
Pagi ini semua telah bersiap untuk pergi ke hotel milik keluarga Durant. Tanio telah menyiapkan kamar khusus untuk semua keluarganya. Begitu juga dengan keluarga besannya. Siang nanti prosesi pernikahan Zizi dan Damar akan di laksanakan.
Sebagian keluarga Durant dan para sahabat sudah hadir di hotel tengah melakukan persiapan bahkan Mikha dan sang istri telah hadir sejak kemarin. Sayangnya Putra mereka tak dapat ikut serta.
Duo bumil tengah asik memakan buah-buahan yang di sediakan koki hotel untuk mereka. Dan suami mereka pun tak jauh dari mereka. Karena Keina belum bisa berjauhan dengan Daren walau sekarang sudah lumayan tak menangis jika Daren tinggal ke kamar mandi.
"Kein, kamu tuh makan terus tapi badan kamu tetep aja ya?" Raya.
"Gw ga ngerti juga Ray, Padahal nafsu makan gw naik banget pas hamil ini." Keina.
"Enak banget sih. Gw malah udah naik Empat kilo hamil ini." Raya.
"Sebulan satu kilo?" Keina.
"Awal hamil turun dulu terus bulan ke dua baru tuh naik lagi." Raya.
"Kok bisa awal hamil turun?" Keina.
"Ga masuk makanan Kein. Lu tau sendiri gw parah banget. Lu enak tau-tau perut lu ada isinya aja." Raya.
"Hahaha... Iya ya. Yang kasian Abang gw intilin terus." Keina.
"Belum ke kantor juga?" Raya.
"Udah. Tapi gw ikut." Jawab Keina tertawa.
"Astaga Kein.. Kasian dong Bang Daren." Raya.
"Gw ga tau Ray. Anaknya yang minta deket bapaknya terus. Perasaan pengen nangis gitu aja kalo Abang jauh." Keina.
Percakapan duo Bumil pun terhenti saat mendengar kasak kusuk dari panitia pernikahan Zizi dan Damar. Mereka semua terlihat panik. Padahal satu jam lagi acara akan segera di mulai.
"Ada apa?" Tanya Zio pada salah satu panitia acara.
"Mobil Pengantin pria kecelakaan Mas." Jawab orang tersebut.
"Apa?" Zio.
__ADS_1
"Tenang Zi. Kita konfirmasi dulu. Ayo sayang kita naik dulu." Ajak Daren pada Keina.
Tanpa bertanya lagi Keina langsung menggandeng tangan Daren begitu juga dengan Raya yang langsung mendekati Zio dan menenangkannya.
Mereka menuju kamar Zizi untuk memastikan beritanya. Ternyata di sana sudah ada Olla, Tanio dan perwakilan keluarga Damar yang menyampaikan berita kecelakaan. Sementara Zizi sudah tak sadarkan diri.
"Ayah, Bunda." Panggil Zio.
"Bang, tolong ke rumah sakit lihat keadaan Damar dna keluarganya. Mereka mengalami kecelakaan beruntun karena truk mengalami rem blong." Titah Nio.
"Baik Yah." Zio.
Zio menatap Raya dan Raya menganggukkan kepalanya mengijinkan. Zio pun segera meninggalkan hotel. Saat dirinya akan memasuki lift Zayn keluar dari kotak besi tersebut.
"Bang," Panggil Zayn.
"Iya. Lu ikut gw ke rumah sakit." Ucap Zio mendorong Zayn masuk kembali kedalam kotak besi tersebut.
Keduanya segera meluncur ke rumah sakit untuk memastikan keadan Damar dan keluarganya. Sementara di hotel Zizi yang kembali sadar tak mengeluarkan sepatah katapun hanya linangan air mata membasahi pipinya.
"Sayang," Panggil Olla lirih.
Ken, Abi dan Tita di buat kalang kabut. Begitu juga dengan Zio dan Zayn. Daren tak bisa berbuat apapun karena harus selalu barada dekat Keina. Andre yang melihat Zizi begitu terpukul pun hanya bisa diam menatap Zizi.
Ingin rasanya Andre membawa Zizi kedalam pelukkannya dan memberikan kekuatan padanya tapi dia hanya bisa diam menatap Bunda dan Maminya memeluk Zizi. Hatinya sakit begitu sakit. Walaupun sempat terselip rasa ingin Zizi dan Damar berpisah tapi saat kejadian ini menimpa Zizi dan Zizi begitu hancur Andre pun menyesali perasaannya.
Zio dan Zayn mencari keberadaan korban tabrakan beruntun. Dan begitu banyak korban bergelatak di IGD rumah sakit Keluarga. Mereka pun bertanya pada suster yang berjaga. Setelah mendapat jawaban keduanya segera menyusuri bilik-bilik IGD.
Terdengar tangisan pada bilik dekat mereka. Keduanya pun saling pandang. Baik Zio maupun Zayn tak kuasa menarik tirai yang menutupi bilik tersebut. Dengan tangan bergetar Zayn memberanikan diri untuk membukanya.
Deg...
Keduanya kembali saling pandang. Kemudian manik mata mereka beradu dengan manik mata seseorang yang mereka kenali. Manik mata sendu dengan kesedihan yang mendalam. Pipinya basah oleh cairan bening yang terus mengalir dari mata indahnya.
Tubuhnya terdapat beberapa luka dengan bercak darah pada pakaiannya. Zayn dan Zio memejamkan matanya menahan kesedihannya. kemudian Zayn melangkah mendekatinya dan grep Zayn memeluknya.
"Huaa...."
__ADS_1
Tangisannya pun kembali pecah tak terbendung hingga tubunnya melemah dan tak sadarkan diri. Zayn membawanya ke brankar kosong di bilik lain. Sementara Zio mengurus semuanya.
Gagah dan Angga datang menemui Zio yang sedang kepanikan. Entah di mana Zayn mereka tak mempedulikan yang terpenting saat ini adalah mendapatkan kabar mengenai Damar dan keluarganya.
"Zi," Panggil Gagah.
"Bang," Zio.
"Dimana keluarga Damar dan Damar? Bagaimana mereka?" Tanya Gagah beruntun.
"Disana Bang." Ucap Zio lemah.
"Kamu duduklah dulu Zi. Minumlah." Ucap Angga menyodorkan air mineral padanya.
Zio menerima uluran air mineral untuknya dan menenggaknya hingga menyisakan setengah. Zio terduduk di kursi dan menundukkan dirinya. Tak sadar air matanya pun keluar tanpa permisi. Gagah menepuk pundak Zio memberinya kekuatan sementara Angga masuk mencari Zayn.
"Bagaimana keadaannya Zayn?" Tanya Angga begitu menemukan Zayn di salah satu bilik.
"Buruk Bang." Ucap Zayn lemah.
"Dimana yang lain?" Angga.
Kemudian Zayn menunjuk bilik yang terdapat Ayah, Ibu Damar dan Damar. Angga pun segera menuju bilik tersebut. Disana sudah ada keluarga yang juga terluka hanya saja luka mereka telah di obati.
Dua mobil keluarga Damar ikut mengalami kecelakaan beruntun tersebut hanya saja posisinya berada di bagian belakang membuat kedua mobil tersebut tidak terlalu parah. Sedang mobil Damar berada di tengah sehingga posisinya terhimpit.
Angga mengusap wajahnya dengan kedua tangannya. Entah apa yang akan dia katakan pada Keluarganya yang tengah menunggu kabar darinya. Kini dia mengerti mengapa Zio maupun Zayn tak langsung memberi kabar pada Tanio, Abi ataupun Ken.
Angga dapat merasakan apa yang Zio dan Zayn rasakan. Bahkan Zio tak dapat berkata apa-apa. Gagah dan Angga pun segera memproses semuanya. Keluarga Damar pun sangat berterima kasih pada Gagah dan Angga.
Angga dan Gagah dengan sigap menyelesaikan semuanya. Zayn masih setia menunggu gadis yang tak sadarkan diri. Zio sudah kembali ke hotel untuk memberikan kabar kondisi Damar dan keluarganya.
Semua mata tertuju padanya saat dirinya masuk dan menemui semua keluarganya. Sementara para tamu undangan sudah kasak kusuk karena acara belum juga di mulai.
"Bagaimana Bang?" Nio.
"Damar dan kedua orang tuanya meninggal di tempat Yah. Hanya Sinta yang selamat karena Sinta terpental keluar dari mobil." Zio.
__ADS_1
🌻🌻🌻