Jodohku Sahabat Kakakku

Jodohku Sahabat Kakakku
Persiapan Pernikahan Ulang


__ADS_3

Pagi hari kediaman Ito sudah ramai orang-orang berlalu lalang mempersiapkan pernikahan ulang Marni dan Burhan. Acara akan di laksanakan di taman belakang dengan hanya keluarga yang menghadirinya.


Tanio begitu terkejut ketika Ken memberitahukannya pasalnya Tanio tak mengetahui sedikit pun tentang Burhan yang di sembunyikan Tita di kediaman utaman. Karena dirinya pun jarang dan bisa di katakan tak pernah mendatangi rumah itu jika tidak di minta kevin.


Pagi ini Burhan tak di perbolehkan datang ke rumah Utama Ito sebelum acara akan di mulai. Rehan dan Gagah pergi ke rumah sakit untuk menjalankan tugasnya. Dan Ken ke kantor. Ken meminta Tita untuk tidak terlalu cape mengurus semuanya.


"Biarkan mereka mengerjakan tugasnya masing-masing sayang. Kai hanya boleh duduk dan memperhatikan putri kita." Itu pesan Ken sebelum dirinya pergi ke kantor.


"Glad, apa ada kuliah?" Tita.


"Tidak Onty. Glad sedang menunggu jadwal sidang." Gladys.


"Hm... Onty titip Keina." Tita


"Onty mau kemana?" Gladys.


"Kepala Onty teras pusing melihat orang berlalu lalang." Tita.


"Owh! Astaga! Istirahatlah Ty. Biarkan Keina Glad jaga. Lagi pula ada Kak.Laras juga yang akan membantu Glad menjaga Keina." Gladys.


"Baiklah. Terima kasih Glad. Jika Keina menanyakan Onty bawa saja dia ke kamar." Tita.


"Oke." Gladys.


Tita memasuki kamarnya dan merebahkan tubuhnya yang belum pulih benar. Setelah kehilangan putri ke duanya. Laras dan Gladys kewalahan menjaga Keina yang terus berlari kesana kemari membuat mereka berdua panik karena banyaknya peralatan yang berserakan.


Laras dan Gladys takut jika Keina tersangkut kabel atau kain-kain yang menjuntai untuk menghiasi taman. Ayumi melihat Keina berlarian.


"Keina sayang, sini nak." Panggil Ayumi.


"Buna..." Teriak Keina berlari ke arah Ayumi.


"Jangan berlari sayang." Cegah Ayumi.


Dan Hap Ayumi segera menangkap Keina yang hampir terjatuh karena kurang keseimbangan Keina.


"Ya Tuhan Keina." Gladys.


"Hufh! Untunglah ada Bunda." Ucap Laras dengan nafas yang tersengal.


Laras dan Gladys terduduk di lantai karena lemas mengejar Keina dan melihat Keina akN terjatuh. Keduanya saling bersenderan mengatur nafas. Gladys meminta bibik untuk mengambilkan minuman dingin ketika melihat bibi melintasinya.


"Keina harus hati-hati sayang. Bagaimana jika tadi terjatuh Kaki atau tangan Keina akan terluka atau bahkan kepala atau tubuh Keina yang terluka." Ucap Ayumi lembut.


"Maaf Buna." Keina.


"Oke. Kali ini Buna maafkan ya. Tapi, jangan di ulangi ya. Lihat Kedua Kakak Keina mereka terlihat sangat lelah mengejar Keina sejak tadi." Tunjuk Ayumi pada anak dan menantunya yang begitu mengenaskan.


Keringat bercucuran di dahi Laras dan Gladys. Baju mereka pun sudah basah oleh keringat. Rambut mereka berdua pun acak-acakan.

__ADS_1


"Sekarang Keina minta maaf ya sama Kak.Laras dan Kak.Gladys." Titah. Ayumi.


Tanpa menjawab Ayumi Keina pun berjalan mendekati Laras dan Gladys. Keina berdiri diantara keduanya.


"Tata, Eina minta aaf ya." Ucap Keina mengulurkan tangannya.


"Iya sayang. Kakak sudah maafin Keina kok. Lain kali jangan di ulangi lagi ya." Jawab Laras lembut.


Keina pun memeluk Laras dan Gladys bergantian. Setelah itu Keina menyisir pandangannya mencari Mommy nya. Namun, hingga badannya memutar dirinya tak menemukannya.


"Mommy.." Ucap Keina hampir menangis.


"Ee.... Stop. Mommy ada di dalam sayang. Keina ingin ke Mommy?" Tanya Gladys.


Keina menganggukkan kepalanya. Gladys bersiap akan menggendong Keina namun di hentikan oleh Laras.


"Apa tidak apa-apa?"Laras.


"Tidak apa-apa Kak. Onty yang memintanya jika Keina menanyakannya Onty bilang antarkan saja ke kamar." Gladys.


"Baiklah. Kau pergilah antarkan Keina Kakak biar di sini membantu Bunda." Laras.


"Oke siap. Let's go Keina." Ajak Gladys menggendong Keina.


Keina pun tertawa riang dalam gendongan Gladys. Dirinya senang karena Gladys menggendongnya dan mengangkatnya seolah dirinya terbang.


"Hati-hati Glad." Teriak Nyonya Laura melihat aksi Gladys menggendong Keina.


Sampai di depan kamar Tita Gladys mengetuk pintu namun tidak ada jawaban dari dalam. Di ulanginya lagi dan tetap sama tidak ada jawaban.


"Hm... Apa Mommy tidur?" Tanya Gladys pada Keina.


"Ya." Jawab Keina polos sehingga membuat Gladys merasa gemas.


"Apa kita tetap masuk atau kita main saja?" Gladys.


"Mommy.." Jawab Keina.


"Hm... Baiklah. Kita coba buka ya. Tapi, jika Mommy tidur Keina janji tidak mengganggunya ya." Gladys.


"Ote." Jawab Keina sambil berkedip.


Karena gemas Gladys pun mencium gemas pipu gembul Keina. Gladys mencoba membuka heandle pintu dengan perlahan dan ternyata memang tak di kunci Gladys dan Keina menyembulkan kepalanya ke dalam dan terlihat Tita tengah berbaring di atas tempat tidur.


"Onty,," Panggil Gladys pelan.


Tetap sama tak ada jawaban. Gladys dan Keina pun masuk kedalam dan ternyata Tita tengah tertidur. Karena tak tega Gladys pun kembali mengajak Keina keluar dan menjanjikan es krim padanya.


Karena iming-iming es krim Keina pun akhirnya mau kembali ke luar kamar tanpa mengganggu Mommy nya yang tengah tertidur. Akhirnya Keina pun di bawa Gladys dan Laras pergi ke mini market di depan komplek untuk membeli es krim dan tentu saja dengan pengawasan bodyguard.

__ADS_1


Keina begitu senang akan pergi membeli es krim. Laras menggendong Keina turun di mini market dengan Gladys di samping mereka. Bodyguard hanya diam di dalam mobil memperhatikan ketiganya.


"Mau rasa apa sayang?" Tanya Gladys membuka penutup tempat es krim.


"Cocat tobeli." Keina.


"Hm... Kenapa dua? Keina hanya boleh memilih satu. Coklat atau strawberry?" Tanya Gladys.


"No. Cocat tobeli." Jawab Keina lagi.


"Hm.. Baiklah. Keina boleh memakan dua es krim asalkan nanti mau gosok gigi oke." Laras.


"Ote." Keina.


Gladys pun membawa dua rasa coklat yang diinginkan Keina dan membawa dua juga untuknya dan Laras. Kemudian Gladys dan Laras berjalan menuju lorong ciki dan coklat. Tak hanya Laras dan Gladys yang memilih Keina pun tak mau kalah memilih coklat dan Ciki.


"Sayang, tapi Keina sudah membeli es krim rasa coklat. Kenapa sekarang mau coklat lagi?" Protes Gladys.


"Tan ini butan etlim tata." Jawab Keina polos.


Gladys dan Laras pun saling pandang dan akhirnya mereka pun mengalah membelikan keduanya untuk Keina. Setelah di rasa cukup mereka pun berjalan menuju kasir.


"Ras," Panggil seseorang.


Laras, Keina dan Gladys pun menoleh pada orang tersebut. Orang tersebut nampak bingung karena Laras menggendong anak kecil.


"Maaf siapa?" Tanya Laras tak mengenali orang tersebut.


"Kau lupa?" Tanya orang itu lagi.


Gladys melangkah menuju kasir untuk membayar karena orang di depannya sudah selesai melakukan pembayaran. Setelah selesai Gladys mengajak Laras dan Keina.


"Kakak, ayo ini udah selesai. Nanti Bunda mencari kita." Ajak Laras.


"Kakak! Apa dia adikmu?" Tanya orang itu.


"Iya. Saya adiknya. Anda mengenal Kakak saya?" Tanya Gladys.


"Ya. Kita satu kampus dulu." Jawabnya.


"Hm... Satu kampus?" Tanya Laras.


"Ya. Kamu anak kedokteran kan?" Tanya orang itu lagi.


"Maaf, sepertinya anda salah orang." Jawab Laras.


"Ayo dek kita pulang. Permisi." Ucap Laras lagi.


Dengan bingung dan tak banyak bertanya lagi Gladys mengikuti langkah Laras menuju mobil mereka. Bodyguard sudah bersiap ketika melihat ada orang menyapa Laras hanya saja dirinya tidak gegabah selama tuannya tak memberi kode ancaman.

__ADS_1


🌻🌻🌻


Jangan lupa like dan komennya ya sahabat 🙏🙏🙏


__ADS_2