Sayang, kenapa?" Tanya Burhan yang melihat istrinya hanya diam.


"Tidak. Marni hanya masih merasa mimpi Mas masih ada di hadapan Marni sekarang." Marni.


"Jika bukan Tita mungkin Mas sudah tak ada lagi di dunia ini. Atau Mas menjadi gelandangan yang cacat." Burhan.


"Ayah. Jangan bicara seperti itu lagi." Rengek Laras bergelayut manja di lengan Burhan.


Burhan merentangkan tangan kanannya yang masih terbebas untuk Marni masuk kedalam pelukannya dan tanpa bicara Marni pun menghambur kedalam pelukan Burhan.


"Pa,, pa,," Teriak Keina berlari ke arah Burhan, Marni dan Laras.


"Sayang, jangan berlari." Teriak Burhan yang melihat Keina berlari ke arahnya.


Tuan Ito pun berlari mengejar Keina dari belakang.


Marni dan Laras melerai pelukan mereka dan segera menghampiri Keina. Tapi, Keina melewati keduanya dan menghambur ke dalam pelukan Burhan. Dan setelah berhasil Keina tertawa bahagia berada di pelukan Burhan.


"Astaga! Maafkan Keina menggangu kalian." Ucap Tuan Ito terengah-engah.


"Tidak apa-apa." Ucap Tuan Ito terengah-engah.


Laras pun segera berlari kedalam mengambil air minum untuk Tuan Ito.


"Ini. Minumlah dulu Opa." Ucap Laras menyodorkan gelas berisi air minum untuk Tuan Ito.


"Terima kasih." Tuan Ito.


Tuan Ito pun menegak air minum dalam gelas hingga tandas. Dirinya begitu lelah terus mengejar Keina yang tak henti berlari dan berlari lebib cepat ketika melihat Burhan, Marni dan Laras. Entah mengapa Keina begitu menempel pada Burhan.


"Kenapa anak cantik lari-lari. Lihatlah kasian Opa kelelahan mengejar anak cantik ini. Ayo minta maaf sayang pada Opa." Ucap Burhan menasehati Keina.


Tanpa menjawab Burhan Keina pun turun dari pangkuan Burhan dan mendekati Tuan Ito. Kemudian Keina memeluk Tuan Ito dan mengusap lelehan keringat yang menempel di dahi Tuan Ito dengam tangan mungilnya.


"Apin Eina ya Opa. Eina anji da ai-ai agi." Ucap Keina sambil terus mengusap dahi Tuan Ito yang penuh dengan keringat.


"Iya sayang. Opa sudah memaafkan Kakak Keina kok." Ucap Tuan Ito kemudian mendaratkan ciuman hangat di puncak kepala gadis kecil itu.


"Kakak Keina bajunya basah. Ayo Kak.Laras bantu ganti bajunya ya." Ajak Laras.

__ADS_1


"Ote." Jawab Keina mendekati Laras.


Tuan Ito pun meninggalkan pasangan Burhan dan Marni. Dirinya begitu lelah ingin merebahkan tubuhnya sejenak menghilangkan rasa lelahnya. Sementara Keina dan Laras pergi ke kamar Laras.


"Mas, Marni minta maaf karena telah menerima pinangan Hanan." Marni.


"Tidak apa-apa sayang. Mas tau hidup kalian terutama kamu pastilah tidak mudah setelah kepergian Mas." Ucap Burhan mengusap lembut tangan Marni.


"Jadi, jasad yang Marni tangisi itu bukan Mas?" Marni.


"Bukan dan Mas tak tau apa yang terjadi hingga Mas melihat berita jika Mas meninggal karena kecelakaan." Burhan.


"Pantas saja Hanan tidak mengijinkan kami membuka peti mati itu. Alasannya karena jasadnya hancur dan Hanan tidak ingin aku dan Laras terbayang-bayang." Marni.


"Atau mungkin saja itu hanya peti mati kosong." Ucap Marni kemudian.


"Mungkin saja sayang. Semua sudah menjadi rencananya." Burhan.


"Ken pun sudah mengumpulkan bukti kematian istri Hanan." Marni.


"Ken?" Burhan.


"Ya, Marni menceritakan semuanya pada Gladys dan Gladys meminta bantuan Ken. Dan Ken sudah memiliki buktinya. Jadi, kita bisa bernafas lega Mas." Marni.


"Ken juga meminta maaf karena kerja sama anak perusahaannya dengan perusahaan Mas di hentikan karena tidak masuk akal. Dan itu sudah berlangsung sejak beberapa tahun silam. Setelah berita kematian mu tersebar Mas." Jelas Marni lagi.


"Ya, Ken telah menceritakannya. Mas hanya ingin tau siapa dalang di balik kekejaman Hanan." Burhan.


"Dan kenapa Mas menggunkan nama Hanhan?" Marni.


"Karena hanya kamu yang tau nama itu sayang. Dan Mas berharap ketika kamu mengenali nama itu. Mas bisa bertemu dengan kamu." Burhan.


"Maafkan Marni Mas." Marni.


"Tidak masalah. Karena Mas tau kamu begitu tertekan." Burhan.


"Setelah pernikahan ulang kita apa rencana Mas?" Marni.


"Entahlah. Mas hanya ingin membawamu pergi jauh." Burhan.


🌻🌻🌻


Jangan lupa like dan komennya ya sahabat 🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2