Jodohku Sahabat Kakakku

Jodohku Sahabat Kakakku
Berenang


__ADS_3

Keina terlihat antusias ketika melihat Daddy nya di pinggir kolam. Keina terus menunjuk dalam gendongan Tita membuat Tita sedikit kewalahan


"Sabar sayang. Kita akan kesana menemui Daddy." Tita.


Namun Keina terus meronta dalam gendongan Tita.


"Daddy..." Teriak Keina.


Ken pun menoleh dan melihat istrinya kewalahan menggendong Keina.


"Eh, astaga sayang. Lihatlah Mommy keberatan menggendong Keina. Seharusnya Keina berjalan saja." Ken.


Keina menoleh ke arah Tita dan dilihatnya Tita tengah mengatur nafasnya.


"My... Map My." Ucap Keina merasa bersalah.


"Ngga apa-apa sayang. Asal jangan di ulangi lagi ya." Ucap Tita dan Keina pun hanya menganggukkan kepalanya saja.


Setelah itu Keina pun mulai mengikuti Ken menggerak-gerakkan badannya sebelum memasuki kolam renang. Setelah di rasa cukup Ken pun mulai membawa Keina masuk kedalam air.


Keina begitu senang di dalam air. Ken terus menjaganya. menenggelamkannya dan terlihat Keina meliukkan badannya berusaha muncul dan berhasil. Kemudian Ken menggeret Keina dalam air dan Keina begitu senang.


Tita masuk kedalam membawakan tiga gelas jus jambu dan cemilan hangat untuknya dan untuk Ken dan Keina. Tita duduk di bangku yang terdapat di sisi kolam memperhatikan suami dan putri kecilnya berenang.


Keina sudah mulai pandai menggerakkan badannya sendiri tanpa pegangan Ken walaupun masih belum bisa bertahan lama hanya beberapa saat saja. Dengan sigap Ken akan membantu Keina.


Sementara di kamar Gladys dan Angga yang tengah tertidur merasa terusik dengan teriakan Keina di kolam renang. Karena kebetulan sekali balkon kamar Gladys menghadap langsung ke kolam.


"Sayang, kamu mendengar suara Keina berteriak?" Angga.


"Hm.. Paling juga dia berenang bersama Oncle Kak." Jawab Gladys dengan suara khas bangun tidur.


"Oncle sudah datang?" Angga.


"Oncle selalu pulang lebih cepat jika pekerjaannya tidak terlalu berat." Gladys.


"Onty ikut berenang?" Angga.


"Tidak mungkin. Oncle akan melarangnya." Gladys.


"Kenapa?" Angga.


"Mana mungkin Oncle membiarkan Onty mengenakan baju seksi berkeliaran walaupun itu di kolam renang. Oncle kan posesif banget." Gladys.


"Benarkah? Dan Onty tidak protes?" Angga.


"Kakak, Onty bukan Glad yang apa-apa serba protes. Dan Glad akan berusaha patuh pada suami seperti Onty jika itu memang untuk kebaikan kita." Gladys.


"Hmm.... Makin sayang deh." Ucap Angga memeluk Gladys.


"Kakak mau berenang?" Tanya Gladys.


"Ayo sama kamu?" Angga.

__ADS_1


"Ceh, yang itu ga mau istrinya ikut yang ini malah nyuruh istrinya ikut berenang." Gladys.


"Kita turun saja dulu yuk." Ajak Angga.


"Hm.. Baiklah. Glad ke kamar mandi dulu." Pamit Gladys turun dari tempat tidur menuju kamar mandi.


Angga bangun dan merapihkan pakaiannya yang kusut karena tidur tadi. Tak lupa Angga pun merapihkan kembali tempat tidurnya. Setelah itu Angga menyusul Gladys mencuci mukanya di kamar mandi.


Setelah lebih segar Gladys dan Angga pun turun menuju kolam renang. Saat mereka keluar kamar terlihat Ayumi yang akan menuju dapur.


"Bunda.." Panggil Gladys.


"Ish! Kebiasaan berteriak. Apa tidak malu sudah ada suami sekarang masih juga berteriak." Ayumi.


"Ceh, Bunda. Bunda mau ngapain? Ayah belum pulang?" Gladys.


"Mau ke dapur bikin cemilan. Bunda mau ngeteh sambil nunggu Ayah. Ayah baru keluar dari rumah sakit sebentar lagi juga nyampe." Ayumi.


"Cie... menunggu kekasih hati." Goda Gladys.


"Iya dong. Kalian mau kemana?" Ayumi.


"Liat Keina berenang." Gladys.


"Ya sudah sana. Nanti Bunda menyusul. Kalian mau di bawakan apa?" Ayumi.


"Apa aja Bun. Asal tidak merepotkan." Angga.


"Terima kasih Bun." Angga.


Angga dan Gladys pun kembali melangkahkan kaki mereka menuju kolam renang. Dan benar saja terlihat Tita hanya duduk membaca sebuah novel sedangkan Ken dan keina asik berenang.


Gladys dan Angga pun mendekati Tita yang tengah asik menbaca tanpa memperdulikan sekitarnya. Begitulah Tita jika sudah menempel dengan buku.


"Sore Onty..." sapa Gladys dan Angga.


"Sore, eh.. Terganggu ya tidurnya?" Tita.


"Ngga kok Onty. Lagian udah waktunya bangun juga." Angga.


"Oma sama Opa ga keliatan. Kemana?" Gladys.


"Ke rumah Kak Aiko. Katanya Kak Aiko sakit." Tita.


"Loh, Tante Ai sakit? Sakit apa?" Gladys.


"Onty kurang tau. Tadi Kak Artur menelfon Oma. Mungkin sedikit serius hingga Kak Artur menghubungi Oma." Tita.


"Hm... Mungkin." Gladys.


"Kita tidak ke sana Onty? Tanya Angga.


"Tidak. Biarkan Opa dan Oma saja yang pergi ke sana. Nanti kita tunggu berita dari mereka saja." Tita.

__ADS_1


Angga pun hanya mengangguk tidak mengerti kenapa begitu. Namun dirinya tak mau ambil pusing walaupun masih di penuhi rasa penasaran di hatinya.


"Tata ayo belenang." Ajak Keina.


"Hmm... Ikutan ngga ya Kakak." Ucap Gladys pada Keina.


"No dys no." Ucap Keina di pinggur kolam.


"Lah, terus siapa?" Goda Gladys.


"Tata tuh." Tunjuk Keina pada Angga yang berada di sisi Gladys.


"No. Kak Angga maunya sama Kakak." Ucap Gladys memeluk Angga dari samping.


"Aa.. Tata... No..." Teriak Keina dari samping kolam melihat Angga di sekap Gladys.


"Glad,,, kau ini suka sekali menggoda Keina." Angga.


Kemudian Angga pun mendekati Keina di tepi kolam. Keina malah asik bermain air bersama Angga. Tita memberikan jus untuk Keina agar perutnya terisi. Angga membantu memberikannya.


"Glad, Onty sudah buat cake coklatnya di dapur." Ucap Tita.


"Hah! Benarkah? Asiik... Glad bawa dulu." Ucap Gladys langsung melesat masuk untuk membawa cake kesukaannya.


Gladys berpapasan dengan Ayumi dan ternyata Ayumi sudah membawakannya untuk Gladys. Akhirnya Gladys pun kembali bersama Ayumi dengan membawakan nampan yang di bawa Ayumi.


"Ta, jam berapa Ibu dan Ayah pergi?" Tanya Ayumi.


"Tadi jam berapa ya. Tadi Tita masih di dapur Kak. Jadi Tita lupa ga liat jam. Pokoknya sebelum Mas Ken pulang deh." Tita.


"Sakit apa ya Aiko?" Ayumi.


"Kak Artur ga bilang apa-apa Kak. Hanya meminta Ibu dan Ayah datang karena Kak Ai sakit begitu saja." Tita.


"Terus Ibu sama Ayah juga pergi gitu aja?" Ayumi.


"Iya. Karena Ibu cemas ada apa dengan Kak Ai. Soalnya Kak Artur kaya panik gitu." Tita.


"Sampe sakarang belum ada kabar dari Ibu sama Ayah?" Ayumi.


"Belum. Nih ponsel Tita ga ada pesan atau telfon sama sekali dari Ibu ataupun Ayah." Tita.


"Apa kita susul saja?" Ayumi.


"Pesan Ibu dan Ayah tunggu pesan dari mereka. Tapi, ya Tita ikut aja klo kita kesana sekarang." Tita.


"Gimana ya. Kita tunggu Mas Re pulang dulu saja lah. Mas Re juga sudah perjalanan pulang tadi." Ayumi.


"Sebaiknya seperti itu saja. Siapa tau Kak.Rehan justru sudah tau." Tita.


🌻🌻🌻


Jangan lupa like dan komennya ya sahabat 🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2